![Bad Boy [Jjk]](https://asset.asean.biz.id/bad-boy--jjk-.webp)
◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️
Hari ini malam yang baik untuk pasutri yang sedang dibuai cinta, Jungkook dan Hyeri. Keduanya bercinta sepanjang malam, dengan penuh keromantisan yang terasa setiap detiknya. Jeon Jungkook, selalu menunjukan betapa besarnya cinta dengan Hyeri lewat bahasa tubuh sepanjang malam yang dingin ini.
Sentuhan lembut, terasa membuat tubuh dimabuk oleh cinta, dan terasa sangat pekat akan keintiman. Jungkook masih tetap seorang pecinta yang penuh dengan gairah seksual tinggi, dan Hyeri adalah penyebabnya. Mereka bercinta, tak hanya malam ini saja. Namun, juga di malam berikutnya dengan dasar suka sama suka.
Setelah melewati banyak rintangan yang mengguncang keduanya, ini adalah titik kebahagiaan dari hubungan rumah tangga Jungkook dan Hyeri. Tidak ada air mata lagi, yang ada adalah senyum bahagia bersambut dengan sentuhan bibir lembut keduanya yang tengah bercumbu di atas ranjang.
Betapa malam yang sangat indah, seperti malam-malam sebelumnya. Cinta bersambut, kini mereka menikmati buah dari kesabaran selama ini.
"Aku mencintaimu!"
"Aku juga, sayang!" jawab Hyeri, yang terbuai oleh permainan cinta Jeon Jungkook, yang mencumbuinya tanpa henti. Benar-benar malam yang sangat indah, tidak ada yang terlewatkan oleh si pencumbu yang selalu haus akan keintiman bersama sang istri.
.
______________****______________
.
Hari bertambah bulan, bulan berganti tahun. Ketahuilah jika kebahagiaan keluarga Jeon sudah bertambah dengan kehadiran adik kedua Soobin yang tengah di kandung Hyeri. Penantian mereka disambut bahagia, dengan calon putri kecil yang sebentar lagi akan melengkapi kebahagiaan keluarga Jeon.
"Bu, kapan adikku lahir?" tanya Soobin, yang mengusap-usap perut sang Ibu. Hyeri benar-benar seperti mengurus dua bayi sekarang. Jungkook menopangkan kepalanya di paha sebelah kiri, dan
Soobin menopangkan kepalanya di paha sebelah kanan.
"Tunggu waktunya saja, kamu harus bantu Ibu jaga adik kalau sudah lahir, ya!" ujar Hyeri yang tampak terus tersenyum sambil membelai rambut Jungkook dan Soobin secara bergantian.
"Cepatlah putri kecilku, nanti kamu akan segera dapat adik lagi!"
"Hisssh, kamu jangan bicara konyol!" kesal Hyeri menanggapi sikap manja Jungkook.
"Kenapa, memangnya. Aku ingin punya anak banyak, sayang!" ujar Jungkook yang beranjak dari paha Hyeri lalu mengecup bibir istrinya dengan lembut.
"Bilang saja, kalau kamu memang mesum!" kesal Hyeri yang tampak kesal akan tetapi tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia dan perhatian Jungkook yang sangat penuh terhadapnya.
Jungkook dan Hyeri selalu menunjukan rasa cinta mereka dengan berciuman. Rasa cinta dan bahagia, tampak tersalurkan dengan baik.
"Bu, aku juga mau dicium!" rengek Soobin, yang selalu merasa cemburu, ketika Ayah dan Ibunya bermesraan.
Lengkaplah kebahagiaan keluarga kecil ini. Hyeri selalu berada ditengah-tengah kedua pria yang sangat dicintainya. Jungkook di sisi kiri dan Soobin di sisi kanan. Mereka tidur seranjang. Dikarenakan perut Hyeri yang membesar karena hamil 9 bulan, dia cenderung tidur menghadap Soobin, sementara Jungkook memeluknya dari arah belakang. Tidak ada yang mau mengalah, Ayah dan anak selalu memeluk Hyeri saat tidur.
