Bad Girl Milik Tuan Muda

Bad Girl Milik Tuan Muda
Chapter 33


__ADS_3

Pagi yang cerah di langit Surabaya


πŸŒ„πŸŒ…πŸŒ…


" Selamat pagi bu Indira yang cantik" sapa Ardi teman sesama pengacara yang bekerja di kantornya.


Indira hanya tersenyum dengan langkah cantiknya.


" o iya Ardi , kamu tangani kasus ini ya " ucap Indira sambil menyodorkan sebuah berkas warna biru .


Ardi hanya tersenyum sambil menerima berkas yang diberikan oleh Indira sang pengacara senior yang merupakan atasannya juga.


" Indira, kalau kamu menyerahkan kasus ini kepadaku , memangnya kamu mau ke mana " tanya Ardi.


Indira hanya tersenyum dan duduk di meja kerjanya sambil membuka laptopnya .


Belum sempat Indira menjawab semua pertanyaan Ardi, Saskia muncul dengan berkas yang kemarin diminta sama Indira.


" Indira, ini berkasnya sudah saya buatkan, terus apa kita langsung ke lapangan sekarang" tanya Saskia.


Indira tersenyum dan kembali menatap Ardi.


Ardipun semakin penasaran " kalian ngomong apa sih"


" kamu gak usah banyak tanya , itu Kasus kamu pelajari dan kamu tangani baik baik" ucap Indira sambil beranjak melangkah.


Dan tangan Ardi lebih cepat menyambar lengan Indira " kebiasaan deh , selalu saja penuh teka teki , kamu mau aku jadikan pacar?"


Indira melotot " eh, dah berani ya sama bosnya mau kurang ajar "


Ardi melotot dan kemudian tertawa ngakak wk wkwkwk......


Saskia dan Indira pun malah tersenyum .


" dah kamu ikut saja , dan jangan banyak nanya " ucap Indira kemudian menggenggam tangan Ardi dan merangkul pundak Saskia .


" nah gitu dong , kita ini triple advokat, jadi harus berbarengan terus " ucap Ardi.


" ye , ogah kali , masa ke kamar mandi juga barengan sama kamu ih" ketus Saskia.


Indira hanya tersenyum melihat kelakuan dua sahabatnya itu.


Brem brem.


Indira melajukan mobil mewahnya memecah keramaian jalanan Surabaya.


Ketika di lampu merah tidak sengaja Indira menoleh ke kanan untuk melihat keadaan di depan kenapa bisa macet panjang begini.


Deg deg


Hatinya berdegup kencang ketika melihat seorang pria tampan yang duduk di mobil warna hitam, dan pria itu pun tak sengaja menoleh sehingga mereka saling bertatapan.


Indira menatapnya berkaca kaca , begitu juga dengan pria tersebut yang tampak terkejut dan syok serta tak percaya.


Namun saat mereka hendak turun dari mobilnya lampu hijau sudah menyala sehingga suara klakson mobil di belakangnya pun bersahutan .


Indira buru buru menancap gas mobilnya begitu juga dengan pemuda itu.


🌺🌺🌺

__ADS_1


Indira adalah nama populer dari pengacara hebat yang memiliki nama asli Alexa Indriana Sadewa.


Setelah semua penghinaan yang dia terima dari ibunya Regan, api semangat untuk menjadi sukses di hati Alexa kembali membara.


Alexa berhijrah ke Surabaya bersama ayah dan ibunya , di Surabaya dia melanjutkan kuliahnya di bidang hukum .


Karena kecerdasannya, hanya dalam waktu 2 tahun dia sudah bisa lulus dengan nilai sempurna . Kemudian magang kerja menjadi asisten pengacara hebat Sarjono.


Setelah satu tahun ikut dengan pengacara Sarjono, Alexa banyak memiliki pengalaman dan akhirnya sukses menjadi pengacara hebat serta bisa membangun kantornya sendiri.


Teman teman sesama pengacara pun banyak yang ikut bekerja bersamanya di antaranya Saskia dan Ardi yang merupakan teman satu kampus .


Indira melajukan mobilnya tapi pikirannya tak bersamanya .


Cekikkkk


Saskia dan Ardi pun saling menatap melihat tingkah laku Indira yang tiba tiba berubah murung dan seperti hilang konsentrasi.


Ardi mencoba menepuk pundak Indira.


" Indira, kamu kenapa , kamu baik-baik saja ??? atau aku yang menggantikanmu mengemudi" tanya Ardi.


Indira pun menunduk dan menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Indira , kamu kenapa?" tanya Saskia.


Indira tetap diam dan tiba tiba meneteskan airmatanya.


Saskia dan Ardi hanya terdiam melihat keanehan Indira.


Saskia meraih kepala Indira dan mendekapnya lembut untuk menenangkannya.


Akhirnya mereka pun tiba di tempat tujuan , Indira ,Saskia dan Ardi mencoba menanyai atau mengintrogasi warga .


