
_____________***__________
Hal-hal rumit akan berlalu dengan sendirinya jika kita mau berusaha dan menerima nasib dari suratan takdir yang sudah digariskan. Mungkin akan tercipta secercah harapan, kebahagiaan atau mungkin akan ada sekelumit masalah lagi yang selalu menghiasi setiap kehidupan umat manusia. Bukankah lebih menarik jika hidup ini terkadang ada sensasi meledak-ledaknya?
$$$$$$$
Hari ini hari minggu, waktunya bersantai di rumah. Tidak ada kuliah, tidak ada masuk kerja. Luar biasa. menikmati hidup yang jarang sekali tercipta. Setelah sarapan dan mandi. Aku memilih menunggu orang tuaku dan adikku dengan bermain ayunan di halaman depan rumah sambil menunggu pukul 9 untuk berangkat ke gereja dan menikmati air mancur juga kupu-kupu yang mulai berdatangan karena mencium aroma bunga pohon jeruk kami. Sambil mengabadikan beberapa moment dalam sebuah foto di dalam handphone milikku dan memostingnya dalam instagramku. Mungkin ini yang dinamakan kepuasan tersendiri.
Suara kendaraan yang tak asing ditelingaku terdengar tak jauh dari tempatku menikmati kehidupan yang tenang, suara itu berhenti di depan pagar rumahku. Kendaraan ninja warna hijau. Seperti milik seseorang yang kukenal, batinku dalam hati. Mataku terpaku melihat sosok pengemudinya memarkirkan kendaraan, melepas helm dan turun dari motornya. Jojo. Seketika mataku membola.
Astaga. Otakku sempat mengagumi penampilannya kali ini yang tergolong cukup rapi dan cukup membuat mulut para gadis menganga menatapnya. Setelan kemeja biru langit dan celana hitam juga sepatu kets nike warna biru. Apalagi gaya rambutnya yang lain dari biasanya sedikit minyak rambut entah kenapa terlihat seperti sosok pria di komik-komik, aku hanya shock dengan kedatangannya yang tak diduga ini. Ya Tuhan, kenapa dia tiba-tiba datang kemari di hari seperti ini?
"Hai Kak Rya?" sapanya melambai dan tersenyum tanpa dosa.
__ADS_1
"What's?" seketika mataku menatap pintu rumahku yang terbuka sedari tadi. Kumohon tidak ada orang yang keluar dari sana. Aku berlari menghampiri Jojo sampai tidak menyadari aku berlari tanpa alas kaki, karena barusaja kulepas saat memotret kaki di atas rerumputan. "Ngapain ke sini?" bisikku antara marah dan kesal.
“Kakak cantik sekali, beruntungnya aku punya pacar seperti ini” pujinya padaku.
Pipiku bersemu. “Kau ini sebenarnya mau apa ke sini, balik gih. Aku mau pergi ke gereja, memangnya kamu tidak ke gereja apa? Apa orang tuamu tidak mencarimu?
"Aku sudah ijin kalau aku akan pergi ke gereja di tempat lain. Makanya aku datang ke sini, untuk mengajak kakak ke gereja bareng. Siapa tau pendetanya khilaf terus ngerestuin kita jadi suami istri" ucapnya lagi-lagi tanpa pikir panjang. Anak ini benar-benar ingin membuat wanita ini cepat mati karena serangan jantung kali ya? Kenapa dia melakukan sesuatu tanpa memikirkan perasaan orang lain.
"Stress lu" timpalku seketika yang membuatnya tersenyum kecut. "Kamu ya...ke sini" kutarik Jojo menuju pohon mangga berbatang besar di depan rumah dan bersembunyi di belakangnya. Aku hanya tidak ingin terlihat oleh orang rumah. "Kenapa datang tidak bilang-bilang? Untuk apa juga ke gereja bareng? Biasanya juga tidak?" protesku. Karena memang kami jarang bahkan tidak pernah ke gereja bersama. Karena gereja kami yang berbeda dan aku juga tidak ingin orang lain mengetahui hubungan kami. Apalagi orang tua kami. Pokoknya aku belum siap kalau mereka sampai tau. Setidaknya latihan mental dulu atau mempersiapkan hati agar siap menjawab semua pertanyaan yang nanti akan menyerangku.
“Apa ini?“ tanyaku.
“Hadiah, aku kemarin memenangkannya. Sini kupakaikan” ia merebut kembali kotak yang barusaja dia berikan.
__ADS_1
Dibukanya kotak itu, terlihat di dalamnya sudah buah kalung. Dipakaikannya kalung pemberiannya padaku. Kalung berinisial JR. “Ini kalung berinisial JR, mewakili nama kita, nah nanti kalau kita menikah dan punya anak kalungnya kita berikan ke anak kita. Kita namai dia junior” jelasnya. Ini anak mimpinya sudah jauh sebelum kali. “Nah sudah, cantik seperti yang memakainya” imbuhnya. “Gih, siap-siap kita berangkat ke gereja” mataku mengerjap. Aku sedikit terperangah akan perlakuan darinya.
"Iya, tapi...Okey, tunggu di sini. Aku ke dalam dulu ambil tas. Jangan masuk atau menyapa siapapun. Kalau tidak, jangan harap aku mau kencan lagi sama kamu" Aku menyerah. Lebih baik kuiyakan saja ucapannya dan segera pergi daripada orang rumah tau kedatangannya sekarang. Bagaimana aku menjelaskan ke mereka tentang hubungan kami sebenarnya? Ibu bisa menginterogasi kami panjang kali lebar. Lebih baik aku bergegas mengiyakan saja apa keinginannya.
"Siap..." sahutnya mantap sambil mengangkat sebelah tangannya memberi hormat, ia tersenyum konyol seperti biasa, saat aku menyerah akan kehendaknya.
Aku berlari secepat kilat, tanpa mempedulikan apapun. Aku sampai menabrak beberapa benda saat masuk ke dalam rumah, namun saat tiba di dalam rumah aku berusaha untuk tidak menabrak apapun. Aku masuk ke kamar aku dengan perlahan tanpa menimbulkan suara. Aku mengambil tas yang seharusnya aku bawa ke gereja. Memakai sepatu dan sedikit menempelkan bedak, aku tidak ingin tampil buruk di depan Jonathan. Apalagi kali ini pertama kalinya kami pergi ke gereja bersama.
Saat merasa sudah siap, kukatatap cermin sekali lagi dan kukatakan kepada diriku sendiri. "Okey, Rya tenangkan hatimu. Kau hanya pergi ke gereja dengannya" aku tersenyum di depan bayanganku. Lalu turun berniat keluar rumah menemui Jojo. Namun mataku terbelalak saat menemukan sosok Jojo sudah duduk manis di kursi tamu sambil ditemani oleh ibuku. Double sial.
Kenapa bisa dia masuk kemari? Dan kenapa ibu duduk di sampingnya? Padahal aku baru meninggalkannya beberapa menit? Apa dia barusan bertemu ibu di depan? Atau dia seperti biasa masuk tanpa pemberitahuan? Tetapi barusan dia sudah berjanji padaku? Dia tidak akan berani melakukan, apalagi ancamanku yang nyata tidak akan pernah dia langgar. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana caraku menjelaskan pada ibu tentang Jojo? Bagaimana jika ibu menanyaiku seperti tersangka?
Rya tenanglah, bersikaplah biasa saja, jika kau terkejut, maka semuanya akan ketahuan dan hal yang kau takutkan akan terjadi.
__ADS_1
_______***______
#####BadFeeling