Bad Boy [Jjk]

Bad Boy [Jjk]
part 7


__ADS_3

◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️


Entah apa yang ada dipikiran tuan muda Jeon Jungkook. Pemuda itu tidak bisa melepaskan Hyeri, yang sebenarnya bukan miliknya. Perasaan egoisnya menguasai dirinya saat ini, dan menjadikan hubungan keduanya jauh lebih dalam.


Sore itu, Jungkook membawa Hyeri ke rumah, dengan terus menggandeng tangannya. Seakan tidak ingin Hyeri pergi darinya, sikap overprotective Jungkook, layaknya suami kepada istrinya saja. Jungkook benar-benar memperlakukan Hyeri lebih dari assistant nya.


"Kamu mau bawa aku kemana?" tanya Hyeri, yang merasa aneh ketika Jungkook mengajaknya menaiki anak tangga.


"Tentu saja pergi ke kamar kita!" tegas Jungkook, yang tetap menggenggam erat tangan gadis itu.


"Aku gak mau, lepas ...!" kesal Hyeri, menarik-narik tangannya.


"Kamu gak boleh menolak, mulai sekarang kamu akan tidur sama aku!" tegas Jungkook, yang menatap yakin kearah Hyeri.


"Aku gak mau tidur sama laki-laki yang bukan suamiku, biar aku tidur di sofa saja." Hyeri masih menolak, dan tidak ingin menuruti keinginan tuannya yang aneh itu.


"Kamu harus mau, atau aku akan bilang pada semua orang tentang hubungan kita ...." Ancaman itu, langsung membuat gadis itu tak berkutik. Hyeri hanya bisa menarik napas panjang, dan menatap Jungkook penuh dengan amarah.


"Tunggu, aku mau ambil koperku dulu, aku akan bawa ke kamarmu!" seru Hyeri, yang kemudian melepaskan sesaat, untuk mengambil koper miliknya yang ditaruh dipojok ruang tamu. Dan membawanya ke kamar Jungkook.


"Pelayan, tolong buatkan aku makan malam untuk 2 orang. Bawa ke kamarku jika sudah siap!" perintah Jungkook, kepada para pelayan dirumahnya.


Rumah Jungkook sangat mewah dan elegan. Rumah berlantai 2 itu, memiliki desain yang sangat modern. Jungkook sudah memilih tinggal sendiri sejak SMA, dan ini adalah pertama kalinya Jungkook membawa wanita ke dalam kamarnya dan mengajaknya tinggal bersama.


___________****_________


Setelah sampai di dalam kamar, Hyeri dengan wajah dingin menaruh kopernya di samping meja. Sementara Jungkook terus memandangi Hyeri dari ujung kaki sampai ujung rambutnya dengan tatapan sangat dalam. Menyadari tatapan itu, Hyeri melirik dan membalasnya dingin.


"Ngapain kamu liat-liat?" pungkas Hyeri, menatap sinis kearah Jungkook.

__ADS_1


"Aku baru kali ini, bertemu wanita yang tidak menyukaiku!" seru Jungkook, sambil mendekati Hyeri perlahan.


"Memangnya perlu, semua orang suka sama kamu? Walau sudah berhubungan badan sekalipun, tidak bisa semudah itu membuatku menyukaimu!" tegas Hyeri, dengan santainya.


"Kalau begitu aku akan memaksamu menyukaiku, atau aku akan membuatmu hamil supaya jadi milikku!" tegas Jungkook, yang kemudian berada tepat dihadapan Hyeri, kemudian meraih pinggangnya. Membuat gadis itu menempel ditubuh Jungkook, kepalanya mengongak keatas memperhatikan wajah Jungkook yang postur tubuhnya jauh lebih tinggi darinya.


"Lepas, aku gak mau hamil anakmu. Aku tidak akan hamil." Pernyataan itu, menimbulkan tanda tanya dipikiran seorang Jeon Jungkook.


"Apa maksudmu tidak akan hamil? Aku akan terus menggaulimu sampai kamu hamil!" tegas Jungkook, yang memperhatikan wajah cantik Hyeri dibawahnya.


"Aku sudah pasang pengaman, jadi aku tidak akan takut kalau aku hamil diluar nikah" tegas Hyeri, yang membuat Jungkook terlihat sangat geram mendengarnya.


__________****__________


Raut wajah Jungkook seketika berubah, saat mendengar pernyataan Hyeri yang tidak diketahuinya. Jungkook bahkan terlihat egois, dengan menginginkan assistant nya mengandung anaknya. Seorang pemuda nakal seperti Jungkook, bahkan tidak pernah punya keinginan begini pada wanita lain selain Hyeri.


"Bisa-bisanya kamu pakai pengaman tanpa izin dariku? Kalau begitu, aku akan tetap menggaulimu sampai masa obat itu habis dan kamu benar-benar akan hamil setelahnya!" tegas Jungkook, yang memberi ancama kepada Hyeri.


