![Bad Boy [Jjk]](https://asset.asean.biz.id/bad-boy--jjk-.webp)
◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️
Malam yang penuh haru. Kini, Jungkook dan Hyeri akhirnya dipertemukan dan bisa saling memeluk. Meskipun mereka telah melewati ujian cinta yang begitu berat dan sangat panjang. Keduanya menangis terharu, karna akhirnya Tuhan memberikan kesempatan keduanya bisa bersama kembali.
Ini adalah karma buruk dari hubungan terlarang yang pernah menjerat kedua insan ini, mereka terpisah dan harus mengalami penderitaan bertubi-tubi. Akan tetapi, kekuatan cinta kembali mempersatukan mereka. Hadirnya Jeon kecil, menjadi penyatu dan buah dari kesabaran keduanya.
Park Jimin telah tewas, dokter Seokji, juga telah tiada. Harus banyak korban yang berjatuhan, saat keduanya ingin bersatu dan menjalani kebahagiaan yang sesungguhnya. Tidak ada yang bisa menghentikan Park Jimin, karna dia akan terus melumuri tangannya dengan dosa. Membunuh, dan menyakiti semua orang yang ada disisinya. Bahkan, jika dia hidup lebih lama, Hyeri bisa saja mati ditangannya karna hati dan pikirannya sudah dipenuhi kebencian dan amarah yang mendarah daging.
.
_____________****___________
.
Setelah di evakuasi oleh petugas, Hyeri dibawa kerumah sakit untuk menjalani perawatan intensif pasca melahirkan. Tubuhnya masih sangat lemah, dan tidak berdaya. Hyeri memang sangat tangguh, dia bisa menahan rasa sakit luar biasa walau dia banyak kehilangan darah.
"Mana anakku?" tanya Hyeri, dengan nada pelan. Tampaknya ibu muda itu, sudah tidak sabar menemui Jeon kecil yang belum sempat dipeluknya.
"Aku akan segera membawanya kesini, kamu tenanglah ...!" ujar Jungkook, yang membelai rambut Hyeri dan mengecup keningnya. Hyeri baru selesai mengganti bajunya dengan baju rumah sakit. Lengannya dipasang infus dan dan selang untuk transfusi darah.
"Cepat bawa anakku kesini, aku ingin menyusuinya!" ucap Hyeri memaksa. Padahal, kondisinya juga belum pulih benar, akan tetapi dia memaksa untuk memberi ASI pada putra kecilnya.
Tak lama, terlihat ibu Jungkook datang menggendong Jeon kecil masuk ke dalam ruangan itu. Ibu Jungkook tersenyum, dengan air mata di pipinya. Wanita paruh baya tersebut membawa Jeon kecil untuk dipeluk sang Ibu.
.
__________****___________
.
Keadaan ini cukup membingungkan untuk Hyeri, sebab sepengetahuannya jika ibu Jungkook sangat membencinya selama ini.
"Lihatlah cucuku, nenek juga bilang apa ... pasti ibumu akan datang!" ujar ibu Jungkook, yang sedang mengajak cucu kecilnya yang masih terjaga.
"Maaf nyonya, tolong berikan aku Jeon. Aku ingin memberinya ASI!" ujar Hyeri, berbicara sangat formal. Hyeri masih sungkan bicara lebih akrab pada ibu dari tuannya, sebab Hyeri masih menganggap derajatnya rendah dimata keluarga itu. Meskipun kehadiran Jeon kecil, sudah diterima baik oleh keluarga besar konglomerat itu.
Segera jeon kecil diberikan pada Ibunya. Hyeri sangat bahagia, melihat putra kecilnya masih terjaga, dia terus melihat dengan jeli wajah Jeon kecil untuk pertama kalinya sambil menitikan air mata. Wajah Jeon kecil sangat mirip dengan ayahnya, matanya, hidungnya, bibirnya, dia adalah gambaran Jeon Jungkook ketika masih bayi.
"Oeeeek!"
__ADS_1
"Oeeek!"
Tangis mungil Jeon kecil, yang sudah tidak sabaran untuk mendapat ASI dari Hyeri. Segera Hyeri memberikan ASI pada Jeon kecil, dan bayi itu langsung diam. Jeon kecil menyusu sangat kuat, mungkin karna dia sangat lapar.
"Hyeri, maafkan kesalahan kami. Kami tahu, jika dosa kami padamu sangat amat banyak dan tidak bisa menyembuhkan lukamu dengan mudah ... tapi, kami sudah menerimamu dan juga Jeon kecil di keluarga ini!" ujar ibu Jungkook, yang berlinangan air mata. Dalam diam, Hyeri juga menitikan air mata mendengar pernyataan ibu Jungkook.
"Aku sudah memaafkan kalian. Hanya saja, aku tidak bisa ikut bersama kalian ... aku tidak mau jadi penghancur pernikahan tuan Jungkook dan nona Anna."
Seketika pernyataan itu membuat ibu Jungkook menangis terisak. Bahkan Hyeri belum tahu, jika Jungkook telah berstatus duda. Hyeri masih bersikap dingin, dan tidak ingin berharap apapun.
.
____________****____________
.
Tak lama, ibu Jungkook berjalan mendekati Hyeri. Kemudian menggenggam tangan ibu dari cucunya tersebut, lalu tangan sebelahnya menggenggam tangan Jungkook dan menyatukan tangan keduanya.
