Bad Boy [Jjk]

Bad Boy [Jjk]
part 37


__ADS_3

◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️


Hari-hari yang berlalu cukup berat bagi mereka semua. Satu persatu orang yang terlibat, dari hubungan cinta terlarang antara Jungkook dan Hyeri telah pergi. Tangis dan juga rasa sakit adalah hal yang harus mereka terima dan jalani dengan ikhlas. Akan tetapi, tidak selamanya air mata akan mengiringi perjalanan cinta mereka. Kini, Tuhan telah mengganti penderita Hyeri dengan kebahagiaan.


Hari terus berlalu, Soobin kecil sudah mulai beranjak menjadi balita yang aktif dan pintar. Usianya sudah 4 tahun. Soobin adalah cucu kebanggan keluarga Jeon. Putra sulung dari Jungkook san Hyeri sangat cerewet dan pandai bicara, dia juga sangat manja pada semua orang. Hanya Hyeri, satu-satunya yang ditakuti oleh Soobin. Putra kecil itu, sangat menyayangi Ibunya.


"Bu, apa kita mau ke rumah kakek?"


"Iya, kakekmu bilang kalau dia mau ketemu sama cucu kesayangannya!" ujar Hyeri, yang menggandeng putranya selepas menyusul dari sekolah taman kanak-kanak.


"Apa kakek minta aku menginap di sana? aku gak mau, Bu!" rengek soobin, dengan gaya khas manjanya.


"Kenapa? kamu gak boleh bilang begitu. Anak baik, tidak boleh begitu dengan kakeknya!" ujar Hyeri menasehati.


"Bu,"


"Iya, Soobin!"


"Kenapa aku punya satu kakek dan dua nenek?" tanya Soobin kecil, yang membuat Hyeri menghentikan langkahnya dan melirik putranya yang menggandeng tangannya.


"Karna kakekmu yang satunya sudah berada disurga, di samping Tuhan!"


"Kata Ibu, Tuhan ada di langit. Berarti kakekku ada di langit?" tanya Soobin, dengan pertanyaan polosnya membuat Hyeri tersenyum gemas. Hyeri kemudian mengajak putranya duduk di sebuah kursi di helte bus.


"Iya, kakek ada di langit. Ada paman Seokjin, ada ayah Jimin dan ada juga nenek Jung ... semua ada di langit. Semua orang akan ke langit pada masanya!"


"Aku gak mau ke langit, Bu!" ujar Soobin, dengan wajah polosnya.


"Kenapa?"


"Aku mau di samping Ibu, aku mau terus memeluk Ibu ... aku gak mau ke langit, apalagi sampai lihat Ibu menangis!" ujar Soobin yang memeluk Hyeri seketika, hal itu membuat air mata haru mengiringi pelukan anak dan Ibu ini.


.


___________****___________


.


Tak lama, bus yang mereka tunggu telah datang. Meskipun telah menjadi menantu dan anggota keluarga konglomerat, Hyeri tetap mengajarkan Soobin kesederhanaan.

__ADS_1


Sementara Jungkook, sibuk bekerja sebagai pembisnis besar penerus Ayahnya. Lantaran tuan Jeon, sudah tidak memungkinkan melanjutkan bisnis, karna faktor usia dan kesehatan, kini Jungkook lebih serius dalam mengatur perusahaan.


Setibanya di rumah megah milik kakek Soobin. Hyeri dan putranya masuk ke dalam istana itu, lalu disambut baik oleh nenek Soobin yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka.


"Aaaagh, cucuku sudah datang rupanya!" ujar nenek Soobin, segera menghampiri mereka. Ajaran yang selalu diterapkan Hyeri adalah ajaran sopan santun. Hal itu yang membuat Soobin segera meraih tangan neneknya, lalu mencium tangannya untuk menghormati orang yang lebih tua.


"Aaaah, manisnya ...!" ujar nenek Soobin.


"Ibuku bilang, harus cium tangan dengan orang yang lebih tua."


"Kamu sudah mendidiknya sangat baik ... aku jadi terharu, Hyeri. Jungkook kecil, tidak pernah kuajari sopan santun dan tata krama seperti ini. Wajar saja, jika anakku sangat nakal dulunya ... tapi kamu sukses mendidik cucuku dengan baik!" puji nenek Soobin, yang memeluk Hyeri karna terharu.


"Bu, aku juga mau dipeluk!" ujar Soobin kecil yang sangat manja pada Ibunya.


"Semakin hari, Soobin semakin mirip Ayahnya benar-benar tampan!" ujar nenek Soobin, yang merasa gemas pada cucunya. Tak lama kakek Soobin juga datang, dan langsung diajak bermain oleh Soobin. Sebagai cucu kesayangan, Soobin memang selalu mendapat perhatian khusus dari kakeknya dan selalu dituruti semua kemauannya.


