![Bad Boy [Jjk]](https://asset.asean.biz.id/bad-boy--jjk-.webp)
◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️
Apa yang kamu rasakan apabila berada di posisi Hyeri? Apa yang akan kamu lakukan jika kamu mendapat perlakuan tidak adil sepertinya? Akan tetapi dia begitu kuat dan tegar. Sebenarnya Hyeri ingin sekali mengakhiri hidupnya hari ini juga. Hari dimana pria yang mengahancurkan hidupnya, sekaligus pria yang sangat dicintainya, menikah dengan wanita lain.
Naas, Hyeri harus bertahan hidup dengan segala keterpaksaan dan juga beban hidup yang amat berat. Lantaran kini dia bukan hidup untuk dirinya saja, melainkan dia hidup untuk nyawa yang terkandung di dalam rahimnya. Jeon kecil, yang tidak berdosa, tidak berhak merasakan penderitaan dan juga hukuman dari ayah ibunya.
"Ini benar-benar menakjubkan, jika biasanya orang yang mengalami pelecehan seksual terlalu berlebihan akan langsung pendarahan dan keguguran. Tapi kali ini, aku melihat kuasa Tuhan yang benar-benar nyata!" ujar seorang dokter, yang menangani kondisi mental seorang Lee Hyeri.
"Hidupku tidak berguna, dokter. Hidupku sudah hancur ...!" ujar Hyeri, yang menangis dalam diam. Air matanya jatuh deras di pipi lembutnya. Wanita ini, tengah mengalami guncangan hebat dalam batinnya. Kini seorang dokter psikolog, tengah memberi semangat untuk Hyeri agar bisa bertahan demi calon buah hatinya yang sudah berusia 8 minggu.
.
____________****____________
.
Pernikahan di hari yang sama juga tengah berlangsung. Jeon Jungkook dan Anna menggelar pernikahan meriah dan mewah, di iringi sorak gembira semua tamu undangan. Pernikahan besar, dari kedua perusahaan yang sangat berpengaruh di Korea. Sebagai putra tunggal dan juga pewaris harta kekayaan keluarga Jeon, pernikahan ini mewakili kejayaan keluarga konglomerat itu.
Sayangnya, kebahagiaan itu berada di atas penderitaan seorang Lee Hyeri. Pernikahan bak seorang pangeran dan putri kerajaan itu tampak hampa dan menyedihkan bagi Jeon Jungkook. Pemuda itu, masih berada dalam keterpurukan karna masih dalam keadaan percaya dengan fitnah keji itu.
Sebenarnya hatinya hancur, saat mempelai wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu bukanlah Lee Hyeri. Namun, amarah dan prasangka buruk itu menutupi mata hatinya saat ini. Hingga Jungkook tidak bisa mempercayai ucapan tulus dan jujur dari Hyeri, yang bahkan telah memberitahukan bahwa dia tengah mengandung.
"Selamat ya ...." beberapa tamu undangan berjabat tangan kepada kedua mempelai. Raut wajah bahagia, senyum yang selalu menghiasi wajah Anna. Melainkan diam tanpa ekspresi, terpancar dari wajah Jeon Jungkook.
"Jungkook, apa kamu mau memberi pandangan buruk pada tamu yang datang? tersenyumlah ... kenapa kamu diam saja?" Tampak Anna sedikit kesal, karna sikap Jungkook yang bisa membuatnya malu. Namun, sikap keras kepala dan acuh dari Jungkook tampaknya harus dibiasakan oleh Anna.
__ADS_1
.
__

__________****_____________
.
Keadaan di rumah sakit. Hyeri duduk di atas ranjang rumah sakit dan terdiam. Makanan yang tersedia dari pihak rumah sakit, belum dimakan oleh Hyeri. Rasa nafsu makannya hilang, dan tidak bisa menelan makanan dengan baik. Perlahan, Hyeri sudah bisa menerima kemalangan hidupnya yang dicampakan oleh Jungkook. Lalu kini dia sadar, bahwa dia harus bertahan hidup demi Jeon kecil di dalam perutnya.
"Kenapa belum di makan buburnya? makanlah, nak!" seru ibu Hyeri, yang datang membawa beberapa buah dan susu untuk kehamilan. Ibu Hyeri memang sering datang untuk memantau keadaan putrinya yang malang.
"Kenapa Ibu datang? bukannya haru ini Jeon Jungkook menikah?" tanya Hyeri, dengan suara pelan menahan sesak di dadanya jika menyebut nama pria yang telah meninggalkannya.
