![Bad Boy [Jjk]](https://asset.asean.biz.id/bad-boy--jjk-.webp)
◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️
Keadaan yang tidak baik, akan tetapi dipaksakan agar berjalan dengan baik oleh Jungkook. Pemuda tampan ini, memaksakan egonya untuk kepentingannya semata. Tanpa memikirkan perasaan Hyeri, yang takut dan khawatir semua orang akan membencinya setelah ini.
Hari sudah malam. Anna yang sedari tadi menangis di depan pintu, akhirnya menyerah dan memutuskan untuk meninggalkan rumah Jungkook. Gadis itu tak tinggal diam akan hubungan terlarang Jungkook dan Hyeri, yang dilakukan di depan matanya sendiri. Selama ini, Anna cukup lelah menghadapi sikap Jungkook yang meniduri banyak wanita. Lebih menyakitkan lagi, jika kini Jungkook meniduri assistant nya sendiri.
"Hyeri, maafkan aku!" bisik Jungkook di telinga Hyeri, lalu mengecup pipinya pelan. Tatapan Hyeri masih kosong, sambil air mata yang terus berlinang merasakan kehancuran di hatinya saat ini.
"Hyeri, ayo kita pergi jauh dan menikah. Tinggalkan semua halangan ini, dan hiduplah bahagia bersamaku!" ajak Jungkook, yang benar-benar sudah putus asa akan kejadian ini.
"Kalau kita pergi jauh meninggalkan keluarga kita. Maka selamanya kita akan hidup bersenyembunyi dan di rundung kesalahan ... jangan begini aku mohon, kita bisa selesaikan ini baik-baik!" tegas Hyeri, yang kemudian mengecup bibir Jungkook, untuk merasakan kesedihan keduanya.
.
.
___________****_____________
.
.
Keduanya sudah lepas kendali, Jungkook sudah memasukkan penisnya ke dalam ** Hyeri dan mulai melakukan hubungan seksualnya. Pria itu tak henti-hentinya menyumbui Hyeri, untuk membuatnya tenang.
"Kamu mencintaiku, kan Hyeri?" tanya Jungkook, yang memeluknya erat. Pria yang berada di atas tubuhnya itu, menciumi leher dan dagu Hyeri, dilanjutkan dengan melumat bibir Hyeri dengan lembut.
"Jadi apa maumu sekarang?" tanya Hyeri, yang sudah mulai tenang dengan keadaan ini.
"Kamu hanya perlu ikut denganku, aku akan mengurus semuanya!" tegas Jungkook, yang melanjutkan hubungan seks mereka berdua.
Semua ini berlangsung cukup dramatis, Jungkook sudah nekad sekarang. Pemuda itu, sudah tidak mau memikirkan hal lain, selain hidup bersama dengan gadis yang dicintainya.
Tubuh mereka saling mendekap, kaki keduanya saling bertumpuk, hubungan badan itu masih terus berlangsung. Keringat sudah membasahi tubuh keduanya, napas juga semakin tak beraturan. Jungkook masih betah untuk melakukan penetrasi, hingga keduanya mendekati klimaks itu.
"Aaaaaaaah ...!
"Sssssttth ... Aaaggh!"
Ploook
__ADS_1
Ploook
Ploook
"Eeemmmpt!"
"Aaagggh ... Ssstttth."
Desah itu akhirnya mengiringi klimaks yang di rasakan keduanya. Jungkook kemudian ambruk di atas tubuh wanitanya. Pemuda itu menyibakkan rambut Hyeri yang basah karna keringat, dan melumat bibirnya kembali. Napas gadis itu terengah-engah tatkala bibi mereka saling melumat dengan posisi tubuh yang masih menyatu.
Jungkook menyesapi bibir Hyeri, dan membiarkan ludah mereka bersatu. Sentuhan seksual itu terasa sangat lembut, dan sangat intim. Jungkook meraba leher Hyeri dan ciuman panas itu, berlangsung cukup lama.
.
.
____________****___________
.
.
Mereka melanjutkan hubungan itu sampai pagi. Jungkook dan Hyeri sudah full nekad sekarang. Keduanya berhubungan badan hingga beberapa kali ronde, dengan sangat intim. Hyeri akhirnya tertidur tepat pukul 04:20 WKS. Setelah keduanya selesai berhubungan intim dan selesai membersihkan diri.
Pria tersebut benar-benar full nekad untuk melakukan apapun yang dia inginkan. Hanya butuh waktu beberapa jam, hingga pukul 05: 40, pemuda itu sudah kembali ke kamar dan memeluk kembali tubuh wanita yang sangat di cintainya itu.
"Owh, kamu dari mana?" tanya Hyeri, yang masih mengantuk. Gadis itu menyadari Jungkook yang tiba-tiba memeluk tubuhnya sangat erat, tak lupa ciuman di kening yang begitu terasa romantis.
