
Aku sungguh terkejut mendengar pernyataan dari Pak Andra barusan.
Semua benar-benar di luar dugaan ku, bahkan sekedar memikirkan nya pun aku tidak pernah.
Siapa sangka Pak Andra yang merupakan atasan di tempat ku bekerja, bisa menyukai ku. Bahkan sudah sejak lama dia menyimpan perasaan pada ku, jauh sebelum aku mengenal Mas Arvin.
Sejujurnya aku sempat kecewa saat mendengar Pak Andra menyukai seorang gadis dan hendak melamar nya.
Di tengah rasa kecewa ku yang dalam, aku bahkan sempat mengikhlaskan Pak Andra dengan wanita lain.
Walaupun aku tahu itu sulit untuk ku, tapi demi kebahagiaan Pak Andra aku akan belajar mengikhlaskan nya.
Tapi di luar dugaan ku, wanita yang akhir-akhir ini di cerita kan Pak Andra adalah diriku sendiri.
Sungguh, aku sangat tidak peka selama ini.
Aku mengira jika kebaikan Pak Andra pada ku selama ini hanya sebatas kepada karyawan nya.
Ada rasa bahagia yang sangat besar ku rasakan saat mendengar ungkapan hati Pak Andra, ternyata perasaan ku terbalas.
Karena aku pun merasakan hal yang sama dengan Pak Andra aku pun segera menerima lamaran nya.
Walaupun ada rasa ragu di hati ku jika keluarga besar Pak Andra akan menolak ku.
Tapi ketika Pak Andra menyakinkan aku, aku memilih untuk mempercayai ucapan nya.
Harapan ku hanya satu, mudah-mudahan keputusan ku ini sudah tepat dan ini adalah pernikahan ku yang terakhir.
Besar harapan ku jika Pak Andra adalah seseorang yang akan mendampingi ku hingga tua nanti bahkan hingga ajal menjemput kami.
"Apakah aku boleh bertanya?" ucap ku sembari menatap Pak Andra.
"Ya, silahkan. Tanya saja apa yang ingin kamu tanyakan dan ingin ketahui dari ku. Aku akan menjawab nya" ucap Pak Andra.
"Apa yang kamu sukai dari ku, aku merasa tidak ada yang spesial dalam diri ku. Apalagi kondisi ku saat ini yang hanya seorang janda dan punya anak satu. Di luar sana masih banyak wanita-wanita yang lebih cantik dan lebih baik dari ku, bahkan yang masih perawan pun banyak. Lalu apa alasan mu memilih ku yang bukan apa-apa ini?" tanya ku.
__ADS_1
"Jika kita mencari sesuatu yang lebih dan lebih, itu tidak akan ada habis nya Vania. Aku sudah lama mengenal mu, dan sudah tahu banyak tentang mu. Banyak hal yang ku sukai dan mampu membuat hati ku bergetar ketika bersama mu Vania. Sikap mu yang lembut, mandiri, dan kesederhanaan mu, semua yang ada apa mu membuat ku menyadari jika kamu lah wanita yang ku cari selama ini Vania. Aku tidak peduli dengan status mu saat ini, yang ku butuh kan adalah kenyataan bahwa kamu juga mencintai ku, itu sudah lebih dari cukup untuk ku" balas Pak Andra.
"Jika memang benar apa yang kamu katakan barusan, aku hanya bisa mengatakan terima kasih banyak karena sudah mencintai ku di tengah-tengah banyak nya kekurangan ku" ucap ku.
"Aku hanya meminta, tetap lah di samping ku. Kita akan membesarkan Elmira bersama-sama, dan aku akan menyayangi Elmira seperti putri kandung ku sendiri" ucap Pak Andra sambil menatap ku.
Sedikit pun pandangan nya tidak teralihkan ke yang lain.
Hooeekk Hooeekkk
Tiba-tiba kami memdengar suara tangis Elmira.
"Seperti nya Elmira sudah bangun, sebentar aku lihat dulu" ucap ku sambil bangkit berdiri.
"Sayang, sudah bangun ya? Cepat banget tidur nya, perasaan belum ada satu jam tidur, sudah bangun aja" ucap ku sambil mengambil Elmira dari box bayi.
Aku meletakkan Elmira di kasur ku, lalu memeriksa diapers yang di pakai nya.
