Babysitter Ku Adalah Madu Ku

Babysitter Ku Adalah Madu Ku
Siapa wanita itu?


__ADS_3

Setelah mencium pipi ku secara tiba-tiba, Pak Andra pun fokus menyetir seolah tidak terjadi apa-apa.


Sementara aku merasa malu hingga tak bisa berkata apa-apa lagi dan memilih diam saja.


Belum sempat mengatur perasaan, kemudian Pak Andra menggenggam tangan ku dan menatap ku sekilas sambil tersenyum.


Selama di perjalanan Pak Andra hanya menyetir dengan satu tangan karena tangan satu nya lagi di gunakan untuk menggenggam tangan ku.


Hingga akhir nya kami sampai di apartemen, dan Pak Andra meminta bantuan security untuk membawakan barang-barang belanjaan kami yang sangat banyak.


"Aku tadi sudah bilang jangan kebanyakan belanja nya, kan jadi merepotkan orang lain" ucap ku.


"Tidak apa-apa Vania, kamu dan Elmira kan butuh ini semua" ucap Pak Andra.


"Tapi ini berlebihan Pak" balas ku.


"Sudah, tidak usah berkomentar lagi. Terima saja, hitung-hitung cara membuat hati ku senang" balas Pak Andra.


Aku pun terdiam dan memilih untuk tidak meneruskan nya.


Akhirnya kami pun sampai di depan pintu apartemen, tak lupa Pak andra memberikan uang tip untuk security itu.


Triingg Triingg


Tiba-tiba ponsel Pak Andra berdering, lalu Pak Andra mengambil ponsel nya dari dalam saku celana nya.


"Mama ku menelepon, sebentar aku angkat dulu telepon nya" ucap Pak Andra, aku pun membalas dengan menganggukkan kepala.


"Halo Ma, ada apa?" tanya Pak Andra.


Aku tidak mendengar lagi apa yang di katakan Mama nya Pak Andra dari seberang telepon.


"Baik Ma, ini Andra juga mau pulang. Ada yang ingin Andra katakan juga Ma" balas Pak Andra lalu mengakhiri panggilan telepon nya.


"Vania, sebaiknya kamu siap-siap sekarang. Mama ku barusan menelepon untuk menyuruh ku cepat pulang, kebetulan di rumah juga sedang ramai karena kedatangan saudara-saudara ku. Ini saat yang tepat untuk ku mengenal kan mu pada keluarga ku" ucap Pak Andra.


Entah kenapa mendengar itu seketika membuat jantung ku berdegub kencang, tadi nya aku sudah siap untuk bertemu keluarga Pak Andra.


Tapi sekarang rasa takut itu pun muncul, aku takut orang tua Pak Andra tidak bisa menerima ku dan langsung menolak ku begitu saja.


"Vania, kamu kenapa? Apa yang sedang kamu pikir kan?" ucap Pak Andra sehingga membuyarkan lamunan ku.

__ADS_1


"Aku hanya sedikit takut" balas ku.


"Kamu tenang saja, aku bakalan selalu menemani kamu dan selalu ada di sisi mu" ucap Pak Andra sambil tersenyum.


Walaupun Pak Andra mengatakan itu, aku masih saja tetap takut.


"Ya sudah kamu siap-siap saja dulu, tidak usah takut ya. Ada aku" ucap Pak Andra.


"Kalau begitu aku permisi dulu untuk memandikan Elmira" balas ku.


"Iya, nanti kalau Elmira nya sudah selesai Mandi. Kasih sama ku saja, biar aku yang jagain selagi kamu bersiap-siap" balas Pak Andra, aku pun mengangguk setuju.


Setelah aku selesai memandikan Elmira, aku pun membawa nya ke ruang tengah dan memberikan nya Pada Pak Andra untuk di jaga.


"Tolong jaga Elmira ya" ucap ku sembari memberikan Elmira ke pangkuan Pak Andra.


"Kamu tenang saja Vania, aku pasti jagain Elmira" balas Pak Andra.


Setelah Elmira sudah aman di gendongan Pak Andra, aku pun bergegas mempersiap kan diri.


