Bad Boy [Jjk]

Bad Boy [Jjk]
part 36


__ADS_3

◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️


Hari ini, jadwal operasi tuan Jeon. Akan ada kehidupan, dan juga kematian secara bersamaan. Entah suasana ini membuat senang atau justru malah sedih, tidak ada yang bisa menjelaskan apa yang dirasakan oleh seluruh keluarga Jungkook.


Tuan Jeon, telah berada di meja operasi. Pisau-pisau telah merobek kulit dadanya, untuk memulai mengganti jantungnya dengan jantung yang baru. Pendonor juga sudah berada di ruangan yang sama. Sebelum obat bius itu membuatnya tertidur untuk selama-lamanya.


"Dokter, berikan surat ini pada wanita yang bernama Lee Hyeri!" pinta seorang pendonor, memberikan sebuah surat pada dokter tersebut. Pendonor itu, yang tak lain adalah ayah kandung Hyeri sendiri.


"Kamu benar-benar orang yang berhati mulia, semoga kebaikanmu mendapat balasan dari Tuhan!" ujar dokter yang menitikan air mata, karena terharu. Tak lama, obat bius yang sudah disuntikkan pada tuan Lee, membuat pria itu tertidur untuk selama-lamanya.


Jamtungnya telah diambil, dan di pindahkan kejantung tuan Jeon. Seseorang yang pernah menjadi kakaknya, saudaranya, dan orang paling dekat dengannya. Tuan Jeon, adalah orang yang memberikan kepercayaan penuh pada tuan Lee yang dulunya adalah seorang pengangguran. Tuan Jeon, telah menjadi sahabat dan saudara selama ini, diluar dari pertengkaran karna anak-anak mereka. Kini, tuan Lee kembali menunjukan pengabdiannya, dan rasa sayang terhadap tuan Jeon, meskipun dia harus menukarnya dengan nyawanya.


Tiiiiit


Tiiiiit


Tiiiiit


Tuan Lee telah meninggal dunia. Demi menolong saudara, sahabat, dan juga bosnya yang sangat dikasihinya.


Tidak ada yang tahu, bahkan sampai hembusan napas terakhirnya, tuan Lee merahasiakan itu semua.


.


______________****______________


.


Operasi pencangkokan berlangsung selama 3 jam lamanya. Tak lama, sebuah ranjang yang membawa pendonor keluar dari ruang operasi. Tetes air mata membasahi pipi Hyeri seketika, dengan segera dia menghentikan petugas yang hendak membawa jasadnya ke ruang mayat.


"Tunggu!"


"Ada apa nyonya?" tanya petugas, yang merasa terganggu oleh penghentian Hyeri.


"Ada apa Hyeri?" tanya Jungkook.


"Apakah dia adalah ayahku?" ucap Hyeri, yang tanpa sadar mengatakannya. Air matanya deras membasahi pipi, dia menangis terisak. Ketika hendak membuka kain putih penutup, tangan Hyeri serasa bergetar dan lemas.


"Maaf nyonya, kami tidak bisa menunggu lama ... tugas kami masih banyak!" ujar petugas yang terlihat terganggu.

__ADS_1


Dengan mengumpulkan tenaga dan nyali yang tinggi. Hyeri membuka kain penutup itu, dan dia langsung pingsan saat melihat wajah ayahnya yang berada dibalik kain tersebut. Petugas segera mendorong jasad tuan Lee ke kamar mayat, sementara Jungkook langsung menggendong tubuh Hyeri yang pingsan.


"Hyeri, bangunlah!" panggil Jungkook, yang segera membawa istrinya untuk mendapat pertolongan dari perawat di sana. Seolah mengerti tentang ketegangan itu, Soobin yang digendong neneknya menangis terus menerus, sepanjang melihat ibunya pingsan tak berdaya karna Syok.


.


________________****______________


.


Semua orang bersedih, menangis terlebih melihat keadaan Hyeri yang tampak belum bisa menerima kenyataan itu. Setelah 20 menit pingsan, Hyeri akhirnya bangun dari pingsannya dia langsung menangis tersedu-sedu, karena menyadari apa yang barusan dilihatnya.


"Ayah ...."


Dengan segera Jungkook memeluk tubuh Hyeri, untuk menenangkan hatinya yang hancur saat ini. Air matannya terus menerus mengalir, tangisnya pecah dan tak bisa dibendung.


"Tenanglah, sayang ... menangislah dipelukanku!" ucap Jungkook, yang terus menerus memeluk, tanpa ingin melepaskan. Seakan paham, jika Hyeri tengah terluka hatinya.


"Kenapa Ayahku yang melakukan ini? kenapa dia tidak bilang dulu padaku? setidaknya biarkan kami bicara di sisa hidupnya! kenapa?" jungkook terus memeluk, dan membiarkan Hyeri menumpahkan kesedihannya.


"Tenanglah sayang, tabahkan hatimu!" ujar Jungkook, yang terus menerus memberi semangat untuk sang istri yang tengah rapuh saat ini.


