![Bad Boy [Jjk]](https://asset.asean.biz.id/bad-boy--jjk-.webp)
◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️
Malam semakin larut. Hyeri masih merasakan sakit pasca melahirkan, dengan darah yang mengucur di selangkangannya. Hyeri hanya bisa merintih kesakitan yang kini di dalam mobil Park Jimin. Pria itu mengemudi dengan kecepatan cepat membawa Hyeri, entah kemana. Dengan tekad yang kuat, tanpa tentu arah Jimin membawa Hyeri pergi.
"Jim, hentikan mobilnya ... kamu mau bawa aku kemana?"
"Kemana saja, asal kita bisa bersama selamanya."
Meskipun keadaan mobil oleng, dan Jimin terus menerus menerobos lampu merah. Keadaan ini cukup berbahaya di malam hari. Meskipun tidak banyak pengguna jalan, akan tetapi tindakan ini membahayakan keselamatan mereka berdua.
"Jika kamu mencintaiku, bukan begini caranya. Bukan dengan terus-menerus berbuat salah, dan merugikan orang lain!" tutur Hyeri, yang terlihat sudah lemah tak berdaya.
"Jika aku tidak begini, maka aku tidak akan memilikimu. Aku tahu kamu tidak pernah mencintaiku ... aku tertarik padamu saat pertama aku melihatmu, tapi aku menyimpan dendam saat tahu, kalau kamu dan Jungkook sering berhubungan. Itu membuatku muak ...!"
"Kamu tidak bisa memaksakan seseorang untuk mencintaimu."
"Bisa, buktinya sekarang aku mendapatkanmu ... aku bisa menikahimu, bisa menggaulimu sepuasku!" seru Jimin, sambil melirik perut Hyeri yang sudah tidak mengandung lagi.
"Karna kamu sudah tidak hamil, maka aku akan membuatmu hamil anakku!" seru Jimin tersenyum licik.
"Apa kamu gila? aku baru saja melahirkan ... aku bahkan hampir mati karnamu sekarang!" tegas Hyeri, yang masih merintih, dan menatap Jimin penuh kemarahan.
.
_____________****_______________
.
Hyeri hanya bisa berdoa atas ketidak berdayaannya saat ini, agar Jimin bisa mengasihaninya dan mengakhiri penderitaannya.
"Hyeri, aku sangat mencintaimu!"
"Aku benci kata-kata itu ...!" ketus Hyeri yang sudah putus harapan saat ini. Jimin menghentikan mobilnya di sebuah tempat di pinggir sungai, tempat yang sangat sepi dan hanya ada mereka berdua.
"Mencintaimu, membuatku jadi gila, Hyeri!"
"Mencintaiku? kamu memang sudah gila dari dulu, Jim!" ujar Hyeri, sambil terus memegangi perutnya. Tatapan tajam Jimin, membuat Hyeri sangat marah melihatnya.
"Jim, kenapa kamu setega itu pada dokter Seokjin? dia itu kakak tirimu, dia masih punya hubungan darah denganmu ... kenapa kamu setega itu membiarkan dia sekarat di pinggir jalan?"
"Aku bahkan tega membuat Ibuku lumpuh seumur hidup, apalagi kakak tiriku!"
"Apa? apa maksudmu?"
"Tidak ada yang tahu, jika ibuku sakit karna aku."
"Kenapa kamu melakukan itu?"
"Karna jika dia berkuasa, aku tidak bisa menguasai semua harta keluargaku. Ibuku melarang keras aku menjadi pewaris, Ibuku malah meminta Seokjin Hyung untuk tinggal bersama dan membaginya!"
"Apa yang salah dengan Ibumu? dia benar melakukan itu, kenapa kamu malah menyiksanya? terbuat dari apa hatimu, Jim?" Hyeri menitikan air mata dengan pengakuan sadis dari Jimin.
__ADS_1
"Aku juga bisa menyiksamu, jika kamu terus menolakku!" tegas Jimin yang menarik dagu Hyeri secara paksa dan menciumnya.
Plaaaak
Tamparan keras dari Hyeri, yang mencoba menolak dan melindungi diri dari sikap kurang ajar Park Jimin. Tamparan itu mengundang senyum dari Jimin, dan dia malah semakin menjadi-jadi sekarang.
