Bad Girl Milik Tuan Muda

Bad Girl Milik Tuan Muda
Chapter 44


__ADS_3

Alexa tak percaya dengan apa yang dilihatnya, seseorang yang sangat dirindukannya berada tepat di hadapannya.


Alexa berhambur memeluknya dengan erat namun Regan tak membalasnya.


Regan hanya terdiam menatap ke langit langit untuk menahan hasratnya yang sebenarnya juga sangat merindukan gadis itu.


Alexa mengendurkan dekapannya dan menatap ke wajah tampan kekasihnya itu.


" Regan apa kamu tak merindukanku" tanya Alexa lirih.


Regan tak menjawab malah membuang muka .


Alexa menangkup wajah Regan dengan kedua tangannya.


"Regan, maafkan aku, aku yang salah Regan , begitu marahkah dirimu padaku hingga kau tega menghukum ku " ucap Alexa dengan berkaca kaca.


Regan mencoba menetralisir perasaannya untuk tidak terbawa suasana, dia melepaskan tangan Alexa dan memutar badannya memunggungi Alexa.


Namun Alexa tetap menggenggam erat tangan Regan dia berjalan dan mengikuti arah tubuh Regan sehingga mereka kembali berhadapan.


Alexa mencoba untuk tidak menangis dia menarik tangan Regan dan berjinjit untuk meraih tengkuk leher Regan yang lebih tinggi dari Alexa.


Alexa mencium lembut bibir Regan tanpa ragu ragu Alexa telah melupakan rasa malu dia terus ******* bibit Regan yang tak membalasnya .


Karena Regan juga yang telah mengajarinya , Alexa gigit bibir Regan yang membuatnya melotot dan membalas ciuman Alexa.


Bahkan lebih kasar dan brutal seperti seseorang yang sedang emosi tanpa memberi jeda sedikitpun , Alexa meronta ronta untuk melepaskan namun Regan tidak peduli dan tetap melahap habis bibir manis Alexa.


Regan tak sampai hati dan memberinya jeda untuk mengambil nafas , dengan tersengal sengal Alexa memeluk erat tubuh Regan.


Begitu juga dengan Regan yang juga hampir kehabisan nafas .


Tanpa terasa bulir air mata Alexa mengalir di sudut matanya.


" apakah perasaanmu sudah berubah sayang, kamu tak lagi mencintaiku seperti dulu , rasa kecewa dan kemarahanmu telah menyiksaku Regan, aku tak sanggup jika terus seperti ini , sungguh aku tak sanggup , hiks hiks hiks " Alexa menangis tersedu-sedu di dada kekasihnya itu.


Regan melepaskan paksa pelukan Alexa dan menatap mata sembab Alexa.


" aku ke sini untuk pamit kepadamu Alexa, aku akan kembali ke Jakarta, berhati hatilah kamu di sini dan jaga dirimu baik baik " ucap Regan kemudian melangkah pergi namun tangan Alexa lebih dulu menyambarnya.


" apa kamu akan meninggalkanku Regan" tanya Alexa.


Regan tak menjawab dan melepaskan perlahan pegangan tangan Alexa.


Regan melangkah dengan hancur dan berjalan meninggalkan Alexa yang juga telah hancur berkeping-keping.


Ardi dan Saskia hanya menatap kejadian itu tanpa berkata apa apun.


Regan terus saja melangkah perlahan meninggalkan ruangan Alexa menuju pintu keluar gedung tinggi nan mewah milik Alexa.


Alexa terdiam dengan derai air mata yang yang tak mau berhenti .


Ardi dan Saskia mendekati Alexa dan memeluknya untuk menenangkannya.


" aku tak bisa tinggal diam seperti ini, Regan telah menghancurkan hatiku , aku tidak terima ...Regan ..Regan!!!" Alexa berlari dan mengejar Regan yang sudah tak terlihat .


Alexa terus berlari seperti orang gila dia terus berlari di trotoar jalan sambil berteriak .


Tiba tiba ada mobil warna hitam berhenti di sampingnya dan membekapnya dengan sapu tangan dan obat bius kemudian membawanya pergi .

__ADS_1


deg


Regan merasa baru saja ada yang memanggilnya kemudian tak ada suaranya lagi , dia berbalik dan mencari cari keberadaan Alexa.


Regan merasakan jantungnya berdebar seperti terjadi sesuatu dengan Alexa.


" Alexa !!!, Alexa...!!!" Regan berteriak dan berbalik ke kantor Alexa untuk memastikan Alexa baik baik saja.


Namun hanya ada Ardi dan Saskia yang sibuk dengan laptopnya serta beberapa pegawai lainnya.


Saskia dan Ardi berdiri dan saling menatap.


" ada apa pak" tanya Saskia.


" di mana Alexa!!!" tanya Regan kasar.


" tadi Alexa pergi berlari menyusul pak Regan" jawab Ardi .


Jleg ..


Regan pun lemas dan mengusap kasar wajahnya sendiri.


"ada apa pak Regan" tanya Saskia penasaran.


" aku merasa ada sesuatu yang menimpa Alexa" jawab Regan.


Saskia dan Ardi pun terkejut dan saling menatap.


" apa, kalau begitu ayo cepat kita cari Alexa " ucap Saskia sambil berlari ke luar kantor diikuti Regan dan Ardi.


Mereka bertiga mencari Alexa ke sana ke mari , menyusuri setiap gang dan trotoar .


