Babysitter Ku Adalah Madu Ku

Babysitter Ku Adalah Madu Ku
Di jodohkan


__ADS_3

Aku hanya diam terpana menatap pemandangan yang mampu membuat hati ku tergores luka.


Tidak ku sangka jika kedatangan ku bukan lah waktu yang tepat.


Aku melihat Pak Andra yang berusaha melepaskan pelukan wanita itu.


"Tasya, lepasin. Apa kamu gak malu main nyosor saja memeluk ku begitu, apalagi di depan banyak keluarga" ucap Pak Andra.


"Malu? kenapa harus malu Andra. Wajar dong aku melampiaskan rasa rindu ku setelah kita berpisah selama sepuluh tahun" ucap wanita yang ternyata bernama Tania itu.


"Ya sudah, kalian kok jadi berdiri di situ? Sini semua nya duduk, ada hal penting yang harus di bicarakan. Dan kebetulan Vania juga ada di sini, tidak masalah kamu juga boleh ikut duduk di sini" ucap Bu Merry sambil menatap ku.


Dengan sedikit kebingungan aku pun ikut duduk di sofa, sementara Tasya menarik tangan Pak Andra melewati ku begitu saja dan mereka pun duduk berdampingan.


Saat Tasya melewati ku tadi, aku bisa melihat nya yang menatap ku dengan tatapan sinis.


Dia bahkan menatap ku dari atas hingga bawah, entah apa yang di pikir kan nya tentang aku.


Padahal aku tidak mengenal nya sama sekali bahkan tidak pernah bertemu Tasya sebelum nya. Ini adalah pertama kali nya aku bertemu dengan nya.


"Vania, Tante dengar kamu sudah kembali bekerja ya? Saat Tante mendengar kabar itu dari Andra, Tante sangat senang karena kamu merupakan pegawai yang sangat bisa di andal kan selama ini.


Wah, ternyata kamu sudah punya anak ya? Duh, lucu sekali anak mu Vania, cantik lagi" ucap Bu Merry.


Aku pun tersenyum, walaupun sebenarnya hanya bisa terpaksa tersenyum sekedar menghormati orang tua.


"Iya Tante, saya memang sudah kembali bekerja. Dan ini anak saya Elmira, terima kasih untuk pujian nya Tante" ucap ku.


"Duh, lihat anak bayi seperti ini Tante juga sudah gak sabar ingin cepat-cepat punya cucu. Tapi sayang nya Andra susah banget di bujuk untuk cepat-cepat menikah" ucap Bu Merry.


"Ma sabar dong, kan bentar lagi Andra akan menikah. Jadi kita masih punya kesempatan untuk secepatnya menimang cucu" ujar Pak Sanjaya yang merupakan Ayah Pak Andra.


Mendengar itu seketika aku deg-degan, 'Apa maksud dari ucapan Pak Sanjaya barusan? Apa Pak Andra sudah memberi tahu orang tua nya apa maksud kedatangan kami ke sini?' gumam ku dalam hati.

__ADS_1


"Iya dong Om, Om sama Tante tenang saja, Tasya akan secepatnya memberi cucu untuk Om dan Tante. Tasya juga tidak akan menunda-nunda untuk secepatnya memiliki anak. Karena itu kan memang tujuan dari pernikahan" ucap Tasya sambil tersenyum.


Mendengar itu, seketika aku bingung dan tidak mengerti apa maksud dari perkataan Tasya barusan.


'Menikah dengan siapa Tasya sehingga akan memberi cucu untuk Pak Sanjaya dan Bu Merry? Setahu ku, Pak Andra adalah anak tunggal.


Apa jangan-jangan......' gumam ku bertanya-tanya dalam hati.


"Apa maksud nya ini Tasya? ucap Pak Andra mengernyitkan kening.


"Aduh, Tasya makanya sabar dong. Biar nanti kita bicarakan dulu, nak Andra pasti terkejut mendengar nya karena kita kan belum memberi tahu nya" ucap wanita paruh baya yang ku yakini adalah Ibu nya Tasya"


"Iya Ma, abis nya Tasya terlalu bersemangat" ucap Tasya sambil tersenyum bahagia.


Entah kenapa aku sudah bisa mengambil kesimpulan dari percakapan mereka.


