Bad Boy [Jjk]

Bad Boy [Jjk]
part 9


__ADS_3

◻️◻️◻️Vote Please◻️◻️◻️


Malam yang semakin larut dan terasa dingin. Namun, rasa hangat dirasakan oleh Jungkook dan Hyeri saat ini. Keduanya tengah saling memandang, di atas satu kasur bersama, dan saling berdekatan. Keduanya masih belum terlelap, lantaran masih merasa canggung akan keadaan ini. Sementara Hyeri, berusaha mengalihkan pandangannya dari Jungkook, karna terlalu gugup akan situasi ini.


Keduanya terbaring di atas ranjang, tanpa mengenakan sehelai benangpun. Pasca aktifitas seksual mereka, Hyeri masih jarang bersuara dan membuat keadaan semakin canggung.


Jungkook menatap Hyeri sangat dalam, dan perlahan meraih dagunya dan mencium bibirnya. Rasanya, ciuman itu sangat menyenangkan karna Jungkook sangat menikmatinya. Mereka berulang kali berciuman, dan berulang kali berhubungan badan, ini adalah titik canggung kedua insan ini.


"Aku mau tidur" tegas Hyeri, yang kemudian membelakang Jungkook. Karna merasa keadaan ini terlalu aneh dan canggung.


Tak lama Jungkook meraih pinggang ramping Hyeri, dan memeluknya dari belakang. Jungkook kemudian mengendus leher belakang Hyeri, dan menciumnya. Desiran napas itu, membuat Hyeri hanyut di dalamnya.


___________****__________


Jungkook menopangkan kakinya diatas kaki gadisnya, dan memeluknya sangat erat. Tangannya juga meraba payudara indah milik Hyeri sambil menciumi punggungnya.


"Kenapa kamu gak jawab pertanyaanku?" tanya Jungkook kepada Hyeri, seketika gadis itu merasa aneh dengan suasana ini.


"Memangnya aku harus jawab apa?"  Tanya Hyeri yang terlihat gugup.


"Ayo kita pacaran" ujar Jungkook seketika.


"Kamu mau pacaran sama assistant?" tanya Hyeri, seketika. Sebenarnya Hyeri belum bisa memahami perasaannya.


"Iya Aku jatuh cinta pada assistant ku sendiri!" seru Jungkook menegaskan. Yang kemudian membalikkan tubuh Hyeri dan menatapnya sangat dalam.


"Aku gak mau pacaran sama pria brengsek seperti kamu?" seru Hyeri, yang mengalihkan pandangannya.


"Aku sudah gak brengsek seperti yang kamu kira, aku sekarang cuma berhubungan badan sama kamu. Jadi, ayo kita pacaran." pernyataan yang sulit dipahami Hyeri. Gadis itu masih tidak tahu apa yang harus dia jawab.


"Aaah, sudahlah ... Aku mau tidur!" gerutu Hyeri, yang kemudian dipeluk sangat erat oleh Jungkook. Wajah Hyeri menempel di dada Jungkook yang bidang, aroma tubuhnya terasa sangat kuat tercium.

__ADS_1


"Aku akan menunggu, jawaban itu!" pungkas Jungkook sambil membelai rambut Hyeri dengan lembut. Sedangkan gadis itu masih merasa gugup, pipinya memerah, dan canggung akan suasana ini.


__________****__________


Malam terus berlalu, keduannya tertidur hingga pagi hari menjelang. Kedua insan ini, masih terus berpelukan sangat erat tanpa dibatasi sehelai benangpun. Cahaya matahati menembus jendela, dan menyengat kulit. Hyeri perlahan membuka matanya, karna terasa silau akan hari yang sudah mulai menjelang siang.


Gadis itu menatap Jungkook yang masih terlelap, dan mencoba melepaskan pelukannya. Tangan berotot itu, tampak memeluk sangat erat dan sulit untuk melepaskan diri.


"Jeon Jungkook, lepas ... aku mau bangun sekarang!" pinta Hyeri, yang membangun Jungkook seketika. Pria itu membuka perlahan kedua matanya, dan menatap Hyeri yang terlihat sangat cantik setelah bangun tidur.


"Nanti saja, aku masih mau memelukmu!" seru Jungkook, yang memeluk Hyeri lebih erat.


"Aku gak bisa napas ...." kesal Hyeri, yang mendorong tubuh kekar Jeon Jungkook.


"Kalau begitu, aku akan kasih kamu napas!" seru Jungkook, yang kemudian meraih pipi Hyeri dan mencium bibirnya. Mereka berciuman sangat baik, Jungkook kini sudah perlahan lembut memperlakukan Hyeri dengan sangat baik.


_________****_________


Tak lama, Jungkook juga selesai mandi. Dia memperhatikan cara berpakaian Hyeri yang tidak disukainya. Gaya pakaian Hyeri terlalu formal, dan terlihat biasa saja.


