Bad Feeling

Bad Feeling
Kabur


__ADS_3

Setelah ketahuan oleh Alya, teman Jonathan aku harus ekstra berhati-hati ketika berduaan dengannya. Aku tidak ingin orang lain melihat kami berdua lagi. Walaupun Jonathan mengatakan tidak masalah dengan hubungan kami, namun tetap saja aku memikirkannya. Aku tidak ingin orang lain mengatakan hal buruk tentang dirinya bahkan menggosipkan dirinya yang tidak-tidak. Apalagi hubungan kami berdua yang tidak lazim bagi masyarakat pada umumnya. Hubungan beda usia.


“Kakak ini, kenapa jalannya jauh-jauhan?“ protes Jonathan.


Aku memang menjaga sedikit jarak darinya ketika berada di tengah keramaian. Aku hanya takut orang lain mengetahui hubungan kami. “Kamu aja yang jauh” elakku.


Jojo berjalan mendekatiku. “Kakak, nanti sore kakak off kan kerjanya, kita pergi ke pantai yuk?“


“Baiklah. Tapi jangan pulang kemaleman, besok ada kelas pagi dan ada tes” sahutku mengingatkannya.


“Siap bos” jawabnya sambil mengangkat tangan kanan seperti memberi hormat. Lalu lengannya seperti biasa menopang di bahuku.


Awalnya biasa saja, namun ada beberapa orang memandang kami dengan tatapan aneh dan ini membuatku sedikit risih. Bukan karena pandangan mereka padaku, namun pandangan untuk Jonathan. Aku tidak ingin membuat dia dipandang hina orang lain.


“Eh, Jo. Aku mesti ke perpus dulu deh cari buku. Kamu bisa kan pergi makan duluan atau kita ketemu di tempat biasa kita makan bareng nanti. Nih, nitip belikan makan siang untukku. Okey?” ucapku mencari alasan agar dia menjauh dariku.


Jojo menerima uang dariku dengan tatapan tak percaya, ia tak sempat protes karena aku sudah lebih dahulu meninggalkannya. Aku kabur, benar aku pengecut. Maafkan aku Jo, ini demi kebaikanmu.


Kakiku melangkah menuju perpustakaan namun tiba-tiba kuhentikan langkahku saat melihat Nick sudah berada di depan perpustakaan. Seketika aku berputar haluan dan ternyata Jojo mengikuti di belakang dan kami tak sengaja hampir bertabrakan. “Kakak ini main pergi aja, sekarang kakak mau pergi kemana? Perpustakaan kan ke arah sana?“


“Eum... Ayo kita bolos“, ucapku tiba-tiba. Aku tidak bisa menghindari Jojo di kampus ini, lebih baik kami yang pergi dari sini.


Jonathan tersenyum indah merekah. Ya ampun bocah ini bahagia sekali kelihatannya. “Ayo” ucapnya seketika menarik lenganku berlari ke tempat parkir. Tanpa bicara, kami pun akhirnya meninggalkan kampus.


“Tumben kakak ngajakin bolos, biasanya aku disuruh masuk kuliah terus. Kenapa memang?“


“Hanya bosan saja”


“Coba kakak bosannya tiap hari. Jadi kita bisa kabur jalan-jalan”

__ADS_1


“Maumu” ucapku sambil mendorong tubuhnya ke depan.


Ia tertawa bahagia. “Kakak pegangan”


“Sudah” sahutku, memegang ujung jok di belakang.


“Ish, kakak ini. Pegangan sama aku”


“Jangan aneh-aneh, buruan pergi kemana gitu. Ini masih siang hari, cari tempat yang sepi. Aku hanya ingin menghindari keramaian.


“Ke pantai main air ya” ucapnya.


“Terserah” sahutku yang tidak tau lagi mau ke mana.


Kunikmati perjalanan menuju pantai tempat yang diinginkan Jojo sedari tadi. Akhirnya aku tidak perlu mengambil pusing tatapan orang lain. Apa yang harus kulakukan untuk menjaga perasaan Jonathan di depan orang lain?


Sebuah tangan menghentikan aksiku dan membuatku menoleh. Jonathan pelakunya. “Simpan barang kakak dulu, baru main air” ucapnya. Kusunggingkan senyuman padanya. Ia menggandeng tanganku dan mengajakku ke sebuah gazebo tempat menyewakan loker.