Tapi biar lah aku mendengar nya lebih jelas lagi, dan ingin tahu seperti apa tanggapan Pak Andra.


Tapi aku akan segera mengetahui nya nanti, jadi saat ini aku harus lebih sabar mendengar pembicaraan mereka.


"Andra, kami sebagai orang tua pasti nya ingin yang terbaik untuk kamu. Kamu jangan salah paham dulu karena kami mengambil keputusan tanpa meminta persetujuan mu terlebih dahulu. Tapi sebelumnya kami sudah mengingatkan pada mu, jika kami sangat ingin kamu segera menikah dan memiliki keluarga sendiri nak. Ingat umur mu sudah terlalu matang untuk bisa berumah tangga, umur 38 tahun itu bukan lah usia yang bisa nya main-main tanpa memikirkan pernikahan" ucap Pak Sanjaya.


Aku melihat Pak Andra masih diam menyimak perkataan Pak Sanjaya.


"Jadi kami sudah putuskan untuk menikahkan mu dengan Tasya, dan Tasya sangat setuju, orang tua nya juga setuju karena kami memang sudah kenal baik selama berpuluh-puluh tahun" ucap Pak Sanjaya.


Deg


Jantung ku berdegub begitu kencang saat mendengar nya.


Ternyata apa yang ku pikirkan sebelumnya benar.


Walaupun aku sudah menduga sebelum nya, tapi mendengar nya langsung membuat hati ku sangat sakit.

__ADS_1


Aku melihat Ekspresi Pak Andra yang sangat terkejut, tapi dia belum bisa mengatakan apa-apa.


Aku masih menunggu tanggapan nya, jika memang dia menyetujui nya, aku akan pergi dari sini.


Untuk apa lagi aku di sini jika hanya melihat kebahagiaan mereka yang jelas-jelas akan menyakiti ku nanti nya.


Sementara Tasya dia terlihat senyum-senyum bahagia.


Ku akui, Tasya memang wanita yang sangat cantik, bergaya modern dan berkelas, dia juga seksi, terlebih dia masih single.


Bisa di lihat semua yang di pakai nya adalah barang-barang branded dan pasti nya mahal.


Bahkan dia sangat percaya diri memakai pakaian yang hampir terbuka dan rok yang sangat pendek di depan anggota keluarga.


Dan aku yakin, kebanyakan pria akan menyukai itu. Tak menutup kemungkinan juga dengan Pak Andra.


Sementara aku? Selain aku janda beranak satu, aku juga jauh di bawah Tasya.


Seketika rasa minder merasuki diri ku, melihat perbedaan kami yang sangat jauh.


"Pa, apa-apaan ini? Kenapa kalian tidak membicarakan nya dulu dengan Andra dan mengambil keputusan sendiri? Andra berhak memilih sendiri pasangan hidup Pa Ma. Dan Andra sudah memiliki pilihan itu sendiri" ucap Pak Andra.


Aku lega mendengar ucapan Pak Andra barusan, tapi masih belum bisa tenang sebelum mendengar pendapat dari orang tua Pak Andra.


"Apa??? Apa maksud kamu Andra?" jawab Tasya menatap tak percaya dengan ucapan Pak Andra.


"Andra, apa yang kamu katakan? Bukan kah selama ini kamu selalu hidup menyendiri? Bahkan kamu saja tidak pernah berpacaran. Sekarang kamu tiba-tiba mengatakan sudah punya pilihan, apa maksud kamu Andra?" ucap Pak Sanjaya dengan nada yang sudah meninggi.


"Pa, sabar. Biarkan dulu Andra menyelesaikan ucapan nya" ucap Bu Merry sambil mengelus-elus punggung Pak Sanjaya sehingga Pak Sanjaya pun terdiam dan menarik nafas perlahan.


"Sebenarnya itu juga yang akan Andra katakan hari ini Ma, Pa. Tapi ternyata kebetulan di saat yang sama kalian juga membahas tentang perjodohan Andra dengan Tasya.


Andra sudah punya pilihan sendiri, dan Andra sudah yakin akan pilihan ku ini. Makanya Andra datang ke sini membawa Vania, karena Vania lah yang sudah menjadi pilihan Andra dan akan menjadi pasangan hidup ku. Tujuan awal kami datang ke sini karena ingin meminta restu Papa dan Mama" ucap Pak Andra.

__ADS_1


__ADS_2