Bad Boy [Jjk]

Bad Boy [Jjk]
part 25


__ADS_3

◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️


Malam sudah menunjukan pukul 02:00 WKS. Jungkook masih betah berendam di dalam kolam renang sendirian. Pikirannya melayang-layang membayangkan masa lalu saat bersama Hyeri, masa lalu saat mereka tinggal bersama. Hatinya semakin hancur saat menyadari, kesalahan terbesarnya yang tidak mempercayai Hyeri. Terlebih kepergian Hyeri, yang tengah mengandung anaknya. Senakal-nakalnya Jeon Jungkook, dia tetap bisa dikendalikan hanya karna Hyeri yang telah mengubah kebiasaan buruk dan sikap tempramentalnya.


Kini, Hyeri telah pergi jauh. Rasa rindu semakin menyelimutinya, bercampur rasa bersalah yang tidak berujung. Matanya terpejam, membiarkan memory-memory indah yang terekam diotaknya mengobati rasa rindunya pada Hyeri.


Disela-sela  malam yang sunyi. Sebuah teriakan memaksa Jungkook membuka matanya. Pria itu terkejud dan kaget dengan teriakan yang cukup lantang dilanjutkan dengan tangisan dari beberapa assistant rumah tangga di rumah Jungkook.


Tanpa berpikir panjang, Jungkook segera berdiri dan mengambil handuk untuk mengeringkan tubuhnya. Jungkook segera berjalan, ke dalam rumah yang sepertinya sedang terjadi sesuatu.


.


______________****_____________


.


Setibanya di dalam rumah. Jungkook yang tidak tahu menahu itu melihat semua assistant rumah tanggnya berkumpul di ruangan dapur. Mereka menangis tersedu-sedu tampak mengerumuni sesuatu di dapur.


"Ada apa ini? malam-malam begini kenapa teriak?" tanya Jungkook sembari menyela untuk melihat apa yang sedang mereka kerumuni.


Mata Jungkook langsung tertuju pada seorang perempuan yang tergeletak di lantai dengan mulut yang berbusa. Terdapat sebuah surat di tangannya, yang menandakan bahwa dia memang berniat untuk pergi.


Suara tangis dari seluruh assistant rumah tangga Jungkook, mengiringi pria itu yang mengangkat tubuh Anna dengan sangat hati-hati. Jungkook meletakkan kepala Anna di pangkuannya, tanpa sadar air matanya berlinang jatuh membasahi pipi Anna yang berada di bawahnya.


"Bangunlah ... Anna!"


"Kenapa kamu melakukan ini?" tangis mederu-deru menyertai setiap ucapan Jungkook. Semua assistant rumah tangga itu tidak menyangka, jika Anna akan mengakhiri hidupnya dengan meminum racun serangga malam ini. Tubuhnya sudah terbujur kaku, dan sudah tidak bernyawa.


"Maafkan aku, Anna ... maaf!" Jungkook hanya bisa menangis sambil memeluk jasad Anna yang sudah tidak bernyawa itu. Saat Anna meregang nyawa, tidak ada yang mengetahuinya, hingga nyawanya tak tertolong. Sebuah surat dituliskan Anna, yang menandakan jika bunuh diri ini memang keinginannya sendiri.


.


_____________****____________


.


'Isi surat'

__ADS_1


"Untuk Jeon Jungkook. Pria yang sangat kucintai, pria yang sangat kuharapkan bisa memelukku dan menciumku penuh cinta. Pertama-tama aku ingin mengucapkan terima kasih. Karena kamu sudah mau menikahiku, walau kamu tidak mencintaiku. Jungkook, impianku untuk menikah denganmu telah terwujud, tapi aku lupa jika kamu akan tahu kekuranganku yang tidak bisa memberimu keturunan. Aku takut, takut semua orang tahu jika aku tidak bisa hamil, dan rahimku harus diangkat. Mengingat ibumu selalu bilang, agar aku melakukan program hamil, sedangkan aku tidak bisa hamil. Ketahuilah Jeon Jungkook, walau kamu memberiku hak sebagai istri aku tetap tidak bisa hamil, karna dokter bilang aku mandul. Tidak ada lagi gunanya aku hidup, aku hanya menjadi benalu, yang membuat hidupmu menderita. Aku tahu bahwa kamu hanya mencintai Hyeri, dan Hyeri tengah hamil anakmu. Kejarlah dia, aku merestuinya. Bahagiakan dia, dan jangan sakiti dia, hiduplah bahagia dengannya. Tolong sampaikan maafku padanya, karna aku sudah merebut pria yang dicintainya, aku pergi Jungkook ... berjanjilah padaku untuk mengembalikan hak Hyeri dan selamatkan dia dari Park Jimin."


Pesan wasiat dari Anna. Yang mengiringi status duda untuk Jungkook, yang telah ditinggal istrinya untuk selama-lamanya.


"Tidaaaaak, Anna!" tangis semua orang pecah, melihat jasad Anna sudah berada di peti mati. Karangan bunga, penuh menghiasai rumah duka. Satu persatu orang datang untuk mengiringi pemakaman Anna untuk terakhir kalinya.


