
Alexa tampak duduk termenung di kursi ruang tengah , bukanya sedang melihat tivi tapi tivi yang melihatnya.
"Alexa, kamu ngapain di sini...pagi pagi sudah melamun, karasukan kamu ..." tanya Dio sambil membawa sepiring nasi untuk sarapan.
" eh ..kamu , ngagetin saja ..." jawab Alexa.
" lagi pula ngapain sih pagi pagi melamun, gak baik tau " sahut Miko dari dapur hendak mengambil nasi.
" aku bingung saja ..." jawab Alexa.
" bingung kenapa???" tanya Bima.
" semalam kami diserang anak anak the black riders tapi dia hanya melukai Satria, dan menginginkan aku ikut bersama mereka, tapi untungnya ada seorang pemuda yang menyelamatkan kami, dan tidak tahu dia siapa" jawab Alexa.
" makanya lain kali gak usah pakai acara keluar malam, kita ini masih baru di kota ini, untung kalian gak apa apa, pakai sedikit otak kamu, jangan hanya menuruti perasaan...kalau sampai terjadi apa apa dengan mu bagaimana, mikir makanya !!!" ketus Aditya yang membuat semua teman temannya terdiam dan saling menatap heran dengan perubahan sikap Aditya.
Alexa hanya menatapnya heran.
Kemudian Aditya pergi ke luar rumah untuk sekedar meregangkan otot-ototnya .
" ngapain sih tu anak, kok tumben nerocos tanpa jeda dah kayak emak emak" ucap Dio.
" ish... kebiasaan, menyembunyikan perasaannya , tapi dia bukan pemain hebat, bilang saja kalau cemburu semalam Alexa jalan sama Satria." ucap Miko nyeloyor begitu saja.
Alexa yang mendengarkan pun melotot tajam dan berlari mendekati Aditya.
" kamu sih.. makannya kalau ngomong pakai otak, kalau mereka berantem bagaimana, ishhh...gemes aku sama kamu" ucap Bima sambil mengacak kasar rambut Miko.
" Adit, maafkan aku" ucap Alexa sambil berlari dan memeluk Aditya dari belakang.
Aditya memejamkan matanya.
" lepaskan Alexa, kenapa harus minta maaf sama aku, itu hak kamu , aku bukanlah siapa siapa kamu" ucap Aditya yang bagaikan pucuk pedang yang menusuk ulu hati Alexa.
" Aditya, tidakkah kau menyadari betapa aku mencintaimu...hiks hiks hiks " ucap Alexa sebelum akhirnya menetes air matanya.
Aditya memutar tubuhnya dan meraih tubuh Alexa membenamkan dalam dekapannya.
" maafkan aku Alexa, kamu jangan menangis,dari dulu kita bersama , aku pikir gak mungkin perasaan ini berubah, aku menyayangimu ." bisik Aditya.
Teman temannya yang melihatnya pun lega, sebenarnya mereka sudah tahu adanya perasaan di antara mereka.
Jedarrrr
Bagai petir yang menyambar, saat itu Satria datang dengan membawa beberapa kotak makanan , rencananya hendak mengajak kelima sahabat barunya itu untuk sarapan bersama.
Gemuruh di dadanya kian membara, kala melihat Aditya mulai mencium lembut bibir Alexa dan terlihat jelas Alexa pun membalasnya dengan mesra.
Nampak jelas bayangan semalam di saat dia menyentuh dan mencium bibir Alexa yang tak ada balasan dari Alexa, sudah dapat disimpulkan, Alexa hanya mencintai Aditya dan bukan dirinya.
Satria semakin lemas dan menunduk menahan luka di dalam hatinya.
Tapi walau bagaimanapun, Satria menyadari dirinya bukanlah siapa siapa yang hanya orang baru dalam hidup Alexa , sedangkan Aditya sudah pasti orang yang tepat dan sangat menyayangi Alexa.
" assalamualaikum" sapa Satria dengan senyum manisnya untuk menyembunyikan luka hatinya.
__ADS_1
" waalaikumsalam" jawab mereka bersamaan.
" ayo sat, masuk kebetulan kita lagi sarapan, ayo kita sarapan bersama." jawab Miko .
Aditya dan Alexa pun saling menatap.
" hai Alexa, Aditya.." sapa Satria dengan gemuruh di hatinya.
Alexa dan Aditya hanya tersenyum dan ikut masuk ke dalam rumah di belakang Satria sambil terus bergandengan tangan.
Alexa nampak canggung di hadapan Satria.
Begitu juga dengan Satria .
akhirnya mereka pun sarapan bersama , dengan saling menyembunyikan luka.
