Babysitter Ku Adalah Madu Ku

Babysitter Ku Adalah Madu Ku
Di ikuti (POV Andra)


__ADS_3

Melihat Vania bahagia seperti itu, aku pun ikut bahagia. Selama beberapa hari dengan nya, aku hanya melihat wajah nya yang murung seakan tidak punya semangat hidup.


Tapi hari ini terpancar aura kebahagiaan di wajah Vania. Tak henti-henti nya dia menatap putri kecil nya yang sedang berada di gendongan nya saat ini. Tatapan yang penuh cinta kepada Elmira, selalu dia pancar kan.


Saat kami sedang dalam perjalanan mau pulang ke apartemen ku yang sekarang di tempati oleh Vania, aku melihat sebuah mobil yang sejak dari rumah sakit tadi sudah mengikuti kami.


Padahal perjalanan sudah lebih dari tiga kilometer, tapi mobil itu selalu berada di belakang kami.


'Siapa yang sedang mengendarai mobil itu? kenapa sejak tadi berada di belakang mobil ku?' gumam ku dalam hati.


"Vania, aku merasa mobil di belakang mengikuti kita sejak dari rumah sakit" ucap ku.


Vania pun menoleh ke belakang, dan menatap mobil berwarna silver tepat di belakang kami.


"Pak, itu kan mobil nya Mas Arvin" ucap Vania.


"Shiittt ternyata Arvin mengikuti kita sejak tadi. Dia sama sekali tidak ada kapok-kapok nya sampai mengikuti kita seperti ini" ucap ku.


"Bagaimana ini Pak? Bisa jadi dia ingin mengambil Elmira dari ku, firasat ku tidak enak saat ini" ucap Vania khawatir.


"Kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan dia mengganggu hidup mu apa lagi merebut Elmira dari mu. Jadi jangan khawatir ya" ucap ku menenangkan hati Vania.


Vania hanya mengangguk, tapi raut kecemasan masih tetap ada di wajah nya.


Aku pun berpikiran untuk memberikan pelajaran pada Arvin agar dia jera. Segera aku mengambil jalur kiri yang merupakan jalur berlawanan dengan apartemen ku.


Melihat mobil ini berbelok ke jalur yang bukan menuju apartemen, Vania pun menatap ku heran.


"Pak, kita mau ke mana? Bukan kah jalan ke apartemen Bapak dari jalur sebelah kanan tadi?" tanya Vania.

__ADS_1


"Iya, saya memang sengaja Vania. Kamu lihat sendiri kan di belakang, dia masih tetap mengikuti kita. Aku hanya mau tahu, setelah dia tahu tujuan kita ke mana, apakah dia masih punya nyali untuk mengikuti mu" balas ku.


"Memang kita mau ke mana Pak?" tanya Vania masih dengan tatapan heran.


"Nanti kamu juga pasti tahu Vania" balas ku.


Lima belas menit kemudian kami pun sampai di depan sebuah kantor polisi.


Ya, aku memang sengaja ke kantor polisi untuk menakut-nakuti Arvin.


Untung saja aku tahu kantor polisi sekitar sini.


Melihat kami menghentikan mobil di depan kantor polisi, Arvin pun langsung memutar balik mobil nya.


Membuat ku tersenyum miring, andai saja aku bisa melihat ekspresi wajah nya yang sedang ketakutan saat ini.


"Kamu lihat kan, dia tidak berani lagi mengikuti kita. menghadapi manusia seperti itu memang harus dengan cara yang licik Vania. Kalau tidak, dia tidak akan pernah menyerah" ucap ku.


"Tapi kita tidak usah bergerak dulu, takut nya dia masih belum pergi jauh dari sini. Kita tunggu saja lima belas menit lagi. Kamu tidak keberatan kan?" tanya ku.


"Tidak Pak, jika itu pilihan yang terbaik untuk ku saat ini, aku setuju saja. Jujur, aku masih takut jika Mas Arvin mengikuti kita lagi. Melihat tatapan nya di Rumah sakit tadi, membuat ku menjadi takut pada nya. Entah kenapa sikap nya aneh sekali sekarang" ucap Vania.