"Aku gak suka kamu pakai baju begitu ... ini terlihat seperti, bukan dirimu!" seru Jungkook yang mengomentari gaya berpakaian Hyeri.


"Inilah gaya assistant yang sesungguhnya, memangnya aku harue pakai baju seperti apa?" tanya Hyeri, yang sedikit kesal dengan komentar Jungkook padanya.


"Kamu pakai dress saja, jika sewaktu-waktu aku mau mengajakmu bercinta ... akan jauh lebih mudah!" seru Jungkook, yang mengundang tarapan kesal dari Hyeri.


"Dasar mesum ...." Tanpa memperdulikan komentarnya, Hyeri tetap memakai bajunya dan sibuk merias diri dengan memakai sedikit bedak dan lipblam untuk mempercantik diri.


"Apa-apaan ini? Kenapa kamu pakai semua ini? Aku gak suka ...!" kesal Jungkook, yang meraih semua makeup milik Hyeri dan membuangnya ke tong sampah. Hyeri kemudian mengambil napas berat, dan menatap sinis kearah Jungkook.


"Kamu siapa? Kenapa mengatur hidupku? Ini semua hak dan privasiku, kamu gak berhak melarangku!" kesal Hyeri, yang mencoba mengambil makeupnya kembali.

__ADS_1


"Kamu gak boleh dandan buat pria lain, aku gak suka. Aku hanya mau kamu berdandan untukku, dan aku akan membelikan makeup lengkap yang jauh lebih mahal dari itu!" kesal Jungkook, yang mulai terlihat sangat egois.


__________****__________


Memang kebebasan Hyeri, kini sudah dibatasi Jungkook. Apapun harus meminta persetujuan darinya, sikap overprotective dari Jungkook membuat Hyeri tidak nyaman. Tetapi seorang 'bad boy' seperti Jungkook, tidak bisa dilawan. Karna keras kepala, dan aksi nekadnya tidak akan bisa dirubah.


Tak lama, Hyeri mendahului turun untuk bersiap-siap memulai aktifitas mereka berdua. Dengan sangat terkejud, Hyeri mendapati nyonya Jeon sudah menyambangi rumah itu. Dengan wajah terkejud, dan bingung. Ibu Jungkook mendekati Hyeri, dan menatapnya dengan tatapan mengintrogasi.


"Kenapa kamu keluar dari lantai atas sepagi ini? Dilantai atas hanya ada kamar Jungkook dan kolam renang. Apa kamu tidur bersama dengan putraku?" tanya nyonya Jeon, yang tampak curiga. Hyeri tampak gugup dan bingung menjawab pertanyaan itu.


"Aku memintanya untuk membersihkan kamarku saja kok ...." tegas Jungkook yang tiba-tiba datang, sambil melirik Hyeri. Suasana sedikit canggung, sebab Hyeri merasa tidak enak hati saat ini.


"Syukurlah, aku kira kalian tidur bersama." Pernyataan itu, membuat kringat dingin seorang Lee Hyeri.


"Memangnya kenapa kalau kami tidur bersama?" tanya Jungkook dengan santainya, sambil berjalan mendekati keduanya.


"Apa kamu sudah gila, Jeon Jungkook? Kalian bisa membuat malu keluarga, dan Hyeri sudah kuanggap sebagai putriku sendiri ... Karna ibunya sudah kuanggap keluargaku sendiri, untung saja itu tidak sampai terjadi. Awas saja kalau kau sampai melakukannya, Jeon Jungkook!" seru nyonya Jeon mengancam.


'Deg'


Seketika jantung Hyeri melemah, saat mendengar ucapan nyonya Jeon tentang hal itu. Semua ini telah terjadi, bahkan Hyeri tidak bisa mengatakan yang sejujurnya pada nyonya Jeon tentang perlakuan putranya yang sudah kelewatan.


"Tidak usah mengaturku, Bu. Aku gak butuh izinmu, jika menyukai wanita!" tegas Jungkook, sambil melirik kearah Hyeri.


"Apa maksudnya ini? Kenapa tidak butuh izinku? Apa jangan-jangan, kalian berdua ...."


"Aaah, tidak nyonya ... mana mungkin. Benar yang dikatakan tuan muda, jika tadi aku hanya membersihkan kamarnya!" seru Hyeri yang berbohong, agar nyonya Jeon tidak berpikir yang macam-macam. Jungkook seketika menatap sinis kearah Hyeri, dan membuat keadaan semakin canggung.


"Baiklah, jangan sampai ... karna ini akan jadi masalah besar!" seru nyonya Jeon, yang membuat Hyeri terlihat sedikit kecewa.


Bahkan tidur bersamapun dilarang, apalagi sampai nyonya Jeon tahu jika keduanya sudah berhubungan badan. Disinilah hubungan rumit ini dimulai, ketika Hyeri dan Jungkook sudah saling menyukai, dan harus bersembunyi.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2