![Bad Boy [Jjk]](https://asset.asean.biz.id/bad-boy--jjk-.webp)
◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️
Malam itu, Hyeri sudah pergi jauh dari Jimin. Meskipun tidak menjamin, keamanan sebab Jimin bukan orang bodoh yang akan bisa diam saja jika orang yang disukainya pergi jauh darinya. Sementara Jimin belum kembali dari Busan, bibi Jung masih dalam keadaan bingung untuk memberi alasan pada Jimin, yang sudah dipastikan akan sangat murka kara kepergian Hyeri dari rumahnya.
Di Busan, Jimin mendapat banyak demo dari pekerja yang terpaksa ter-PHK akibat kebakaran pabrik industri miliknya. Kerugian besar dialami oleh Jimin, membuat pria itu dipenuhi amarah selama melawan pekerjanya sendiri.
"Sial, aku mau pelaku yang sengaja membakar pabrikku ditangkap dalam keadaan hidup, atau mati lalu bawa kepalanya padaku." Semua pegawainya hanya menunduk diam, karna ucapan kemarahan dari Jimin.
"Tuan, sepertinya memang ini kesalahan karna konsleting listrik. Tidak ada yang sengaja membakar, mana ada yang berani melakukan itu!" seru seorang pria paruh baya renta, yang mencoba meyakinkan Jimin. Pria paruh baya renta itu, tanpak gugup dan takut saat Jimin menghujaninya dengan tatapan marah dalam diam yang menakutkan.
"Apa? Konsleting listrik? kamu kira pabrikku ini, pabrik kelas rendah dengan kapasitas listrik yang minim? aku bukan orang bodoh, dasar tolol."
Bruuuuuk
Seketika Jimin menendang kepala pria paruh baya renta itu, sampai tersungkur kelantai dan kepalanya berdarah. Semua pegawai Jimin hanya bisa diam membisu, tanpa berani bersuara karna takut dengan kemarahan Jimin.
"Aaaah baiklah, aku akan kembali ke hotel. Besok, aku akan memeriksa data CCTV yang bisa melacak pelakunya. Aku sudah tidak sabar untuk menembak kepalanya dan meminum darahnya ...!" ujar Jimin, yang berbicara sangat sadis hingga membuat semua orang hanya menelan ludah karna ketakutan.
.
_____________****______________
.
Setelah kesal mengusut kasus kebakaran di pabriknya. Jimin kembali ke hotel, di sana ada seorang jalang yang sengaja di sewanya. Jimin sangat setres dan dalam marah karna kesialan yang terjadi akhir-akhir ini. Dia akhirnya menyewa wanita bayaran untuk menjadi pelampiasan kemarahannya, dan tentu itu adalah hal biasa yang di lakukan seorang Park Jimin.
"Aku akan menuangkan wine di gelasmu ...!" ujar jalang bertubuh sangat molek dengan tata riasan menggoda dan tajam. Dress yang memperlihatkan buah dadanya yang besar, cukup jelas terlihat. Pahanya yang mulus, membuat semua mata lelaki tentu akan tergoda.
Jalang itu duduk mengangkang di paha Jimin sambil memberi segelas wine dan memperlihatkan payudaranya yang sexy.
"Haaaah, menjijikan!" tegas Jimin ketus. Hal itu membuat jalang itu bingung dan mengangkat alisnya karna kaget.
__ADS_1
"Apa maksudnya, aku datang kesini karna panggilanmu, bukan?" tanya jalang tersebut sambil membelai pipi Jimin, dan hendak mengajaknya berciuman.
"Jangan sekali-kali menyentuh bibirku. Aku gak mau berciuman dengan wanita lain selain istriku!" tegas Jimin, bersikap acuh pada jalangnya.
"Lelucon macam apa ini, kamu memintaku datang kesini, tapi kamu melarangku memuaskan napsumu? jadi aku kesini untuk apa?" tanya jalang itu kebingungan.
"Kamu akan jadi budak seks ku. Tapi aku tidak ingin bersetubuh denganmu!" tegas Jimin, yang membuat wanita jalang itu bingung. Kata-kata Jimin tentu membuat semua orang merasa aneh, tatapan Jimin yang sadis seolah menjadi pertanda akan ada penderitaan untuk jalang itu.
Benar saja, jalang itu dipaksa untuk **** ***** Jimin hingga sperma itu penuh di dalam mulut. Jimin tidak mau memasukkan penisnya pada jalang itu, sebab Jimin sudah merasa terpuaskan saat penisnya dimanjakan dengan diulum jalang dan lalu ditumpahkan di dalam mulut. Jalang itu dipaksa Jimin melakukan semalam penuh, dengan kasar.
