![Bad Boy [Jjk]](https://asset.asean.biz.id/bad-boy--jjk-.webp)
◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️
Sungguh malang nasib Hyeri saat ini. Dimana dia tidak di terima oleh keluarga Jeon, karna kenekatan Jeon Jungkook yang membawanya pergi. Cacian, hinaan, dan perlakuan kasar harus diterima gadis 22 tahun ini. Bahkan dengan keadaan tengah berbadan dua, tidak membuat Hyeri menjadi gadis yang beruntung.
Mengaku, adalah hal yang salah dalam keadaan seperti ini. Hyeri tidak bisa mengatakan dengan sejujurnya, tentang keadaan dirinya saat ini. Sebab Jeon Jungkook adalah orang yang bertanggung jawab, atas semua kesalahan yang ditempuh Hyeri selama ini. Penolakan ini benar-benar menyakitkan untuk Hyeri. Sebab dia sampai harus menyaksikan kedua orang tuanya, memohon dan bersujud untuk memaafkan kesalahan yang telah dilakukannya. Jalan yang ditempuhnya bersama Jeon Jungkook memang salah, akan tetapi karma yang didapatnya lebih menyakitkan.
Jeon Jungkook tengah menuju ke Seoul dengan amarah dihatinya. Betapa tidak, karna dia menyaksikan penghianatan yang dilakukan Hyeri atas rencana yang telah dirancang Park Jimin. Permainan licik Jimin, telah membawa hubungan Jungkook dan Hyeri dalam jurang yang siap menghancurkan Hyeri saat ini.
"Tuan muda telah datang ...." Seorang pelayan, memberitahukan kedatangan Jeon Jungkook yang baru tiba di halaman rumah mereka. Hal ini membuat Hyeri bisa bernapas lega, gadis itu tanpa sadar menyenderkan tubuh kearah Jimin lantaran menahan sakit pada perutnya. Mengetahui hal ini, Jimin lantas memeluk Hyeri untuk membuat keadaan semakin buruk.
.
_____________****____________
.
"PARK JIMIN ...." teriak Jungkook setibanya di ruang tamu, tempat semua orang berkumpul. Napasnya berat, tatapannya tajam, kerutan di dahinya menandakan emosi yang tengah meledak-ledak dari nya saat ini. Pemandangan ini semakin runyam, saat melihat wanita yang di cintainya dipeluk pria yang diduga adalah selingkuhannya.
"Akan kubunuh kau!" kesal Jungkook, yang mengepalkan kedua tangannya. Dengan segera pemuda tampan itu meraih kerah baju Jimin lalu memukuli secara brutal dihadapan semua orang.
Kemarahan Jungkook sudah berada diujung batas. Jiwa psikopatnya muncul, karna saat ini yang diinginkannya adalah membunuh saudaranya yakni Park Jimin. Semua orang panik, mencoba melerai amaran Jungkook akan tetapi gagal, karna kemarahannya bak si jago merah yang siap melahap apa saja.
"Jeon Jungkook berhenti ...." pinta Hyeri yang memaksakan untuk melerai. Namun, tubuhnya malah terpelanting dan rasa nyeri diperutnya semakin hebat sampai dia tidak bisa bangkit.
Sementara Jungkook terus memukuli Jimin secara brutal. Tampak darah segar mengalir dari bibir, hidung dan pelipisnya. Jungkook menghantam, memukul dan menginjak-injak tubuh Jimin yang tentu saja kalah dalam perkelahian melawan tubuh kekar seorang Jeon Jungkook. Aksi itu semakin runyam, semua orang melihat kemarahan yang mengerikan dari Jeon Jungkook. Pemuda itu telah gelap mata, dia menendang tubuh Jimin hingga terpelanting kesana kemari, lebih parahnya hingga jatuh kelemari yang penuh barang-barang kramik dan kaca. Tak jarang pecahan kaca itu melukai kulit Jimin dan tentu juga melukai tangan dan kaki Jungkook.
Park Jimin, bukan pria yang ceroboh. Dia bisa mengantisipasi kemarahan seorang Jeon Jungkook, dengan rencana liciknya. Tak lama beberapa bodyguard datang, dengan segera melerai pertengkaran dua saudara ini.
__ADS_1
.
__________****__________
.
Semua orang menagis dan histeris ketakutan melihat pemandangan ini. Ibu Jungkook tidak henti-hentinya menitikan air mata, melihat putranya yang seperti di rasuki iblis yang jahat. Setelah pertengakaran panjang itu, Jungkook yang sudah dilerai itu akhirnya menatap kearah Hyeri yang merintih kesakitan dilantai.
"Penghianat ...." seucap perkataan Jungkook, membuat air mata Hyeri lolos begitu saja dengan deras.
"Jeon Jungkook, kamu bicara apa?" ucapnya pelan, sambil menekan perutnya yang sakit.
"Sejak kapan kamu menghianatiku? aku kira kamu wanita baik-baik, tapi ternyata kamu tidak ada bedanya dari jalang diluar sana!" ujar Jungkook, yang bicara sangat menyakitkan untuk Hyeri. Pria itu dikuasai amarahnya, bicarapun tidak terkendali.
