Bad Girl Milik Tuan Muda

Bad Girl Milik Tuan Muda
Chapter 23


__ADS_3

Aditya keluar dari kamarnya dengan berpenampilan santai, kaos dan celana jin kesukaannya.


Namun tetap dengan aura kegantengannya.


" selamat pagi cantik ?" bisik Aditya dari belakang Alexa yang sibuk membantu Serli dan Sari di dapur.


Alexa terkejut dan melotot memandangi Aditya.


Aditya marangkul pundak Alexa sambil mencubit hidungnya yang menggemaskan.


Serli dan Sari pun pamit untuk belanja ke pasar karena gak enak sama Aditya dan Alexa.


Alexa berusaha mengelak dan menghindari Aditya.


" kamu kenapa sih Lex, kamu sudah tidak mencintaiku lagi , atau memang kamu sudah mendapatkan laki laki pengganti diriku" tanya Aditya yang membuat hati Alexa semakin terluka mengingat Regan.


" ehm.. aku gak enak aja Dit, aku malu pada diriku sendiri...lebih baik kalau kita begini saja , kamu dan aku ...ehm...aku aku ...aku gak ngerti dengan perasaanku" jawab Alexa dengan menunduk.


Aditya terdiam dan melepaskan rangkulannya, " baiklah Alexa aku mengerti, tapi setidaknya ijinkan kita tetap berteman " ucap Aditya yang dibalas senyuman oleh Alexa.


Begitulah mereka semakin canggung satu sama lain.


🌺🌺🌺


Sementara di tempat Gavin.


Terlihat Regan mengeryipkan matanya dengan memegangi kepalanya.


"archhh..." ucap Regan sambil membuka matanya dan duduk bersandar di ujung dipan.


Gavin masuk membawa baju dan handuk.


"apa yang terjadi denganku Vin?" tanya Regan dengan suara seraknya.


" kamu mandi dulu nanti aku jelaskan sambil kita sarapan " jawab Gavin kemudian berjalan meninggalkan Regan setelah memberikan baju dan handuk.


Regan pun beranjak dengan sempoyongan menuju kamar mandi.


Setelah hampir 30 menit Gavin menunggu Regan selesai bersiap siap, akhirnya Regan pun keluar dengan baju santai yang diberikan oleh Gavin, wajahnya pun tampak lebih segar.


Gavin tersenyum " duduklah Gan" pinta Gavin.


Regan pun tersenyum dan meneguk segelas air putih yang sudah disiapkan oleh asisten Gavin.


" kamu kenapa sih, sudah lama gak main ke bar pakai mabuk berat lagi, apa sih terjadi sama Lo" tanya Gavin menginterogasi Regan.


" gue bingung Vin " jawab Regan singkat.


" bingung kenapa"


" Bingung dengan perasaan ku , Aditya sudah balik untuk liburan, hatiku sakit melihat Alexa dan Aditya saling berpelukan, mereka melepaskan rindu mereka dan entah apa lagi yang sudah mereka lakukan" jawab Regan dengan menunduk.

__ADS_1


" ehm..apa ku bilang, jangan pernah bermain main dengan api kalau tidak mau terbakar, sama dengan hati kalau gak mau tersakiti jangan pernah bermain dengan hati..sakit rasanya dan kamu juga sudah merasakannya." ucap Gavin serius.


Regan terdiam.


" kamu sudah terjebak dengan perangkapmu sendiri" ucap Gavin.


Regan mengangguk .


" sekarang apa rencanamu" tanya Gavin.


Regan mengambil selembar roti dan mengisinya dengan Selai, kemudian menggigitnya di bagian pinggir.


" aku akan mencoba melupakannya, dan merelakan dia bersama adikku , karena yang selama ini dia cinta adalah adikku, bukannya diriku " ucap Regan dengan mencoba mengunyah makanannya tapi seperti gak mau ditelan.


Gavin menatap sahabatnya itu dengan tersenyum menahan tawa.


" kenapa Lo" ketus Regan.


" hahaaaaaaa ternyata begini ya orang yang patah hati makan selembar roti saja seperti makan segelas kopi tanpa gula pahit...hahaaaaaa, malu tau sama gelar Tuan muda Regan yang super dingin...wkwkwk" goda Gavin.


Brukss...


Satu timpukan mendarat di kepala Gavin.


" sialan Lo, berani ngatain gue" ketus Regan dengan kesal.


Gavin hanya tertawa sambil mengusap kepalanya yang baru saja di timpuk sama Regan.


" suka suka gue , kantor kantor gue , males gak ada cewek yang bisa diajak enak enak di sana " jawab Gavin nyeloyor begitu saja.


" dasar buaya darat, emang sekertaris Lo yang seksi itu kemana " tanya Regan menanggapi perkataan Gavin agar pikirannya teralih dari Alexa dan Aditya.