"Tolakanmu, aku anggap sebagai tantangan buatku ...! Jimin menarik rambut Hyeri, menjambaknya dan mendekatkan wajah wanita yang sudah lemah tak berdaya itu.
"Hentikan semua ini, Jim. Bertobatlah, jangan terus menerus melukai tanganmu dengan dosa ... mau berapa banyak lagi orang yang kamu buat menderita?" tangis Hyeri pecah, merasakan sakit tak karuan apalagi saat perlakuan kasar dari Jimin saat ini.
.
______________****_____________
.
Saat Jimin ingin melancarkan aksinya, memaksa Hyeri melayani napsu bejatnya. Sebuah cahaya lampu sangat terang, menyorot dari arah belakang mobil mereka. Jimin menghentikan aksinya yang sedang menciumi Hyeri secara berutal, dan menoleh kearah belakang. Rupanya, mobil mereka sudah di kepung dengan mobil polisi saat ini.
Jimin tersenyum remeh, dan melirik Hyeri yang ketakutan saat ini, Hyeri melihat tatapan Jimin yang penuh kelicikan, dan jiwa seperti di rasuki iblis.
"Kalau aku harus mati, maka aku akan mati bersamamu. Aku tidak akan rela kamu dimiliki siapapun,"
"Hentikan kegilaanmu, Jim. Sudah tidak ada lagi yang bisa kamu lakukan sekarang ... berhentilah!"
Gerombolan polisi sudah mengitari mobil Jimin saat ini, Jimin malah menggenggam erat lengan Hyeri dan tidak mau melepasnya. Hyeri semakin menangis terisak, melihat Jimin yang masih belum mau menyerah dengan keadaan yang sudah tidak memungkinkan untuk bertahan.
"Keluarlah, anda sudah di kepung!" titah polisi yang mencoba menggedor pintu Jimin.
"Apa yang kamu maksud, Jim? ini sudah tidak mungkin ... menyerahlah Jim, jangan keras kepala begini!" pinta Hyeri, yang terlihat sangat takut dan bingung atas kegilaan apa lagi yang ingin dilakukan Park Jimin.
.
_____________****___________
.
Jimin hanya tersenyum melihat Hyeri yang ketakutan. Pria itu kemudian menoleh kedepan, melihat dengan pandangan lurus kearah sungai dihadapan mereka. Hyeri juga ikut melihatnya, dan diapun tersadar, akan apa yang dimaksud Park Jimin saat ini.
Jimin menyalakan mobilnya, dan menginjak gas mobilnya. Tindakan itu tentu membuat banyak orang tercengang, Hyeri membulatkan matanya sempurna melihat aksi nekad Park Jimin satu ini.
Mobil melaju kedepan dengan kecepatan tinggi, dan ...
"Tidak Jim ... jangan!"
"YA TUHAN, TOLONG AKU!"
Byuuuuuuuuuur
Mobil itu terendam di dalam sungai dalam keadaan pintu mobil yang terkunci dari dalam. Hyeri dan Jimin sudah masuk ke dalam sungai yang cukup dalam. Semua pihak kepolisian panik, dan segera memberi pertolongan kepada Hyeri dan Jimin yang terjebak di dalam mobil.
Di dalam air sungai yang gelap, dengan pencahayaan yang terbatas, yakni hanya ada cahaya mobil mereka di dalam air. Hyeri mencoba membuka pintu mobil di samping Jimin, napasnya sudah mulai terbatas perlahan Hyeri akhirnya sudah berhasil membuka pintu mobil walau sudah kehabisan oksigen.
__ADS_1
Bala bantuan berdatangan. Pihak kepolisian melakukan evakuasi secepatnya untuk Hyeri dan Jimin yang berada di dasar sungai yang cukup dalam.
Disisi lain.
"Oeeeeeeek!" suara tangisan Jeon kecil yang tiba-tiba menangis sekencang-kencangnya di rumah sakit. Saat ini, Jeon kecil masih di rumah sakit untuk mendapat penjagaan dan perawatan dari dokter.
