
Aditya sudah mulai pulih , wajah tampannya sudah terlihat lebih segar.
" di mana ini, sepertinya ini bukan di Indonesia" gumam Aditya.
ceklekkk...
Regan datang dan duduk di samping Aditya.
" kak"
" hemm"
" ini di mana" tanya Aditya.
"yang jelas jauh dari kota A atau kota B" jawab Regan datar sambil mengotak atik ponselnya.
" Serius kak"
" Scotlandia"
" hahhhhh.... kenapa jauh sekali kak, terus bagaimana dengan kuliahku, Alexa dan teman temanku..? tanya Aditya.
" gadis seperti Alexa masih mau kau pertahankan? yakin kamu tidak akan menyesal " ucap Regan dengan melipat satu kakinya di atas kaki satunya..
" apa maksud kak Regan " kamu lihat ponselmu sekarang...
dan betapa terkejutnya Aditya melihat video siaran langsung Gavin tengah mencium dan ******* bibir Alexa dengan mesra, dan terlihat Alexa pun sangat menikmatinya.
seketika Aditya luruh dan lemas tak percaya..
" enggak enggak mungkin Alexa melakukan itu, Alexa biarpun dia bandel tapi tidak akan semudah itu menyerahkan hatinya pada sembarangan laki laki." ucap Aditya dengan sedikit lemas.
" apa masih kurang bukti " tanya Regan.
Aditya menggeleng dan terus menatap layar ponselnya.
Regan sedikit lega, setidaknya hubungan mereka akan segera berakhir.
* flashback on*
Regan menemui Gavin di kantornya.
" aku mau kamu mencium Alexa"
ucap Regan datar.
sontak membuat Gavin terkejut dan tak percaya, serta berbunga bunga.
" hahhh beneran , wah kenapa gak dari kemarin sih bro.." tanya Gavin dengan terkekeh.
Regan menatapnya tajam.
" tapi awas jangan pakai hati, kau melakukan di depan asistenku, dia yang akan merekamnya dan menayangkan siaran langsung." ucap Regan.
" gila , tapi oke lah gak masalah, kapan lagi bisa merasakan bibir manis adiknya Reno Sadewa.."
buks...
" aduhhh... Regan , apa apaan sih..sakit tau , dasar tuan muda songong..." gumam Gavin.
__ADS_1
buks...( lagi lagi Regan menimpuk kepala Gavin)
"aih....awas Lo !!! ..untung otak ku kebal, kalau gak pasti sudah gagar otak.." ucap Gavin.
" jangan pakai hati , kalau sampai aku lihat kamu pakai perasaan awas , kamu tahu sendiri akibatnya" ancam Regan sambil melotot tajam.
" hhh..apa sih maunya ni orang, bingung gua, kalau ciuman gak pakai hati ya mana bisa, gua kan masih normal" keluh Gavin.
Regan pergi dengan tatapan dingin.
sedangkan Gavin melangkah ke arah kamar yang digunakan untuk menyekap Alexa.
ceklekkk..
terlihat Alexa meringkuk di atas ubin.
" Alexa, kamu kenapa..xa , bangun xa ..wah badanmu panas " Gavin mulai panik dan menggendong Alexa keluar dari sana dan dibawanya masuk ke dalam kamar pribadinya.
Dibaringkan tubuh Alexa yang sudah lemah..
Kemudian Gavin mengubungi dokter pribadinya.
Tak butuh waktu lama dokter pun tiba dan segera memeriksa Alexa.
Setelah mendapatkan perawatan dari dokter dan Gavin, Alexa pun segera baikan dan terlihat lebih segar.
tok tok tok...
" masuk " teriak Gavin dari dalam kamarnya.
" maaf tuan Gavin, saya diminta tuan muda untuk segera mengambil rekaman itu " ucap asisten Regan.
" tapi tapi tuan Gavin saya tidak berani melawan perintah tuan muda , maaf tuan Gavin." ucap asisten Regan.
Gavin segera mengambil ponselnya dan menghubungi Regan sendiri.
" kamu punya hati gak sih , gan, Alexa lagi sakit , badannya demam "
( aku gak perduli, sekarang atau perusahaan mu aku hancurkan ,mumpung sedang terjadi pergolakan saham, bisa saja aku manfaatkan keadaan ini...!)
" ya tuhan Regan, terbuat dari apa sih hatimu gan , oke oke terserah kamu "
Dan Gavin segera memberi kode kepada asisten Regan untuk mengambil posisi merekam yang jelas.
Alexa masih dalam keadaan lemah dan Gavin membantunya untuk duduk .
" lepaskan brengsek , ngapain aku masih mau tidur " ketus Alexa.