Setelah menyimpan barang-barang, kami berjalan di pantai. Jojo masih setia menggenggam tanganku erat. Rasanya sesuatu yang hangat merayapi hatiku. “Kakak mau langsung main air?“


“Eum...“ sahutku sambil menganggukkan kepalaku seperti bocah.


Jonathan mengelus kepalaku, sayang. “Inilah sikap kakak yang membuatku semakin hari semakin jatuh cinta sama kakak” ucapannya membuatku jadi bersemu dan salah tingkah sendiri.


“Kau ini bicara apa? Lepaskan tanganmu. Aku mau main air” setelah lepas darinya, aku langsung berlari menjauh dan menuju air laut.


Menendang ombak, berlari menjauh dari kejaran air. Astaga, rasanya penat ini semua sirna. Sudah lama aku tidak merasakan kebebasan dan ketenangan seperti ini. Walaupun ini tempat umum tetapi pengunjung tidak begitu banyak.


“Kakak bermain sendiri, aku tidak diajak”

__ADS_1


Jojo protes seketika kutendang air dan menyiprat ke tubuhnya. “Wah” ia memekik.


“Aku mengajakmu main kan sekarang?“ ucapku tanpa dosa.


Ia menarik dan menghela napas tertahan. “Baik, jika itu mau kakak. Kita main air” melihatnya berlari ke arahku. Aku berteriak dan berlari. Bukannya ke pinggir malah menuju ke air yang lebih dalam dan membuat gerakanku semakin lambat dan Jojo berhasil menangkapku. Ia mengunciku dengan kedua lengannya berada di perutku. Yupz aku terjebak, tak bisa bergerak, tubuh kami menempel satu sama lain dan basah.


“Biarkan seperti ini dulu” Jojo menenggerkan kepalanya di bahu sebelah kananku. “Akhirnya kakak bisa dengan lepas tertawa bersamaku. Akhir-akhir ini aku merasa kakak menghindariku, apa semua karena Alya?“ mataku mengerjap menyadari kalau Jojo merasakan sikapku yang sedikit menjaga jarak darinya.


“Maaf” ucapku lirih. Jojo melepaskan pelukkannya dan memutar tubuhku agar kami saling berhadapan. Kutatap Jojo dengan perasaan bersalah. “Aku memang menjaga jarak darimu. Aku hanya tidak ingin orang lain melihat hubungan kita lagi. Aku takut orang lain akan berpikiran buruk tentangmu, aku takut banyak orang menggosipkan dirimu dan menjelekkanmu. Makanya aku... “ sebuah kecupan kudapatkan.


Jojo menghela napas dan tersenyum. “Harusnya aku yang melindungi kakak, kenapa kakak yang melindungiku? Kalau seperti ini, aku merasa buruk bagimu. Terima kasih, telah begitu baik padaku. Aku tidak peduli, orang lain berbicara apapun tentangku. Namun jika itu mengganggu kakak, aku akan berusaha untuk tidak begitu memaksakan kehendakku lagi jika di lingkungan kampus”


Aku tersenyum mendengar ucapannya. “Jadi, boleh aku mencium pacarku sekarang? Pacarku terlihat sangat sexy saat basah seperti ini” bisiknya seketika menyuruh syaraf di seluruh tubuhku untuk menghindar darinya, namun sialnya Jojo lebih dulu gerak cepat mengunci kembali tubuhku dengan lengannya.


“Kau tadi sudah melakukannya, jadi cukup” elakku.


“Sekali saja” pintanya.


“Baik" ucapku yang seketika di sambut senyum merekah Jonathan dan langsung menyodorkan bibirnya. "Tetapi tidak sekarang, nanti. Sekarang bermainlah air denganku” seruku sambil menyiramkan air laut ke wajahnya.


Reflek ia melepaskan kedua tangannya karena kaget. Disitulah aku berhasil melarikan diri dan kami kembali bermain air bersama-sama.


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Menikmati air kelapa dan jagung bakar di tepi pantai ditemani cahaya mentari yang mulai turun ke peraduannya, cantik sekali. “Hari ini, terima kasih sudah mengajakku ke sini. Ayo pulang, biar nggak sakit. Baju kita sudah basah kuyup begini” aku berdiri dari tempat dudukku. Mengulurkan tangan mengajaknya untuk beranjak dari tempatnya.


“Baiklah” ia menyambut uluran tanganku lalu berdiri.


Kami pun pulang meninggalkan pantai tersebut.


###BadFeeling

__ADS_1


__ADS_2