Babysitter Ku Adalah Madu Ku

Babysitter Ku Adalah Madu Ku
Di Usir


__ADS_3

"Mau apa kamu ke sini? Apa kamu tidak tahu, jika tidak boleh sembarang orang masuk ke ruangan ini?" tanya ku pada Alexa.


"Apa? Sembarang orang? Semakin lama kamu itu semakin kurang ajar saja ya. Jika pun ada yang tidak pantas di sini, orang nya adalah kamu" ucap Alexa dengan penuh penekanan.


Aku pun tersenyum miring mendengar perkataan Alexa, lalu segera menghampiri nya dan menarik tangan nya keluar.


Setelah kami berada di luar, aku menghempaskan tangan Alexa begitu saja.


"Sebenarnya aku malas berdebat dengan mu, tapi jika kamu menginginkan nya, aku akan meladeni permintaan mu itu. Tapi tidak di sini" ucap ku.


"Ck, kamu kira aku takut dengan mu? Perempuan miskin yang bahkan tidak punya kekuatan apa-apa ingin menantang seorang Alexa?" Alexa tersenyum miring menatap ku.


"Tadi nya aku pikir keputusan yang tepat meninggalkan Elmira pada wanita seperti mu, tapi ternyata aku salah besar. Kau tak lebih dari wanita yang tidak punya hati dan perasaan. Kau juga wanita egois dan merasa paling hebat" ucap ku.


"Apa??" Alexa mengangkat tangan nya hendak menampar ku, tapi secepat kilat aku langsung menahan tangan nya dan memelintir nya hingga Alexa meringis kesakitan.


"Aw, sakit! Lepaskan tangan ku, aku tak sudi di pegang sama tangan kotor mu itu" ucap Alexa.


"Apa kau kira aku Sudi memegang tangan mu yang penuh dengan dosa ini? Aku terpaksa menyentuh nya karena ingin memberi pelajaran pada manusia yang hanya bisa melakukan kekerasan fisik pada lawan nya yang lemah." ucap ku. Aku pun semakin kuat memelintir tangan Alexa hingga dia semakin berteriak kesakitan.


"Hentikan, apa yang kau lakukan pada menantu ku" tiba-tiba Ibu Mas Arvin datang dan berusaha melepaskan cengkraman tangan ku.


"Aw, tangan ku sakit. Bu, dia mau mencelakakan aku. Tangan ku sakit sekali, rasanya seperti terkilir" rengek Alexa.

__ADS_1


"Hey, perempuan gila. Berani-berani nya kau menyakiti menantu ku. Apa kau tidak tahu siapa dia? Dalam hitungan detik, kau pun bisa masuk sel penjara" ucap Ibu Mas Arvin.


"Aku tahu jelas seperti apa kalian. Tapi bukan berarti itu menjadi alasan ku untuk takut pada kalian" ucap ku santai.


"Apa? Sekarang kau sudah berani pada ku? Lepaskan tangan menantu ku, tangan nya terlalu berharga di sentuh sama tangan mu yang kotor itu" Ibu Mas Arvin berusaha melepaskan cengkraman tangan ku.


Aku pun melepaskan cengkraman tangan ku dan menghempaskan tangan Alexa dengan kasar.


"Kau, berani nya kau berbuat kasar pada menantu ku. Dasar perempuan tidak tahu diri" Ibu Mas Arvin membelalakkan mata nya .


"Kenapa aku harus takut pada kalian?Sekarang kalian bukan siapa-siapa ku lagi" jawab ku.


"Dasar perempuan miskin, kau tidak pantas mengatakan itu pada kami. Apa kau tidak sadar dari mana asal mu? Kau hanya anak dari orang miskin yang kebetulan di pungut oleh anak dan menantu ku. Jika bukan karena anak dan menantu ku, mungkin kau akan tetap jadi gembel di kampung mu" ucap Ibu Mas Arvin.


"Memang aku miskin harta, tapi aku tidak miskin akhlak seperti kalian" ucap ku tersenyum miring.


"Ibu, ada apa ini? Kenapa kalian membuat keributan di rumah sakit? Apa kalian tidak malu jadi bahan tontonan orang-orang di sini?" ucap Mas Arvin.


"Dia yang sudah memulai duluan Arvin, dia yang sudah mencari masalah pada kami. Lagian kenapa dia harus ada di sini? seharusnya kamu usir dia Arvin" ucap Ibu Mas Arvin.


