![Bad Boy [Jjk]](https://asset.asean.biz.id/bad-boy--jjk-.webp)
◻️◻️◻️Vote Please◻️◻️◻️
Hari sudah menjelang sore, Hyeri berdiri di depan pintu menunggu tuannya yang tengah meeting. Satu-persatu karyawan keluar dari ruangan tersebut, Hyeri kembali lagi bertemu dengan pria tadi yakni Jimin. Pria yang memiliki senyum seperti malaikat itu, menghampiri Hyeri seketika.
"Jeon Jungkook akan lama keluar, karna dia sedang dimarahi ayahnya!" seru Jimin, memberitahu Hyeri.
"Aaah, iya tidak apa-apa. Aku akan menunggu." Hyeri kemudian menatap wajah tampan pria yang dihadapannya.
"Apakah dia masih suka menyewa perempuan?" tanya Jimin, yang membuat Hyeri sedikit bingung menjawab.
"Aku tidak tahu, sepertinya masih. Karna aku juga baru bekerja!" tegas Hyeri, yang sedikit gerogi.
"Sepertinya baju yang kamu pakai ini baju Jungkook. Kenapa bisa kamu pakai bajunya?" tanya Jimin, yang mengintimidasi
"Anu, aku ...." (terhenti)
"Hyeri ...." panggil Jungkook yang baru saja keluar dari ruangan.
"Kamu gak bilang, punya assistant secantik ini!" ujar Jimin, yang kemudian meraih kedua pundak Hyeri dan memeluknya dari belakang. Hal itu seketika membuat Jungkook sangat geram.
"Hyung, bisa-bisanya kamu memeluk seorang assistant!" seru Jungkook, yang mengundang tatapan sinis Hyeri seketika.
"Sepertinya aku tertarik pada assistant mu, aku mau minta izinmu mengajaknya berkencan suatu saat nanti ...." Jimin tampaknya sudah mengundang kemarahan dihati Jungkook.
"Kamu bisa mengencani wanita cantik dan sexy semaumu. Tapi jangan kencani assistent rendah sepertinya!" ujar Jungkook, yang membuat Hyeri menarap tuannya dengan penuh amarah.
"Lebih baik aku mengencani wanita, dari pada kau ... tidur dengan sembarang jalang!" seru Jimin yang mengusap-usap pundak sepupunya dan pergi meninggalkan keduanya.
__________****_____________
Hyeri kemudian mendahului berjalan dan menekan tombol lift, disusul Jungkook yang berada dibelakangnya. Selama di dalam lift, Hyeri hanya diam tanpa mengajak Jungkook bicara. Sedangkan Jungkook segera mendekati Hyeri, dan meraih tangannya.
"Lepas"
"Kamu kenapa?" tanya Jungkook bingung.
"Gak apa-apa kok!" seru Hyeri buang muka.
__ADS_1
"Ikut aku" pinta Jungkook, yang kemudian menarik paksa tangan Hyeri membawanya ke ruangan kerjanya dilantai 2.
Segera Jungkook menutup pintu dan menguncinya. Kemudian dia juga menutup sebagian khorden dan menyalakan AC segera. Jungkook kemudian mendekati Hyeri, gadis itu juga berjalan mundur menjauhi Jungkook. Tatapan tajam Jungkook sejenak membuat Hyeri sedikit takut. Tuannya kini terus mendekati Hyeri tanpa bicara, dan tanpa ekspresi.
"Kenapa? Ada apa?" tanyanya sedikit gugup.
"Aku gak suka kamu di peluk pria lain!" tegas Jungkook, dengan tatapan dingin. Gadis itu terlihat bingung dengan sikap aneh seorang Jeon Jungkook.
"Memangnya kenapa? Setidaknya sepupumu jauh lebih sopan dari pada kamu" kesal Hyeri, yang menatap ketus kearah tuannya.
"Kamu jangan menyamai aku dengan Jimin Hyung. Karna apa yang aku miliki, gak boleh dimiliki orang lain juga. Termasuk Jimin Hyung!" tegas Jungkook, yang kemudian memasukkan tangannya kedalam kaos baju milik Hyeri. Pria itu juga langsung melumat bibir gadis itu secara bersamaan.
Tangan nakal Jungkook meraba payudara itu, dan meremasnya dengan pelan. Dengan segera Hyeri mendorong tubuh Jungkook, hingga tautan itu terlepas. Jungkook memang selalu napsu kepadanya, hal itu pula yang tidak disukai Hyeri.
__________****__________
"Kenapa? Kamu gak mau berciuman denganku?" tanya Jungkook dengan wajah kesalnya.
"Aku ini assistant mu, kenapa kamu selalu melecehkanku? Apa memang kamu sebrengsek ini, tuan Jeon Jungkook?" tanya Hyeri, yang membuat Jungkook menarik napas beratnya.
"Kamu yang buat aku begini, cuma kamu yang buat aku senapsu ini. Atau jika kamu buat aku marah, aku akan lebih brutal dari yang kamu bayangkan!" seru Jungkook, yang mendorong tubuh Hyeri sampai menabrak tembok.
"Memangnya kamu ini siapa? Urusanku hanya untuk mengawasimu supaya gak menyewa wanita lagi, kenapa sekarang kamu mau mengatur hal pribadiku?" tanya Hyeri yang mencoba melepaskan diri dari cengraman Jungkook.