"Kalau begitu ayo menikah denganku,  aku benar-benar sedang bicara serius saat ini." Hal yang sangat mengejudkan. Bahkan Hyeri sampai tidak habis pikir mendengar pernyataan dari tuannya tadi. Bagaimana bisa dia meminta seorang assistant menikah dengannya, sedangkan Hyeri tidak mencintai Jungkook, dan hubungan itu hanya sebatas obsesi dan napsu belaka.


"Aku gak mau"


"Kamu harus mau, mulai sekarang aku akan mengawasimu. Supaya kamu gak pakai pengaman apapun, supaya kamu bisa hamil," kekeh Jungkook, yang tetap memaksakan kehendaknya.


__________****__________


Malam semakin larut, Jungkook tampaknya sangat mengekang assistant nya. Bahkan untuk makan, Jungkook meminta Hyeri makan di dalam kamar bersamanya. Tentu saja hal itu membuat Hyeri merasa bosan. Sepanjang makan malam, Jungkook terus memandangi Hyeri, dan membuat mereka saling menatap datar satu sama lain.


"Jangan tatap aku dengan tatapan mesum itu" ucap Hyeri, yang sedikit acuh.

__ADS_1


"Aku tidak menatap mesum, aku hanya heran saja. Kenapa aku bisa sangat terobsesi padamu!" seru Jungkook sambil mengambil selembar tisue dan membersihkan makanan yang berantakan di mulut Hyeri. Suasana mendadak canggung, saat Hyeri merasa aneh dengan keadaan saat ini.


"Kamu orang pertama yang membuatku segila ini, Hyeri ...." tegas Jungkook, yang diacuhkan oleh Hyeri.


"Harusnya kamu biarkan aku menjalani kewajibanku menjagamu, bukannya malah kamu yang mengurungku begini," kesal Hyeri, yang terlihat tidak berselera makan. Walau dimeja terdapat hidangan yang enak dan mewah.


"Kamu sudah menjagaku, buktinya sekarang aku tidak ada keinginan untuk menyewa wanita lagi. Karna aku sudah punya kamu!" tegas Jungkook, sambil tersenyum singkat dengan tatapan menggoda.


"Ciiih, jangan tatap aku dengan tatapan menjijikkan itu. Benar-benar menyebalkan!" kesal Hyeri, yang merasa bosan dengan keadan ini.


"Ayo kita pacaran, Hyeri. Sepertinya aku harus membuatmu nyaman, dengan belajar mencintaimu!" tegas Jungkook, yang langsung membuat Hyeri buang muka karna kesal.


"Pacaran? Orang sepertimu tidak punya hati, mana bisa pacaran!" kesal Hyeri. Sambil meneguk segelas air putih dan menyelesaikan makan malamnya.


________****________


Kemudian Jungkook mendorong meja makannya, lalu membawanya keluar kamar untuk diberikan kepada pelayan di rumahnya. Tak lupa, Jungkook mengunci pintu, hingga sangat aman dan tertutup.


Setelahnya, pemuda itu berbalik badan dan menatap Hyeri yang masih duduk di kursi. Hyeri memang terlihat sangat cantik, meskipun kini hanya pakai kaos dan celana pendek biasa. Tanpa berhiaspun, aura cantik itu masih melekat di wajahnya. Tidak heran, jika Jungkook sangat napsu pada Hyeri. Pemuda itu berjalan perlahan mendekati Hyeri, dengan tatapan nakal itu. Membuat Hyeri sedikit tidak nyaman dengan tatapan yang selalu diberikan Jungkook padanya.


Kini Jungkook sudah berada tepat dihadapan Hyeri. Gadis itu tidak mau melihat, dan sengaja buang muka. Dengan senyum singkat, Jungkook langsung saja menggendong tubuh Hyeri dan merebahkannya di atas kamar.


"Kenapa kamu takut? bukannya sudah pakai pengaman? tapi aku tidak akan berhenti menggaulimu sampai kamu benar-benar hamil!" tegas Jungkook, yang mengundang tatapan sinis dari Hyeri. Pria itu kemudian **** tubuhnya dan memandangi wajah Hyeri yang sangat cantik, berada tepat di bawahnya.


"Benar-benar gila" gumam Hyeri singkat, dengan tatapan acuh pada tuannya.


"Aku memang sudah gila, karna kamu sudah membuatku begini!" seru Jungkook, yang kemudian melumat bibir mungil Hyeri. Sementara tanangnya memegangi areal sensitif gadis itu.


Jungkook bahkan menunjukan kebolehannya dalam berciuman, karna Hyeri gadis pertama yang berciuman dengannya. Jungkook kemudian memegangi dengan intim kedua pipi Hyeri, dan mulai meloloskan lidahnya hingga air liur mereka saling terhisap dan terasa sangat nikmat.

__ADS_1


Ciuman panas itu, juga menjadi awal dari hubungan seks yang akan dimulai oleh Jungkook pada assistant nya. Saat ini, napsu Jungkook sudah meningkat, bahkan Hyeri sudah tidaj bisa melawannya. Tubuhnya diapit dan ditindih tubuh kekar Jungkook, sementara lumatan bibir Jungkook masih berlangsung dan terasa begitu intens. Jungkook menyesapi bibir itu seperti menghisap permen, dan sangat penuh gairah.


Bersambung....


__ADS_2