Akhirnya ...


Good bye Anna yang malang ...


Dia telah berada di surga.


"Kenapa dia pergi secepat ini? kalaupun dia tidak bisa hamil, harusnya jangan bunuh diri ...!" ujar ibu Jungkook menangis setelah jasad Anna telah di makamkan.


Semua orang berduka, keluarga konglomerat ini di buat terheran-heran atas berita duka ini, mengingat usia pernikahan Jungkook dan Anna belum genap 1 bulan.


.


_____________****____________


.


Sesampainya di rumah Jimin langsung di sambut oleh assistant rumah tangganya, yang langsung menunduk hormat padanya. Jimin menyebar tatapan sinis kearah assistant nya yang terlihat ketakutan. Seorang Park Jimin, tampaknya sangat paham gerak gerik assistant nya yang menyembunyikan sesuatu.


"Katakan, aku akan dengar dengan kepala dingin ...." Jimin duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya. Membuka dasi, dan melemparnya ke atas meja.


"Nona Hyeri, dia kabur!"


"Haaah, sudah kuduga kamu pasti akan membawanya pergi!" ujar Jimin, yang langsung tahu kebohongan assistant nya. Mendengar ucapan Jimin yang menatapnya penuh kesadisan, membuat bibi Jung tidak berani menatap mata Jimin.


"Katakan, dimana kamu sembunyikan istriku?" ucap Jimin yang bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan mengelilingi assistant rumah tangganya.


"Maaf tuan aku gak tahu."


"Apa kamu tahu, kenapa aku menikahi Hyeri? karna aku mencintainya ... aku terobsesi padanya, aku ingin dia melahirkan keturunanku. Tapi kamu sudah menghancurkan mimpiku ...!" ucap Jimin, yang membelai pipi bibi Jung.


Plaaaaak...

__ADS_1


Sebuah tamparan keras, membuat bibi Jung jatuh dan kepalanya mengenai tepian meja hingga berdarah.


"Dimana Hyeri? kalau kamu masih membisu ... maka aku akan membunuhmu!" tegas Jimin, yang membuat bibi Jung menarik napas panjang. Dengan segera bibi Jung menoleh kearah Park Jimin dan perlahan bangkit.


"Siapa yang bisa percaya, jika orang sekeji dan tidak punya hati sepertimu bisa mencintai nona Hyeri? sudah cukup anda memberikan penderitaan untuk wanita yang anda hamili dan memintanya untuk aborsi. Jangan Hyeri, dia sedang hamil mohon jangan di ganggu."


"Dia hanya boleh hamil anakku. Aku akan menyingkirkan siapapun yang mencoba menghalangi niatku, cepat katakan ... dimana kamu sembunyikan Hyeri?" tanya Jimin, yang masih membuat bibi Jung bungkam seribu bahasa.


Doooooor


Doooooor


Doooooor


Timah panas telah bersarang di kepala bibi Jung. Wanita paruh baya itu langsung ambruk tak bernyawa dengan darah segar yang mengalir dari kepalanya. Bibi Jung, bahkan pengasuhnya yang menggantikan sosok ibu untuk Jimin telah mati ditangannya sendiri.


"Kenapa kamu memaksaku untuk berbuat keji lagi, bibi Jung?" gerutu Jimin, yang meletakkan pistolnya di atas meja lalu merangkul bibi Jung yang telah meninggal di tempat akibat 3 tembakan tapat di kepalanya.


"Aku sudah membunuh banyak nyawa selama ini, bibi Jung. Kamu tahu itu, tapi kenapa kamu tidak mencegahku untuk membunuhmu? kenapa kamu malah terus memicu kegilaanku yang tidak terkontrol?" Jimin mengusap lembut rambut bibi Jung, yang bercampur darah segar yang terus mengalir.


"Andai saja kamu memberitahukan padaku dimana Hyeri, pasti aku tidak akan membunuh ibu keduaku dengan tanganku yang kotor ini ... aku sudah gila, aku gila karna Hyeri."


"Aku akan segera menemukanmu Hyeri ... aku akan mencarimu, di lubang semut sekalipun. Dan aku akan membunuh siapapun yang menghalangi niatku untuk mendapatkanmu, kamu hanya milikku!" tegas Jimin yang membelai pipi bibi Jung, dan tersenyum.


Jimin kemudian meraih HP-nya di atas meja, untuk menelpon seseorang. Dari nada bicaranya, lawan bicara Jimin, adalah seorang intelligent (detektif). Sedangkan tak lama, Jimin meminta bodyguard nya membawa jasad bibi Jung untuk di bawa dan di makamkan secara sembunyi-sembunyi. Kegilaan Jimin, semakin mendarah daging. Sedangkan Jungkook, juga bertekad untuk mencari Hyeri mulai sejak Anna meninggal.


Siapakah yang akan menemukan Hyeri lebih dulu?



Park Jimin



Jeon Jungkook


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2