__ADS_1
.
_____________****______________
.
Di tengah malam yang sunyi, Jungkook dan Hyeri masih terjaga. Sedangkan Soobin sudah tertidur setelah lelah memeluk Ibunya. Kini giliran Hyeri memeluk Jungkook agar dia juga bisa tertidur nyenyak, sebab Jungkook punya kebiasaan tidak bisa tidur nyenyak tanpa memeluk Hyeri.
"Kamu tahu, apa yang aku pikirkan sekarang?" tanya Jungkook, di sela-sela pelukan mereka di malam itu.
"Memangnya apa?"
"Aku memikirkan kehidupan kita 20-30 tahun kedepan. Dengan banyak anak, semua sudah beranjak dewasa ... dan melihat mereka jatuh cinta." Jungkook melirik wajah Hyeri, yang tersenyum cantik menatapnya.
"Lalu?"
"Aku ingin mereka menemukan cinta sejati mereka, seperti aku menemukanmu. Tapi, aku tidak mau sampai mereka mengalami kepedihan seperti yang kita alami!" ujar Jungkook membelai wajah Hyeri dengan lembut lalu menempelkan hidung mancungnya ke hidung Hyeri.
"Semoga saja!" jawab Hyeri yang tersenyum sambil mengecup bibir Jungkook dan menatapnya kembali.
"Kita tidak boleh melarang anak-anak kita jatuh cinta, dengan siapapun. Apapun kastanya, dari mana asalnya, siapa keluarganya. Tugas kita sebagai orang tua, adalah merestui selagi mereka benar-benar menunjukan ketulusan cinta itu."
"Biarkan kisah pedih ini, kita yang alami. Aku tidak ingin terulang pada anak-anak kita!" ujar Jungkook yang mencium kening Hyeri dengan lembut, sambil mengusap perut Hyeri dengan calon buah hati di dalamnya.
"Terima kasih atas cintamu, kesabaranmu, ketabahanmu, atas anak-anak untukku ... kamu ibarat bentuk angel nyata di dunia ini, dan aku sangat, sangat mencintaimu!" ujar Jungkook, mengucap kata demi kata penuh makna yang membuat suasana haru semakin terasa di antara keduanya.
.
________________****_______________
.
Sungguh perjalanan hidup yang panjang dan penuh arti. Hyeri dan Jungkook tiba dalam waktu mereka di karuniai anak keduanya. Bayi mungil berjenis kelamin perempuan telah lahir dengan sehat dan selamat.
Bayi cantik itu di beri nama Jeon Sanha.
Jeon Sanha
Lahir dengan berat 3kg, dengan sangat sehat yang menambah kebahagiaan keluarga Jeon.
"Oeeeeek"
__ADS_1
"Uwaaaah, cucuku cantik sekali ...!" senyum bahagia menyambut kelahiran Sanha ke dunia. Kedua neneknya dan kakek Jeon, turut bersuka cita dalam bergantian menggendong cucu kedua mereka.
"Dia cantik sekali, seperti Hyeri!" ujar ibu Hyeri, yang berlinang air mata karna terharu. Semua orang tersenyum bahagi, Soobin juga sangat senang dan selalu menggenggam tangan Ibunya. Seperti malaikat kecil, yang dititiskan Tuhan, Soobin mempunyai rasa sayang luar biasa pada Ibunya.
"Andai saja, Ayah masih hidup ... pasti dia akan ikut bersuka cita di sini bersama kita. Aku yakin, dia sedang tersenyum juga melihat di atas sana!" ujar ibu Hyeri, yang masih sesekali merindukan suaminya yang sudah tiada.