"malam ini akan ada balapan lagi , apa kalian juga akan hadir?" tanya Satria membuka pembicaraan.
" kali ini aku akan maju" jawab Alexa sumringah.
Aditya melotot pada Alexa yang membuatnya tertunduk.
Satria bisa melihat kemarahan Aditya.
" hai Lex, kamu jangan pernah bermain main sama mereka, mereka bukanlah orang sembarangan, kamu belum tahu siapa mereka " ucap Satria yang membuat semua penasaran.
" hahhh... memangnya mereka siapa apakah seganas itu" tanya Dio penasaran.
" iya , apa lagi kalian pernah menang waktu itu" ucap Satria.
" kalau menurut ku lebih kalian pulang saja ke kota asal kalian kasihan orang tua kalian, dan jangan pernah cari perkara dengan mereka." ucap Satria memberikan saran.
" ehm...tapi kita sudah malu mau pulang" jawab Alexa.
Satria hanya tersenyum menatap sendu gadis yang sangat dia cintai itu.
" memangnya kenapa harus malu, orang tua tidak akan pernah memperburuk hubungan, justru kalian yang sudah membuat jarak, tidak ada kata terlambat untuk meminta maaf, percayalah orang tua kalian sangat merindukan kalian." ucap Satria.
" kita harus menghadapinya" ucap Aditya datar.
" kita harus sukses dan membuat mereka tau siapa kita, kita bisa berhasil di atas kaki kita sendiri" ucap Aditya.
" oke...terus apa yang akan kalian lakukan?" tanya Satria dengan senyum dingin.
" malam ini aku lagi yang akan bermain, kita harus menenangkan lagi pertandingan ini" jawab Aditya.
" guys, bukan masalah itu , tapi nyawa kalian bisa saja jadi taruhan.." ucap Satria.
semua terdiam.
" oke lah terserah kalian, aku hanya mengingatkan , tapi saranku saat ada asap mengepul warna biru di ujung barat , kalian harus segera berkumpul dan pergi dari sana, kalian paham" ucap Satria.
kelimanya mengangguk.
"baiklah kalian lanjutkan, aku ada urusan " ucap Satria kemudian pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
🌺🌺🌺
Dan malam pun tiba .
Saatnya para pembalap liar berkumpul , mereka terlihat begitu antusias.
" Dit, kamu yakin akan main malam ini" tanya Alexa dengan menggenggam tangan Aditya.
" iya sayang, doakan" jawab Aditya.
" tapi mengapa perasaan ku mengatakan akan ada sesuatu, ya Tuhan lindungilah Aditya..." gumamnya dalam hati.
Brum Brum Brum...
" kalian yakin akan main melawanku " ucap Rico ketua geng the black riders.
" apa maksud kalian, kami sudah siap untuk mengalahkan kalian" ketus Alexa tanpa merasa takut sedikitpun.
Brum Brum Brum . ...
balapan pun dimulai , Aditya tampak tegang ...
Seorang gadis berpenampilan seksi mendekati Aditya.
" lebih baik kalian pergi dari sini, bawa gadismu pergi sebelum semua terlambat.." ucapnya sambil sedikit berbisik.
Aditya menjadi dwon apa yang akan terjadi.
Brum Brum Brum ... balapan pun dimulai.
Bayangan akan bahaya yang akan terjadi terhadap Alexa pun tergambar di mata Aditya, membuatnya hilang keseimbangan dan hampir saja terjatuh.
cekik dan akhirnya Rico yang menang.
" aduhhhhh....bodoh bodoh....kok bisa sih pikiran kacau ..." Gumam Aditya.
" Aditya " Alexa datang dan memeluk Aditya untuk menenangkannya.
Aditya pun membalasnya dengan hangat.
" maafkan aku Lexa " bisik Aditya.
Bima, Dio dan Miko pun segera datang dan menghampirinya untuk memberikan semangat.
Kemudian Rico datang dengan senyum miringnya dan merampas kunci motor Aditya dengan tawa kemenangan.
" cantik, sebentar lagi bukan hanya motornya yang akan jadi milikku tapi dirimu juga akan menjadi milikku" ucap Rico sambil mencubit hidung Alexa.
" jangan harap, dasar bajingan"ketus Alexa.
wus......asap putih mengepul dari arah barat.
guys ayo kita lari ....
Semua pun berhamburan , Alexa ,Aditya , Bima, Miko dan Dio pun segera berlari dengan menaiki motornya.
__ADS_1
Alexa memberikan kunci motornya kepada Aditya dan mereka pun segera melajukan motor mereka ke tempat yang aman dan akhirnya mereka pun lolos dari operasi polisi.