![Bad Boy [Jjk]](https://asset.asean.biz.id/bad-boy--jjk-.webp)
◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️
Jungkook dan Hyeri tiba di sebuah pemukiman warga di pesisir pantai. Sebagian masyarakat di sana, memiliku mata pencarian sebagai nelayan dan penjual ikan. Jungkook membawa Hyeri berjalan menuju sebuah gang sempit untuk sampai ke rumah sewa mereka yang sederhana.
Kedatangan keduanya di sambut tatapan oleh beberapa masyarakat. Sebab keduanya adalah orang baru, yang memliki kulit halus dan bersih berbeda dengan warga di sana kebanyakan. Pria itu melempar senyum yang ramah kepada para warga sekitar, agar bisa berbaur dengan baik.
"Kalian baru datang di kampung ini, ya?" tanya salah seorang warga kepada Jungkook dan Hyeri.
"Iya benar ... salam kenal, pak!" seru Jungkook membungkuk memberi hormat pada pria paruhbaya tersebut. Sedangkan Hyeri, menatap heran kearah Jungkook karna sikapnya barusan.
"Owh, kalian berasal dari mana?"
"kami berasal dari Busan."
Jungkook, benar-benar merahasiakan identitas mereka sekarang, hal itu tentu membuat Hyeri sedikit kaget dengan semua yang dilakukan Jungkook.
"Lalu, dia ini siapa ... apakah dia adikmu?" Menunjuk kearah Hyeri. Seketika wajah gugup ditorehkan oleh Hyeri saat itu.
"Dia adalah istriku, kami sudah menikah. Aku akan tunjukan buku nikah kami padamu!" ujar Jungkook, sambil membuka tas kecil yang dibawanya. Seketika Hyeri terkejud dengan pengakuan Jungkook, yang memperlihatkan buku nikah yang sudah mendapat izin negara dan sipil.
"Kalian masih terlihat sangat muda. Aku pikir kalau kalian adik kakak!" ujar pria paruhbaya tersebut, yang sedikit tercengang atas pengakuan Jungkook.
Kini semua tahu, jika Jungkook dan Hyeri menikah. Walau itu adalah identitas palsu. Keduanya tidak lagi memakai nama Jeon Jungkook dan Lee Hyeri. Melainkan sudah berganti nama menjadi Hansung dan Hani. Identitas palsu itu, sudah menjelaskan keduanya sudah resmi menikah. Jungkook benar-benar sudah merencanakan ini dengan baik.
.
_____________****______________
.
Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya keduanya sampai di rumah sewa mereka. Rumah yang cukup sederhana dan biasa saja tampak dari luar. Namun, di dalamnya Jungkook sudah menyiapkan semua perlengkapan rumah tangga lengkap dan mewah. Rupanya rumah ini, sudah di persiapkan Jungkook jauh-jauh hari. Dia menyuruh orang, untuk mengisi rumah itu karna Jungkook sebenarnya sudah merencanakan untuk hidup dengan Hyeri dalam ikatan pernikahan, sudah sejak lama.
"Kenapa rumahnya sudah banyak barang-barang?" tanya Hyeri sedikit bingung.
"Aku sudah siapkan semua sejak lama." Jungkook mengambil gelas di mesin pengering untuk menuangkan air minum untuk kekasihnya.
__ADS_1
"Jungkook, kita sudah berlebihan!"
"Ssstttt ... jangan panggil aku Jungkook. Aku adalah Hansung dan kau adalah Hani. Mulai sekarang, pakai nama itu." Jungkook membawakan minuman untuk Hyeri, sambil menatapnya dengan senyum singkat di wajahnya.
"Bagaimana kamu bisa punya identitas palsu, dengan status kita sudah menikah?" Jungkook melepas tas kecil yang diselempangkan di pindak Hyeri lalu menaruhnya di atas meja. Pria itu smirk lalu mengecup bibir Hyeri dan tersenyum. Sedangkan Hyeri hanya diam, dan menatap dengan tajam kearah Jungkook.
"Kamu tidak perlu tahu itu, yang harus kamu lakukan. Jadilah istriku, dengan nama Hani. Kamu harus hamil anakku, baru kita pulang ke Seoul." Tegas Jungkook, menatap dengan sangat yakin.
"Bagaimana bisa kamu se'egois ini? bagaimana jika Ayah dan Ibuku sampai tahu?" ujar Hyeri, sambil berlinangan air mata.
"Jika kamu sudah mengandung. Maka tidak ada alasan lagi, untuk memisahkan kita berdua!" ujar Jungkook, yang sangat keras kepala.
"Bukan itu yang aku pikirkan, Jungkook. Bagaimana nasib Ayah dan Ibuku, kalau mereka tahu jika anak gadisnya di bawa lari oleh bosnya sendiri." Air mata itu, berlinang membasahi pipi Hyeri. Rasa bersalah, yang dialami Hyeri, tentu membuatnya merasa tidak tenang.
"Ayah dan ibumu pasti baik-baik saja, mereka hanya panik sesaat. Aku akan terus memantau keadaan mereka, karna aku punya mata-mata, yang akan selalu memberitahukan kabar mereka semua pada kita." Jungkook memeluk tubuh Hyeri, dan mencium rambutnya yang wangi. Sungguh hal yang benar-benar di luar nalar, jika Jungkook berlaku sejauh ini terhadap hubungan mereka.
