Bad Boy [Jjk]

Bad Boy [Jjk]
part 31


__ADS_3

◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️


Hari terus berlalu, pernikahan antara Jungkook dan Hyeri sudah tiba. Pernikahan tidak digelar secara besar-besaran, melainkan sederhana dan sangat biasa. Bukan karena tidak mampu menyewa gedung, gaun pengantin, dan membeli dekorasi bunga. Hanya saja, suasana duka di keluarga kedua mempelai, tidak mungkin diabaikan begitu saja, meskipun kejadian itu sudah hampir 1 bulan berlalu.


Masih belum ada kabar dari kedua orang tua Hyeri. Disaat Hyeri akan menikah kedua orang tuanya tak kunjung datang untuk memberi restu. Sempat terfikir, untuk Hyeri menunda pernikahan, akan tetapi dia tidak mungkin tetap sendiri sebab Jeon Soobin butuh sosok ayah yang harus bertanggung jawab.


Pernikahan di gelar sederhana. Hanya di hadiri keluarga Jungkook dan juga beberapa kerabat saudara dari ibu Jungkook. Tidak ada ayah Jungkook, sebab tuan Jeon masih belum menerima Hyeri menjadi menantunya.


Meskipun begitu, pernikahan tetap terlaksana dengan baik. Jungkook dan Hyeri mengucap janji di depan saksi, dan saling mengikat cinta lewat sebuah pernikahan. Dijari manis keduanya sudah melingkar cincin pernikahan yang menjadi simbol kebahagiaan mereka sebagai pasangan suami istri.


Sebulan berlalu, Jungkook dan Hyeri telah resmi menikah dan menjadi suami istri.


.


___________****__________


.


Soobin kecil juga sudah mulai tumbuh dengan baik. Bayi mungil itu memiliki pipi yang gembul, dan juga sudah bisa tersenyum dengan baik. Soobin tumbuh dengan cinta dari ayah dan ibunya. Kebahagiaan yang terasa sangat lengkap, dimana Soobin kecil adalah penyempurnanya.


Akan tetapi, untuk urusan mengurus bayi, Jungkook memang selalu kalah dan sangat polos. Dia masih selalu bertanya pada Hyeri, karna selalu kebingungan.


"Jeon Jungkook, tolong jaga Soobin dulu. Aku mau mencuci pakaiannya sebentar!" perintah Hyeri pada suaminya. Jungkook memang selalu susah jika urusan bangun pagi.


"Eeemmm, nanti saja. Ini masih pagi, aku masih mau memelukmu!" rengek Jungkook, yang masih memeluk erat tubuh Hyeri dari belakang. Sedangkan posisi Hyeri sedang menyusui putranya.


"Ini sudah jam 07:00 pagi. Aku mau bawa Soobin ke pos kesehatan nanti, dan aku gak mau telat!" ujar Hyeri yang memberitahu Jungkook. Suaminya memang selalu malas jika urusan bangun pagi, apalagi jika disuruh mengurus Soobin.


"Aku mau upah dulu!" ucap Jungkook, yang selalu mengingatkan Hyeri suatu kebiasaan yang mereka selalu lakukan setelah menikah.


"Iya baiklah!" tegas Hyeri, yang kemudian mengecup bibir Jungkook sesaat. Sebagai upah karna menjaga Soobin.


"Kenapa sebentar sekali? menjaga Soobin itu tidak gampang, loh. Aku anggap itu tidak sah!" tegas Jungkook, yang sangat manja pada Hyeri.


"Hiiish, dasar Jeon Jungkook mesum. Menjaga anak saja, masih minta upah?!" gerutu Hyeri yang memanyunkan bibirnya karna kesal.


"Masih baik aku hanya minta cium. Bagaimana jika aku minta yang lain? sebenarnya kapan aku bisa mengajakmu melakukannya, Hyeri? aku sudah puasa terlalu lama!" gerutu Jungkook, yang mencoba merengek pada sang istri.


"Soobin belum genap 2 bulan, jadi sabar. Tunggu dia usia 1 tahun!" tegas Hyeri, yang membuat Jungkook membulatkan matanya sempurna. Pemuda tampan itu, kemudian menghadapkan wajah Hyeri untuk melihatnya.

__ADS_1


"Enak saja 1 tahun. Aku gak mau ... selama kamu hamil, sampai melahirkan sudah 1 tahun. Masih disuruh menunggu 1 tahun lagi ... aku tidak bisa menunggu selama itu." gerutu Jungkook, yang membuat Hyeri gemas dibuatnya.


"Lalu? kalau gak mau 1 tahun lagi, bagaimana jika aku hamil lagi?"


"Kamu kan hamil anakku, kenapa bingung!"


"Iya tapi Soobin masih kecil!"


"Pakai pengaman, aku hanya akan beri waktu 1 bulan lagi. Mau tidak mau, siap tidak siap ... kamu harus melayaniku!" tegas Jungkook, yang sudah bulat dengan tekadnya. Mendengar pernyataan Jungkook, ibu 1 anak itu hanya bisa diam dan memenuhinya.


.


______________****___________


.