Regan semakin frustasi dan menyesali kebodohannya.


" Achhhhh....sial bodoh amat sih , kenapa tadi tidak aku memaafkanmu saja sayang , sebenarnya aku juga sangat merindukanmu " gumam Regan.


Saskia dan Ardi mendekat dan menepuk pundak Regan untuk menenangkannya.


" tenangkan dirimu pak Regan, kita harus tenang dan tidak boleh panik , semoga saja Alexa baik baik saja " ucap Saskia.


Regan tetap saja bingung dan khawatir dengan kondisi Alexa.


Regan mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Hendra untuk membantu mencari keberadaan Alexa, begitu juga dengan Gavin yang diminta untuk datang ke Surabaya dan mengerahkan anak buahnya untuk mencari Alexa.


***


Di Jakarta .


Gavin mendengus kesal '' bos satu itu benar benar di mabuk cinta, dasar bos gila " gumam Gavin kemudian menghubungi anak buahnya untuk menyebar ke jakarta sedangkan dia sendiri bersiap siap untuk terbang ke Surabaya.


Setelah satu jam penerbangan , Gavin pun sampai di bandara Juanda .


Gavin menaiki mobil yang telah disiapkan untuk perjalanan menuju kantor perusahaan milik Regan Anggara.


Di dalam perjalanannya dia tak sengaja melihat dua orang yang tidak asing .


Gavin berpikir sejenak " o iya itu Tante Riana dan Cindy, mereka orang yang selama ini memusuhi Alexa, jangan jangan mereka di balik penculikan Alexa " gumam Gavin.


Kemudian Gavin meminta sopir menghentikan mobilnya dan memberinya beberapa lembar uang seratus ribuan untuk keluar dari mobilnya dan naik taxi, dia sendiri yang akan mengikuti Riana dan Cindy.

__ADS_1


Gavin memasang handset dan menghubungi Regan.


" hallo gan, gue lihat tante Riana dan Cindy di daerah sekitar bandara, apa ada masalah"


( apa, oke lu ikutin terus dan kirim sarelok ke gue , mereka itu buronan Vin, mereka yang telah menjebakmu dengan menghancurkan seorang gadis tak berdosa )


" o gitu , benar benar dia itu , mamamu yang kejam , bagaimana perasaannya sebagai seorang ibu"


( dia bukan ibuku, dia ibunya Aditya dia juga tidak pernah menyayangiku meskipun aku sebenarnya sangat menyayanginya , udah bukan saatnya aku bercerita tentang masa laluku , nanti semua sudah beres aku ceritakan semuanya)


" baiklah , ini aku juga berusaha menjaga jarak agar mobilku tidak ketahuan sedang mengikuti mereka"


Kemudian Gavin memutus sambungan panggilannya.


***


Byurrr , ach ..


Alexa tersentak karena disiram segelas air ke mukanya.


" brengsek kamu , beraninya bermain curang, ayo kalau memang berani lepaskan dan kita bertarung sampai mati " gertak Alexa kepada Cindy yang telah menyiramnya .


" o , Alexa yang cantik sebentar lagi kamu yang mati , o tidak maksutku mati dengan perlahan hahaaaaaa" bisik Cindy dengan senyum liciknya.


Riana tersenyum sambil berjalan mendekati Alexa, dia cengkeram kedua pipi Alexa dengan satu tangannya sedang satu tangan lagi membawa segelas air.


" Alexa yang malang , dulu kamu miskin dan beraninya mendekati keluargaku , meskipun sekarang kamu sudah menjadi kaya raya kamu pikir aku mau kamu masuk dalam keluargaku hahaaaaa tidak akan pernah" umpat Riana sambil membuang muka Alexa ke samping.


" kalian memang kurang ajar !!!" teriak Alexa.


Cindy mendekat sambil membawa gunting .


'' kau mau apa !" ketus Alexa.


Cindy tersenyum penuh kemenangan " sayang kemarilah" Cindy memanggil seorang pemuda gagah beretnis Tionghoa .


Pemuda itu pun datang kepada Cindy dan menyambar bibir merah muda milik Cindy .


Mereka berpagutan di depan Alexa dan Riana.


Riana tersenyum tipis sedangkan Alexa mengeryitkan keningnya " cihhh dasar "


Cindy melepaskan pagutannya dan menatap ke arah Alexa dengan tersenyum tipis .


Alexa menatap Riana "mami Riana apa mami masih belum sadar wanita seperti ada dia , apa dia yang lebih pantas masuk ke dalam keluargamu daripada aku yang benar benar tulus mencintai Regan " ketus Alexa.


" ingat mi, setelah tujuannya selesai mami akan dibuang seperti sampah " ucap Alexa kemudian tertawa menertawakan kebodohan Riana.


Cindy tersenyum dan menatap tajam Riana yang sedikit dilema .


Cindy pun geram dan segera mengambil segelas air yang ada di tangan Riana dan menyiramnya ke muka Alexa .


Byurrrrr..


" sialan kamu Cindy !!! " gertak Alexa.


Cindy pun mendekati Alexa dan menggunting paksa baju yang dikenakan Alexa.


" apa yang kamu lakukan, sialan ,brengsek kamu !!!" umpat Alexa sambil meronta ronta.

__ADS_1


Dengan emosi Cindy mengambil segelas air dan memasukkan sesuatu ke dalamnya.


__ADS_2