"Cucuku, kenapa menangis?" tanya ibu Jungkook, yang kini bertugas menjaga cucunya di rumah sakit, pasca Jungkook membawa Jeon kecil.
"Apa kamu lapar? kamu belum minum ASI, ya? semoga Ibumu bisa segera datang dan menyusuimu!" tangis kesedihan, sekaligus penyesalan terlihat dari ibu Jungkook, yang melihat keadaan cucunya yang menangis terus-menerus. Ibu Jungkook juga merasa bersalah karna perlakuan kasarnya terhadap Hyeri, selama ini.
.
_____________****____________
.
Sementara Jungkook, ternyata baru datang untuk menyusul Hyeri. Jungkook yang telah selesai memanggil polisi untuk meringkuk Jimin, hatinya terpukul saat setelah seorang polisi memberitahukan keadaan Jimin dan Hyeri yang tengah berendam di dasar sungai.
Hatinya hancur, Jungkook menangis sejadi-jadinya. Tanpa pikir panjang, Jungkook membuka sepatunya dan mengambil senter petugas lalu ikut masuk kedalam sungai yang cukup dalam itu.
Byuuuuuur
Demi cintanya pada Hyeri, Jungkook mengambil resiko tinggi ini. Matanya terus mencari kedasar sungai yang kira-kira kedalaman 12 meter dari dasar. Jungkook terus berharap, bisa menemukan Hyeri tanpa memikirkan jika ini cukup berbahaya baginya.
Celah itu terlihat. Lampu mobil Jimin, membawa Jungkook untuk menyelamatkan Hyeri saat ini. Dia akhirnya menemukan dan segera menghampirinya. Namun, Hyeri tidak ada hanya ada jasad Jimin. Karna rasa kepeduliannya, akhirnya Jungkook membawa tubuh Jimin kepermukaan.
Setelah sampai kepermukaan, pihak kepolisian membawa jasad Jimin dan tubuh Jungkook dengan segera. Jungkook tampak lemas, tapi juga tidak bisa menahan kekecewaannya karna tidak bisa menyelamatkan Hyeri. Dia terus menerus menangis tanpa tahu kejadian sebenarnya
"Jeon Jungkook!" panggil sebuah suara yang terdengar pelan, suara yang sangat dikenalnya. Di sela tangisan terisak dari Jungkook, dia masih tidak percaya jika suara yang memanggilnya adalah Hyeri. Jungkook masih mengabaikan suara itu, dia berfikir jika ini adalah halu sinasi lantaran dia terlalu berharap bisa menemukan Hyeri di dasar sungai.
"Kamu tidak ingin memelukku, Jeon Jungkook?" panggil suara itu lagi. Suara yang sama dan membuat Jungkook akhirnya menoleh kebelakang. Seorang wanita tergeletak di tandu polisi dengan keadaan basah kuyup, tersenyum menatapnya.
"Apa ini benar?"
Hyeri mengangguk
"Kamu Hyeriku? apa aku sedang tidak bermimpi?" tanya Jungkook, yang masih belum mempercayai ini semua.
"Kamu gak mau memelukku, Jungkook? aku kedinginan!" gumam Hyeri dengan air mata di pipinya. Keadaan ini cukup membuat Jungkook bingung, dengan segera Jungkook mendekati Hyeri dan memeluknya sangat erat. Mereka berdua menangis sejadi-jadinya melepas rindu dan keajaiban Tuhan yang bisa mempertemukan mereka kembali.
"Aku mencintaimu, Hyeri. Jangan pernah tinggalkan aku lagi!" ucap Jungkook, yang terus menitikan air matanya yang masih terharu dan tidak percaya.
Sedangkan Jimin, sudah dipastikan meninggal karna tenggelam. Hyeri menyelamatkan dirinya sendiri, dan timbul kepermukaan sesaat setelah Jungkook terjun kesungai mencarinya. Itulah sebabnya, mengapa Hyeri bisa selamat dari maut yang telah menimpanya.
Bersambung...
Baik kan aku hehhee, konflik selesai..
Jangan galau lagi ya Readers😗
Btw ini cuma cerita fiktif alias gak nyata. Kalau jimin sebenarnya lagi sama aku dikamar... Eaaak😂
__ADS_1