"Aku gak pernah berhianat. Kamulah yang menjadikanku jalang, kamu yang sudah menghancurkan hidupku!" ujar Hyeri, dengan suara lantang menangis sejadi-jadinya. Park Jimin sangat puas dengan kesalah pahaman yang terjadi. Pemuda yang berlumuran darah segar itu tersenyum, melihat rencananya telah berjalan sempurna.
"Lepas, biar aku bunuh kedua pasangan penghianat ini. Menjijikan ... jadi selama ini kamu gak mau hamil anakku, tapi mau hamil anak Jimin? Dasar pelacur ...!" ujar Jungkook, yang sangat marah dengan kecurigaan meracuni otaknya.
"Sudah kubilang, jika jodohmu adalah Anna. Jadi jangan berharap Hyeri akan setia padamu ... karna dia sudah mengandung anakku!" ujar Jimin.
"Enggak kamu bohong Park Jimin. Ini anak Jungkook, sejak kapan kita berhubungan? kamu yang hari ini memperkosaku ... bagaimana mungkin kamu membuat fitnah sekejam ini?" ucap Hyeri, dengan suara lantang. Sambil memegangi perutnya yang nyeri sangat hebat.
"Ayah, segera atur pernikahanku dan Anna secepatnya. Aku menyesal, sudah berkorban banyak untuk seorang jalang yang mau ditiduri banyak pria ...!" tegas Jungkook.
.
_____________****_______________
__ADS_1
.
Betapa hancurnya hati Hyeri saat ini. Bahkan Jungkook tidak mempercayai kebenaran ini, dan memilih mempercayai fitnah keji dari seorang Park Jimin. Dengan wajah penuh emosi, Jungkook meninggalkan ruang tamu menuju rumah pribadi miliknya tanpa Hyeri.
Kehancuran ini, sudah menyebabkan retak yang sangat fatal dari hubungan Hyeri dan Jungkook. Tidak ada yang bisa dilakukan Hyeri saat ini, karna diapun tersiksa atas kejadian naas menimpanya bertubi-tubi. Mimpi buruk itu, benar-benar nyata terjadi.
Selang beberapa hari acara resepsi pernikahan Jungkook dan Anna telah siap. Jimin tengah dirawat di rumah sakit, sedangkan Hyeri juga dalam masa pemulihan pasca kejadian kemarin yang hampir membuatnya keguguran. Di ruangan rumah sakit yang sunyi, Hyeri menangis dalam diam. Hatinya sangat hancur, dia bahkan tidak bisa berjalan tanpa kursi roda karna tubuhnya sangat lemah.
Hari ini adalah hari pernikahan Jungkook dan Anna. Keadaan Hyeri tentu sangat menyedihkan, karna kemalangan hidup yang dialaminya. Dia benar-benar merasa sendiri, menahan beban penderitaan ini seorang diri. Ternyata janji hidup bahagia dengan Jungkook, hanya khayalan semata. Setelah pernikahan Jungkook, seminggu setelahnya dia akan dipersunting oleh Park Jimin yang telah melamarnya melalui kedua orang tuanya.
Dalam kesunyian ini, tiba-tiba seorang datang dan membuka pintu. Hal itu membuat pandangan Hyeri tertuju ke arah pintu tersebut, matanya yang sembab karna kebanyakan menangis menandakan betapa menderitanya Hyeri saat ini.
"Jeon Jungkook!" gumam Hyeri yang melihat seorang tersebut, mendekatinya. Dengan pakaian formal, jas hitam dan celana hitam yang terlihat sangat gagah dan rapi. Jeon Jungkook mendekati Hyeri, dengan tatapan masih sama. Tatapan penuh kebencian.
"Ternyata ini adalah akhirnya. Terima kasih Hyeri, karna sudah membodohiku selama ini!" ujar Jungkook, yang masih menatap Hyeri bak musuh.
"Terima kasih kembali, karna sudah menghancurkan hidupku ... lalu kini mencampakan aku!" tegas Hyeri, dengan air mata deras di pipinya.
"Orang sepertimu pantas dicampakan. Karna kamu tidak bisa menghargai pengorbanan seseorang!" ujar Jungkook, bicara sangat acuh tanpa memperdulikan keadaan menyedihkan seorang Lee Hyeri.
"Kalau kamu membenciku, setidaknya jangan benci anakmu ... bukannya kamu sendiri yang menginginkan anak dariku? setelah aku bisa memberimu keturunan, tolong jangan membenci kehadirannya!" ujar Hyeri, berbicara sangat tegas dengan rasa sakit yang teramat dalam dihatinya.
Kata-kata Hyeri saat ini, sejenak membuat Jungkook iba. Dia ingin percaya, akan tetapi kini dia tidak bisa membedakan mana kejujuran, mana kebohongan.
"Mulai sekarang, aku akan menjaga anak ini, dengan atau tanpa kamu. Pergilah, mempelaimu sudah menunggu ...!" ujar Hyeri yang kemudian merebahkan tubuhnya membelakangi Jungkook. Hyeri menangis dalam diam, tanpa di ketahui Jungkook bahwa hatinya sangat hancur saat ini. Benar saja, Jungkook akhirnya pergi untuk menikah dengan Anna.
Bersambung ....
__ADS_1