"Aku sudah mempersiapkan semuanya. Tidurlah, Hyeri sayang ... kamu hanya perlu ikut denganku!" kekeh Jungkook, yang membelai lembut rambut panjang Hyeri.
Gadis itu mendengus, menghirup aroma tubuh sang kekasih. Hyeri merasa nyaman terlelap di dada bidang Jungkook, sambil membelai dadanya yang kekar. Kedua pasangan yang di mabuk cinta, sedang memadu kasih bersama.
" Aku mencintaimu, Jeon Jungkook. Karna cinta ini, membuatku jadi orang bodoh sekarang!" ucap Hyeri, dengan suara berat karna menahan kantuk. Kata-kata itu tentu membuat senyum bahagia di wajah, pemuda 22 tahun teesebut. Ini adalah pernyataan cinta pertama dari Hyeri, setelah sekian lama dia menunggu.
"Kamu tadi bilang apa?" tanya Jungkook memastikan.
"Saranghae ...!" jawab Hyeri seketika.
"Aku tidak akan melepaskanmu sampai kapanpun, Hyeri ... aku mencintaimu!" ujar Jungkook, sambil terus tersenyum simpul pada sang kekasih.
__ADS_1
.
.
___________****____________
.
.
Pagi hari sudah tiba. Kini Hyeri dan Jungkook, sudah bersiap untuk pergi jauh meninggalkan semuanya. Dengan yakin, Jungkook menggandeng Hyeri keluar kamar, dengan memakai baju seadanya. Karna memang Jungkook mengingatkan pada Hyeri, untuk tidak memakai baju yang mengundang curiga banyak orang.
"Jeon Jungkook!" panggil sebuah suara yang tentu tidak asing baginya. Ibu Jungkook telah datang, bersama Anna tepat di depan pintu kamar keduanya.
"Nyonya Jeon!" Seketika ekspresi wajah Hyeri ketakutan. Namun, Jungkook selalu menenangkan dengan terus menggenggam tangannya dengan erat.
"Apa-apaan kalian berdua? kalian berbuat mesum?" tanya ibu Jungkook, dengan murka menampar pipi Hyeri dengan keras, membuat bibir Hyeri berdarah dan pipinya memerah. Dengan segera Jungkook meraih tubuh Hyeri, yang seketika hendak ambruk ke lantai.
"Berhenti kau melukai orang yang kucintai, Bu. Aku bisa saja kasar padamu!" ancam Jungkook, yang membuat nyonya Jeon semakin murka.
Plaaak ...
Tamparan keras itu juga mengenai pipi seorang Jeon Jungkook. Pemuda itu, hanya tersenyum dan menatap ibunya dengan tatapan marah.
"Kamu sudah kelewatan, Jungkook. Kamu meniduri assistant mu sendiri, apa kamu sudah gila?" kesal nyonya Jeon, kepada putranya.
"Kenapa memangnya? aneh? ... kami bahkan sudah sering melakukan ini, bukan cuma di rumah, tapi di manapun yang aku mau!" ujar Jungkook, yang tidak bisa diterima baik oleh ibunya dan Anna.
"Setan apa yang merasukimu, nak? bagaimana jika Ayahmu sampai tahu, apalagi Hyeri adalah putri paman Lee!" ujar nyonya Jeon, yang menangia seketika.
"Tolong sampaikan pada Ayahku, Jeon Jungkook sudah besar dan mampu memilih jalan hidupnya sendiri ...!" ujar Jungkook, yang kemudian menarik tangan Hyeri pergi meninggalkan Ibu dan tunangannya.
Jungkook membawa Hyeri masuk ke dalam mobil tua, yang di beli Jungkook untuk penyamarannya. Semua sudah tersedia di mobil itu, kini Jungkook mengarahkan mobil itu pergi jauh dari kota Seoul. Membawa Hyeri memulai kehidupan baru, tanpa ada yang mengganggu. Mereka bahkan melewati sebuah pelabuhan penyebrangan, untuk menuju ketempat yang jauh dari tempat mereka sebelumnya.
"Kita mau kemana?" tanya Hyeri, yang sedikit ragu dan juga takut.
"Kita akan menikah, Hyeri. Kita akan ganti identitas di tempat baru kita, semua orang akan tahu, jika kamu adalah istriku!" seru Jungkook, yang terus mengemudi mobil, menuju sebuah tempat di perkampungan kecil.
Mobil itu melaju sampai ke sebuah perkampungan nelayan, di dekat pesisir pantai yang terasa sejuk dan damai. Di sinilah, Jungkook dan Hyeri akan memulai kehidupan baru mereka dengan identitas baru yang tidak akan ada yang mengenali mereka.
__ADS_1
Akan tetapi, semua belum berakhir, sebab ujian ini akan terus manghalangi cinta kedua insan ini. Meskipun kini, Jungkook sudah full nekad untuk hidup sebagai orang asing di tempat baru, bersama wanita yang sangat dicintainya yakni Lee Hyeri.
Bersambung...