"Iya Mas, Vania sudah berani berbuat kasar pada ku. Dia sudah memelintir tangan ku, rasa nya sakit sekali sampai-sampai tangan ku rasa nya terkilir. Bahkan orang tua ku saja tidak berani melayangkan tangan pada ku. Tapi dia... hiks hiks.." ucap Alexa sambil menangis.


'Dasar, air mata buaya. Dia terlalu pandai berakting di depan Mas Arvin dan Ibu nya' gumam ku dalam hati.

__ADS_1


"Tidak mungkin Vania berani berbuat kasar seperti itu Alexa. Aku tahu jelas seperti apa Vania. Kalau pun Vania sampai berani berbuat kasar, itu pasti ada sebab nya" ucap Mas Arvin.


"Mas, kamu kok jadi belain perempuan ini? Bisa-bisa nya kamu malah memojokkan aku di depan dia. Lagian dia yang salah Mas, dia yang sudah berbuat kasar pada ku, seharusnya kamu marah pada dia, bukan malah menyalahkan aku. Ada Ibu yang jadi saksi nya di sini, Ibu melihat sendiri seperti apa perbuatan Vania pada ku." ucap Alexa dengan mata yang berkaca-kaca.


"Benar Arvin, Ibu melihat nya sendiri dengan mata kepala Ibu. Kalau sampai Ibu terlambat sedikit saja, mungkin dia sudah berbuat lebih lagi pada Alexa. Kamu gak sepantasnya memojokkan Alexa seperti itu, apalagi di depan perempuan itu. Bisa-bisa dia nanti besar kepala dan mengira kalau kamu masih mencintai dia Arvin" ucap Ibu Mas Arvin.


"Ibu, Alexa, Arvin minta tolong sekali ini saja pada kalian. Untuk saat ini, tolong jangan mencari masalah dulu. Saat ini Arvin sedang banyak pikiran, jadi tolong jangan menambah pikiran Arvin dengan mencari masalah pada Vania. Jika kalian tidak bisa mengerti juga, lebih baik kalian pergi dari sini." ucap Mas Arvin.


"Arvin, kamu semakin keterlaluan sekarang. Jadi kamu mengusir Ibu dan Alexa dari sini? Kamu lebih memilih perempuan itu dari pada kami yang merupakan Ibu dan istri mu sendiri?" ucap Ibu Mas Arvin.


"Bu, tadi juga Mas Arvin mengusir Alexa dari sini. Mas Arvin lebih memilih perempuan itu untuk menjaga Elmira di sini. Alexa merasa seperti tidak ada guna nya berada di sini Bu.


Mungkin Vania yang sudah meracuni pikiran Mas Arvin Bu. Hiks hiks" lagi-lagi Alexa membuat drama.


"Arvin, sekarang kamu usir perempuan itu dari sini. Ibu tidak mau melihat wajah nya lagi seumur hidup Ibu. Ibu sangat membenci perempuan miskin dan tidak tahu diri itu. Jika kamu menyayangi Ibu, kamu pilih antara Ibu atau perempuan itu" ucap Ibu.


"Bu, kenapa kalian masih juga belum mengerti? Dan kenapa Ibu memberi keputusan yang sulit untuk Arvin?" ucap Mas Arvin dengan mata yang berkaca-kaca.


Baru kali ini aku melihat Mas Arvin seputus asa ini.


Ibu tidak mau tahu, kamu usir dia sekarang juga" ucap Ibu Mas Arvin.


"Maaf Bu, bukan nya aku mau menyakiti hati Ibu dan Alexa. Tapi saat ini prioritas ku adalah Elmira. Dan Elmira saat ini sangat membutuhkan Vania, jadi aku tidak bisa mengusir Vania dari sini Bu" Mas Arvin akhirnya menitikkan air mata nya.

__ADS_1


"Mas, seperti nya aku harus masuk ke dalam dulu menemani Elmira. Dan sebaiknya kamu selesaikan dulu masalah keluarga mu tanpa harus melibatkan aku" ucap ku kemudian berlalu meninggalkan mereka.


"Vania, kamu sudah puas kan? Kamu yang sudah meracuni pikiran anak ku. Arvin tidak pernah berani berkata kasar pada ku sebelum nya. Tapi sekarang dia sudah berani mengusir Ibu nya sendiri. Itu pasti gara-gara kamu, perempuan sial4n." teriak Ibu Mas Arvin yang masih terdengar oleh ku.


__ADS_2