"Iya, makanya itu jangan biarkan dia sampai tahu kamu tinggal di mana. Takut nya, di saat kamu lengah dia datang. Aku juga tidak bisa mengawasi mu 24 jam Vania." ucap ku.


"Iya Pak, sebisa mungkin aku akan menjaga diri. Apalagi ada Elmira yang harus ku jaga saat ini, aku tidak mau Elmira sampai jatuh lagi ke tangan Mas Arvin" balas Vania.


Aku pun tersenyum sambil mengelus lembut pucuk kepala Vania. Setiap aku melakukan itu, Vania selalu pasrah menerima, tidak pernah ada penolakan dari nya.


Dan aku juga senang melakukan itu pada nya.

__ADS_1


Mungkin setelah keadaan sudah lebih membaik, aku akan menyatakan perasaan ku pada Vania.


Saat ini Vania sangat membutuh kan seorang pendamping hidup yang bisa melindungi nya dan juga Elmira.


Dan aku siap menjadi suami dan ayah sambung untuk Elmira, aku akan memperlakukan Elmira layak nya putri kandung ku sendiri.


Kali ini aku akan berusaha, tidak mau seperti yang dulu-dulu lagi. Tidak mau jika sampai penyesalan menghampiriku lagi, karena menunda-nunda menyatakan perasaan.


"Seperti nya Arvin sudah jauh, kita kembali saja ke apartemen. Kasihan Elmira baru sembuh, sudah kelamaan di gendong. Dia pasti masih butuh istirahat" ucap ku.


"Iya Pak, aku juga sudah sangat ingin istirahat saat ini. Seminggu lebih tidak bisa istirahat dengan benar saat di rumah sakit" ucap Vania.


"Ya sudah, nanti biar aku saja yang menjaga Elmira. Kamu istirahat dulu, sekedar memulihkan tenaga. Kamu pasti butuh tenaga Ekstra untuk merawat Elmira Sekarang. Apa perlu aku mencari kan Babysitter untuk Elmira?" tanya ku.


"Ah, tidak Pak. Aku tidak butuh Babysitter, aku sudah trauma mempekerjakan Babysitter. Lebih baik aku merawat Elmira sendiri saja" balas Vania.


Aku paham dengan perasaan nya, wajar dia trauma mempekerjakan Babysitter mengingat pengalaman sebelum nya.


"Baik lah, jika kamu berubah pikiran nanti, beri tahu saja pada ku. Aku akan mencari kan Babysitter yang baik untuk Elmira" ucap ku.


"Pak, apa boleh saya kembali bekerja di kantor Pak Andra sambil membawa Elmira ke kantor?" tanya Vania.


"Hmmm, kalau aku sih tidak masalah Vania. Hanya saja kamu pasti kewalahan, dan Elmira pasti tidak nyaman berada di kantor terus" balas ku.


"Tidak masalah Pak, aku sudah memikirkan nya dari jauh-jauh hari. Itu memang sudah menjadi resiko untuk orang tua tunggal. Apa pun akan aku lakukan demi Elmira" ucap Vania lembut.


"Semoga kamu selalu kuat Vania. Ya sudah kita berangkat ya' ucap ku sambil menghidup kan mesin mobil lalu kami melaju menuju apartemen.


"Iya Pak, terima kasih sudah selalu mensupport aku, dan selalu ada di samping ku. Sebelum nya aku selalu merasa sendiri, tidak ada seorang pun di samping ku. Tapi dengan ada nya Pak Andra, aku merasa lebih bersemangat lagi" ucap Vania terharu.

__ADS_1


"Iya Vania, kamu tenang saja. Aku akan selalu ada di samping mu dan juga mendukung mu. Jadi jangan pernah merasa sendiri, dan satu lagi, jangan pernah sungkan untuk meminta tolong pada ku." balas ku.


__ADS_2