Bad Boy [Jjk]

Bad Boy [Jjk]
part 30


__ADS_3

◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️


Setelah melewati ujian cinta, bukan berarti semua itu telah berakhir. Meskipun Jeon Soobin telah hadir di dunia, tak dipungkiri jika kebahagiaan mereka belum lengkap tanpa restu kedua orang tua.


Menjelang pernikahan. Hyeri meminta pada Jungkook, untuk mempertemukan dirinya dengan kedua orang tuanya. Jungkook sudah menyuruh orang untuk mencari Ayah dan Ibu Hyeri di penjuru kota Seoul. Bahkan mereka pergi ke luar kota untuk mencari keberadaan ayah dan ibu Hyeri.


Tidak di temukan. Meskipun Jungkook sudah menyuruh lebih banyak orang untuk mencari keberadaannya. Ini cukup membuat Hyeri sedih, lantaran dia sangat merindukan kedua orang tuanya. Bahkan dengan kehadiran cucu yang belum di ketahui orang tuanya.


Kebahagiaan ini, masih terasa kurang tanpa kehadiran kedua orang tuanya yang masih belum jelas keberadaannya.


.


____________****_____________


.


Pasca pulang dari rumah sakit, Hyeri diusung Jungkook pulang kerumah pribadinya. Jungkook dan Hyeri belum menikah, dan mereka memutuskan untuk tidur secara terpisah sampai mereka resmi menjadi suami istri.


Jungkook dan Hyeri paham, jika kesalahan yang dulu tidak boleh terulang kembali, terlebih hadirnya putra kecil mereka Soobin, akan membuat mereka menjaga jarak sebab Hyeri masih dalam keadaan belum siap.


"Akhirnya kamu kembali ke rumah ini lagi, Hyeri!" ujar Jungkook yang mengecup kening wanita yang dicintainya, wanita yang tengah menggendong buah hati mereka.


"Rumah ini tidak berubah? padahal aku sudah pergi selama setahun!"


"Tentu saja tidak berubah, aku gak mau melupakan kenangan indah denganmu ... jadi aku biarkan semua tetap sama, ditempat itu bahkan kita pertama melakukan ciuman!" ujar Jungkook yang menunjuk sisi tembok di ruang tamu. Tempat itu, mengingatkan Hyeri dimana Jungkook pertama kali menciumnya dengan paksa.


"Ciih, kamu adalah tukang paksa!" ucap Hyeri sambil tersenyum.


"Tapi kamu menikmatinya,"


"Enggak, aku hanya terpaksa!" tegas Hyeri.


"Terpaksa? sampai melakukan berkali-kali? sampai ada Soobin? bilang saja kamu menyukainya, iya kan?" ujar Jungkook yang terus menggoda Hyeri, mengenang masa-masa indah nan menyebalkan saat Jungkook selalu memaksanya dulu.


"Haaaah, jangan ingatkan aku tentang masa lalu. Itu membuatku kesal!"


"Apa kamu menyesal? setidaknya itu jadi pembelajaran untuk kita. Kamu sudah banyak mengubah hidupku, Hyeri. Aku gak menyesal karna masa lalu, setidaknya karna masa lalu ... aku bisa bertemu denganmu dan memiliki Soobin!"


.

__ADS_1


_____________****_____________


.


Kata-kata manis nan indah, menandakan jika Jungkook telah berfikir dewasa dan bijak dalam menanggapi segala macam ujian yang menimpanya. Hal itu, membuat Hyeri bahagia, dan juga terharu. Ibu satu anak itu menitikan air mata bahagia karna perubahan yang dialami Jungkook selama ini.


"Ada yang ingin kamu katakan?" tanya Jungkook pada wanita yang sangat dicintainya.


"Aku masih heran, kenapa dulu kamu terobsesi padaku? kamu bahkan sampai berhenti menyewa jalang hanya karna ingin tetap denganku!"


"Pertanyaan yang bagus, itu karna ... aku juga tidak punya jawabanya. Aku benar-benar tidak habis pikir, jika pertemuanku denganmu bisa mengakhiri kebiasaan burukku!" ucap Jungkook yang membelai pipi Hyeri dengan lembut.


Suasana haru dan romantis, seolah menjadi obat penghilang rasa rindu mereka berdua. Kebahagiaan ini terlukis sempura diwajah keduanya, yang kini akhirnya bersama.


"Hyeri, boleh aku menciummu?" tanya Jungkook, yang seketika membuat Hyeri agak terkejud.


"Owh, aku takut. Kamu itu type laki-laki yang tidak puas hanya sekedar ciuman." tolak Hyeri, yang sadar betul akan hasrat Jungkook yang selalu menggebu jika bersamanya.


"Ciuman saja kok, aku janji. Lagi pula aku tahu, kamu habis melahirkan ... aku gak akan melakukan yang lebih!" rengek Jungkook, sambil tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang rapi.


"Eeeeemz, aku mau istirahat sambil menidurkan Soobin dulu." Hyeri seolah menggoda Jungkook, yang terlihat begitu ingin melakukannya.


