Babysitter Ku Adalah Madu Ku

Babysitter Ku Adalah Madu Ku
Rencana menikah


__ADS_3

Aku pun memeluk Vania, tadi nya sempat berpikir jika Vania akan meninggalkan ku.


Tapi setelah mendengar ungkapan Vania, aku merasa lega sebab sempat berpikir jika Vania akan meninggalkan ku karena merasa bersalah atau tidak enakan.


"Terima kasih Vania, terima kasih karena masih tetap di sisi ku.


Saat aku melihat mu sudah tidak ada lagi di rumah orang tua ku, aku sangat takut jika kamu akan meninggalkan ku


Maafkan aku karena membuat mu merasa tidak nyaman ketika berada di rumah orang tua ku.


Maaf juga, karena aku, kamu jadi mendapat hinaan dari keluarga ku dan juga dari keluarga Tasya" ucap ku masih memeluk Vania dan membelai lembut pucuk kepala Vania.


"Iya, kamu tidak salah. Seharusnya kita memang harus mempersiapkan diri dengan tantangan yang akan datang.


Maafkan aku ya, karena sudah pergi begitu saja meninggalkan mu" ucap Vania.


"Kamu tidak salah Vania, aku juga merasa tidak enak karena kamu pergi begitu saja tanpa ada pamitan apalagi malam-malam begini.


Kalau sampai ada orang jahat mengganggu kalian bagaimana?


Bisa-bisa aku akan merasa bersalah seumur hidup ku" ucap ku sambil melepaskan pelukan ku pada Vania.


"Maaf" ucap Vania.


"Janji, jangan begitu lagi" balas ku, dan Vania pun langsung mengangguk.


Saat suasana sedang serius, tiba-tiba aku mendengar suara perut Vania yang keroncongan.


"Vania kamu lapar? Kamu pasti belum makan malam kan?" ucap ku, dan Vania pun mengangguk.


"Astaga, kenapa kamu tahan-tahan lapar nya Vania? Apalagi kamu sedang menyusui, pasti cepat lapar kan?


Kamu mau makan apa? Biar kita pesan saja dari aplikasi Gofood" ucap ku.


Saat aku akan merogoh saku ku hendak mengambil ponsel, aku baru sadar jika ponsel ku sudah tidak ada.


Bahkan aku tidak memegang uang sepeser pun saat ini.


"Kenapa? Kamu cari apa Mas?" tanya Vania.


"Hmmm, tadi nya aku mencari ponsel ku sayang" balas ku.


"Loh, memang nya kemana ponsel mu Mas?" ucap Vania lagi.


Rasa nya aku tidak tega jika memberi tahu Vania tentang perselisihan ku dengan orang tua ku.


Tapi lambat laun Vania pasti akan mengetahui nya, aku juga tidak tega jika harus membohongi nya.


Dan mau tidak mau, aku harus memberitahu nya.


"Sebenarnya, ponsel ku tertinggal di rumah orang tua ku" jawab ku.

__ADS_1


"Oh, ya sudah pakai ponsel ku saja" Vania pun mengambil ponsel nya dari dalam tas.


"Astaga, ponsel ku ternyata mati. Sejak semalam aku tidak ada mengisi daya nya. Sebentar aku akan mengisi daya ponsel ku" ucap Vania.


Ternyata nomor Vania tidak aktif karena ponsel nya sedang mati.


Aku sempat berpikir jika Vania memang sengaja mematikan ponsel nya.


Cukup lama aku menunggu Vania, aku berpikir mungkin dia sudah memesan makanan dari aplikasi Gofood.


"Mas, aku sudah memesan makanan untuk kita" ucap Vania yang tiba-tiba saja datang.


"Iya sayang" jawab ku.


"Mas Andra, ada apa? Sejak tadi aku melihat mu seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tidak berani mengatakan nya langsung. Ada apa mas?" tanya Vania.


"Sebenarnya ada yang ingin ku bicarakan dengan mu Vania" ucap ku.


Mungkin ini saat nya aku berbicara jujur pada Vania.


Aku berharap setelah Vania mendengar semua nya, dia masih tetap di sisi ku.


"Sebenarnya ponsel, mobil dan dompet ku semua nya ku tinggalkan di rumah orang tua ku Vania.


Sekarang aku tidak punya apa-apa lagi, aku bahkan sudah tidak di anggap sebagai anak dari orang tua ku. Aku sudah di usir dari rumah orang tua ku Vania, bahkan aku juga sudah di pecat dan tidak di izinkan untuk bekerja di perusahaan Papa" ucap ku.


Mendengar penuturan ku, seketika wajah Vania tampak terkejut.


