Bad Boy [Jjk]

Bad Boy [Jjk]
part 12


__ADS_3

◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️


Kenyataan pahit ini diterima oleh Hyeri. Dia harus berpura-pura tidak terluka, di depan semua orang. Dia juga harus merelakan Jungkook, bersama dengan wanita lain. Sedangkan statusnya masih diambang kebingungan, karna Jungkook tidak mau melepaskan Hyeri pergi.


Suasana sangat canggung, kini bahkan tidak ada percakapan diantara keduanya selama di perjalanan pulang. Hyeri bersikap sangat dingin kepada Jungkook, tanpa mengucap sepatah katapun. Hal itu tentu membuat pemuda tampan itu khawatir, tapi tidak mampu bertanya lebih jauh dengan suasana hati saat ini.


"Hyeri, bagaimana jika kita pergi ke restorant italy, lalu makan malam romantis!" seru Jungkook, yang hendak mencairkan suasana.


"Tidak perlu, aku tidak lapar. Jika tuan ingin makan, aku akan mengantarkan anda!" jawab Hyeri ketus, berbicara formal dengan tuannya.


"Hyeri, kenapa kamu begini?" tanya Jungkook yang terlihat bingung, sambil meraih tangan lembut assistant nya. Merasakan hal canggung ini, Hyeri segera menarik tangannya dan menatap Jungkook sinis.


"Mulai sekarang, hubungan kita hanya bos dan assistant. Jadi berhenti bersikap berlebihan padaku ...." nada suaranya bergetar, karna menahan air mata yang terasa sesak di dadanya.


"Aku gak mau!" kekeh Jungkook.


"Mau tidak mau, sekang kamu akan menikah. Jadi lupakan apa yang pernah terjadi antara kita!" ujar Hyeri, yang menegaskan dengan nada yakin.


"Kalau kamu tetap begini, maka aku akan ...." (Terhenti)


"Akan mengatakan pada keluargamu bahwa kita sudah pernah berhubungan badan? katakan saja Jeon Jungkook, maka setelah itu kamu hanya akan melihat tubuhku yang tidak bernyawa!" ancam Hyeri, yang membuat Jungkook terdiam dan mengepalkan kedua tangannya karna sangat marah.


"Apa? kamu memilih untuk mengakhiri hidup jika aku melakukannya? apa kamu gak memikirkan perasaanku? aku ini cinta setengah mati sama kamu ... kenapa? aku gak perduli siapa kamu, status sosialmu. Aku menggaulimu, bukan hanya karna nafsu, tapi memang aku sangat mencintaimu, Hyeri." Seketika air mata itu jatuh membasahi pipi, Jeon Jungkook juga tidak bisa menahan rasa sakit, jika dia kehilangan orang yang di cintainya.


Keadaan ini cukup sulit bagi mereka, maju salah mundur juga akan menderita. Keduanya sudah terjebak dalam pusara labirin cinta yang mereka buat sendiri.


.


.


___________****___________


.


.

__ADS_1


Sesampainya di rumah. Jungkook masih memaksa untuk menggandeng tangan Hyeri, meskipun selalu mendapat penolakan. Untuk meredakan kemarahannya, Jungkook mencium bibir Hyeri di ruang tamu. Lalu kemudian, Jungkook segera membawa Hyeri untuk menuju kamarnya. Namun, keduanya terkaget saat mendapati keberadaan Anna yang sudah menunggu di ruang tamu sedari tadi tanpa di sadari mereka berdua. Dengan tatapan kesal, gadis berbadan sexy tersebut menatap Hyeri dengan tatapan marah yang menggebu.


"Apa-apaan ini? kalian berciuman?" tanya Anna, dengan tatapan membenci, lalu mendaratkan tamparan keras ke arah pipi lembut seorang Hyeri.


PLAAAAK ....


Tamparan itu, lalu membuat Hyeri jatuh tersungkur di lantai dengan bibir yang berdarah. Melihat hal itu, Jungkook juga berbalik menampar Anna hingga diapun jatuh ke lantai.


"JEON JUNGKOOK!" teriak Anna, yang merasa marah karna kekerasan yang dilakukan oleh Jungkook. Sedangkan pemuda itu, langsung memapah Hyeri untuk bangun, walau mendapat penolakan.


"Menyingkir, aku bisa berdiri sendiri."


Melihat penolakan itu, pemuda berbadan kekar itu langsung menggendong Hyeri seketika. Hal itu tentu membuat Anna semakin marah, atas kelancangan  kedua pasangan terlarang ini.


"Apa-apaan ini? bisa-bisanya kamu menggendong seorang assistant yang rendah seperti dia?" tanya Anna, yang seakan kesal dengan pemandangan ini.


"Pergi dari rumahku sekarang juga!" kesal Jungkook, yang terus tidak memperdulikan Anna dan terus menggendong Hyeri menaiki anak tangga.