.


_____________****_____________


.


"Soobin sudah tidur ... biarkan dia tidur di keranjang bayi. Ayo Hyeri, aku sudah rindu ingin menciummu!" pinta Jungkook, yang merengek seperti anak kecil pada Hyeri.


"Jeon Jungkook, kamu itu sudah jadi ayah. Kenapa masih manja, sih?" ujar Hyeri, yang hanya tersenyum melihat tingkah manja Jungkook padanya.


"Biarlah, aku hanya manja denganmu. Memangnya kamu gak kangen sama aku?" ucap Jungkook, yang sudah mulai bosan menunggu.


Karena tidak tega, Hyeri akhirnya menidurkan Soobin ke keranjang bayi yang sudah tersedia di samping ranjang tidur. Selepas itu, Jungkook dengan segera menarik tanga Hyeri dan merubuhkan tubuhnya ke atas kasur itu.


"Aku mau menciummu seharian!"


"Apa kamu sudah gila? kamu nanti bisa kelewatan batas kalau begini caranya. Aaahhh, Jeon Jungkook ... biasa saja kalau mau sekedar berciuman." Tanpa memperdulikan ucapan Hyeri. Jungkook segera **** tubuh Hyeri, lalu menatap wajah wanita paling dicintainya dengan sangat dalam.

__ADS_1


"Biarkan aku, melepaskan rinduku!" tegas Jungkook, yang membelai pipi halus Hyeri dengan pandangan yang menyebar di setiap sudut wajah cantik Hyeri.


"Saranghae ...."


Kata-kata manis, yang di ikuti dengan lumatan bibir Jungkook menyapa bibir tipis Hyeri. Tautan itu diterima baik oleh Hyeri, dia membiarkan Jungkook melumat bibir itu dengan lembut. Rasa rindu itu tersalurkan dengan baik, ciuman yang menyalurkan betapa merindunya Jeon Jungkook moment saat bermesraan dengan Hyeri.


Lembut bibir itu, masih terasa sangat nikmat. Jungkook menghisapi seperti menghisap permen. Tepian bibir tipis itu disesapi dengan baik, bibir mereka beradu, merasakan kenikmatan berciuman dengan sangat baik.


.


_____________****_____________


.


Saat tautan itu dirasa telah masuk sangat dalam ke fase lebih intens, Jungkook memilih menyudahi dan melepas tautan itu. Dia memandang tajam kearah bibir Hyeri yang baru saja membuatnya terbuai.


"Aku tidak bisa menahannya!" bisik Jungkook yang kemudian merebahkan tubuhnya di samping Hyeri.


Jungkook kemudian memeluk erat tubuh Hyeri dan dibalas dengan baik oleh Hyeri.


"Apa rindumu sudah reda?"


"Belum!"


"Lalu kenapa berhenti?"


"Semakin aku menciummu, semakin aku ingin hal yang lebih. Aku gak mungkin menurutinya dalam keadaanmu sekarang, bukan? jadi aku berhenti!" tegas Jungkook.


"Kalau begitu pindahlah di kamar lain, kita sudah sepakat untuk tidak tidur sekamar sebelum menikah, kan?" ujar Hyeri yang mengingatkan kesepakatan mereka berdua.


"


Iya baiklah ... selamat istirahat, calon istriku!" ujar Jungkook yang membelai rambut Hyeri, diakhiri dengan mengecup keningnya dengan kembut. Betapa sayangnya Jungkook terhadap Hyeri, hal itu terlihat jelas dari caranya memperlakukan Hyeri sangat spesial. Jika menolak kebelakang, Jungkook yang dulu adalah Jungkook yang kasar, pemarah, keras kepala, dan tidak pernah mencintai dengan tulus. Akan tetapi, semua sudah berubah sekarang.


Hanya Hyeri, satu-satunya yang bisa mengubah sikap nakalnya. Bahkan hanya Hyeri wanita yang bisa membuatnya segila ini. Nekad tetap menikah meskipun tanpa restu ayahnya. Sejatinya Jungkook masih tetap keras kepala, dan tidak mau mengalah dengan siapapun selain dengan Hyeri, wanita yang sudah memberi gelar padanya sebagai Ayah.


Semenjak mengenal Hyeri dan melakukan hubungan terlarang, sejak itu Jungkook berhenti dari kebiasaan buruknya. Bahkan setelah bertemu dengan Hyeri, sudah tidak ada wanita yang ditidurinya. Ujian cinta berikutnya, akan membangun tembok kokoh yang akan memperkuat cinta keduanya. Hubungan cinta mereka akan beralih dari yang dulu hanya hubungan karna hasrat balaka, dan akan berubah menjadi cinta tulus yang sesungguhnya.


Jeon Soobin, akan memiliki ayah dan ibu seutuhnya. Orang tua lengkap dalam hubungan keluarg, meskipun masa-masa sulit telah terlewatkan, penuh drama dan air mata. Semua bertujuan, memperkuat hubungan cinta yang sesungguhnya.

__ADS_1


Bersambung...



__ADS_2