Operasi berjalan lancar. Tuan Jeon telah mendapatkan jantung baru, jantung dari orang yang sangat menyayanginya yakni tuan Lee. Namun, kesehatan tuan Jeon, adalah duka untuk Hyeri. Karena ayahnya sudah tiada saat ini. Tangis Hyeri mengiringi upacara pemakaman sang Ayah yang telah meninggalkannya untuk selama-lamanya.


.


________________****_______________


.


Surat itu di buka dan di baca oleh Jungkook. Dihadapan Ayahnya yang sudah siuman pasca operasi, dan di hadapan Hyeri yang menggendong Soobin kecil dengan sangat erat.


Isi surat_


"Teruntuk putriku, Lee Hyeri. Bermarga Lee, yang sangat cantik, manis, baik, periang, dan tangguh. Ketahuilah sayang, bahwa Ayahmu sangat mencintaimu. Ayahmu benar-benar bahagia, saat ibumu memberitahukan kehadiranmu diantara kebahagiaan pernikahan kami. Kau adalah, pelengkap dan penyempurna kehidupan kami. Kamu adalah gadis cantik kebanggan kami, yang selalu ceria. Namun, keadaan berubah saat kamu mulai jatuh cinta, dan memutuskan untuk melangkah dengan pria yang kau cintai.


Sungguh Ayah sangat menyayangimu hingga Ayah tidak ingin melihatmu terus menangis karna cinta. Ayah berusaha agar, kamu tidak jatuh cinta, agar bisa hidup bahagia. Tapi semua salah, karna kebahagiaanmu adalah cinta pada pria pilihanmu yaitu Jeon Jungkook. Berbahagialah, anakku.


Semoga Tuhan segera mengganti penderitaanmu dengan kebahagiaan yang baru bersama keluarga kecilmu. Beritahu Jeon Jungkook, paman Lee akan marah jika putrinya disakiti. Suruh dia berjanji, untuk membahagiakan putriku dan juga cucu-cucuku.

__ADS_1


Hyeri anak Ayah, mulai sekarang ... aku merestui pernikahanmu dan Jungkook, asalkan kalian bisa bahagia.


Teruntuk tuan Jeon.


Tuan, dulu aku pernah bersumpah untuk melayanimu, menjadi orang terdepan yang menghadapi semua musuhmu, menjadi orang terdepan yang akan membunuh orang-orang yang menyakitimu. Tapi, aku telah berhianat karna membencimu, dikarenakan aku terlalu mencintai keluargaku.


Tuan Jeon, terima kasih kau telah menjadikanku teman, saudara, bahkan orang yang selalu kau ajak berbagi segala hal. Bahkan aku tidak bisa membalas semua budimu, mungkin dengan nyawaku, jantungku yang ada di dadamu, kau harus tahu betapa aku menyayangimu.


Aku hanya punya satu permintaan, tolong restui anak-anak kita. Terimalah putriku, menjadi menantumu dan ibu untuk cucu-cucumu. Aku akan menangis, jika putriku menangis. Mohon kabulkan permintaan orang rendah sepertiku, maafkan atas kelancanganku tuan.


Sekian_


.


_______________****_______________


.


Tidak ada yang menyangka, bahwa isi surat itu membuat semua orang yang mendengar banjir air mata. Hyeri tampak sangat terpukul, begitu pula dengan tuan Jeon, yang merasa sangat menyesali semua kesalahannya. Air mata mengalir haru, bercampur sedih. Tuan Lee, telah meninggalkan banyak pesan untuk mereka yang harus di kabulkan.


"Kemarilah menantuku!" panggil tuan Jeon, pada Hyeri. Semua orang terharu, Hyeri berjalan setapak demi setapak mendekati tuan Jeon dengan air mata di pipinya.


"Mulai sekarang, kamu adalah menantu terhormat di keluargaku. Kamu akan jadi bagian penting di keluargaku, berbahagialah anakku ... kau juga akan menjadi putriku mulai detik ini." Tangis haru tak bisa dibendung. Semua orang menangis, dengan pernyataan tuan Jeon. Walau suaranya pelan, akan tetapi terdapat ketulusan dibalik ucapannya.


"Terima kasih!"


"Jangan bilang terima kasih. Aku yang harusnya meminta maaf, karna terlalu sombong ... aku sampai lupa, jika menantuku ini sudah memberi cucu yang sangat tampan untukku."


Suasana haru, bercampur sedih mengiringi duka kepergian tuan Lee. Hal itu, juga berdampak bagi ibu Hyeri yang perlahan mulai mengingat semuanya dan keadaannya mulai membaik. Ibu Hyeri, sudah memiliki harapan untuk sembuh secepatnya.


Kebahagiaan telah bersambut, kini Hyeri dan Jungkook telah melewati masa yang panjang dan sulit untuk mereka. Namun, semua berbuah manis dengan hasil yang mereka tanam.


Bersambung....


Tenang ...


.


.

__ADS_1


Aku akan buat part bahagia mereka, di part berikutnya.


Sungguh part ini, membuatku menangis, sepanjang ngetik dari awal hingga akhir. Semoga kalian bisa merasakan makna dan pesan-pesan yang ingin saya sampaikan.


__ADS_2