Babysitter Ku Adalah Madu Ku

Babysitter Ku Adalah Madu Ku
Pulang ke rumah


__ADS_3

"Tidak bisa begitu dong Dokter, kenapa jadi kami yang harus di usir dari sini? Saya tidak terima di perlakukan seperti ini.


Apa Dokter tidak tahu siapa keluarga saya?' ucap Alexa dengan mata yang nyalang.


"Maaf Bu, terlepas dari siapa keluarga Ibu, peraturan tetap lah peraturan. Saya hanya menerapkan peraturan di Rumah sakit ini dan menjaga kenyamanan pasien-pasien saya. Kalau begitu saya pamit dulu, karena masih banyak pasien yang harus saya kunjungi. Dan masalah ini akan saya serahkan pada pihak keamanan." ucap Dokter Anwar sambil berlalu meninggalkan kami.


Alexa pun mengalihkan pandangan nya pada Pak Andra dengan tatapan yang tajam.


"Andra, aku tahu ini pasti ulah mu kan? Mau sampai kapan kamu akan ikut campur?


Ingat, kamu itu bukan siapa-siapa sehingga berhak untuk ikut campur dalam urusan keluarga kami" ucap Alexa geram.


"Pak, silahkan .." ucap Pak Andra menatap security yang berdiri tak jauh dari kami.


Dan kedua security itu menarik paksa Alexa Mas Arvin dan juga ibu nya untuk keluar.


"Andra, aku tidak akan tinggal diam di perlakukan seperti ini. Lihat saja nanti, aku akan membalas mu" ucap Alexa.


"Vania, kenapa kamu tega melakukan ini pada ku? Setidaknya biar kan aku menunggu di sini sampai Elmira sehat. Ingat Vania, aku adalah ayah kandung Elmira. Apa pantas kamu memperlakukan aku seperti ini?" ucap Mas Arvin yang mulai menjauh karena sudah di tarik paksa oleh security.


Beberapa pengunjung memperhatikan kami, entah sudah berapa kali masalah ini menjadi bahan konsumsi orang-orang.


Tapi setidak nya aku merasa sangat lega karena mereka sudah tidak bisa lagi datang ke sini. Dan mudah-mudahan saja Elmira cepat sembuh sehingga aku bisa membawa nya pulang.


Aku menatap Pak Andra, tak tahu lagi bagaimana cara nya mengucapkan terima kasih pada nya.


Jika bukan karena dia, tentu aku tidak akan berada di sini sekarang.


"Terima kasih banyak Pak, untuk semua pertolongan nya. Hanya itu yang bisa ku katakan, aku tak bisa membalas semua kebaikan Pak Andra selama ini. Dan semoga Tuhan yang akan membalas nya" ucap ku dengan rasa haru.


"Melihat mu bahagia saja, itu sudah cara mu membalas nya Vania. Sekarang lebih baik kamu fokus pada kesembuhan Elmira dulu" ucap Pak Andra.


Aku pun mengangguk setuju dengan ucapan Pak Andra itu.

__ADS_1


................


( Seminggu kemudian )


Akhirnya kesehatan Elmira berangsur-angsur pulih, dan hari ini Elmira sudah di izinkan pulang.


Rasa nya sudah tidak sabar ingin cepat-cepat membawa Elmira pulang.


Tak lama kemudian, terdengar pintu di ketuk,dan pintu pun di buka.


Dari balik pintu, Pak Andra pun muncul dengan senyuman khas nya itu lalu menghampiri ku.


"Bagaimana? Sudah siap?" Tanya Pak Andra.


Selain kami, Pak Andra juga tak kalah sabar nya ingin membawa pulang Elmira.


Bahkan jauh-jauh hari, Pak Andra sudah menyiapkan kamar khusus untuk Elmira dan juga mendekor nya sangat indah.


Padahal aku sudah mengatakan akan sekamar saja dengan Elmira, agar lebih mudah mengawasi nya. Toh aku juga tidur sendirian.