Setelah perdebatan kecil pagi itu, Hyeri kemudian menjalani aktifitas sebagai ibu rumah tangga dengan baik. Meskipun dirumah itu banyak assistant rumah tangga yang membantu, ada beberapa hal yang sengaja Hyeri lakukan sendiri demi kewajibannya sebagai istri yang baik untuk suaminya.


"Oooeeeek!"


Soobin menangis karna merasa tidak nyaman dengan popoknya yang sudah basah. Akan tetapi, Ayahnya masih sibuk tidur dengan mimpinya. Jungkook memang sangat susah untuk bangun pagi, dia bahkan bisa tidur lagi walaupun sudah dibangunkan Hyeri.


"Aaah, Soobin sayang sudah bangun?"


"Apa kamu lapar?"


"Sepertinya tidak begitu, apa popokmu basah?" segera Jungkook memeriksa popok Soobin. Ternyata bayi mungil tampan itu juga poop, dan itu membuat Jungkook lesu dibuatnya.


"Aaaah, kenapa pakai poop segala, sih? aku tidak bisa mengganti popoknya, kalau aku minta Hyeri pasti dia akan memarahiku karna gak bisa jaga Soobin!" rasa bimbang Jungkook, sebagai ayah yang harus belajar mengurus anaknya.


Jungkook selama ini tidak pernah mengganti popok, sebab Hyeri selalu dengan sigap mengurus urusan Soobin dengan cekatan.


"Apa aku harus mencuci pantatnya? apa aku pakai tisue basah?"


"Aku akan cari tahu di internet!" Ayah muda itu, sibuk mencari informasi untuk merawat anaknya. Suara tangisan Soobin, tentu di sadari oleh Hyeri. Akan tetapi, Hyeri sengaja tidak membantu Jungkook dan hanya mengintip di celah pintu yang sedikit terbuka. Hyeri hanya tersenyum melihat Jungkook, yang tengah belajar mengurus putranya.


.


___________****____________

__ADS_1


.


Perlu perjuangan dan kerja keras. Menjadi Ayah siaga memang tidak mudah, Jungkook harus mulai belajar mandiri untuk membantu sang istri.


"Aku akan bersihkan dengan tisue basah!" Jungkook segera mengambil tisue basah dan membersihkan poop putranya. Soobin terdiam, bayi itu tersenyum riang melihat ayahnya dengan gerakan tangan dan kakinya.


"Aaaah, jadi kamu suka ayahmu kebingungan? baiklah, ayahmu akan tunjukan keahlian merawatmu!" Jungkook memakai masker untuk menutupi hidungnya dari bau tak sedap. Dia memang cukup kaku dalam melakukan pekerjaan itu, akan tetapi ini adalah awal permulaan baik.


Setelah proses panjang. Soobin sudah bersih sekarang. Giliran Jungkook merasa kebingungan memasangkan popok untuk putranya.


"Bagaimana cara pasang popok?" Jungkook kembali browsing di internet untuk mencari cara memasangkan popok putranya.


"Aaaah, aku tahu sekarang!"


"Lihatlah, Soobin. Ayahmu juga bisa sepintar Ibumu, kan? Pasti Hyeri akan memuji kehebatanku nanti!" ujar Jungkook yang menyombong.


Tanpa dia sadari, sedari tadi Hyeri sudah duduk di sofa kamar memperhatikan tingkah lucu Jungkook yang mengganti popok putranya. Hanya mengganti popok saja, Jungkook membutuhkan waktu 1 jam lebih. Sungguh waktu yang sangat lama, akan tetapi kini Jungkook sudah mulai belajar merawat putranya dengan mandiri.


"Akhirnya selesai, Jeon Jungkook memang hebat. Bahkan tidak ada ayah sehebat aku, ya kan Soobin sayang? Ayahmu ini memang tangguh." gerutu Jungkook, yang membanggakan dirinya sendiri.


"Akhirnya selesai juga!" ujar Hyeri yang sontak membuat Jungkook terkejud.


"Sejak kapan kamu disitu?"


"Sejak 60 menit lalu,"


Seketika Jungkook melirik jam didinding. Betapa terkejudnya dia, menyadari jika waktu sudah berlalu lebih dari 1 jam dia gunakan hanya untuk mengganti popok Soobin.


"Yang penting aku sudah bisa mengganti popok sekarang, kamu harus bangga punya suami sepertiku!" ujar Jungkook, yang tetap tidak mau kalah.


"Iya, aku bangga. Meskipun kamar ini harus berantakan karna terkena poopnya Soobin. Aaaah ya Tuhan, ini namanya kerja 2 kali. Sekarang aku harus mencuci seprai dan selimut karna kotor semua!" gerutu Hyeri, yang hanya bisa geleng kepala atas apa yang di lakukan suaminya.


Meskipun begitu, Jungkook tetap membuat Hyeri bangga karna kepeduliannya terhadap keluarga.


Hari terus berlalu. Soobin semakin tumbuh dengan cepat. Waktu yang  ditunggu, akhirnya ada secelah kecil kabar mengenai orang tua Hyeri dari informasi orang suruhan Jungkook.


Bersambung....


__ADS_1


__ADS_2