Jimin memang pria sangat keji, dan dia tidak peduli dengan penderitaan orang lain yang tersiksa karnanya. Itulah mengapa dia juga melakukan kekerasan pada Hyeri.
___________****___________
.
Disatu sisi, Jeon Jungkook sudah mulai bosan dengan pernikahan tanpa adanya kebahagiaan di dalamnya. Tentu saja karna dia tidak mencintai Anna bahkan selama menikah, Jungkook tidak pernah sekalipun tidur dengan Anna ataupun menyetubuhinya. Jeon Jungkook, bocah nakal yang suka menyewa wanita bayaran benar-benar berubah setelah bertemu Hyeri.
Rasa kehilangan Hyeri, membuat Jungkook perlahan menyadari dosa besar yang telah dia lakukan. Melihat keadaan yang menyedihkan dari wanita yang dicintainya, membuat Jungkook yakin bahwa selama ini dia telah salah mempercayai kebohongan.
Toook
Toook
Toook
Suara mengetuk pintu, yang membuat tidur Jungkook terganggu malam itu. Pria yang sudah mulai terlelap tidur itu, langsung bangun dan berjalan untuk membuka pintu kamarnya.
"Ada apa?" suara berat Jungkook, yang melihat Anna dengan pakaian sexy, lalu mendorongnya masuk ke dalam kamar itu.
Anna mengunci pintu dan merubuhkan tubuh Jungkook di atas kasur. Sontak hal itu membuat Jungkook yang masih mengantuk mencoba bangun untuk memastikan kalau itu Anna. Tanpa memberi kesempatan Jungkook bangun, Anna langsung **** tubuh kekar Jungkook agar dia tidak jadi bangun.
__ADS_1
"Jeon Jungkook, berikan hak ku sebagai istrimu!" bisik Anna sambil melepas kaos baju yang dipakai Jungkook.
Entah apa yang terjadi. Mungkin karna terlalu merindukan Hyeri. Dipandangan Jungkook sekilas Anna terlihat seperti Hyeri, walau kadang sepintas berubah lagi menjadi Anna. Hal itu membuatnya bingung, dan membiarkan Anna melepaskan bajunya.
"Kamu Anna atau Hyeri?" tanya Jungkook, yang merasa aneh dengan pandangannya yang kadang berubah-ubah. Dengan cahaya lampu kamar yang remang-remang, tampak semuanya seperti tipu daya untuk Jungkook.
"Kalau aku harus menjadi Hyeri agar kamu pandang, maka aku rela ...!" ujar Anna, sambil menitikan air mata karna nasibnya yang selalu diacuhkan oleh Jungkook.
"Aaaah minggir, ngapain kamu ke kamarku?" kesal Jungkook, yang memaksa bangun. Tak ingin berhenti sampai di situ, Anna segera menarik tangan Jungkook untuk mencegahnya yang hendak beranjak dari tempat tidurnya.
"Jeon Jungkook, sekali saja aku mohon. Jika dulu kamu bisa meniduri banyak wanita, kenapa sekarang kamu gak bisa tidur denganku?"
"Jangan begini, cepat pergi ... kamu malah tampak murahan!" tegas Jungkook, yang mengelak dan ingin tetap pergi.
"Jeon Jungkook, apa kamu tidak kasihan padaku? aku ini istrimu, aku juga mau diperlakukan seperti istri lain. Aku ingin berhubungan intim denganmu!" paksa Anna yang membuat Jungkook sejenak terdiam, dan memandanginya dengan tajam.
"Aku gak bisa!"
"Hanya malam ini saja, aku mohon!" pinta Anna, yang kemudian mencium bibir Jungkook sesaat walau dihalau oleh Jungkook.
"Jeon Jungkook, ayo ...!" bisik Anna, yang membuat Jungkook terdiam. Melihat wajah Anna pemuda itu tampak iba, meskipun sebenarnya dia tidak bisa.
"Matikan lampu, aku akan mencobanya!" ujar Jungkook.
"Benarkah? aku akan segera mematikan lampu!" ucap Anna bersemangat. Keadaan kamar yang sangat gelap. Jungkook dan Anna sudah berada di dalam satu ruangan yang gelap. Namun, Jungkook masih belum memulai. Dia masih terdiam dan menarik napas berat akan hal ini.
Sementara Anna mencoba menarik tangan Jungkook, agar menyentuh payudaranya. Hal itu dilakukan Anna agar Jungkook bisa terangsang padanya.
"Jungkook, ayo ...!" bisik Anna, yang membelai lembut dada Jungkook yang sudah telanjang dada malam itu.
Bersambung....
__ADS_1