Bad Boy [Jjk]

Bad Boy [Jjk]
part 15


__ADS_3

◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️


Malam yang sama dimana kedua insan yang sedang di mabuk cinta san sedang memadu kasih. Ditempat berbeda, seisi rumah tuan Jeon, panik karna kepergian Jeon Jungkook yang tanpa jejak. Tuan Jeon sangat murka, karna prilaku putranya yang sudah membawa lari seorang assistant pergi.


Suasana sedih juga dialami Anna dan ibu Jungkook, yang terpaksa mengungkapkan kebenaran ini pada tuan Jeon. Semua orang berkumpul atas perintah tuan Jeon, seluruh pelayan, bahkan orang tua dari Hyeri sendiri. Suasana sangat tegang, saat orang paling berkuasa itu murka karna ulah putranya.


"Sudah berapa lama hubungan mereka?" tanya tuan Jeon, terhadap ayah Hyeri.


"Aku tidak tahu tuan, putriku baru pindah ke Seoul sekitar 1 bulan. Entah kapan tepatnya hubungan terlarang ini, tapi tolong ampuni kesalahan putriku." ujar ayah Hyeri, yang tampak duduk bersimpuh, menunduk, disusul oleh ibu Hyeri yang juga memelas pada tuan Jeon.


"Tuan Jeon, anda boleh memecat kami. Tapi maafkan putri kami, kami berjanji akan membawa Hyeri pergi untuk menjauhi tuan muda!" seru ibu Hyeri, yang tak kuasa menangis karna menahan malu.


"Kalian sudah gagal mendidik putri kalian. Kenapa dia malah menjadi wanita murahan begitu?" imbuh ibu Jungkook, membuat tatapan tuan Jeon beralih padanya.


"Cari mereka berdua, bahkan di lubang semut sekalipun. Bahkan memecat kalian saja, tidak cukup untuk menutupi rasa malu di keluargaku!" tegas tuan Jeon, yang sangat marah saat ini. Dengan mengepalkan kedua tangannya tuan Jeon menghantam sebuah cermin hias di ruang tamu, hingga hancur berkeping-keping.


.


___________****_____________


.


Semua orang terkejud, dan tak menyangka dengan kemarahan tuan Jeon. Sebenarnya tuan Jeon bahkan tidak tahu, jika selama ini Jungkook bahkan sering menyewa jalang untuk ditiduri. Hanya Hyeri, wanita yang dianggap hina oleh tuan Jeon saat ini.


Tak lama, datanglah seorang Park Jimin, keponakan tuan Jeon yang sangat patuh, penurut, cekatan, dan bahkan licik diwaktu yang bersamaan. Keadaan yang sedang memanas ini, tentu tidak ingin dilewatkan Jimin.


"Paman, aku akan membantumu mencari mereka berdua." tegas Jimin, dengan senyum manis di wajahnya. Pria yang memiliki eye smile itu, berjalan perlahan mendekati pamannya, yang sedang marah dengan bercak darah di tangannya karna memukul kaca tadi.


"Tidak usah ikut campur." Titah tuan Jeon tampak tidak menggetarkan hati seorang Park Jimin untuk menjalani aksinya.


"Paman, aku tidak minta banyak. Aku hanya mau menikahi Hyeri ... biar Jungkook, melakukan apa yang sudah seharusnya yakni menikah dengan Anna!" seru Jimin, yang melirik pamannya, dengan senyuman malaikatnya. Kedua pria ini saling bertatapan, lalu menyetujui sebuah kesepakatan. Hal ini menjadi mimpi buruk yang jadi kenyataan dari Hyeri malam itu.


Malam yang sama, Hyeri bermimpi jika dia digauli oleh Jimin. Namun, gadis itu tidak mau menceritakan mimpi buruknya pada Jungkook. Karna Hyeri mengira itu adalah bunga tidur belaka.


.


____________****_____________


.