.
____________****___________
.
Hansung, membawa Hani pergi ke pasar tradisional tidak jauh dari rumah mereka. Pemuda itu, membeli beberapa bahan pokok untuk mereka berdua. Seperti bumbu dapur, sayur mayur, ikan dan juga buah-buahan. Dengan menggunakan jasa orang, semua barang belanjaan sudah bisa diantar sampai rumah tanpa perlu repot membawa.
"Selamat sore!" sapa Hansung pada seorang pedagang pakaian di pasar tersebut.
"Iya selamat sore. Ada yang bisa dibantu?" tanya nyonya penjual pakaian tersebut.
"Apakah tuan Geum, menutipkan sesuatu padamu?" tanya Hansung, pada penjual pakaian tersebut.
"Aaah, tuan Geum. Tunggu sebentar, ya!" ujarnya, yang segera mengambil sesuatu di belakang. Sebuah kantong kresek hitam besar, berisi baju-baju lalu diberikan langsung pada Hansung dan Hani.
"Ini untukmu!" ujar Hansung, memberi sejumblah uang pada penjual tersebut.
"Waah, ini terlalu banyak." ujar penjual tersebut. Namun, segera di tolak oleh Hansung sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ambillah, kau bisa berikan uangnya untuk anak-anakmu." perlakuan ramah Hansung/Jungkook, sangat berbanding terbalik dengan sikapnya yang asli. Jungkook, sejatinya adalah pria yang tidak peduli, sombong, egois, pemarah, dan keras kepala. Hal itu tentu membuat Hani/Hyeri kagum, dan terkesima dengan sikap ramah dan lembut dari Hansung.
Keduanya akhirnya kembali ke rumah. Dengan segera Hansung mencuci sayuran, sedangkan Hani menyiapkan wajan di atas kompor. Keduanya memasak bersama, hal ini terlihat sangat manis dan menyenangkan. Rupanya pasangan ini, sama-sama pandai memasak. Waktu memasak cukup singkat karna semua saling membantu, pekerjaan rumah tampak cukup cepat teratasi.
Masakan sudah siap di atas meja. Keduanya duduk di kursi makan kecil, lalu saling bertatapan sebelum makan. Tampak wajah bahagia, tergambar jelas pada keduanya.
"Makanlah yang banyak, aku suka Hyeri yang chubby!" ujar Jungkook membelai lembut pipi halus Hyeri.
"Baiklah, ayo makan!" ujar Hyeri, yang mengalihkan pandanganya karna malu. Walaupun kini mereka bahagia, tidak menutup kemungkinan kalau keduanya, juga memiliki beban di dalam hati.
.
____________****_____________
.
Setelah selesai makan malam. Jungkook mengatakan jika dia ada sedikit urusan, pemuda itu keluar rumah. Sedangkan Hyeri membersihkan dapur dan piring kotor sendirian.
"Sebanarnya dia pergi kemana?" gumam Hyeri, sambil mencuci piringnya. Piring-piring yang sudah di cuci, di susun rapi dimesin pengering yang sangat modern itu. Semua tampak otomatis, membuat pekerjaan rumah tangga terasa lebih ringan.
Karna menunggu Jungkook terlalu lama, sampailah Hyeri pada ujung lelahnya. Wanita itu terbaring di atas kasur yang sangat nyaman, dan membalut tubuhnya dengan selimut tebal. Hyeri yang sudah memakai piyama, mulai memejamkan matanya dan mulai untuk tidur. Beberapa menit setelahnya, Hyeri tampak mengigau. Keningnya berkeringat, terlihat dia gelisah tak karuan.
"Hyeri, kamu gak kenapa?" tanya Jungkook, yang ternyata sudah berbaring di sampingnya sedari tadi. Namun, belum tertidur.
"Owh, kapan kamu pulang?" tanya Hyeri, yang seketika bangun, dan menatap Jungkook.
"Dari tadi, aku mau membangunkanmu. Tapi sepertinya kamu sedang cape!" ujar Jungkook. Seketika Hyeri langsung memeluk tubuh Jungkook saat itu.
"Aku bermimpi buruk."
"Mimpi apa?" tanya Jungkook. Sementara Hyeri langsung terdiam. Dia tidak ingin membuat Jungkook khawatir, sebab itu dia memilih untuk tidak menceritakannya.
"Enggak apa-apa kok, aku cuma ingin kamu peluk!" ujar Hyeri, mengalihkan pembicaraan.
"Owh, begitu ... aku akan memberimu lebih dari sekedar pelukan!" ujar Jungkook yang kemudian menyambutnya dengan ciuman panas, untuk memulai hubungan suami istri. Bahkan keduanya belum menikah secara resmi.
__ADS_1
Pernikahan siri diantara keduanya, sudah cukup baik untuk melakukan hubungan intim pasalnya jika nanti Hyeri hamil, dia sudah berstatus menikah walau pernikahan yang tidak cukup kuat.
Bersambung....