![Bad Boy [Jjk]](https://asset.asean.biz.id/bad-boy--jjk-.webp)
◻️◻️◻️Vote please◻️◻️◻️
Lee Hyeri, gadis malang yang sudah kehilangan kehormatannya dihari pertama ia bekerja. Jeon Jungkook sangat senang dan puas, bisa menikmati apa yang seharusnya tidak boleh dimilikinya. Hanya penyesalan yang dialami Hyeri, paska kejadian itu. Tapi tidak untuk Jungkook, pria itu bangga sekaligus ketagihan untuk terus melakukannya dengan assistantnya sendiri.
Siang itu, setelah menyalurkan hasrat seksualnya. Jungkook segera beranjak dan mengambil beberapa baju di lemari miliknya. Jungkook memakai baju formal untuk ke kantor, sedangkan dia juga memberikan baju untuk dipakai Hyeri, sebab baju milik Hyeri sudah dirusak olehnya tadi.
"Kamu pakai bajuku ini, karna bajumu sudah rusak ...." ujar Jungkook yang langsung membuang baju milik Hyeri ke tong sampah.
Hyeri perlahan bangun, dengan kondisi rambut yang berantakan dan lemas karna permainan kasar tuannya tadi. Gadis itu terdiam dan menatap Jungkook kesal, kini Hyeri bahkan masih syok dengan apa yang sudah dialaminya.
"Cepat pakailah baju, supaya aku tidak napsu lagi. Sulit sekali mengontrol hasratku padamu, aku selalu ingin melakukannya sama kamu ...!" seru Jungkook, yang kemudian memungut bra dan celana dalam milik Hyeri yang tadi dibuangnya kelantai.
"Ayo pakai Hyeri, sebelum aku nanti menunggangimu lagi. Saat ini saja, bahkan penisku selalu tegang jika didekatmu!" ujar Jungkook dengan tatapan nakalnya. Tak lupa pria itu, kembali mengecup leher Hyeri dan menghisapnya kuat. Jungkook suka sekali meninggalkan bekas merah dileher putih milik assistant nya.
________****_________
"Berikan itu padaku!" ucap Hyeri sinis, yang meminta bra dan celana dalam miliknya untuk segera dipakai. Sepanjang Hyeri memakai bra Jungkook tak henti-hentinya menatap sangat salam, sambil membasahi bibirnya dengan lidahnya.
Payudara indah itu telah dipasangi bra, terlihat sangat padat dan berisi. Jungkook ingin sekali meremasnya lagi, tapi dia sadar kalau harus segera ke kantor. Hyeri kemudian turun dari kasur untuk memakai celana dalam miliknya, Jungkook benar-benar tidak bisa menahan hasratnya itu. Melihat ** Hyeri yang baru saja dinikmatinya, Jungkook segera mendekar dan menggesek-gesekan jarinya kevagina yang sangat disukainya itu.
"Sudah ... kamu belum puas kah, Jeon Jungkook?" kesal Hyeri, yang merasa tidak nyaman sifat hyper seks tuannya.
"Hyeri, kita lakukan sekali lagi sebelum berangkat ke kantor, ya? Aku mohon? Aku sudah gak tahan ...!" pinta Jungkook yang juga ikut *** payudara Hyeri dari belakang.
"Apa kamu benar-benar sudah gila? Belum puas juga rupanya? Ingatlah jika aku ini adalah assistantmu, bukan jalangmu!" tegas Hyeri, yang kemudian menepis tangan nakal Jungkook yang sedari tadi *** payudaranya.
"Iya baiklah ... kalau di luar, kau adalah assistantku. Tapi kalau di dalam kamar denganku, maka kau adalah teman seksku!" tegas Jungkook yang kemudian mengecup bibir Hyeri secara cepat.
__ADS_1
Cuup...
Tatapan sinis Hyeri, kembali terlihat. Namun, Jungkook tidak merasa risih bahkan pria itu sibuk memperhatikan lekuk indah tubuh Hyeri terutama pada bagian vaginanya. Rasanya Jungkook tidak sabar untuk memulai permainan ini lagi, tapi waktunya tidak tepat.
____________****___________
Setelahnya Jungkook dan Hyeri pergi ke kantor. Hyeri tampak masih terlihat cantik, dengan kaos hitam over size milik Jungkook. Rambut panjangnya diikat jadi satu dibelakang. Menambah kesan sexy darinya.
Memang Hyeri sangatlah cantik, sepanjang berjalan ke kantor bersama Jungkook. Beberapa staff dan karyawan, memandangi wajah cantiknya karna kagum. Hal itu disadari oleh Jungkook, dengan segera dia meraih tangan Hyeri dan menggenggamnya sangat erat. Hal itu karna Jungkook tidak mau wanitanya dipandangi nakal oleh pria lain.
