Babysitter Ku Adalah Madu Ku

Babysitter Ku Adalah Madu Ku
Tamu tidak di undang


__ADS_3

"Mas Arvin...."ucap ku saat melihat Mas Arvin yang sudah berdiri di depan pintu dengan tatapan yang tajam.


'Ya Tuhan, apakah kedatangan Mas Arvin ke sini ingin membawa Elmira? Kenapa di saat kami akan pulang, tiba-tiba Mas Arvin datang ke sini? Padahal sudah seminggu sejak kejadian itu Mas Arvin tidak pernah datang lagi ke rumah sakit ini. Bagaimana dia tahu jika Elmira akan pulang hari ini?' gumam ku dengan rasa yang khawatir.


Melihat ku seperti gugup dan juga ketakutan, Pak Andra pun menggenggam tangan ku.


"Mau kamu bawa ke mana putri ku?" tanya Mas Arvin dengan wajah yang menahan amarah.


Bahkan wajah nya saat ini sangat berbeda dengan yang terakhir kali aku melihat nya.


Jika saat itu Mas Arvin masih bisa menatap ku dengan tatapan yang penuh cinta, tapi saat ini dia seakan ingin menelan ku hidup-hidup.


"Aku akan membawa Elmira pulang Mas" jawab ku.


"Ke mana? Elmira hanya akan pulang ke rumah ku" jawab Mas Arvin.


Hal yang ku takutkan pun akhirnya terjadi juga, ternyata kedatangan Mas Arvin ke sini karena ingin mengambil Elmira lagi.


"Biar aku yang merawat Elmira Mas, Elmira lebih aman jika dengan ku" balas ku.


"Lebih aman seperti apa yang kamu maksud Vania? Di rumah ku juga Elmira aman-aman saja kok selama ini. Jadi jangan mencari-cari alasan agar kamu bisa mengambil Elmira" jawab Mas Arvin dengan tatapan yang dingin.


"Tidak Mas, biar kan aku yang merawat Elmira. Bagaimana pun juga, Elmira lebih baik di rawat oleh ibu kandung nya sendiri" balas ku.


"Tidak, aku tidak akan mengizinkan mu membawa Elmira" jawab Mas Arvin.


"Mas, tolong sekali ini saja. Izinkan aku membawa Elmira, kamu jangan egois Mas" ucap ku.

__ADS_1


"Baik lah, aku akan mengizinkan kamu membawa Elmira" jawab Mas Arvin.


Mendengar itu, aku sangat senang. Tidak perlu bersusah payah menyakinkan Mas Arvin untuk mengizinkan aku merawat Elmira.


"Tapi dengan satu syarat" ucap nya sekali lagi.


Seketika senyum di wajah ku pun hilang, aku merasa Mas Arvin sedang merencanakan sesuatu.


"Apa Mas? Aku akan menyanggupi nya selagi itu hal yang baik" jawab ku.


"Tentu baik, baik untuk ku, kamu dan juga putri kita. Aku tidak meminta syarat yang sangat sulit kok, cukup kamu kembali pada ku, jadi kita bisa membesarkan Elmira bersama-sama" jawab Mas Arvin.


Seketika jantung ku berdesir, itu merupakan hal yang sangat berat untuk bisa ku lakukan.


"Maaf Mas, jika untuk itu, aku tidak bisa menerima nya" jawab ku tegas.


"Bagi ku itu adalah keputusan yang sulit Mas, aku tidak bisa menyanggupi nya" jawab ku.


"Vania, jika kamu mau kembali pada ku, aku akan meninggalkan Alexa, meninggalkan semua harta nya. Kita akan memulai lagi dari awal, aku yakin rumah tangga kita akan bahagia walaupun kita hidup pas-pasan. Aku akan bekerja keras dan berusaha membahagiakan kalian berdua Vania" ucap Mas Arvin memohon.


"Maaf Mas, sekali lagi dengan tegas aku menolak nya. Aku tidak bisa kembali lagi dengan mu Mas" jawab ku.