"Apa Mas? Kenapa bisa sampai seperti itu? Apa karena Mas Andra tidak bersedia menikah dengan Tasya?


Aku hanya terdiam, tidak tahu harus menjawab seperti apa agar Vania tidak menyalahkan diri nya sendiri untuk masalah ini.


"Mas jawab aku? Apa itu semua karena aku?" tanya Vania lagi.


"Tidak Vania, pilihan ku ini bukan lah sesuatu kesalahan. Jadi jangan pernah merasa itu semua karena kamu.


Ini tidak ada sangkut paut nya dengan mu, aku memang tidak pernah mencintai Tasya.


Aku tidak bisa memaksakan diri untuk menikahi nya tanpa di landasi oleh perasaan cinta" ucap ku.


"Tapi tetap saja aku merasa jika sebagian itu karena aku Mas, jika saja aku lebih tahu diri tidak mencintai mu dan menerima mu, mungkin kamu akan berpikir lagi untuk menerima Tasya" ucap Vania.


"Tidak Vania, jangan menyalahkan dirimu. Tidak ada yang bisa di salah kan di sini, aku mencintai mu dan kamu juga mencintai ku.


Mencintai itu bukan lah suatu kesalahan Vania.


Tolong jangan pernah berpikir seperti itu.


Masalah pertengkaran ku dengan kedua orang tua ku juga jangan kamu pikirkan dan menjadikan itu beban.


Kita cukup berdoa agar suatu hari nanti Mama dan Papa ku terbuka jalan pikiran nya dan mereka akan menerima mu." ucap Ku.

__ADS_1


"Tapi aku juga tidak mau kamu jadi bertengkar dengan orang tua mu Mas.


Seperti apa pun yang di lakukan orang tua kita, mereka tetap lah orang tua kita.


Jika Mas Andra lebih memilih ku dan meninggalkan orang tua Mas Andra, bagaimana aku bisa hidup tenang?


Seolah aku sudah menjauhkan orang tua dengan putra kandung nya sendiri" balas Vania.


"Tidak Vania, suatu saat aku akan meminta maaf pada orang tua ku. Mungkin saat ini mereka sedang kesal saja pada ku.


Satu hal yang ingin ku tanyakan pada mu, setelah kamu mengetahui semua ini, apakah kamu masih ingin bersama ku Vania?" tanya ku lagi.


Vania pun menatap ku dalam, aku tidak tahu jelas apa yang sedang di pikirkan nya saat ini.


"Mas, tidak mungkin aku meninggalkan mu di saat kamu terpuruk seperti ini, apalagi semua itu karena ku.


Aku akan tetap di sisi mu Mas, menemani mu sampai kapan pun.


Kita akan berjuang bersama-sama" balas Vania.


Aku sangat lega mendengar ucapan Vania barusan, Vania memang sangat berbeda dengan kebanyakan wanita lain.


Mungkin jika wanita lain, tidak akan bisa menerima keadaan ku saat ini, karena kebanyakan wanita tidak akan mau di ajak hidup susah.


"Terima kasih Vania, karena masih mau menerima ku yang sekarang tidak punya apa-apa ini" ucap ku.


"Iya Mas, bukan kah kamu juga melakukan hal yang sama dengan ku?


Kamu juga sudah menerima ku yang jelas-jelas banyak kekurangan.


Maaf ya, karena aku kamu menjadi seperti ini" balas Vania.


"Tidak Vania, dengan kamu masih tetap berada di sisi ku, itu sudah sangat cukup bagi ku.


Vania, aku ingin menanyakan satu hal lagi.


Apa kamu siap menjadi istri ku? Aku berjanji akan membahagiakan mu dengan Elmira walaupun dengan keterbatasan keadaan ku saat ini" ucap ku.


"Iya Mas, aku siap menjadi istri mu" balas Vania.


"Terima kasih Vania, kalau begitu lebih baik kita percepat saja pernikahan kita.


Kapan kamu siap Vania?


Tapi apakah kamu mau jika kita hanya melakukan akad saja Vania?" tanya ku.


"Iya Mas, tidak apa-apa jika akad saja. Tapi kalau besok seperti nya tidak bisa Mas.


Kita juga harus meminta izin pada orang tua ku terlebih dahulu.


Dan orang tua ku belum mengetahui tentang masalah ku dengan Mas Arvin.

__ADS_1


Kita harus memberi tahu orang tua ku dan meminta izin mereka Mas" balas Vania.


"Baik lah, tidak masalah. Besok kita akan ke kampung mu dan menemui orang tua mu" balas ku


__ADS_2