Indira pun menemui salah satu tokoh di sana dia menyampaikan bahwa dia yang akan mendampingi dan menjadi pengacara dari para warga untuk mempertahankan hak haknya di sini.


Sontak mereka tak percaya dan kembali menunduk dengan bu Indira yang menjadi pengacara untuk para warga berarti setiap warga harus membayar mahal.


Indira menggeleng " aku tidak akan meminta bayaran kepada kalian, aku akan berjuang demi hak asasi manusia , mereka yang hendak mengusir kalian harus membayar dengan penyesalan sudah berurusan dengan kita " ucap Indira.


🌺🌺🌺


Setelah beberapa hari berlalu usaha demi usaha telah dilakukan namun tak menemukan hasil , dari jalan damai bahkan pertemuan khusus antara tokoh dan pihak perusahaan tetap saja semua tuntutan perusahaan menyengsarakan para warga.


Di balik sebuah ruangan di kamar sebuah hotel , tampak seorang pemuda tampan sedang duduk bersama kegundahan di dalam dadanya.


Pemuda tersebut adalah Antonio sang CEO muda yang tampan dan dingin seperti es balok.


Tok tok tok


Antonio beranjak dan berjalan membuka pintunya .


" pak, anda memanggil saya " tanya sang asisten.


" iya , masuklah kita bahas masalah perusahaan" jawab Antonio dengan dingin.


" bagaimana perkembangan di lapangan"


" sejauh ini kita terus saja mendapatkan serangan pak , para warga dibantu seorang pengacara muda yang tangguh dan cerdas , yang kecerdasannya di atas rata rata " jawab asistennya.

__ADS_1


Bruakssss


" sialan "


" pak , apa kita harus melanjutkan projek ini, sepertinya ini sulit pak , dan kerugian kita akan semakin besar " ucap asisten yang sekaligus tangan kanannya.


" hhh tidak ada kata menyerah di dalam kamus seorang Antonio, bungkam pengacara brengsek itu " jawab Antonio dengan raut muka menyeramkan.


" tapi pak ini pidana , berarti kita bermain kotor pak, maaf ini tidaklah baik pak, toh apa yang kita akan dapatkan juga gak berkah " jawab asistennya itu dengan berani.


" diammm , jangan bicara soal berkah dan dosa, kita sudah setengah jalan melewati semua ini , apa iya kita harus berhenti dan menyerah " ucap Antonio dengan mata merah menandakan amarahnya yang sudah berapi api.


Asistennya pun bergidik ngeri melihat kemarahan bosnya yang sangat menakutkan itu.


" A a apa yang harus saya lakukan pak " tanya sang asisten.


Antonio memasukkan kedua tangannya di kedua celana nya dan menyibakkan sedikit jaz mahalnya.


" kamu hubungi pengacara itu dan bawa dia ke sini, kita akan bicara empat mata , aku ingin lihat seperti apa dia beraninya melawan ku " ucap Antonio.


Asistennya pun mengangguk dan segera pergi meninggalkan tempat itu.


Antonio pria tampan yang super dingin dan tak pernah menyentuh wanita , bukan tidak normal tapi dia tak ingin bermain main dengan hati setelah kekasihnya pergi darinya.


🌷🌷🌷


Beralih dari Antonio yang super dingin dengan segala misterinya, kini Indira sudah bersiap siap ke kantor dengan mobil sport mewahnya .


Gadis cantik ini pun memendam segala rasa gundah setelah bertemu seseorang di lampu merah .


Tapi kepintarannya menutupi segala perasaannya sehingga tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi .


Dret 🎡🎡🎡


Ponselnya berdering.


" iya , kenapa sas"


[ Indira, asisten dari pak Antonio sekarang ada di sini , dia hendak mengundang kita khususnya kamu untuk menemuinya , katanya ada yang perlu dibicarakan]


" Hmmm oke tanyakan di mana kita akan bertemu"


[ di hotel Santika ]


" oke"


[ Indira, kamu yakin dia tidak akan berbuat sesuatu pada kita ]


" tenang saja , kamu kan tahu siapa aku, dia kelihatannya memilik rencana licik, tapi Alexa Indriana Sadewa jauh lebih cerdik dari yang dia kira"


[ baiklah Indira , aku percaya sama kamu , kamu jaga diri baik baik , aku dan Ardi akan memantau mu terus ]


" baik , persiapkan semuanya untuk besok apa yang perlu aku bawa , dan maaf hari ini sepertinya aku gak bisa datang ke kantor aku kurang fit , aku perlu istirahat untuk persiapan besok , Antonio bukan orang sembarangan jadi kita harus benar benar mempersiapkan semua dengan matang"


[ baik , nanti aku kabari untuk nomor kamar dan waktunya ]


Indira menutup telponnya dan kembali turun dari mobil mewahnya untuk beristirahat di kamarnya.


Dia putuskan untuk libur satu hari karena hati dan pikirannya sedang tidak baik .

__ADS_1


__ADS_2