Bad Boy [Jjk]

Bad Boy [Jjk]
part 17


__ADS_3

◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️


Kemalangan ini sudah terjadi menimpa Hyeri. Gadis ini sudah mengalami pelecehan seksual dari saudara pria yang dicintainya. Tidak ada yang bisa menolongnya, dia hanya bisa pasrah dengan apa yang sudah menimpanya saat ini. Camera itu terus merekam mereka saat ini, setiap adegan demi adegan terekam jelas sampai Jimin menggaulinya berulang-ulang. Hyeri bahkan sampai lemas karna hal itu.


Setelah beberapa jam puas dengan aksinnya camera itu di berberhentikan, alhasil Hyeri tahu jika sedari tadi aksi jahat jimin sudah terekam di sana.


"Kenapa? kenapa kamu lakukan ini?" ucap Hyeri, yang sudah lemas, mencoba untuk bangkit untuk menarik selimut guna menutupi tubuhnya yang tidak mengenakan sehelai benang pun.


"Ini menyenangkan, pantas saja Jungkook sampai cinta mati padamu. Ternyata, kau memang berbeda ... kamu punya daya tarik dari gadis-gadis di luar sana!" seru Jimin, sambil mendekati Hyeri kembali, lalu mengecup bibir Hyeri dan memasukkan 2 jarinya kedalam ** Hyeri.


"Eeeeemmmph,"


Tentu saja Hyeri terkejud, karna ** nya terasa keram akibat nyeri yang berlebihan di perutnya.


"Siaaal, kenapa kamu baik-baik saja? padahal aku sudah melakukan 5 jam penuh." Jimin seakan frustasi dengan niat jahatnya yang telah gagal saat ini. Akan tetapi ini menyakiti Hyeri, walau dia tidak mengalami pendarahan akan kekerasan seksual yang dilakukan Jimin padanya.


.


_______________****_____________


.


Setelah merasa gagal, tampaknya Jimin tidak mau berhenti sampai di situ saja, kamera segera dimatikan lalu diletakkan diatas meja. Pria itu segera mengenakan pakaian Hyeri layaknya ayah merawat, memakaikan kepada bayi perempuannya. Setelah semua pakaian terpakai dengan rapi, Jimin juga sempat-sempatnya menyisiri rambut Hyeri yang berantakan karna ulahnya.


"Sudah jangan menangis terus, aku jadi semakin napsu padamu!" ujar Jimin, dengan senyuman menggoda. Pria itu mengangkat tubuh Hyeri untuk duduk dipangkuannya, membelai helaian rambut panjang nan lurus milik Hyeri. Sesekali pria itu mengusap air mata dipipi wanita yang ada di hadapannya, lalu menciumi lehernya karna tergoda oleh wajah diam yang sexy dari Hyeri.


"Berhenti ... menjijikkan!" kesal Hyeri, mendorong dada Jimin yang tengah mencumbuinya. Dengan air mata deras di pipinya.


Plaaak


Hyeri menampar wajah tampan, seorang Park Jimin. Pria itu membalas dengan senyuman nakalnya, lalu mencium paksa bibir Hyeri.


"Aku gak mau,"


"Kamu gak mau? Benarkah? Tapi sayangnya semua sudah terjadi ...!" ujar Jimin, dengan senyum puas memandangi setiap sudut wajah Hyeri yang sangat cantik. Meskipun wanita yang ditatapnya, berderai air mata.

__ADS_1


"Apa sebenarnya maumu? Bagaimana kamu bisa tega menggauli wanita yang sedang hamil dengan kasar?"


"Aku masih belum kasar, tapi akan kupastikan untuk membunuh anak Jungkook di rahimmu ... karna itu membuatku muak!" ujar Jimin, yang menatap dengan penuh keyakinan. Pria itu segera mengajak Hyeri pergi dari ruangan itu, lalu meletakkan kamera itu diatas kasur beserta sebuah surat.


.


_____________****_____________


.


Mimpi buruk Hyeri ternyata menjadi kenyataan. Park Jimin menggaulinya, lalu kini dia membawanya pergi meninggalkan rumah itu.


"Aku gak mau, lepaskan ...." Hyeri tampak memberontak, tidak ingin pergi dari tempat itu tanpa Jungkook. Bahkan Jungkook tidak tahu menahu akan apa yang telah terjadi.


"Kalau kamu terus melawan, maka aku akan menyiksa ayah dan ibumu!" tegas Jimin, dengan mata yang menatap tajam. Seolah-olah ancamannya bukan bualan semata.


Akhirnya, Hyeri pergi dari pulau itu bersama Jimin. Mereka pergi menuju Seoul, tanpa sepengetahuan Jeon Jungkook. Perpisahan ini telah terjadi, dan Jungkook tidak tahu apapun selama kepergiannya ke Ibu kota untuk menukar uang dolar agar bisa membiyayai kehidupan kedepan bersama Hyeri.


Selang 20 menit dari keluarnya Hyeri dari pulau itu, Jungkook ternyata juga kembali dari Ibu Kota. Pria itu membawa buah mangga pesanan Hyeri, yang dimintanya saat Jungkook hendak pergi. Jungkook tidak tahu, apa maksud Hyeri memintanya membeli buah mangga.


