Bad Boy [Jjk]

Bad Boy [Jjk]
part 35


__ADS_3

◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️


Tibalah saatnya ujian ini, membawa kedua insan saling menguatkan. Jungkook dan Hyeri, harus tetap bertahan demi buah hati mereka yang tetap harus dijaga haknya.


Hari-hari terus berlalu, Jungkook dan Hyeri menjalani kehidupan yang cukup baik, meskipun tanpa restu kedua ayah mereka. Hari telah berganti bulan, dan Soobin kini sudah berusia 7 bulan. Balita ini sudah bisa merangkak dan sangat aktif. Tentu, Soobin menjadi obat tersendiri, ditengah ketegangan yang terjadi diantara kedua keluarga ini.


Ayah Hyeri juga sudah bebas dari penjara, akan tetapi memutuskan untuk tidak mau menemui Hyeri, Jungkook dan cucunya Soobin. Hal itu dikarenakan Hyeri tinggal di rumah pribadi Jungkook. Ayah Hyeri, sudah mengutuk tempat itu dan tidak mau untuk menginjakkan kaki lagi dirumah yang masih mengalir darah tuan Jeon.


.


_____________****________________


.


Suatu hari, Jungkook dan anak istrinya mengunjungi rumah Ayahnya. Diberitakan jika tuan Jeon sedang sakit parah, mungkin karna jantungnya yang semakin lama semakin melemah. Tuan Jeon di rawat dirumahnya dengan fasilitas rumah sakit yang lengakap. Tuan Jeon sudah terbaring di atas ranjangnya, lebih dari 1 minggu. Sebenarnya Hyeri masih takut untuk datang, karna dia khawatir keadaan tuan Jeon akan memburuk jika melihat Hyeri datang.


"Aku tidak ikut,"


"Kenapa?"


"Aku takut, nanti keadaan Ayah akan memburuk!" ujar Hyeri, yang menunduk sambil menggendong Soobin kecil.


"Hyeri, tidak perduli Ayah akan menerimamu atau tidak. Tapi, biarkan Soobin menjadi penguat kakeknya."


"Kalau begitu, bawalah Soobin ke dalam bersamamu!"


"Gak bisa, Soobin tidak bisa pergi tanpa Ibunya ... dia akan sangat rewel!" ujar Jungkook, yang memaksa.


Akhirnya dengan pertimbangan panjang, Hyeri memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mertuanya. Akan tetapi, keadaan mertuanya sangat memrihatinkan. Pria paruh baya itu, terbaring lemah dengan infus ditangannya. Bahkan untuk bicara tuan Jeon tidak mampu, dia hanya diam sambil melirik kedatangan putranya Jungkook, Hyeri dan cucu kecilnya yang sangat tampan Soobin.


Seorang dokter tengah memeriksa kesehatan tuan Jeon, memeriksa detak jantungnya, denyut nadinya, dan memeriksa infus ditangannya. Tuan Jeon menangis, dia melihat Hyeri yang seolah ketakutan karna khawatir mertuanya akan semakin memburuk.


Tuan Jeon, hanya bisa bicara pelan, sambil menggerakan tangannya seolah memanggil Hyeri untuk mendekat.


"Sepertinya Ayah ingin Soobin mendekat, bawalah anak kita mendekati kakeknya. Aku akan tunggu diluar!" ujar Hyeri, yang menahan sesak karna sedih. Hyeri segera memberikan Soobin pada Jungkook, lalu keluar untuk menjaga perasaan mertuanya.


.


____________****____________


.


Soobin kecil yang ceria, terus tertawa dengan ekspresi sangat menggemaskan. Tentu hal itu, menjadi penyemangat untuk kakeknya. Sementara diluar kamar, Hyeri hanya diam menahan tangis melihat keadaan memprihatinkan dari mertuanya. Selang beberapa saat ibu mertuanya datang menghampiri Hyeri, yang berada di luar kamar berdiri dengan raut wajah sendu.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak masuk?"


"Aku takut keadaan Ayah akan memburuk, jadi aku tunggu disini saja!" Mendengar hal itu, ibu mertuanya langsung memeluk Hyeri dengan sangat erat.


"Temuilah Ayah, karna mungkin saat ini dia ingin memperbanyak melihat kalian semua. Terutama melihatmu, sesorang yang sudah menanggung banyak air mata karnanya!" Ucapan ibu Jungkook, sontak membuat Hyeri bingung. Ibu satu anak itu langsung melepas pelukan ibu mertuanya dan menatap sangat dalam, dengan banyak tanda tanya di pikirannya.


"Maksudnya apa, Bu?"


"Suamiku, membutuhkan donor jantung untuk dicangkokkan. Tapi, tidak ada pendonor yang cocok. Dia tidak may dirawat di rumah sakit, jadi  keadaanya semakin memburuk!" Tangis Ibu mertua Hyeri, seolah mengisyaratkan betapa berat beban fikiran yang tengah dia pikul.


"Bu, kita harus tetap berjuang untuk mencari pendonor!"


"Kalau ada yang mendonor, pastinya orang itu sudah siap mati, atau kita cari mayat yang baru saja meninggal. Itu mustahil!" Pernyataan itu, membuat Hyeri ikut menitikan air mata karna kemalangan yang dialami mertuanya.


