Babysitter Ku Adalah Madu Ku

Babysitter Ku Adalah Madu Ku
Murka


__ADS_3

"Apa yang kamu katakan Andra? Apa yang ada di pikiran mu? Apa kamu sudah tidak waras?" ucap Pak Sanjaya dengan nada suara yang tinggi.


Aku sampai terkejut dengan perkataan Pak Sanjaya pada Pak Andra, karena selama ini aku mengenal Pak Sanjaya adalah orang yang berwibawa dan juga tegas.


"Pa, bicara baik-baik saja. Ingat, kita juga sedang kedatangan orang tua Tasya saat ini. Tidak enak jika sampai di dengar mereka" ucap Bu Merry berusaha menenangkan.


Walaupun Bu Merry berbicara seperti itu, aku belum yakin jika Bu Merry akan menerima ku begitu saja.


Orang tua mana pun pasti berpikir lagi jika harus menikah kan anak mereka satu-satu nya dengan seorang janda yang memiliki satu anak.


Aku tidak bisa marah pada ucapan Pak Sanjaya barusan, dan hanya bisa menerima kemarahan mereka.


Karena sejak awal aku sudah pasrah dengan apa pun keputusan dari orang tua Pak Andra nanti nya.


Jika pun mereka menolak ku untuk menjadi menantu nya, aku bisa apa? Restu orang tua adalah yang paling utama, aku tidak mungkin membiarkan Pak Andra menjadi anak yang durhaka.


"Pa, Andra hanya ingin hidup dengan wanita yang Andra cintai dan yang selama ini Andra ingin kan. Dan orang itu adalah Vania, bukan Tasya. Papa dan Mama tidak bisa memaksakan hati Andra untuk menerima perjodohan ini, ini tentang hati Pa Ma.


Mama dan Papa tidak bisa memaksa Andra untuk mencintai Tasya" balas Pak Andra.


"Persetan Dengan cinta Andra, kamu mau Papa dan Mama kehilangan muka dan di pandang buruk oleh orang-orang? Apa kata orang-orang jika mengetahui anak tunggal dari Sanjaya Kusuma menikah dengan seorang janda yang memiliki satu anak?" balas Pak Sanjaya.


"Vania, kenapa jadi seperti ini? Bukan kah kamu sudah punya suami? bahkan kalian sudah punya seorang anak. Kenapa tiba-tiba Andra ....." Bu Merry pun tak dapat meneruskan ucapan nya karena tiba-tiba menangis.


"Ma, jangan salah kan Vania. Nasib yang baik memang tidak berpihak pada nya saat itu. Vania dan suami nya sudah berpisah, mantan suami nya bukan lah orang baik karena selama ini dia sudah menipu Vania, dia sudah punya istri sebelum nya" balas Pak Andra.


"Itu bukan urusan kita Andra. Jika memang dia tertipu oleh pria itu, kenapa dia harus mendekati mu? Pasti ada yang salah dengan perempuan ini. Bisa-bisa nya dia tertipu sama lelaki yang sudah menikahi nya, bagaimana mungkin dia tidak mencari tahu latar belakang lelaki itu sebelum memutuskan untuk menikah dengan nya" ucap Cindy sambil menatap ku sinis.


"Cukup Cindy!! Kamu tidak berhak menilai Vania seperti itu, karena kamu tidak mengenal Vania." balas Pak Andra.

__ADS_1


"Cukup Andra. Kamu tidak berhak membentak-bentak putri ku seperti itu. Kami kira menjodohkan mu dengan Tasya adalah keputusan yang tepat, ternyata kami salah besar. Maaf Sanjaya, saya tidak terima jika putri ku di perlakukan seperti ini. Bukan hanya Andra saja lelaki di dunia ini, masih banyak lelaki yang lebih dari nya yang mau dengan Tasya. Jadi saya akan membatalkan perjodohan ini" ucap Ayah nya Tasya.


"Mari kita pulang Tasya, masih banyak pria yang lebih dari nya yang mau sama kamu. Kenapa kamu harus menyukai pria yang punya selera rendahan seperti itu. Kamu jauh lebih baik dari pada perempuan itu, bahkan seujung kuku pun dia tak ada apa-apa nya dari kamu" balas Ibu nya Tasya.


Hati ku sangat sakit mendengar itu, kata-kata orang tua Tasya sangat lah kejam terhadap ku dan juga Pak Andra.


"Tapi Ma Pa, Tasya hanya mencintai Andra. Tasya cuma mau sama Andra saja, tidak mau lelaki yang lain. Tolong bantu Tasya Pa Ma" ucap Tasya sambil menangis.