"Kenapa tidak bisa Vania? Apa karena lelaki ini? Aku tahu dia lebih mapan dari ku, dia punya segala-galanya. Dia pasti mudah membahagiakan mu dengan uang dan harta nya. Tapi ingat Vania, kita berdua masih punya Elmira. Aku yang lebih berhak membesarkan Elmira karena aku adalah ayah kandung nya. Apa beda nya dengan Alexa yang tidak akan bisa menyayangi Elmira lebih dari ibu kandung nya" ucap Mas Arvin.


"Hentikan omong kosong mu Mas, ini tidak ada sangkut paut nya dengan Pak Andra. Pak Andra itu tak lebih dari atasan ku saja, hubungan kami hanya sebatas rekan kerja, antara atasan dan bawahan nya" ucap ku.


Aku tidak habis pikir dengan ucapan Mas Arvin, bagaimana mungkin dia punya pikiran jika aku dan Pak Andra memiliki hubungan yang spesial.

__ADS_1


Aku cukup sadar diri dengan diri ku, tidak mungkin aku dan Pak Andra bisa bersatu, kami itu ibarat langit dan bumi.


Ku akui, aku memang menyukai Pak Andra, tapi tak lebih dari seseorang yang hanya mengagumi karena kebaikan nya.


"Kamu pikir aku bodoh Vania? Jika kalian tidak ada apa-apa, kenapa sampai saat ini kalian saling menggenggam tangan? Bahkan di depan ku kamu berani menggenggam tangan nya. Kita belum lama berpisah Vania, tapi kamu sudah berencana hidup dengan lelaki lain" ucap Mas Arvin.


Aku baru sadar jika aku dan Pak Andra saling menggenggam tangan, mungkin karena aku sempat ketakutan tadi dan refleks aku membalas genggaman tangan Pak Andra.


Aku pun mencoba melepas kan genggaman tangan ku, tapi Pak Andra semakin mengeratkan genggaman tangan nya. Hingga akhirnya aku pasrah saja ketika Pak Andra menggenggam tangan ku.


Melihat Pak Andra semakin menggenggam tangan ku, Mas Arvin pun mendekati kami dan berusaha melepaskan genggaman tangan kami.


"Lepaskan, jangan pegang tangan istri ku" ucap Mas Arvin tetap berusaha melepaskan genggaman tangan kami.


"Istri? Apa kamu sadar saat mengatakan itu? Istri apa yang kamu maksud? Istri yang sudah kamu sakiti dengan menipu nya?" ucap Pak Andra.


"Kamu tidak perlu mengurusi hal-hal yang tidak ada sangkut paut nya dengan mu. Selama ini aku menghargai mu karena masih menghormati mu sebagai atasan nya Vania. Tapi semakin lama kamu itu semakin menjadi-jadi. Apa memang keinginan mu untuk memisahkan kami?" ucap Mas Arvin.


"Dengan atau tanpa harus aku memisahkan kalian, kalian itu memang tidak pantas lagi bersama. Lagi pula kalian itu hanya menikah siri, pernikahan kalian belum tercatat oleh negara. Lebih baik kamu urus saja istri sah mu itu, beri perhatian pada nya agar dia bisa menjadi istri yang patuh pada suami" ucap Pak Andra.


Mendengar ucapan Pak Andra, seketika wajah Mas Arvin memerah menahan amarah.


Mas Arvin pun mengangkat tangan nya hendak melayangkan tinju pada Pak Andra.


Tapi dengan sigap Pak Andra menahan tangan Pak Arvin.


"Jangan kamu kira setelah kamu memukul ku tempo hari, kamu jadi seenak nya melakukan nya lagi pada ku. Saat itu aku masih bermurah hati membiarkan tangan mu yang kotor ini menyentuh ku, tapi saat ini suasana hati ku sedang tidak baik-baik saja untuk menerima perbuatan buruk mu pada ku. Sekali lagi jika kamu berani berbuat kasar pada ku, aku tidak akan segan-segan menjebloskan mu ke penjara" ucap Pak Andra dengan penuh penekanan.

__ADS_1


__ADS_2