"Loh, ternyata pup ya? Pantesan nangis" ucap ku sambil membersihkan bagian tubuh Elmira yang terkena kotoran nya dan mengganti diapers nya.
"Sayang, Elmira sudah bangun ya?" tanya Pak Andra yang tiba-tiba muncul.
"Ya sudah, biar aku yang jagain Elmira. Kamu siap-siap biar kita belanja ke mall nanti" ucap Pak Andra.
"Iya, kalau gitu tolong jagain Elmira ya. Biar aku mandi dulu, padahal tadi mau beberes rumah tapi gak jadi. Pulang belanja aja di sempatin beres-beres rumah" ucap ku.
"Iya cepatan, kamu pasti belum sarapan kan? Kita sarapan di luar saja, kebetulan aku juga belum sarapan tadi" ucap Pak Andra.
Aku pun mengacungkan jempol, dan berlalu meninggalkan Pak Andra dan Elmira.
*****
Setelah beberapa jam berkeliling Mall dan membeli apa yang kami butuh kan, akhirnya kami memutuskan pulang.
"Sayang, apa gak kebanyakan yang kita beli itu? Aku pikir tadi hanya membeli baju yang akan di pakai nanti. Tapi ini sudah sama seperti memborong seisi mall ini" ucap ku.
__ADS_1
Mendengar ucapan ku, seketika Pak Andra tertawa.
"Ini masih sikit juga, masa di bilang sudah seperti memborong seisi mall." ucap Pak Andra.
"sikit?? Bagi ku itu sudah banyak sekali. Mau di pakai kemana saja semua baju-baju itu? Kamu saja sudah habis berapa puluh juta hanya untuk membeli keperluan ku dan juga Elmira" ucap ku tak percaya.
Awalnya aku hanya memilih satu gaun, sepatu dan juga tas. Tapi di luar dugaan ku, Pak Andra memilih banyak pakaian, tas, dan juga sepatu. Bahkan kami membawa barang belanjaan itu dengan bantuan dua troli besar dan beruntung pegawai mall ini bersedia membantu membawakan nya hingga ke parkiran mobil.
"Sudah, sekali-sekali kan gak masalah membelanjai kamu. Ini belum seberapa Vania" ucap Pak Andra enteng.
"Belum seberapa? ini sudah banyak sekali sayang, seumur-umur aku belum pernah belanja sebanyak ini. Dan untuk Elmira juga, dia masih kecil, pertumbuhan nya itu sangat cepat, Baju-baju nya itu bakalan kekecilan sayang" ucap ku.
"Ya tidak apa-apa, kalau kekecilan tinggal beli yang baru lagi" ucap Pak Andra. Bahkan dua pegawai mall yang ikut membantu kami ikut terkekeh.
Dan aku hanya mampu menggeleng-gelengkan kepala menghadapi sikap Pak Andra.
Sesampai nya di parkiran mobil, dua pegawai tersebut pun memasukkan semua kantongan belanja kami ke dalam mobil.
"Ini tip untuk kalian, terima kasih banyak ya" ucap Pak Andra sambil menyodorkan dua lembar uang kertas berwarna merah.
"Terima kasih banyak Pak, Bu" ucap dua pegawai itu dengan raut wajah yang senang.
Melihat perlakuan Pak Andra barusan, membuat ku semakin kagum pada nya.
Di mana banyak orang-orang kaya yang tidak pernah menghargai orang-orang yang status nya rendah, akan tetapi Pak Andra berbeda dari kebanyakan orang kaya lain nya.
Dia sangat menghargai orang yang kasta nya jauh di bawah nya, dan memperlakukan mereka dengan baik dan sopan.
Setelah kami masuk ke mobil, aku masih memandangi wajah pria yang sangat ku sukai itu.
"Kamu kenapa sih sayang? Sejak tadi menatap ku terus" ucap Pak Andra.
Aku hanya menggeleng tanpa menjawab pertanyaan Pak Andra.
"Ya sudah, buruan sayang. Entar keburu sore lagi" ucap ku.
__ADS_1
Tanpa di duga, Pak Andra tiba-tiba menyosor mencium pipi ku begitu saja, membuat ku diam terpelongo karena terkejut.
Tanpa mengatakan apa-apa Pak Andra pun menyalakan mesin mobil dan mulai melajukan mobil nya begitu saja.