Bad Boy [Jjk]

Bad Boy [Jjk]
part 2


__ADS_3

◻️◻️Vote & Komen yak◻️◻️


Suasana kota Seoul yang ramai, kendaraan lalu lalang, sebab banyak orang yang sudah memulai aktifitas mereka. Diantaranya ada pemuda tampan yang baru saja keluar dari sebuah hotel, yang kemudian segera mengendarai mobilnya. Pria itu tampak kesal, sebab mobilnya tiba-tiba mati diperjalanan pulang.


"Sial, kenapa harus mati sekarang ... ssssiiith!" kesal Jungkook, yang kemudian memeriksa mesin dimobilnya.


"Aaaah, ternyata pelayan dirumah lupa menservis mobil ini. Dia benar-benar tidak becus kerja ... aku harus cari taxi sekarang!" gerutu Jungkook, yang kemudian mencari taxi untuk menuju kerumahnya.


Sedangkan di dalam rumah Jungkook, nyonya Jeon masih gelisah menunggu putranya pulang. Wanita paruh baya itu tampak terus memeriksa arloji ditangannya.


"Aaah, benar-benar anak itu, sampai kapan aku harus menunggu!" kesal nyonya Jeon, yang sedari tadi masih mondar-mandir diruang tamu.


"Nyonya duduklah sebentar, pasti cape dari tadi mondar-mandir begitu!" seru gadis berparas sangat cantik itu pada nyonya Jeon.


Tak lama, Jungkook akhirnya tiba dirumah pribadi miliknya. Meskipun Jungkook terlahir dari keluarga kaya raya, tapi pemuda tampan itu memilih tinggal sendiri. Rumah yang cukup luas, untuk ditinggali satu orang saja.


_______****______


Pria gagah dan tampan itu memasuki rumahnya dan langsung disambut raut wajah marah dari ibunya. Namun, tatapan Jungkook langsung teralihkan dengan sosok gadis yang duduk di sofa tamu. Gadis itu juga memperhatikan Jungkook dengan tatapan datar. Karna terlalu serius menatap, Jungkook sampai tidak sadar, sedari tadi ibunya tengah mengomel.


"JEON JUNGKOOK...."


Teriak nyonya Jeon, yang bernada tinggi agar putranya cepat sadar dari bengongnya.


"Ibu kenapa teriak-teriak, aku ini tidak tuli!" kesal Jungkook, yang memarahi ibunya.


"Dari tadi ibu mengomel, kamu diam saja. Apa kamu tidak tahu, kalau ibu sudah menunggu satu jam lalu? Kemana saja kau?" tanya nyonya Jeon mengintrogasi putranya.


"Sssssttt, beringsik. Langsung keintinya saja, ada apa Ibu datang kesini?" tanya Jungkook, yang agak acuh ta'acuh itu.


"Mau sampai kapan kamu begini? Kamu bisa buat keluarga kita malu, jika Ayahmu sampai tahu semua ini. Penyakit jantungnya akan kambuh, apa kamu tega? Haaah?" tanya nyonya Jeon pada putranya.


"Kalau begitu jangan kasih tahu Ayah, dan aku juga tidak akan sampai membuat kalian malu ...!" ujar Jungkook dengan santainya, tatapan matanya masih mengarah pada gadis yang duduk di sofa. Sedangkan gadis itu, tampak buang muka dan sedikit acuh pada Jungkook.


"Oh iya, Ibu mau memberitahu jika mulai sekarang. Kamu akan ditemani assistant pribadi, bernama Lee Hyeri!" ujar nyonya Jeon sambil menunjukan tangan kearah gadis itu.

__ADS_1


"Assistant pribadi? Maksudnya?" tanya Jungkook yang masih bingung dan tidak percaya.


"Dia akan mengawasimu setiap detik, dan jika kamu sampai menyewa perempuan lagi ... maka ibu sendiri akan menghukummu!" seru nyonya Jeon dengan tatapan kesal pada putranya Jeon Jungkook.


__________****_________


Sesaat Jungkook menarik napas panjang karna perkataan ibunya. Kini Jungkook merasa kebebasannya sudah dibatasi oleh ibunya. Sedangkan Hyeri, langsung berdiri dan mendekati Jungkook saat ini.


"Halo tuan muda, perkenalkan ... namaku Hyeri!" ujar Hyeri sambil tersenyum pada Jungkook.


Namun, pemuda itu tidak merasa senang sebab, Hyeri akan membatasi kebebasannya mulai sekarang. Ini adalah pertemuan pertama Jungkook dan Hyeri, dalam hubungan tuan dan assistant pribadi.


"Hyeri, mulai sekarang kamu juga akan tinggal disini bersama putraku, tolong jaga dia ... pukul saja jika dia menyewa perempuan lagi!" seru nyonya Jeon, yang kemudian bersiap untuk meninggalkan tempat itu.


"Baiklah ... Ibu tenang sekarang, daaah anakku yang tampan!" seru nyonya Jeon, sambil mengecup pipi Jungkook putranya.


