![Bad Boy [Jjk]](https://asset.asean.biz.id/bad-boy--jjk-.webp)
◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️
Sungguh, jarak ini semakin membuat kedua insan ini semakin berjauhan. Jeon Jungkook telah menikah dengan Anna, lalu Hyeri akan dipersunting oleh Park Jimin. Namun, alih-alih membayangkan pernikahan bahagia setelah berhasil menikah dengan Jeon Jungkook ternyata hanya bualan semata. Dengan status menikah, Jungkook bahkan sangat acuh dan menganggap Anna bak musuh yang terus dijauhi.
"Jeon Jungkook, hari ini aku sangat bahagia sekali ... akhirnya impianku untuk menikah denganmu terwujud!" ujar Anna, yang kini berada di kamar pribadi Jungkook. Kamar yang biasanya ditiduri olehnya dan juga Hyeri.
"Owh, ada baju perempuan ... apakah ini milik pelacur itu?" ujar Anna, yang membuat tatapan sinis Jungkook mengarah padanya.
"Jangan menyebutnya pelacur!" tegas Jungkook, menatap Anna penuh kebencian.
"Kamu sendiri yang sudah menjulukinya pelacur. Dia memang pantas mendapat sebutan itu, setelah menghianatimu ...!" ujar Anna, yang mencoba memeluk Jungkook dari belakang. Namun, segera ditepis pemuda tampan itu dan langsung menatapnya penuh amarah.
"Jangan sentuh aku."
"Jangan sentuh? aku ini istrimu, bagaimana bisa kamu melarangku menyentuhmu?" kesal Anna yang merasa terabaikan oleh Jeon Jungkook.
"Kamu hanya istri di statusku saja, tapi tidak akan pernah jadi wanita yang kucintai!" seru Jungkook, dengan tatapan sinis membuat Anna sakit hati.
"Apa maksudmu? jadi kamu menikahiku hanya untuk pelarian?"
"Iya,"
"Jangan bilang kamu masih menyukai perempuan tidak tahu diri itu, Jeon Jungkook sadarlah ... kamu hanya dibodohi!" ujar Anna, yang tetap diabaikan oleh Jungkook.
"Aku gak tahu, apa yang sudah diberikan wanita sialan itu padamu, sampai kamu jadi sebodoh ini!" ujar Anna, yang membuat Jungkook menatapnya dengan sinis. Dengan tatapan mengerikan itu membuat Anna terdiam dan tak berani membalas tatapan kemarahan Jeon Jungkook.
"Jangan pernah bermimpi, bisa menggantikan Hyeri dihatiku ...!" ujar Jungkook yang memegangi erat pundak Anna dengan tatapan marah.
"Aku juga bisa memuaskanmu ... aku bisa menjadi lebih baik dari pelacur itu. Biarkan aku membuktikannya malam ini, Jeon Jungkook!" ujar Anna, yang kemudian mengecup bibir tipis Jungkook. Pemuda itu langsung menghalau dan melepaskan tautan itu.
"Tidak ada wanita yang bisa memuaskanku selain dia. Kamu jangan coba main-main denganku, atau kamu akan sangat menderita karna melayaniku!" ujar Jungkook, dengan tatapan marah. Pemuda itu kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.
"Tidak masalah, jika aku harus melayani nafsumu yang menggila. Asalkan aku bisa menghapuskan nama Hyeri dari otakmu!" ujar Anna, yang tidak digubris oleh Jungkook. Pemuda itu pergi menuju lantai bawah untuk tidur di ruang tamu seorang diri.
Ini adalah malam pertama pasangan ini, akan tetapi menjadi moment menyedihkan untuk Anna karna diabaikan oleh Jeon Jungkook. Melihat masih banyak barang-barang peninggalan Hyeri di kamar itu, membuat Anna muak dan marah. Dia mengambil beberapa baju dan kosmetik milik Hyeri dulu dan membuangnya ke tong sampah.
Janji pernikahan bahagia, hanyalah mimpi yang tidak bisa diraih oleh Anna saat ini. Status mereka suami istri, akan tetapi tidak ada namanya keharmonisan, dan kebahagiaan di dalamnya. Sungguh pernikahan yang menyakitkan dan tentu tidak ingin di alami oleh kebanyakan orang pada umumnya.
__ADS_1
.
___________****____________
.
1 minggu setelah di rawat di rumah sakit. Hyeri dibawa Jimin ke rumanya yang besar dan mewah. Jimin tinggal seorang diri sebagai pemilik rumah megah nan mewah itu. Menurut kabar yang di dengar, Jimin masih memiliki Ibu yang tengah sakit bertahun-tahun karna mengalami stroke. Akan tetapi Jimin tidak memperbolehkan siapun menjenguk Ibunya yang lumpuh dan koma sangat lama.
Hyeri, telah di persunting oleh Jimin. Ini benar-benar mimpi buruk untuk Hyeri. Dia dibawa ke rumah besar itu, tanpa Ibunya. Sebab ibu Hyeri tidak diperbolehkan Jimin tinggal bersama dengan Hyeri. Hanya boleh menjenguk 3 kali dalam seminggu.
Peraturan ketat itu, semakin menambah beban penderitaan untuk Hyeri yang malang ini. Keadaan Hyeri sudah membaik, akan tetapi tidak dengan hatinya yang masih terluka. Menikah dengan Jimin, bukanlah kemauannya. Akan tetapi ancaman dari Jimin, membuatnya tidak berdaya, dan terpaksa untuk menyetujuinya.