Meninggalkan sejenak ketegangan yang sedang terjadi di keluarga besar Jungkook. Kini Hyeri dan Jungkook masih menjalani penyamarannya menjadi Hani dan Hansung.


Malam yang begitu dingin, tapi terasa hangat ketika kedua sejoli ini sedang bercumbu di atas ranjang. Ini adalah hubungan intim pertama Hyeri, setelah lepas masa obat pencegah kehamilan. Hyeri sengaja tidak ke klinik lagi untuk memakai alat kontrasepsi, berharap bahwa tujuan mereka akan terlaksana.

__ADS_1


Pria berbadan kekar itu, kini **** tubuh Hyeri dengan sangat erat memeluk. Dada bidang Jungkook, tampak begitu lega, saat Hyeri merabanya. Senyum manis pemuda tampan itu, kemudian berakhir dengan menyatukan bibir keduanya. Ciuman panas itu, menjadi pertanda jika Jungkook ingin mengawali hubungan seks dengan Hyeri.


Tangan nakalnya, juga menjamahi keseluruh lekuk indah tubuh Hyeri, hembusan napas yang terdengar lembut di teinga, dengan ciuman intens yang sedang berlanjut. Menjadikan malam ini sangat romantis.


Jungkook ***-remas payudara Hyeri, sedangkan Hyeri sibuk memberi sentuhan lembut di tubuh sang pecinta seks itu. Bulu halus di dada Jungkook, tampak membuat gadis itu mendapat rangsangan dari pria yang kini menguasai tubuhnya.


"Aku mencintaimu ...!" bisik lirih Jungkook, yang terdengar lembut membuat suasana intens ini semakin terasa. Sprai di bawah mereka, bahkan sudah mulai kusut karna pergerakan intim keduanya di atas ranjang.


"Bagaimana jika aku gak hamil?" tanya Hyeri, yang mulai khawatir dengan kemungkinan buruk ini.


"Kita terus lakukan, sampai kamu hamil." jawab Jungkook, dengan santainya.


"Bagaimana kalau tetap tidak hamil?" tanya Hyeri, dengan tatapan sendu  menatap pria yang dicintainya itu.


Pria itu kemudian membelai halus pipi Hyeri lalu mendaratkan ciuman mesra di bibir tipisnya. Kemudian Jungkook menatap dengan sangat dalam.


"Hamil atau tidak, aku akan tetap menikahimu. Tidak ada yang bisa menghalangi keputusanku. Jangan khawatir, aku tidak akan mencampakanmu ... aku akan menikahimu secara resmi!" tegas Jungkook. Lalu keduanya melanjutkan aktifitas seksual malam itu.


.


______________****______________


.


Tak ingin berlama-lama, Jungkook sudah pasang posisi untuk melakukan seks pertama dengan posisi sepertu biasanya. Pria itu menggesek-gesekkan penisnya disisi areal liar ** Hyeri, lalu perlahan memasukkannya.


Jleep


"Aaah ..."


Desah keduanya, merasakan permulaan hubungan bercinta yang sedang berlangsung. Tatapan penuh hasrat Jungkook, lalu diikuti dengan hentakan ***** yang tidak beraturan. Disela-sela aktifitas seksual mereka, Jungkook tak pelas dari menciumi bibir serta leher kekasihnya. Hentakan itu semakin capat, dan dengan tempo yang tak beraturan.


Malam itu, hujan juga turun. Suara gemuruh petir kecil dan derasnya air hujan yang jatuh diatas genting, tidak menghalangi  akan aktifitas keduanya malam itu.


Hubungan intim tersebut sudah berlalu 30 menit. Jungkook, selalu saja bisa bertahan lama diatas ranjanh jika sedang berhubungan intim dengan Hyeri. Jika biasanya dia hanya bertahan 10-15 menit dengan jalannya, tapi tidak dengan Hyeri. Hal itu menandakan betapa Jungkook sangat menikmati aktifitasnya dengan Hyeri.


.


____________****____________


.