Hal itu membuat Hyeri terkejud dan merasa tak enak hati, sebab statusnya adalah assistant. Kini Jungkook bahkan menggandeng tangannya, sepanjang perjalanan menuju ke ruanhan meeting. Padahal dia hanyalah assistannya.
Keduanya sampai di dalam lift, ada dua orang di dalam, dan semua memberi hormat kepada Jungkook. Sebab, Jungkook adalah atasan mereka di kantor. Kemudian Jungkook menekan angka 16, lalu memojokkan Hyeri kesudut kaca dalam lift. Pemuda itu mengajak Hyeri berciuman di dalam lift, sedangkan kedua karyawan itu tidak berani menoleh. Mereka hanya melirik dari kaca yang memantulkan bayangan Hyeri yang diciumi Jungkook.
Assistantnya itu menolak, tapi tidak bisa melawan sikap tidak senonoh dari taunnya. Karyawan itu hanya bisa diam sampai lift terbuka di lantai 16. Jungkook melepaskan tautannya dan smirk menatap wajah Hyeri yang cantik.
"Harusnya mereka yang mengganggu, karna sudah mengganggu kita!" tegas Jungkook sambil tersenyum sikat. Pemuda itu, kemudian menarik tangan Hyeri menuju ruangan meeting. Segera gadis itu mengelak dan melepaskan genggaman Jungkook secara paksa.
"Kamu pergilah meeting, aku akan tunggu di luar. Mana mungkin kamu mengajakku masuk?!" ujar Hyeri, dengan terus memandangi wajah Jungkook.
"Aku tidak mau, karna aku tidak percaya padamu. Bisa saja nanti kamu kabur!" tegas Jungkook, yang khawatir.
"Aku tidak akan kabur, karna kamu adalah pria yang sudah mengambil harga diriku. Aku akan disini menunggumu sampai selesai ... cepat masuk!" pinta Hyeri, yang mendorong tubuh Jungkook agar segera masuk.
Karna sangat terpaksa, Jungkook masung keruangan meeting tanpa Hyeri. Gadis itu merasa lega, setelah berhasil melepaskan diri dari tuannya walau hanya sesaat.
_________****_________
__ADS_1
"Siapa kamu?" panggil sebuah suara dari arah belakang. Dengan wajah terkejud, Hyeri berbalik badan dan memastikan sumber suara. Seorang pemuda tampan dengan senyum diwajahnya mendekati Hyeri.
"Aku sedang menunggu tuanku, dia sedang meeting!" seru Hyeri, yang cukup gugup saat ini.
"Siapa tuanmu?" tanya pemuda itu.
"Jeon Jungkook!" tegas Hyeri.
"Aaaaggh, jadi kamu assistantnya bayi itu? hati-hati bekerja dengan dia, karna Jungkook itu ganas!" seru pemuda itu sambil tersenyum. Be wajahnya sangatlah tampan, dengan senyuman mata yang indah.
"Siapa namamu?" tanya pemuda itu sambil mengulurkan tangannya.
"Lee Hyeri"
"Namaku Park Jimin. Aku adalah sepupu Jungkook, yang juga bekerja di kantor ini." Pemuda itu selalu tersenyum, dan terus memperhatikan Hyeri dengan sangat jeli.
"Kalau begitu, aku masuk dulu ... aku juga mau ikut meeting!" seru Jimin, yang kemudian berjalan meninggalkan Hyeri.
"Aku harus mengambil kesempatan ini dengan baik, aku akan mencari obat penunda kehamilan. Aku gak mau punya anak dari pria brengsek sepertinya!" gumam Hyeri, yang segera beranjak dari tempat itu. Gadis itu menuju klinik terdekat, untuk menggunakan alat kontrasepsi penunda kehamilan dengan metode suntik selama jarak waktu 1 bulan.
Hyeri benar-benar khawatir, jika dia akan hamil anak di luar nikah. Walau hubungan seks itu sudah terjadi, dan kemungkinan bibit yang ditanam Jungkook jadi. Sebagai antisipasi, sebab Jungkook punya hasrat seksual tinggi padanya.
"Obatnya akan bekerja hanya dalam waktu 1 bulan saja. Jika sudah lebih masa 1 bulan, kamu bisa hamil. Maka dari itu sebelum 1 bulan, kamu harus kesini lagi untuk disuntik lagi!" seru dokter memberitahu Hyeri.
"Terima kasih dok!" seru Hyeri, yang sudah merasa lega.
Gadis itu kemudian kembali lagi ke kantor tanpa rasa takut lagi. Kalaupun Jungkook kembali menggaulinya, dia tidak akan hamil, tapi untuk hubungan seks pertamanya. Hyeri tidak yakin. Gadis itu kini pergi ke kantor untuk kembali menjalani pekerjaannya sebagai assistant pribadi Jeon Jungkook.
__ADS_1
Bersambung...