.


_______________****______________


.


Seperti biasa, Soobin punya waktu libur sekolah 2 hari dalam sepekan. Waktu libur digunakan untuk Hyeri membawa Soobin menginap di rumah kakeknya untuk menghibur kakek neneknya yang tinggal sepi di rumah bak istana ini. Sementara Hyeri tidak bisa ikut menginap, karna Jungkook tidak mau ditinggal sendiri di rumah.


Sementara Ibu kandung Hyeri, kini sudah sembuh dari penyakit kejiwaannya. Nenek kedua Soobin, juga tinggal bersama di istana tuan Jeon, dan sudah dianggap anggota keluarga bagian penghuni rumah. Keadaan sangat baik, pasca badai besar yang pernah menimpa.


Di rumah, Hyeri seperti biasa melakukan pekerjaan rumah dengan assistant-assistant yang bekerja. Membersihkan kamar dan juga mencuci baju, Hyeri merupakan wanita sederhana yang selalu melakukan pekerjaannya dengan baik.


Ibu satu anak itu, melakukan pekerjaan rumah dengan sangat baik hingga kelelahan dan tertidur setelah selesai mandi dan berhias. Hanya menunggu Jungkook pulang dari kantor, akan tetapi kantuk sudah membuatnya tidak bisa bertahan untuk terus terjaga.


"Huaaam!" Hyeri mengantuk. Dia tertidur mengenakan piyama. Tak lama, Jungkook datang dari kantor melihat istrinya susah tidur sangat lelap. Segera Jungkook menaruh tas dan melepas dasinya untuk menyusul Hyeri berbaring di atas kasur. Menyadari kehadiran Jungkook, membuat Hyeri langsung bangun dari tidurnya.


"Sudah pulang!"


"Sudah!"


Jungkook segera memeluk tubuh Hyeri dengan sangat erat.


"Hyeri, sayang!"

__ADS_1


"Ada apa?" jawab Hyeri, membalas pelukan suaminya.


"Kenapa aku selalu merindukanmu ... sehari saja tidak memelukmu, rasanya aneh sekali!" ujar Jungkook, yang tampak sangat manja pada Hyeri.


"Kenapa masih rindu? tadi pagi kan sudah memelukku?!"


"Aku merindukan bibirmu!" ujar Jungkook, yang kemudian mengecup bibir Hyeri dengan lembut. Ciuman itu dibalas oleh Hyeri yang membuat Jungkook menciumnya sangat intens.


.


_______________****_______________


.


Hubungan Hyeri dan Jungkook memang selalu begini setiap hari. Mereka selalu memupuk rumah tangga dengan cinta dan keromantisan yang membuat iri siapapun yang memandang.


"Hyeri, apakah Soobin di rumah Ayah?" tanya Jungkook, yang menyadari hari seperti biasa Soobin pergi menginap.


"Iya!"


"Baguslah!" ujar Jungkook yang membelai rambut Hyeri dipelukannya.


"Kenapa baguslah? kamu memang tidak kangen Soobin kita?"


"Kangen, tapi kan hanya 2 hari ... kita jadi ada banyak waktu untuk bermesraan!" ujar Jungkook, yang diiringi mencium kening sang istri.


"Tapi, rumah terasa sepi tanpa Soobin!"


"Bagaimana kalau kita buat adik untuk Soobin? supaya kamu gak kesepian lagi waktu Soobin menginap di rumah Ayah dan Ibu!" tawar Jungkook, yang di iringi senyum semangat darinya.


"Aaah, bilang saja kalau kamu memang mesum!" kesal Hyeri yang di sambut lumatan dari Jungkook yang langsung mengarah ke intens. Jungkook memperdalam ciuman itu, dan beralih **** tubuh Hyeri dengan terus mempertahankan ciuman panas mereka berdua.


Jungkook memang memiliki napsu tinggi, yang sulit ditolak untuk Hyeri. Hal itu yang membuat hampir setiap hari, Jungkook selalu mengajak Hyeri berhubungan intim. Meskipun Hyeri sedang dalam masa penggunaan obat pencegah kehamilan.


"Ini adalah terakhir, kamu pakai obat pencegah kehamilan. Mulai sekarang, kita harus rutin berhubungan agar kamu cepat hamil!" pinta Jungkook sambil terus mengecup bibir Hyeri bertubi-tubi.


"Kenapa buru-buru sekali?" tanya Hyeri, sambil tersenyum manis memperlihatkan lesung pipinya yang manis.


"Karna aku sudah tidak sabar punya anak lagi darimu. Aku tidak akan melewatkan satu haripun untuk itu!" Hal itu, adalah kode keras Jungkook yang harus dituruti. Bahwa napsunya yang tak terkontrol, adalah karna  Jungkook ingin segera mendapat keturunan.

__ADS_1


Bersambung...



__ADS_2