"Lepaskan aku, Jeon Jungkook. Kenapa kamu begini? jangan lakukan ini, aku mohon ... nona Anna adalah calon istrimu!" bujuk Hyeri, yang saat ini masih digendong oleh Jungkook.


"Jangan buat aku marah, Hyeri. Kamu akan tahu akibatnya jika aku sudah marah!" gertak Jungkook, yang tak gentar akan bujukan Hyeri sekalipun.


.


.


______________****______________


.


.


Setelah berada di dalam kamar, Jungkook merebahkan tubuh Hyeri di atas kasur. Sedangkan gadis itu hanya terdiam, sambil menahan kesal pada bosnya. Sedangkan Jungkook langsung **** tubuh Hyeri, yang mengabaikan pandangan sedari tadi.


"JEON JUNGKOOK, BUKA PINTUNYA!"

__ADS_1


"APA YANG MAU KALIAN LAKUKAN? CEPAT BUKA PINTUNYA ...."


"JANGAN BEGINI, JUNGKOOK. JIKA KAMU HAUS WANITA, AKU SIAP MELAYANIMU!" teriak Anna sedari tadi menggedor, pintu tapi diabaikan oleh Jungkook.


Pemuda itu masih berada di atas tubuh Hyeri dan selalu menatap wajah gadis di bawahnya sangat dalam. Sementara Hyeri hanya menitikan air mata, dan diam tanpa bicara walau sedari tadi Jungkook mencoba untuk mengalihkan perhatiannya.


"Hyeri ...." panggil Jungkook. Pemuda itu kemudian mencium bibir Hyeri dan menyapu bagian lehernya dengan lembut.


"Jangan begini, aku mohon. Jika kamu mau melakukan hubungan badan, lakukan saja dengan nona Anna. Dia calon istrimu ...!" pinta Hyeri, menatap Jungkook dengan air mata yang berlinang.


"Apa kamu gak bisa tidak menyebut nama Anna jika sedang bersamaku begini? kamu membuatku marah ... aku gak mau tidur sama perempuan lain, selain sama kamu!" tegas Jungkook, yang kemudian melumat bibir tipis Hyeri walau selalu mendapat penolakan.


Pemuda itu kemudian mengajak Hyeri berhubungan secara paksa, untuk melampiaskan kemarahannya. Jungkook dengan cepat melucuti pakaian Hyeri, sementara gadis itu hanya terdiam sambil terus menitikan air mata.


"Berhanti, Jeon Jungkook. Kamu sekarang bahkan bertindak terang-terangan? bagaimana jika nona Anna bilang pada keluargamu?" tanya Hyeri, yang khawatir dengan keadaan ini.


"DIAM ... tidak akan ada yang bisa menghalangi niatku, sekalipun itu keluargaku." Jungkook seakan sudah tidak mau mengunakan akal sehat, dalam hal ini. Dia mengabaikan apa yang akan terjadi nanti, dan terus berniat untuk mengajak Hyeri berhubungan badan, walau itu salah.


.


.


___________****____________


.


.


Jungkook bahkan tidak peduli, jika Hyeri selalu menolak. Pemuda itu sangat keras kepala, bahkan Hyeri tidak mampu menghalangi niat tuannya yang salah. Jungkook tidak memikirkan apa yang akan terjadi nanti, yang dia inginkan adalah Hyeri menjadi miliknya, dan tidak boleh ada yang menghalangi niatnya.


Jungkook terus menciumi tubuh wanita yang sangat di cintainya itu, untuk mencoba memulai lagi hubungan terlarang antara mereka berdua.


"Jungkook, apa kamu tidak mau mengasihaniku? aku mohon!" kekeh Hyeri, yang selalu menolak. Namun, tidak ada daya untuk menghalangi pria yang sudah menguasai tubuhnya saat ini.


"Apa kamu gak mau berjuang untuk hubungan kita? kalau kamu menyerah, maka jangan salahkan aku jika berbuat kelewatan batas. Aku tidak akan berhenti sebelum kamu hamil, jika kamu hamil maka aku akan punya alasan besar menolak perjodohan ini." Keyakinan itu, sungguh membuat Hyeri tak berdaya. Bahkan masa obat pencegah kehamilan itu sudah hampir lewat. Jika sampai hubungan terlarang ini membuatnya hamil, maka hancurlah hidup seorang Lee Hyeri seketika itu.

__ADS_1


Meskipun dia mencintai Jungkook, tapi hubungan ini tidak akan berhenti, dan Hyeri juga tidak bisa melepaskan diri dari cengkraman Jungkook. Ini benar-benar sudah kelewatan batas, Hyeri tidak bisa melawan dan akhirnya pasrah akan apa yang di lakukan tuannya saat ini.


Bersambung....


__ADS_2