"Sudah Pak, sudah sejak tadi aku bersiap-siap. Rasanya tidak sabar ingin cepat-cepat pulang membawa Elmira. Lihat lah dia juga seperti tidak sabar sejak tadi" aku menatap Elmira yang sejak tadi mengoceh-ngoceh tidak jelas.


"Jadi Elmira sudah tidak sabar nih mau pulang? Om sudah menyiapkan kamar untuk Elmira loh, Om juga sudah membeli banyak mainan untuk Elmira" ucap Pak Andra sambil memegang tangan mungil putri ku.


"Ah, aku jadi tidak enak merepotkan Pak Andra begitu. Lagian Elmira masih sangat kecil, belum paham yang nama nya main-mainan" ucap ku.


"Tidak apa-apa Vania, aku tidak merasa di repotkan kok" ucap Pak Andra.


"Terima kasih banyak Pak, aku yakin kalau nanti Bapak punya anak, akan sangat menyayangi nya dan selalu memanjakan nya. Jadi sudahi berpetualang nya, dan akhiri masa lajang nya" ucap ku.


"Niat hati memang mau mengakhiri masa lajang ini, tapi jodoh nya masih belum peka juga sama perasaan ku selama ini." balas Pak Andra.


"Itu tuh yang membuat Pak Andra kelamaan melajang. Pak Andra berharap wanita lebih peka, sementara kebanyakan wanita itu lebih menjaga harga diri nya untuk tidak memulai duluan. Seharusnya Pak Andra langsung sat set sat set dong, jangan berharap wanita yang peka" balas ku.

__ADS_1


"Begitu ya? Nanti bakalan ku coba saran dari kamu" ucap Pak Andra.


"Memang nya Pak Andra sudah menemukan wanita yang pas di hati Bapak?" tanya ku penasaran.


"Sudah sih, tinggal menunggu waktu yang tepat saja untuk menyatakan nya" ucap Pak Andra tersenyum.


Mendengar itu, entah kenapa ada rasa perih di hati ku. Dia pasti wanita yang sangat beruntung karena telah memenangkan hati Pak Andra.


"Apa aku boleh tahu siapa wanita itu Pak?" tanya ku lagi penasaran.


"Nanti kamu juga bakalan tahu kok, Sabar saja ya" jawab Pak Andra sembari mengusap lembut pucuk kepala ku.


Di perlakukan seperti itu, membuat hati ku rasa nya sangat senang. Sejak dulu itu adalah kebiasaan Pak Andra, dia selalu memperlakukan ku dengan lembut.


Tak sekali pun aku mengingat nya marah apalagi berkata kasar pada ku walaupun aku sering melakukan kesalahan saat bekerja.


Aku penasaran dengan wanita yang sudah beruntung itu, seperti apa sih dia sampai bisa meluluhkan hati Pak Andra yang selama ini di kenal selalu dingin pada kebanyakan wanita.


"Hey, kok melamun? Kita jadi pulang gak nih? Elmira sudah tak sabar tuh mau pulang" ucap Pak Andra memecahkan lamunan ku.


"Jadi dong Pak, kalau begitu saya ke bagian administrasi dulu ya Pak" ucap ku.


"Kita langsung pulang saja, mau ngapain lagi ke sana? Biaya administrasi nya sudah ku bayar" balas Pak Andra.


"Loh, kenapa jadi Pak Andra yang membayar nya?" ucap ku tak enak hati.


"Sudah, jangan merasa tak enak. Emang kamu punya duit? hehehe" kekeh Pak Andra.


"Hmmm, jadi Bapak meledek nih? Ya sudah, Bapak masukin saja di daftar tagihan hutang saya, nanti setiap bulan nya saya cicil dengan gaji saya Pak" ucap ku.


"Apaan sih Vania! Terima saja, tidak usah banyak komentar. Sekarang kita pulang saja, barang-barang kamu biar aku yang bawa. Kamu gendong Elmira saja" ucap Pak Andra.


"Baik Pak" jawab ku sembari menggendong Elmira.

__ADS_1


Saat kami akan melangkah keluar, tiba-tiba pintu terbuka dan tampak wajah seseorang yang sangat ingin ku hindari saat ini.


__ADS_2