"Pak Bima, Bu Rasti tolong jangan batalkan perjodohan ini. Saya yang akan menasehati Andra nanti, saya lebih setuju jika Andra menikah dengan Tasya. Bukan dengan perempuan yang tidak jelas asal usul nya apalagi sudah janda dan memiliki anak" ucap Pak Sanjaya.


Aku tak bisa lagi menahan air mata ku yang sejak tadi berusaha ku tahan untuk tidak jatuh.


Hati ku terlalu sakit mendengar semua hinaan mereka tentang diri ku. Apa sebegitu hina nya kah status janda memiliki anak di mata mereka?


Apa janda tidak berhak jatuh cinta dan menikah lagi dengan lelaki pilihan nya?


"Kamu dengar sendiri kan Sanjaya, tidak ada lagi yang harus kita bahas. Sebaiknya kami juga pergi dari sini, kehadiran kami sudah tidak perlu lagi di rumah ini" balas Ayah nya Tasya.


"Tasya, mari kita pergi dari sini. Jangan jadi perempuan yang mengemis-ngemis cinta pada lelaki seperti dia. Papa bisa cari kan lelaki yang lebih baik lagi untuk mu" ucap Ayah nya Tasya sambil menarik paksa tangan Tasya.


"Tidak Pa, Tasya cuma mau sama Andra saja. Tasya cuma mau Andra yang menjadi suami Tasya, Tasya tidak akan bahagia dengan lelaki lain sehebat apa pun lelaki itu" ucap Tasya masih terisak.


"Andra, tolong kamu pikirkan lagi. Kita sudah lama mengenal, pasti jauh sebelum kamu mengenal perempuan itu. Bahkan kita juga menghabiskan bertahun-tahun bersama di luar negeri, apakah tidak ada sedikit saja cinta mu pada ku?" ucap Tasya.


"Maaf Tasya, selama ini aku hanya menganggap mu sebatas teman saja, tidak lebih dari itu" balas Pak Andra.


"Kamu sudah dengar kan? jadi mari kita pulang" Ayah nya Tasya kembali menarik tangan Tasya.


"Lepas Pa" teriak Tasya sambil memberontak melepaskan genggaman tangan Ayah nya dan segera menghampiri ku.

__ADS_1


Tatapan nya sangat tajam sehingga membuat ku takut.


Plaaakkk


Tasya pun melayangkan tamparan di pipi ku.


"Dasar perempuan murahan, pasti kamu yang sudah merayu Andra kan? Apa kamu kurang belaian hingga mencari pria lagi?


Jika kamu memang sudah tidak tahan lagi hidup menjanda, cari saja lelaki yang sepadan dengan mu, jangan bermimpi untuk bersanding dengan orang yang level nya jauh di atas mu.


Bahkan anak mu saja masih kecil, tapi sudah punya pikiran untuk menikah lagi.


Aku tahu kamu pasti menjebak Andra dengan rayuan-rayuan mu kan?


Atau kamu hanya mengincar harta nya Andra?


Kamu mau berapa? Biar aku yang memberikan uang untuk mu, tapi jangan pernah muncul lagi atau menampakkan wajah mu di depan Andra" ucap Tasya sambil menunjuk-nunjuk wajah ku.


"Tasya, cukup!! Kamu tidak berhak mengatakan itu pada Vania" teriak Pak Andra.


"Andra, kamu juga tidak berhak membentak-bentak putri ku. Apa ini yang kamu ajarkan pada anak mu satu-satu nya selama ini Sanjaya?" Ucap Ayah nya Tasya sambil menatap Pak Sanjaya.


"Aku minta maaf untuk hal ini Bima, aku benar-benar tidak tahu jika Andra selama ini ada hubungan dengan perempuan itu. Aku akan menasehati Andra agar dia berubah pikiran" balas Pak Sanjaya.


"Om, tolong Tasya. Tasya hanya ingin menikah dengan anak Om. Tasya masih bisa memaafkan perbuatan Andra ini Om, jika Andra benar-benar meninggalkan perempuan itu" balas Tasya memohon pada Pak Sanjaya.


"Iya Tasya, kamu tenang saja. Om pasti akan membujuk Andra, karena Om juga ingin kamu yang menjadi menantu Om" balas Pak Sanjaya sambil melirik ku dengan sinis.


"Ayo Tasya" Ayah nya Tasya pun kembali menarik tangan Tasya, dan kali ini Tasya pasrah ikut dengan ayah nya dengan kondisi yang masih terisak.

__ADS_1


__ADS_2