"Kalau kamu tidak mengikuti hasratku, maka akan bilang pada keluargaku, bahwa aku sudah menggaulimu. Semua orang akan tahu, bahkan kamu akan tetap jadi milikku."
Pernyataan yang aneh dan tidak masuk diakal dari Jungkook, pemuda ini sudah bertindak diluar batas dan mulai egois dengan hubungan mereka.
"Apa kau sudah gila? Kamu sudah menghancurkan masa depanku, sekarang kamu mau buat aku malu? Apa sebenarnya maumu? Belum puas kamu sudah menginjak-injak harga diriku?" kesal Hyeri, yang berlinangan air mata meratapi nasibnya.
"Kalau begitu, ayo kita menikah ... atau kamu bisa hamil diluar nikah!" seru Jungkook, yang membuat Hyeri diam seketika.
"Apa? Menikah? Kalaupun aku mau menikah, tidak dengan pria brengsek sepertimu ...!" kesal Hyeri yang mendorong tubuh Jungkook dan terus menangis.
"Kalau kamu menikah dengan pria lain, aku akan membunuh pria itu." tegas Jungkook, yang terlihat seperti psikopat yang sangat berambisi.
_________****________
__ADS_1
Hubungan mereka sangat rumit, Jungkook mulai egois dengan hubungan terlarangnya dengan Hyeri. Tapi, semua tidak hanya berhenti di sini. Karna Jungkook semakin berambisi dan semakin terobsesi pada assistant nya sendiri.
"Jadi sekarang, kamu gak boleh pergi dariku. Kamu juga gak boleh, menyukai pria lain. Hanya aku yang bisa dan yang berhak memilikimu!" tegas Jungkook, yang membelai lembut pipi Hyeri lalu mencium bibir tipis gadis itu.
"Aaagh, kenapa aku jadi pecandu seks begini? Kamu selalu buat aku gak bisa menahannya ... ayo kita pulang sekarang, Hyeri!" bujuk Jungkook yang kemudian menggandeng tangan assistant nya dengan erat.
"Apa kamu akan mengisi hidupmu dengan seks? Apa kau sudah gila?" tanya Hyeri, yang menepis genggaman tuannya.
"Tentu saja, asalkan itu denganmu!" seru Jungkook, yang tersenyum nakal menatap Hyeri.
"Ciiiih, benar-benar pria brengsek!" kesal Hyeri, yang bersikap acuh pada tuannya.
Kemudian keduanya pergi untuk bersiap pulang. Haru sudah menjelang sore, dan banyak karyawan yang lalu lalang di sana. Dengan santainya Jungkook menggandeng tangan Hyeri, walau Hyeri hanyalah seorang assistant.
__________****___________
"Hyeri, Nak!" panggil sebuah suara mengarah pada keduanya. Seketika Jungkook dan Hyeri menoleh ke sumber suara.
"Appa" seru Hyeri.
"Paman Lee!" ujar Jungkook, yang kaget dengan panggilan 'appa' dari Hyeri.
"Selamat sore tuan muda. Aku senang karna putriku juga mengabdi untuk keluarga anda, semoga putriku tidak mengecewakan dan membuatmu kesal." ujar ayah Hyeri, kepada Jungkook.
"Jadi Hyeri adalah anakmu?" tanya Jungkook, yang kemudian melirik kearah Hyeri.
"Benar, dia anakku ... mulai sekarang, dia juga akan mengabdi pada anda. Sama seperti aku dan istriku yang mengabdi untuk tuan dan nyonya Jeon." Pernyataan yang membuat Jungkook sangat kaget. Jika ayah kandung Hyeri adalah supir pribadi ayahnya dan ibu Hyeri adalah pengasuhnya waktu kecil dan merupakan pelayan senior di rumahnya.
"Dia bekerja sangat baik paman, kamu gak usah khawatir!" ujar Jungkook, sambil menepuk-nepuk pundak ayah Hyeri.
"Maaf, saya permisi dulu. Tuan Jeon sudah menunggu!" ujar ayah Hyeri yang kemudian pergi meninggalkan mereka. Secara cepat Jungkook kembali meraih tangan Hyeri, lalu membawanya masuk ke dalam mobil.
"Tidak kusangka, kamu adalah anak paman Lee? ini benar-benar membingungkan. Tapi jika mereka sampai tahu, jika putrinya sudah aku gauli, apa mereka akan baik-baik saja?" tanya Jungkook, tersenyum licik kepada Hyeri.
"Kalau sampai kamu bilang pada ayah dan ibuku, maka aku akan membunuhmu!" tegas Hyeri, yang menatap marah kearah Jungkook.
"Kalau begitu jadilah milikku dan jangan melawan." Ancaman Jungkook membuat Hyeri tidak berdaya. Karna gadis ini, tidak mungkin mengecewakan orang tuanya karna hal begini.
__ADS_1
Secara tidak sadar, jika Jungkook dan Hyeri sudah saling terikat dan saling membutuhkan. Mungkinkah cinta akan hadir diantara keduanya? Apakah Jungkook akan memandang Hyeri? Dan apakah Hyeri akan hamil? Dan apakah Jungkook akan menikahi Hyeri? Kisah ini dimulai, dan mereka akan mengukir cerita yang baru.
Bersambung...