Akan tetapi, hal buruk telah terjadi. Pemuda tampan itu membawa beberapa kantong kresek berisikan pakaian dan juga makanan yang pastinya sudah lama tidak dinikmati Hyeri selama tinggal di pulau terpencil tersebut. Namun, nasib naas telah dialami oleh wanitanya. Kehampaan di rumah ini semakin terasa, ketika dia akhirnya menyadari Hyeri tidak lagi berada di rumah.


"Hani, aku pulang ...!" panggil Hansung, yang mendapati pintu rumah tidak terkunci. Segera pemuda itu masuk dan melihat gelas teh di atas meja yang masih penuh. Akan tetapi, tidak ada tamu yang berkunjung.


.


___________****_____________


.


Jungkook segera memeriksa ke dalam kamar. Namun, dengan kagetnya pria tersebut malah melihat keadaan kamar yang sangat berantakan. Suasana ranjang, sangat berantakan dengan sprai yang kusut dan tak beraturan. Ini bukan pemandangan biasanya yang dilakukan oleh Hyeri, karna Hyeri adalah orang yang memperhatikan kebersihan dengan baik.


Pandangan Jungkook langsung tertuju pada sebuah camera di atas kasur. Kala itu, Jungkook masih berpikir positif tentang camera yang ditemuinya di atas kasur. Namun, betapa terkejudnya Jungkook, ketika melihat apa yang ada di dalamnya. Sebuah rekaman, yang tidak ingin dilihatnya. Rekaman Hyeri yang tengah digauli seorang pria yang sangat dikenali oleh Jungkook, dan ini  membuatnya murka.


"Brengsek ...." kesal Jungkook yang langsung melempar camera tersebut, hingga terpelanting mengenai tembok dan pecah. Tak lupa Jungkook membaca sebuah pesan, yang di tulis Jimin. Kemarahan itu, sudah membuatnya gelap mata.

__ADS_1


"PARK JIMIN ... KU BUNUH KAU!" amarah yang berapi-api sudah tak bisa dibendung. Dengan segera Jeon Jungkook pergi ke Seoul, untuk menyusul Hyeri dan juga Jimin.


Ini adalah titik kemarahan terbesar dari seorang Jeon Jungkook, dan lebih parahnya lagi Jungkook menduga ini adalah sebuah penghianatan. Meskipun Hyeri di sini posisinya adalah korban.


.


_____________****______________


.


Sementara di Seoul. Jimin membawa Hyeri ke rumah tuan Jeon, yang juga disambut oleh ayah dan ibu Hyeri. Dengan mata berkaca-kaca kerinduan seorang ibu di lepaskan dengan memeluk putrinya, yang sudah lama tidak dijumpai.


"Hyeri, anakku!" ucap ibu Hyeri, memeluk hangat dengan air mata jatuh deras dipipinya.


"Ibu ... miane!" ucap Hyeri pelan, dengan air mata kerinduan membalas pelukan sang Ibu. Pemandangan ini cukup mengharukan, akan tetapi tidak untuk tuan Jeon.


"Kamu sudah datang rupanya!" ujar tuan Jeon dengan tatapan sinis, berjalan setapak demi setapak mendekati Hyeri. Gadis itu hanya menunduk, dengan air mata membasahi pipinya.


"KAU ...." teriak tuan Jeon, hendak menampar pipi mulus Hyeri, akan tetapi tertahan oleh Jimin.


"Jangan lakukan itu, paman. Dia adalah mempelaiku ...!" tegas Jimin, dengan lirikan licik menatap Hyeri yang menangis dalam diam. Senyum singkat Jimin, bak seekor harimau yang tengah mengintai mangsanya.



Keadaan itu juga cukup runyam saat Anna dan ibu Jungkook ikut datang dan menghakimi Hyeri. Lengkaplah sudah penderitaannya, air mata itu tak henti-hentinya membasahi pipi.


"Tuan dan Nyonya, mohon maafkan putri kami. Ini adalah sebuah kekhilafan, kami akan mengantikan dosa besar dan kelancangan yang dilakukan oleh putriku!" ujar ibu Hyeri memelas, hal ini tentu membuat keadaan sulit terkendali.


"Lain kali, jangan biarkan putrimu jadi pelacur. Karna keluarga kami, tidak akan menjadikan pelacur sebagai menantu. Kalian harus berterima kasih dan bersyukur pada Park Jimin, karna dia sudah membawa pelacur ini pulang dan bersedia menikahinya!" ujar ibu Jungkook berbicara sangat kasar dan tentu saja menyakitkan.


"Di mana Jeon Jungkook!" tanya Anna, yang kemudian menarik kerah baju Hyeri. Akan tetapi, Hyeri sudah lemah tak berdaya karna perutnya masih terasa keram. Hyeri hanya menekan perutnya yang sakit sambil memegang lengan Jimin yang ada di sampingnya karna rasa sakit itu.


Jimin tahu, jika Hyeri menahan rasa sakit sedari tadi. Akan tetapi, dia membiarkan itu dan berharap Hyeri keguguran. Keadaan yang tidak tepat, untuk mengakui bahwa dirinya tengah mengandung keturunan keluarga Jeon. Akan tetapi, ini pengadilan terlalu menyakitkan untuk Hyeri yang diadili semua orang.


Hanya menunggu, sosok Jeon Jungkook datang dan membantunya menjelaskan semua ini kepada ayah dan ibunya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2