Bahagia campur haru, air mata berlinang mengiringinya. Soobin seakan tahu, jika sudah banyak air mata yang menetes di pipi Ibunya, anak tampan dan pintar itu membawa selembar tisue dan mengusap air mata Ibunya sambil tersenyum.
"Bu, jangan menangis. Aku tidak suka Ibuku jadi jelek karna menangis!" ujar Soobin, seolah menjadi simbol malaikat tak bersayap untuk Hyeri.
Apakah kalian masih ingat, jika ikatan batin Hyeri dan Soobin sangatlah kuat. Setiap Hyeri sedih atau dirundung duka, Soobin yang dulu masih bayi, seolah selalu memberi tanda dengan menangis karna dia ikut merasakan penderitaan yang di alami Hyeri. Kehadiran Soobin, adalah hikmat Tuhan, sebagai bentuk tangan kecil yang akan selalu dan selamanya mengusap air mata Ibunya.
Saat Hyeri hampir mati tenggelam bersama Jimin, Soobin juga menangis kencang. Itu bukan hal kebetulan semata, akan tetapi itu adalah sebuah keajaiban Tuhan. Dalam keadaan yang lemah setelah melahirkan Hyeri masih bisa berenang kepermukaan untuk menyelamatkan diri, adalah kekuatan dari tangis Soobin kecik waktu itu. Apakah kalian sadar akan sebuah pesan ikatan Ibu dan anak yang saya sampaikan?.
.
____________****_____________
.
Waktu terus berlalu, betapa bahagianya keluarga Jeon dikaruniai Soobin dan Sahna. Keduanya, hadir menjadi pelengkap kebahagiaan antara Hyeri dan Jungkook. Soobin sangat menyayangi adik perempuannya, dia selalu menuruti keinginan Ibunya untuk membantu merawat Sanha saat Hyeri melakukan kewajibannya mengurus rumah setiap hari.
Didikan yang baik, membuat Soobin tumbuh menjadi anak laki-laki yang sangat penyayang dan sangat mencintai Ibunya. Soobin sangat mandiri dan pintar, dia bisa menyuapi makan adiknya, memandikan bahkan menidurkan Sanha kala Hyeri benar-benar sangat sibuk.
Sedangkan Jungkook, berhasil menjadi seorang pengusaha yang sangat sukses dan di segani pengganti Ayahnya. Jeon Jungkook, yang masih gagah dengan wajah tampannya selalu membuat banyak orang terpukau dan kagum akan prestasinya yang bisa menjadi pengusaha tersukses di Korea. Semua itu tidak luput dari dukungan Hyeri sebagai istri di belakangnya. Karna Hyeri, adalah sumber kebahagiaan untuk Jungkook dan dia adalah wanita paling dicintai Jungkook.
Itu adalah sepenggal kisah fiktif yang telah berakhir sangat indah. Meskipun, diwarnai tangis, tawa, penderitaan, dan kebahagiaan.
Suka dan duka selalu silih berganti, menguji manusia untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi besok, bahkan satu detik lagi semua bisa berubah. Tuhan, sudah mempersiapkan jalan hidup manusia.
Kadang kita merasa, jika kita adalah orang paling menderita, paling tersiksa diantara orang lain. Sebenarnta bukan itu masalahnya, akan tetapi karna kamu adalah manusia yang suka mengeluh, sedangkan orang lain tidak. Besar kecilnya masalah, sudah ditakar berdasarkan seberapa besar ketabahan orang itu menjalani.
Semoga kita bisa memetik pesan-pesan dari cerita ini. Menjadikannya pembelajaran. Ambil yang baik, tinggal yang buruk dan amalkan.
Sebagai penulis, jujur ini adalah cerita dengan konflik terbaik setelah ff *Partner Seks* & *Yoongi Husband*. Yang pernah saya buat, semoga kalian terhibur akan imaginasi saya yang saya tuangkan dalam bentuk cerita.
See You again. Di fanfiction selanjutnya...
_End_
Bye...😍😘
__ADS_1