" O... Arina , dia sudah menikah jadi lebih menutup diri saja , bila aku minta masuk ke ruangan ku dia memilih membuka pintunya lebar lebar, katanya gak enak dikira yang aneh aneh takut dosa jadi fitnah katanya...hahaaaaa... padahal dulu playgirl banget.." ucap Gavin sambil mengunyah makanannya.


" ehm....emang sudah berapa kali kamu bermain dengannya " tanya Regan.


" paling 3 atau 4 kali" jawab Gavin.


" gila , emang gak takut dosa Lo, gak takut karma nanti bisa bisa anak cucumu yang gantian dipermainkan oleh buaya darat yang jauh lebih ganas darimu " ucap Regan yang membuat Gavin terdiam dan mencerna kata kata Regan.


" ehm...mikir kan Lo, ingat dosa Vin, senakal nakalnya kita , jangan sampai kita melakukan zina , apalagi dengan istri orang , dosanya lebih berat.." ucap Regan.


Gavin hanya terdiam dan terus berpikir akan dosa dosanya selama ini, berapa kali sudah dia berzina, berbuat maksiat tanpa memikirkan akibatnya .


Regan dan Gavin hanya terdiam setelah mereka menyelesaikan sarapan paginya.


" Gan, Lo pernah mencium Alexa" tanya Gavin yang membuat Regan melotot dan heran dengan pertanyaan bodoh itu.


" emang kenapa?"


" lha itu kan juga zina " ketus Gavin mencari pembenaran.

__ADS_1


" iya kamu benar Vin , itu juga termasuk zina , makanya kalau sudah memungkinkan harus segera dihalalkan...tapi setidaknya tidak sebesar membobol kesucian seorang gadis " ucap Regan yang membuat Gavin melotot.


"maksutmu gan" tanya Gavin penasaran.


" kalau kita mengambil kesucian seorang gadis yang belum sah menjadi istri kita maka sampai mati kita yang menanggung dosa dari gadis tersebut..berat kan, maka kendalikan diri kita jangan sampai terbawa pengaruh setan"ucap Regan.


" ihh .. serem amat , Lo tau darimana tiba tiba Lo ngerti soal agama" tanya Gavin.


Regan hanya tersenyum dia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursinya.


"Alexa yang mengajariku , tadinya aku gak percaya, karena yang aku kira dia gadis nakal bandel yang terjerumus dengan pergaulan bebas, tapi ternyata dia gak senakal itu, justru dia sangat menjunjung tinggi nilai nilai agama, dia juga yang mengajari Oma sholat dan mengaji" ucap Regan seakan sangat bangga pada Alexa.


" tapi kenapa Reno jauh berbeda dengan adiknya" gumam Gavin.


" entah lah " jawab Regan dengan mengangkat kedua bahunya.


Gavin terdiam dan sedikit bergetar , hatinya bergemuruh mengingat semua dosanya...dia telah mengambil keperawanan Serli asisten cantik di rumah Regan..Biarpun suka sama suka tetap saja si cowok harus bertanggung jawab.


Mukanya mulai pucat .


" Lo kenapa Vin " tanya Regan.


Gavin hanya terdiam, dan memegang erat lengan Regan.


" antarkan gue, gan plisss" pinta Gavin.


" ke mana"


" ke rumah Serli untuk meminangnya aku ingin menikahinya Gan" jawab Gavin yang membuat Regan melotot tak percaya.


"hahhh... memangnya" jawab Regan.


Gavin mulai menceritakan semua hubungannya dengan Serli, dia gak mau larut dalam dosa makanya dia ingin segera menikah , dan Serli yang sudah direnggut mahkotanya harus dinikahinya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


" aduh .. Vin, Lo ini ...bisa bisanya , jadi selama ini Lo sering ke rumah gue itu ada maksudnya..sialan Lo ." ucap Regan.


Dan mereka pun segera beranjak pergi meninggalkan meja makan.


Regan berdiri di teras rumah Gavin karena hari ini dia tidak masuk kantor karena masih pusing akibat kebodohannya yang mabuk semalam .


" katanya Lo gak kerja, terus mau ke mana " tanya Regan yang menatap Gavin memakai jas dan menenteng tas kantornya.


" ya gue kan mau meminang anak orang ya gue harus persiapkan materi untuk membahagiakannya, makanya gue harus rajin kerja..." jawab Gavin dengan senyum manisnya.


Regan pun tersenyum " iya kamu benar Vin, selamat...!" ucap Regan dengan lemas karena memikirkan dirinya yang malang.


Gavin hanya tersenyum dan melambai ..


" gue yakin Alexa juga sebenarnya mencintaimu gan , sabarlah dan biarlah waktu yang menjawab .." batin Gavin yang merasa iba dengan keadaan sahabatnya itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2