"Menikahlah kalian berdua, sudah tidak ada lagi penghalang. Anna sudah meninggal, dia juga mengharapkan pernikahan diantara kalian berdua!" ujar Ibu Jungkook dengan senyum semangat. Mencoba untuk membuat Hyeri percaya dan yakin untuk masuk dalam hidup mereka.
"Hyeri, Jeon kecil butuh Ayah dan Ibu yang lengkap. Kau adalah ibu kandungnya, dan aku adalah ayah kandungnya. Jeon kecil adalah anak kita bersama ... percayalah!" ujar Jungkook, yang mencoba meyakinkan Hyeri.
"Berilah nama untuk cucuku yang tampan ini!" ujar Ibu Jungkook yang tampak sangat bahagia, saat menggendong cucu nya yang tampan.
Sedangkan Hyeri tengah disuapi bubur oleh Jungkook, setelah menyusui putranya.
"Kamu ada ide, Hyeri?" tanya Jungkook, yang sedang menyuapi Hyeri dengan sangat telaten.
"Kamu saja, kan kamu ayahnya!" ujar Hyeri, yang melirik Jungkook dengan senyuman diwajahnya.
"Eeemm, aku akan berinama Jeon Soobin. Tampaknya nama itu cocok dan tepat!" ujar Jungkook, sambil memandangi Hyeri dengan penuh cinta dan kasih sayangnya.
"Waaah, Soobin. Nama yang bagus!" ucap ibu Jungkook, yang tengah menimang-nimang cucunya yang mulai terlelap tidur. Soobin sudah tidak rewel lagi, pasca mendapat ASI dari sang Ibu.
.
____________****___________
.
__ADS_1
Ujian ini masih belum berakhir, karena sampai sekarang, ayah Jungkook dan kedua orang tua Hyeri masih belum memberi restu untuk bersatunya kedua insan ini di sebuah ikatan pernikahan.
Sudah bisa dipastikan, jika kedua orang tua Hyeri akan menyetujui apapun yang menjadi kebahagiaan putrinya. Hanya saja, sampai detik ini, ayah dan ibu Hyeri masih belum jelas keberadaannya.
Jungkook sangat telaten merawat Hyeri selama di rumah sakit. Jeon Soobin juga sudah tidak rewel, semenjak dipertemukan ibunya. Tantu ikatan batin ibu dan anak yang sudah bersatu akan semakin mengaitkan keduanya.
Hyeri di rawat di rumah sakit selama 1 minggu atas permintaan keluarga konglomerat itu. Hyeri sudah benar-benar pulih sekarang, dan dia langsung di bawa kerumah besar keluarga Jeon untuk menyapa kakek Jeon Soobin yang belum sama sekali menemui cucu pertamanya.
Setelah masuk ke rumah itu, kehadiran Hyeri belum diterima baik oleh tuan Jeon. Dia masih bersikap dingin walau dia sudah mendapat gelar kakek dari Soobin kecil yang digendong Hyeri.
"Suamiku, Hyeri dan cucu kita datang!" ujar ibu Jungkook, yang tidak dihiraukan oleh ayah Jungkook.
"Ayah, kami akan menikah. Mohon restunya!" ujar Jungkook.
"Menikah?"
"Iya benar, aku akan menikahi Ibu dari anakku!" ujar Jungkook dengan senyuman yakin.
"Bagaimana mungkin kamu berniat menikahi, istri dari saudaramu sendiri. Lagi pula tidak jelas itu anak siapa, bisa saja itu perpaduan anakmu dan anak Jimin!" ucap ayah Jungkook, tentu tidak enak di dengar di telinga.
"Maaf tuan Jeon. Tapi, sebelum aku hamil anak ini ... aku hanya berhubungan dengan putra anda!" ucap Hyeri, yang mencoba untuk tegar. Meskipun air matanya lolos begitu saja membasahi pipinya.
"Tapi tetap saja, menantu di keluarga ini harus wanita yang bermartabat. Bukan yang rendah, dan mau ditiduri banyak laki-laki. Aku akan terima cucuku ... tapi tidak denganmu!" ucap ayah Jungkook, yang kekeh menolah Hyeri di keluarga itu.
"Meskipun ayah menolak, aku akan tetap manikahi Hyeri!" ucap Jungkook, yang kekeh dengan keputusannya.
"Dasar anak durhaka!" ucap ayah Jungkook, yang sangat pedas di telinga.
"Kenapa kamu tidak pernah mau memikirkan perasaan anakmu? sekali saja, apa kamu tidak bisa memikirkan kebahagiaan anak kita?" ucap ibu Jungkook yang ikut membela Jungkook dan Hyeri.
"Apa sekarang, kamu dipihak mereka?" tanya ayah jungkook pada istrinya.
"Tentu, aku sadar jika kebahagiaan anak adalah yang utama. Tidak sepertimu yang keras kepala ...." ujar ibu Jungkook, yang tampak kecewa pada suaminya.
"Terserah, tapi aku tidak akan memneri restu!" ujar ayah Jungkook yang kekeh dengan keputusannya.
"Tapi Jungkook dan Hyeri akan tetap menikah. Dengan atau tanpa restu darimu, aku akan menjamin hal itu!" Kekeh ibu Jungkook.
Meskipun ketegangan ini terjadi, pernikahan keduanya akan tetap digelar. Tugas kedua nya yang harus meluluhkan hati ayah Jungkook.
__ADS_1
Bersambung...