Jungkook masih terdiam dan bengong, pemuda itu masih tidak percaya jika kini dia akan diikuti seseorang seperti anak kecil. Namun, tidak dipungkiri jika gadis yang berdiri disampingnya, sempat membuat Jungkook tertarik. Keduanya saling menatap, Jungkook memperhatikan Hyeri dari ujung kaki sampai ujung rambut dengan sangat detail. Sedangkan Hyeri hanya memandang Jungkook dengan tatapan datar.


Jungkook smirk, dan mendekati Hyeri perlahan. Seketika Hyeri pasang badan dan hendak melindungi diri dari Jungkook. Melihat hal itu Jungkook paham, jika Hyeri bukan gadis lembut yang sering ditemuinya.


________****_______


"Aku tidak akan memukulmu, itu tadi hanya reflek melindungi diri saja!" seru Hyeri, dengan tatapan dingin.


"Ngomong-ngomong, kau cantik juga!" seru Jungkook sambil berjalan memutari tubuh Hyeri yang ada didepannya.


"Jika aku tampan, berarti aku laki-laki!" ujar Hyeri singkat.


"Iya memang benar, itulah mengapa aku tertarik padamu!" ujar Jungkook dengan tatapan nakalnya.


"Tapi sayangnya, aku tidak tertarik padamu!" jawab Hyeri singkat.


"Baiklah, untuk perkenalan. Bagaimana jika kita melakukan sesuatu yang bermanfaat, seperti ... berkeringat bersama?" ajak Jungkook, yang tampaknya langsung tergoda pada gadis dengan bentuk tubuh yang sempurna itu.


"Kalau mau berkeringat bersama, ayo kita fitnes supaya tubuhmu bugar," ujar Hyeri, dengan senyuman yang membuat Jungkook semakin dalam menatapnya.

__ADS_1


"Ayolah ... biar aku yang akan mambuatmu keenakan!" seru Jungkook yang bersemangat, pemuda itu smirk dan meraih pipi Hyeri dan mengecup lehernya.


Plaaaak ....


Seketika sebuah pukulan mengarah pada pundaknya. Gadis itu tampaknya bukan gadis yang bisa diremehkan oleh seorang Jungkook. Dengan tatapan kesal, Jungkook kembali menatap Hyeri dengan wajah kecewa dan malu.


"Asal kau tahu, tidak semua wanita bisa kau lecehkan. Jika kamu melakukan ini lagi, maka aku akan terus melindungi diriku!" tegas Hyeri.


________****_________


Mendengar hal itu, tampaknya tak lantas membuat seorang Jeon Jungkook menyerah. Pemuda itu terus memikirkan cara, agar bisa melancarkan aksinya. Sebab Jungkook tiba-tiba merasa sangat napsu, kepada assistantnya yang catik itu.


"Owh iya, bukannya kamu mau tinggal disini? Tapi maaf dirumah ini tidak ada kamar kosong, lalu kamu mau tidur dimana?" tanya Jungkook, yang mencoba melancarkan aksinya.


"Aku bisa tidur di sofa ...." tegas Hyeri.


"Kamu tidur saja di kamarku, tempat tidurku cukup luas, kok!" ajak Jungkook merayu.


"Tidak mau!" jawab Hyeri singkat.


"Baiklah kalau tidak mau, aku akan sewa wanita untuk tidur di kamarku!" anacam Jungkook, yang langsung mengundang tatapan sinis Hyeri.


  


"Yaaak, apa kau sudah gila? Kamu lupa sama ucapan ibumu, jika ayahmu punya penyakit jantung? Sekarang kamu mau sewa perempuan kerumah? Cckkckckc ... anak macam apa kamu ini?" kesal Hyeri menatap Jungkook.


"Kalau aku tidak boleh menyewa perempuan lagi, maka kamu harus bertanggung jawab!" tegas Jungkook, sambil mendekati Hyeri dengan tatapan buasnya.


"Tanggung jawab apa?" tanya Hyeri bungung, dan semakin gerogi saat Jungkook terus mendekatinya.


"Kamu harus tanggung jawab, untuk memuaskan aku!" tegas Jungkook yang sudah sangat dekat, wajah mereka berada dekat. Tiba-tiba, Jungkook mengecup bibir Hyeri dengan cepat. Hal itu membuat gadis berparas cantik itu terkejud, Hyeri membulatkan matanya, ketika tuannya sudah mengambil ciuman pertamanya.


"Kau, apa yang baru saja kau lakukan?" tanya Hyeri terkejud, dan masih terheran.


"Kamu harus memuaskan aku, Hyeri. Kamu harus jadi assistant dan jalangku, maka aku akan berhenti menyewa wanita!" seru Jungkook dengan tatapan yakin pada Hyeri.

__ADS_1


Sungguh tawaran yang sulit masuk diakal, sebab Hyeri adalah assistant pribadi. Malah kini diminta untuk menjadi teman tidur tuannya, entah apa yang akan terjadi, yang jelas saat ini Hyeri masih merasa bingung dan syok.


Bersambung..


__ADS_2