Setelah selesai Mandi, aku memakai dress warna pink rose yang merupakan pilihan Pak Andra tadi. Dengan memakai sedikit make up yang natural dan lipstik berwarna nude.


Setelah selesai berdandan aku pun menghampiri Pak Andra yang sedang duduk di ruang tamu.


Pak Andra pun menoleh ku, dan seketika terpana menatap ku. Bahkan ucapan ku pun tak di gubris nya.


"Pak, kita berangkat sekarang kan?" ucap ku lagi.


"Eh, Vania. Kamu tampil sangat cantik hari ini, sehingga membuat ku pangling dan tidak ingin berhenti menatap mu" balas Pak Andra.


"Kamu bisa saja, yok kita berangkat. Sini Elmira, biar aku saja yang gendong" ucap ku lagi.


"Biar aku saja yang gendong Elmira sampai ke tempat parkir mobil. Kamu pasti kesusahan nanti berjalan dengan sepatu heels sambil menggendong Elmira" ucap Pak Andra.


"Ya sudah kalau begitu" balas ku singkat.


***


Akhir nya mobil Pak Andra pun berhenti di depan sebuah rumah besar yang mewah.


Kami pun turun dari mobil, aku memandang takjub pada apa yang ku lihat saat ini.

__ADS_1


Rumah ini bagaikan istana yang sangat besar, bahkan masih di luar saja sudah di desain dengan taman yang sangat indah.


"Ayo Vania.." ucap Pak Andra.


Aku pun mengangguk dan ikut melangkah bersama Pak Andra.


Ternyata sampai di sini pun aku masih tetap takut bahkan gugup. Aku sempat menghentikan langkah ku karena sedikit ragu.


"Kenapa berhenti Vania?" tanya Pak Andra.


"Aku sedikit gugup untuk bertemu keluarga kamu" ucap ku.


"Itu wajar jika kamu gugup, lagian kamu kan sudah kenal dengan mereka. Jadi tidak perlu ada sungkan-sungkan lagi" balas Pak Andra.


Aku memang sudah sering bertemu orang tua Pak Andra saat mereka berkunjung ke kantor.


Tapi sama sekali belum pernah datang ke rumah ini.


Apalagi aku tahu jika sekarang sedang ramai di rumah ini.


"Sudah, kamu tenang saja. Yok masuk" ajak Pak Andra.


Aku pun menyakinkan diri untuk masuk ke dalam, walau rasa gugup masih bersemayam di hati. Tapi aku akan mencoba untuk tetap tenang, 'ayo Vania, kamu pasti bisa' ucap ku dalam hati sambil mensugesti diri sendiri.


Akhirnya kami pun sampai di ruang tamu, aku melihat ada banyak orang di rumah ini. Bahkan ada juga beberapa sosok yang tidak ku kenal.


"Itu Andra sudah datang" ucap Bu Merry yang sedang duduk di sofa, lalu menatap ke arah ku.


"Loh, Vania kamu juga ikut datang ke sini? Apa kamu di undang Andra juga?" ucap Bu Merry.


Aku pun tersenyum ramah, hendak menghampiri orang tua Pak Andra.


Tapi saat aku melangkah, tiba-tiba datang seorang wanita yang cantik dan berpakaian seksi menghampiri Pak Andra.


"Andra, akhir nya kita ketemu lagi. Aku kangen banget sama kamu" ucap wanita itu manja sembari memeluk Pak Andra.


Deg


Melihat itu seketika hati ku sangat sakit, aku bahkan berhenti dan tidak melanjutkan langkah ku untuk menemui orang tua Pak Andra.


Aku diam terpana menatap pemandangan yang sangat membuat hati ku hancur.

__ADS_1


Padahal baru tadi aku merasakan kebahagiaan yang lengkap, tapi apa yang ku lihat saat ini?


'Siapa wanita itu? Kenapa dia seperti sangat dekat dengan Pak Andra? Dia juga tidak segan-segan memeluk Pak Andra di depan orang banyak, bahkan ada orang tua Pak Andra' gumam ku dalam hati.


__ADS_2