Permainan itu sudah menjelang klimaks. Pemuda tampan itu, kemudian mempercepat gerakan penisnya agar mencapai klimaks dengan sempurna.

__ADS_1


Plok


Plok


Plok


"Eeem ... aaaggh ... Eemmz,"


"Aaaaggh ... Ssstth ... Eeemp,"


"Aaaah ...!"


Desah kenikmatan keduanya, dengan mata yang terpejam merasakan penisnya yang hendak mengeluarkan cairan nya. Jungkook semakin menggila, hingga Hyeri mendesah keras tak beraturan. Hentakan itu semakin cepat, dan makin cepat sampai Jungkook berhenti dengan bibit yang tertanam sempurna di rahim Hyeri.


"Maaf, sayang. Aku mungkin akan membuatmu kewalahan malam ini ...!" tegas Jungkook, sambil memberi jeda dengan memperhatikan wajah cantik Hyeri yang berkeringat dengan napas yang terengah-engah.


"Apa kamu lelah?" tanya Jungkook.


"Enggak kok, aku bahkan gak melakukan apa-apa. Harusnya kamu yang jaga staminamu, agar tidak cape!" tegas Hyeri, sambil membiarkan Jungkook mengecup bibirnya bertubi-tubi.


Tanpa mencabut penisnya, Jungkook membopong tubuh Hyeri duduk di sebuah sofa. Hyeri digendong seperti koala, dengan ***** yang masih menyatu. Setelah tiba di sofa, kini giliran Hyeri yang berada di atas tubuh Jungkook. Dengan posisi saling menghadap, Hyeri dan Jungkook saling memandang. Pemuda itu, menyibakkan rambut Hyeri yang terurai panjang. Jungkook sedikit mengongak ke atas, sebab posisi Hyeri lebih tinggi darinya.


Pemuda itu payudara dan bokong Hyeri, lalu meminta wanitanya memulai untuk mengocok penisnya yang sudah tertanam dengan baik. Ronde ke-2 itu berlangsung cukup sempurna. Keduanya bisa saling leluasa menatap. Hyeri mengalungkan kedua tangannya dileher Jungkook, lalu pria itu sibuk payudara padat milik Hyeri.


"Aaaah ... ini menyenangkan!" ujar Jungkook, yang mendesah karna keenakan.


"Aaaah ... Eeemph ... Ssstt!"


Keduanya kemudian berciuman, saat Jungkook akhirnya mengalami klimaks. Hyeri sendiri sudah berulang kali klimaks, saat ronde pertama dia juga sudah berulang kali merasakan kenikmatan itu. Hingga * dan ** keduanya tampak sudah basah karna pelumas dan sperma yang banyak.


Menjelang klimaks, Jungkook meminta Hyeri mempercepat pergerakan penisnya.


"Teruskan sayang, ini nikmat!" bisik Jungkook, yang mencumbui leher Hyeri. Wanita itu ** punggung Jungkook dan meraba rambut belakangnya merasakan Jungkook menyentuh g-spot dan membuatnya tak kuasa menahan desah.


"Aaaaaaaaggggh ...!"


Desah keduanya diiringi cairan, yang kembali memenuhi rahim Hyeri. Keduanya terengah-engah dengan keringat yang bercucuran deras. Hujan sudah mulai berhenti, keduanya masih ingin melakukan hubungan seks itu sampai berkali-kalu di malam itu.


Klimaks yang terjadi berulang-ulang, bahkan sampai pagi menjelang. Akhirnya setelah merasa lelah, Jungkook ambruk di samping Hyeri lalu menyelimuti tubuhnya dan tubuh Hyeri yang tidak memakai apapun diatas ranjang bersama.


"Saranghae ...!" bisik Jungkook sambil mengecup kening Hyeri, dan memeluknya sangat erat.


Keduanya sangat puas. Kebutuhan biologis Jungkook dan Hyeri sudah terpenuhi, meskipun ini belum berakhir. Mereka harus menjalani banyak rintangan untuk bisa bersama sepenuhnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2