"Taraaa ... ini adalah istana kita berdua!" ujar Jimin, yang membukakan pintu kamar yang megah dan mewah milik Jimin. Kamar yang memiliki desain modern ini, telah menjadi kamar Hyeri juga.
Indahnya pemandangan kamar itu, tidak membuat Hyeri baik-baik saja. Wanita itu hanya menangis dalam diam, dengan wajah yang murung. Meskipun kali ini dia tampak sangat cantik, dengan gaun pengantin dan riasan wajah yang menambah keanggunan.
.
_________****__________
.
"Sakit ... Jim!" rintih Hyeri, yang merasakan siksaan dari Jimin.
"Lain kali, kamu jangan mengabaikanku. Karna aku bisa saja menyakitimu ...!" ujar Jimin, tersenyum dan mencoba melepaskan ikat rambut Hyeri untuk membiarkan rambut panjangnya terurai.
"Apa sebenarnya maumu? Apa tujuanmu menghancurkan hidupku begini? Kenapa kamu setega ini, Jim?" tanya Hyeri, yang berderai air mata membasahi pipinya.
"Mauku, kamu menikah denganku, tujuanku ... agar aku bisa memiliki apa yang sangat berarti dari Jungkook. Kamu tanya kenapa aku sangat tega padamu? Jawabannya adalah karna kamu gak mau nurut sama aku!" ujar Jimin yang kemudian mencoba mengecup leher Hyeri. Segera Hyeri menepisnya dan menjauhkan diri dari Jimin.
"Kamu tahu, aku tidak suka penolakan."
"Tapi kamu gak bisa melakukan seenaknya sama aku. Aku gak mau ...!" tegas Hyeri yang menangis tersedu-sedu.
Plaaaak....
Seketika Jimin menampar pipi halus Hyeri, hingga terjatuh dan kepalanya terjelembab ke lantai hingga berdarah.
__ADS_1
"Apa kamu mau aku membunuh, anak Jungkook? aku akan mengasarimu sampai anak dalam perutmu ini mati!" tegas Jimin dengan tatapan penuh kesadisan.
"Aku tidak akan membiarkanmu membunuhnya."
"Ohya? Apa kamu barusan menantang seorang Park Jimin?" ujar Jimin, yang melepaskan dasi dan kemeja yang dipakainya. Pria mendekati Hyeri perlahan.
"Tidak, jangan Jim ... sudah cukup kamu melakukan kekerasan seksual sama aku, jangan lakukan lagi. Itu benar-benar menyakitkan ... aku bisa keguguran!" ujar Hyeri, yang memohon bersimpuh di kaki Jimin meminta pria itu memberikan belas kasihan padanya.
"Itulah yang kuharapkan. Aku mau kamu keguguran, aku hanya ingin kamu mengandung anakku!" ujar Jimin, yang keras kepala. Pria itu menarik rambuh Hyeru dengan paksa lalu menciumi Hyeri secara paksa.
Hyeri hanya menagis karna lemah tak berdaya tidak bisa melakukan perlawanan dengan kondisinya yang lemah karna hamil.
"Ayo Hyeri ... kita nikmati malam pertama kita, aku sudah tidak tahan untuk menikmati tubuhmu lagi!" ujar Jimin yang menggendong paksa tubuh Hyeri dan merebahkannya di atas kasur.
"Aku mohon, Jim. Jangan lakukan ini ... aku gak mau sampai keguguran. Tolong kasihani aku." Tangisnya pecah sejadi-jadinya. Hal itu membuat Jimin muak, dan marah.
Plaaaak...
Plooook...
Plaaaak...
Tamparan keras, pukulan bertubi-tubi dan tendangan mengenai perut Hyeri. Hal itu membuat wanita itu sangat menderita. Mulutnya berdarah, pipinya lebam, dan perutnya sakit tak tertahankan.
"Dengar, Hyeri. Jika kamu menolak berhubungan intim denganku, maka aku akan menyiksamu jauh lebih parag dari ini. Jangan pernah membuatku marah!" tegas Jimin, yang melepas baju Hyeri secara paksa lalu melemparnya kesembarang tempat.
Meskipun bibir Hyeri luka dan berdarah tak lantas membuat Jimin iba. Pria itu menciumi Hyeri secara berutal, meskipun rasanya sangat perih karna darah itu semakin lancar keluar dan disesapi oleh Jimin. Sungguh penderitaan yang terus menerus diciptakan Jimin untuknya.
"Jika kemarin hanya 5 jam. Bagaimana jika malam ini kita lakukan semalaman. Aku gak yakin anak Jungkook akan bertahan di dalam rahimmu ... dia pasti akan segera mati karna penyiksaan dariku." ajak Jimin, yang tentu saja tidak masuk akal untuk Hyeri.
"Jangan aku mohon. Kamu boleh lakukan setiap hari ... tapi sekali saja, jangan siksa aku Jim, kasihanilah aku!" ujar Hyeri, yang memelas pada Jimin.
"Kalau kamu tidak hamil anak Jungkook. Mungkin aku tidak akan sekasar ini padamu, aku hanya ingin membunuh janin itu dan menggantikan dengan anakku."
"Jangan, aku mohon ...!" pinta Hyeri, yang sudah lemah tak berdaya. Air mata tak membuat pria itu iba dan melepaskan cengkramannya dari Hyeri. Sungguh penderitaan ini sangat menyakitkan untuknya.
Bersambung
__ADS_1
sebenarnya stories ini sudah dinovelkan. tapi, terkhusus untuk readers di mangatoon, jadi ku ulang di sini.
selanjutnya, cerita fanfiction ini akan sangat menguras air mata. tapi, ini semua hanya cerita fiktif, maaf kan saya jika banyak kekurangan.