" tolonglah Alexa plisss jangan membantah , atau semua akan hancur , dan bukan hanya kamu yang hancur tapi aku dan seluruh perusahaanku akan hancur , maka dari itu bekerjasamalah dengan baik dan aku akan membantumu semampuku." bisik Gavin.
Alexa menatap lekat dan mencoba mencerna apa yang diucapkan Gavin.
"benarkah?" tanya Alexa.
" iya " jawab Gavin sambil mengangguk..
" Dasar pembohong orang dia sendiri takut sama tuan muda Regan , bagaimana cara membatunya " gumam asisten Regan yang sudah dalam posisi merekam dan menayangkan siaran langsung.
" sekarang buka sedikit mulutmu " pinta Gavin dengan lembut.
__ADS_1
Alexa ragu ragu untuk membuka sedikit mulutnya, dia tak tahu kenapa pemuda brengsek ini memintanya membuka sedikit mulutnya.
Gavin meraih tengkuk leher Alexa dan langsung menyambar bibir ranum Alexa.
Alexa melotot tak percaya, berusaha melepaskan pun tak bisa .
Air matanya menetes di sudut mata yang membuat hatinya semakin terluka.
Sambil memukul-mukul dada Gavin , menangis pun tiada guna..
Sebenarnya Gavin pun merasakan apa yang dirasakan Alexa.
Tapi kalau dia menolak Regan akan menghancurkan perusahaannya yang sudah dia rintis dari nol dengan susah payah.
Benar saja Gavin sama sekali tidak menikmati ciuman itu, karena dia dapat merasakan kesedihan dan kekecewaan yang Alexa rasakan.
Hanya saja berusaha semaksimal seolah olah mereka sedang dimabuk gairah , agar tuan muda yang tak punya hati itu merasa puas.
Keduanya seakan kehabisan nafas , Gavin segera melepaskan Alexa yang semakin lemas.
"Alexa maafkan aku, ini bukan mauku " bisik Gavin sambil mengusap air mata yang menetes di pipi mulus Alexa.
*flashback off*
Aditya yang menyaksikan adegan ciuman yang lumayan hot dari ponselnya hanya terdiam mematung .
Tiba tiba bulir air matanya menetes di sudut netranya.
"sekarang apa kamu masih mau bersamanya, dia sudah menemukan pengganti dirimu .
mulai sekarang kamu kuliah di sini , kakak akan meminta Andreas mengirimkan data datamu ' ucap Regan.
" baik kak terserah kakak" jawab Aditya dengan menahan perasaan kecewanya.
" apa kamu membenci kakak Dit" tanya Regan.
Aditya menggeleng " kenapa aku harus membencimu kak"
" karena kakak gak mau kamu patah hati, kamu tau Dit patah hati itu rasanya sakit sekali dan aku tak ingin kamu merasakan seperti yang kakak pernah rasakan, kamu harus memilikinya wanita yang tepat " ucap Regan sambil mengelus rambut adiknya.
" tapi saat ini Aditya sedang patah hati kak, aku kecewa kenapa Alexa bisa melakukan ciuman itu dengan orang lain" ucap Aditya.
" itulah wanita Dit, tidak pernah merasa puas dengan apa dia miliki , sudahlah mumpung semua belum terlambat kau harus fokus dengan pendidikanmu, buat mami dan papi bangga" ucap Regan.
"baik kak , aku tidak akan menyerah aku akan buktikan aku bisa seperti kakak yang akan membangun perusahaanku sendiri " jawab Aditya.
Regan pun tersenyum.
" karena kamu sudah pulih aku akan membawamu pulang ke apartemen yang sudah aku beli untukmu , di sana kamu akan tinggal sendiri , kamu harus fokus dengan kuliahmu selesaikan dalam waktu yang cepat, dan jangan kamu main main dengan wanita , lihat dulu bagaimana sikap dan perilakunya jangan sampai kamu salah memilih teman hidup, ingat kata kata kakak" ucap Regan dengan datar dan tatapan dingin seperti bongkahan es balok.
Aditya hanya mengangguk dan bersiap siap untuk pulang ke apartemennya.
Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di apartemen mewah yang sudah dibeli Regan untuk adiknya.
Regan tersenyum puas, rencananya berhasil , balas dendam nya kepada Reno Sadewa akan segera di mulai .
Semua yang direncanakan Regan satupun tidak ada yang tau, bahkan Gavin yang merupakan teman dan juga pemimpin perusahaan yang berada di bawah naungannya pun juga tidak mengerti apa apa .
Regan memang tuan muda yang kejam , semenjak kejadian itu ( penghianatan kekasihnya) tidak adak rasa belas kasih atau pun sedikit cinta di hatinya.. semuanya telah mati bersama rasa sakit yang berikan oleh kekasih dan sahabatnya sendiri.
__ADS_1