"Tapi, Bu ... kenapa? bukannya dulu Ibu bilang mau mengabdi untuk keluarga Jeon?" tanya Hyeri, yang merasa sedih melihat ibunya dalam keadaan menyedihkan saat ini.
"Tidak, nak. Sudah cukup mereka semua pengorbanan kita. Kita ini manusia, yang punya harga diri dan perlu dihargai oleh manusia lainnya ... biarlah Ibu dan Ayahmu rendah, tapi Ibu tidak bisa rela kalau putriku juga direndahkan. Nasibmu sungguh malang, nak ... hamil tanpa suami, karna mereka terlalu egois dan tidak punya hati." Kemarahan seorang Ibu, melihat putrinya dihina, diinjak-injak harga dirinya dan itu tidak bisa diterima olehnya.
"Ibu, maafkan putrimu yang nakal ini. Harusnya aku menolak, ketika Jeon Jungkook membawaku pergi ... aku dibutakan oleh cinta, dan kini cintapun tidak bisa membuatku bahagia. Aku malah melukai perasaan Ayah dan Ibu yang sudah cape-cape membesarkanku. Maafkan aku yang sudah membuat kalian terhina ...." Tangis kedua wanita ini pecah, pelukan erat di berikan ibu Hyeri kepada putrinya yang tengah terguncang batinnya.
"Kamu tidak salah, nak. Karna cinta tidak bisa ditebak kapan akan datang, dan dengan siapa kita akan jatuh cinta. Kamu harus tetap menjalani hidup, demi anakmu ... Ibumu ini akan menjagamu dan cucuku dengan baik!" ujar ibu Hyeri, memberi semangat kepada putrinya.
.
__ADS_1
____________****_______________
.
Tak lama, setelah moment menyedihkan antara Ibu dan anak itu berlalu. Hyeri disuapi makan oleh sang Ibu, dengan sangat telaten. Bagaimanapun juga, Hyeri harus tetap makan untuk memberi asupan gizi terhadap janin yang di kandungnya saat ini.
Di waktu yang bersamaan. Seseorang datang, dan membuat keadaan semakin genting. Raut wajah Hyeri mendadak berubah sangat marah dan acuh. Tampak dia sangat jijik untuk hanya menatap wajah pria yang menyebabkan penderitaannya ini terjadi.
"Apa kamu sudah baikan?" tanya Park Jimin, dengan senyumannya mendekati Hyeri.
"Hyeri sedang istirahat. Mohon jangan diganggu dulu, kasihan dia ... mentalnya sangat terganggu!" tegas ibu Hyeri, mencoba membuat Jimin agar pergi dari ruangan itu.
"Ibu mertua, tolong jaga calon istriku dengan baik. Karna seminggu lagi kita akan menikah ...!" tegas Jimin, yang mengundang tatapan sinis dari seorang Lee Hyeri.
"Aku tidak mau menikah denganmu ... pergi dan jangan ganggu hidupku lagi!" tegas Hyeri, dengan tatapan penuh kebencian sembari menitikan air matanya.
"Aku hanya ingin bertanggung jawab atas anak yang ada dalam kandunganmu. Aku akan menjadi ayahnya ... lagipula, kamu tidak akan bisa keluar dari rumah sakit ini tanpa aku. Biayanya sangat mahal!" tegas Jimin, tersenyum simpul lalu berjalan mendekati Hyeri.
Meskipun wajahnya masih lebam karna perkelahian dengan Jungkook waktu itu. Jimin masih menunjukan sikap dominan dengan terus memberi ancaman untuk Hyeri dan keluarganya.
"Tuan, biarkan aku membawa putriku pulang ke kampung kami. Saya akan merawatnya dengan baik dan mohon tolong jangan menambah beban di hatinya saat ini!" ujar ibu Hyeri memohon belas kasihan dari Park Jimin.
"Apakah Ibu mertua tahu, kalau aku bisa melakukan apapun yang aku mau? termasuk membuat hidup kalian menderita? jadi cukup berikan restumu untuk aku bisa menikahi putrimu yang cantik ini. Dia harus melahirkan banyak keturunan dariku, karna aku menyukai Hyeri." Kata-kata Jimin, sungguh membuat orang miskin dengan kasta rendah seperti Hyeri dan Ibunya tidak berdaya.
Park Jimin, adalah orang licik dan berbahaya untuk di tentang. Dia bisa melakukan apapun yang diinginkannya, termasuk menikahi Hyeri saat ini.
__ADS_1
Bersambung....