Alasan itu, yang membuat Hyeri memberanikan diri menjenguk ayah mertuanya yang terbaring tidak berdaya. Tuan Jeon tampak tersenyum, melihat kedatangan Hyeri yang berderai air mata. Entah apa yang dirasakan Hyeri dia terus menangis mendekati ayah Jungkook yang juga menitikan air mata dalam diam.


"Maafkan aku!" sepatah kata yang terucap dari ayah Jungkook, mengiringi langkah kaki Hyeri saat ini.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan. Ayah harus berjuang untuk melawan rasa sakit ini!" ucap Hyeri, yang tak kuasa menahan sedih melihat keadaan ayah mertuanya. Sementara Soobin, merengek ingin dipeluk ibunya.


.


____________****_____________


.


Hari terus berlalu, kabar tentang sakit parah yang menimpa tuan Jeon, menyebar keseluruh kalangan. Tuan Jeon adalah CEO perusahaan besar di Korea, berita sakit yang dialamninya, tentu menjadi topik hangat bagi beberapa orang. Tuan Jeon, adalah pembisnis yang sangat disegani kehebatannya, walau kini perusahaan itu sudah diambil alih oleh Jungkook sebagai pewaris utamanya. Jungkook juga mempunyai kemampuan yang mempuni, dan sanggup bersaing dengan perusahaan besar lainnya.


Kabar duka ini, terdengar di mana-mana. Keadaan tuan Jeon, semakin hari semakin memperihatinkan. Terpaksa, dia harus dirawat di rumah sakit, untuk mendapat pengobatan yang lebih baik.


Hyeri dan Soobin kecil, selalu berada di rumah sakit menemani tuan Jeon, yang tengah berjuang melawan maut.


"Keadaan ini cukup sulit, kita tidak menemukan pendonor yang cocok. Tuan Jeon harus segera di operasi!" ujar Dokter yang menangani tuan Jeon.


"Apakah jantungku cocok, Dok?" ujar Hyeri, yang lansung ditarik tangannya oleh Jungkook.


"Apa-apaan kamu ini? kenapa bicara begitu? aku gak rela!" ujar Jungkook yang terlihat kesal, dengan ucapan Hyeri.


"Pendonor, tidak boleh berasal dari orang yang masih hidup."


"Lalu bagaimana? apakah tidak ada cara lain?" tanya Hyeri, yang terlihat sangat khawatir pada mertuanya. Bahkan lebih terlihat khawatir dari Jungkook, yang merupakan putra kandung tuan Jeon.


"Tidak ada, itu jalan satu-satunya!" ujar Dokter, yang juga tampak putus asa dan pergi meninggalkan Hyeri dan Jungkook. Tak lama Jungkook memeluk erat tubuh Hyeri yang terlihat sedih, sambil mengusap rambutnya.

__ADS_1


"Aku gak akan memaafkanmu, jika kamu bicara begitu lagi. Aku gak mau kehilangan kamu, aku bisa gila rasanya!" ujar Jungkook, yang terlihat sangat sedih, marah, dan bingung menjadi satu.


"Miane!"


"Ayahku, pasti bisa sembuh jika dia memang ditakdirkan untuk hidup. Tapi, jika tidak ... maka kita tidak bisa melarang kehendak Tuhan!" ujar Jungkook, yang terus memeluk tubuh istrinya sangat erat.


.


____________****____________


.


Semakin hari, kesehatannya semakin memburuk. Tuan Jeon, tampak kurus seiring bertambahnya waktu. Jantungnya sudah kehilangan fungsi yang mengakibatkan tuan Jeon hanya bisa terbaring tak berdaya.


Secara mengejudkan, dokter memberitahukan jika ada seorang pendonor yang siap memberi jangungnya untuk tuan Jeon. Hal itu tentu disambut baik oleh keluarga Jungkook. Namun, kabar buruknya adalah. Pendonor berasal dari seseorang yang masih hidup, dan meminta pihak rumah sakit menyembunyikan identitasnya sampai operasi pencangkokan berhasil. Setelah menjalani tes dan hasilnya cocok, dokter segera mengatur jadwal untuk operasi.


"Kenapa dirahasiakan dokter? kenapa harus mengambil jantung orang yang masih hidup? itu sangat beresiko!" ujar ibu Jungkook, yang terlihat sangat sedih. Entah harus bahagia atau sedih, yang jelas kehidupan tuan Jeon, artinya adalah kematian untuk orang yang mendonor.


"Pendonor meminta kami merahasiakan identitas, sampai operasi berjalan sampai selesai. Kami tidak bisa memberitahu siapa orangnya. Kami juga sudah memberitahukan semua resiko, dan pendonor sudah setuju apapun resikonya!"


Hal yang cukup aneh, dan juga membingungkan. Siapakah orang yang rela mati, untuk kehidupan tuan Jeon? Hal itu masih menjadi misteri yang tidak bisa membuat keluarga Jungkook tenang.


"Aku berjanji, akan membiayai hidup semua anggota keluarga dari pendonor. Aku akan memulyakan mereka, dan mengangkat mereka menjadi saudara ... ini adalah janjiku!" ujar ibu Jungkook, yang menangis terharu bercampur kesedihan.


Siapakah, pendonornya?


Bersambung...


Ada yang penasaran?


Kejutan di part selanjutnya.


.


.


.


Uwu.... 😂


Aku mau ehem-ehem dulu


Sama Pjm🌚

__ADS_1



__ADS_2