
Jam menunjukkan pukul 6 pagi , Indira duduk di kursi taman rumah mewahnya .
Dret๐ต๐ต๐ต
" hallo Saskia, ada apa pagi pagi begini telp , ganggu aja sih " ketus Indira.
[ ish, kamu kenapa sih Ra, pms ya kok sensi amat, aku cuma mau ingatkan kamu hati hati ya , ingat pak Antonio itu bujang dan mungkin saja dia butuh kehangatan]
" ih , ngaco kamu "
[ iya Ra beneran, kamu pokoknya harus hati hati oke]
" oke Saskia alenka , terimakasih sudah mengingatkan, sudah sana pergi mandi , aku mau perawatan dulu siapa tahu memang pak Antonio butuh kehangatan dan aku bisa menjebaknya untuk tanda tangan surat perjanjian "
[ eh eh , dasar gila ]
" hahaaaaa , ya enggak lah , aku masih punya harga diri tau, eh kayaknya ada telp masuk deh, oke bye Saskia kamu juga hati hati ya sama Ardi, diam diam dia itu maniak tau , hahaaaaa "
Indira pun mematikan panggilan dari Saskia dan mengangkat telp masuk " ih , siapa sih pagi pagi sudah telp mana gak ada Poto profilnya lagi , gak ada namanya juga , angkat gak ya , oke "
" hallo selamat pagi "
deg
[ selamat pagi nona ]
Deg ( jantung Indira berdegup kencang seperti ada sesuatu yang di dalam hatinya, suara yang sepertinya tidak asing bagi keduanya)
" i i ini siapa ya ?"
[ sa sa saya Antonio, A apa ini ini benar dengan nona Indira ]
" i iya benar tuan Antonio, ada apa ya "
[ maafkan saya nona , sepertinya pertemuan kita hari ini batal karena saya mendapatkan kabar dari jakarta kalau terjadi masalah di perusahaan pusat , dan pagi ini juga saya bertolak ke jakarta]
" oke tuan, tapi bagaimana kelanjutan dari projek tuan?"
[ itu tidak penting nona , sekarang bagaimana kalau kita ambil jalan tengah saja , aku akan membeli rusun dan aku berikan kepada para warga dengan harga yang murah ]
" oke , terserah , dan mungkin ini lebih baik "
[ aku juga akan membeli setiap tanah warga dengan harga yang pantas beserta bangunannya yang bisa warga gunakan untuk membuat usaha
__ADS_1
baiklah nona , sebenarnya aku ingin sekali bertemu denganmu , aku ingin tahu gadis yang sangat pintar , pengacara hebat yang namanya sudah terkenal di mana mana, semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu ]
" ah, tuan bisa saja , saya sendiri juga ingin sekali bertemu dengan tuan Antonio yang merupakan pengusaha hebat dan juga ternama "
[ senang ngobrol denganmu nona Indira, sampai jumpa di lain waktu dan selamat pagi ]
" selamat pagi tuan "
Indira mematikan sambungan panggilan di ponselnya.
Deg deg deg
Indira merasa tidaklah asing dengan suara itu, suara yang pernah menghiasi hari harinya .
" ah , pusing mikirin Antonio, mending gue mandi kemudian berangkat ke kantor " gumam Indira kemudian beranjak dan berjalan menuju kamar mandinya.
๐บ๐บ๐บ
Sementara di tempat Antonio.
Tampak seorang pria tampan berperawakan tinggi tegap dengan ragang tegas sedang berjalan di lobi dengan cool dan tatapan dingin seperti singa yang kelaparan.
Ceklekkk bruaks .
" masuk ke ruangan ku sekarang juga " perintah Antonio kepada asistennya.
asistennya pun segera menemui bosnya yang super menakutkan itu.
" kamu bawa anak buah kita dan tangkap orang itu dia sudah merusak semua rencana pengembangan perusahaan, bawa ke gudang nanti aku akan menemuinya di sana " ucap Antonio.
"baik tuan" asistennya pun segera pergi dan melaksanakan semua perintah atasannya tersebut.
" sialan, jadi dia orangnya musuh di dalam selimut , oke aku akan menemuinya nanti , sekarang aku siapkan dulu berkas berkas untuk pembelian rusun yang ada di sebelah kampung padat penduduk tersebut " gumam pemuda angkuh tersebut.
Deg deg deg
Tiba tiba jantung Antonio berdegup kencang mengingat pengacara hebat tersebut , dan sesekali tersenyum sendiri membayangkan wajah cantiknya dan suara lembutnya seperti tidak asing .
Antonio menarik laci dan mengeluarkan sebuah Poto seorang gadis cantik , dia adalah kekasihnya yang telah pergi meninggalkanya , karena janjinya untuk selalu menunggunya sampai saat ini Antonio masih sendiri dan berharap kekasih hatinya segera kembali ke dalam pelukannya.
Antonio menatap foto itu dengan senyum dan sesekali menciuminya, terlihat betapa dia sangat merindukannya.
Dan waktu pun cepat berlalu , jam di dinding menunjukkan pukul 16:00 , Antonio segera beranjak dari meja kerjanya dan berjalan menuju parkiran dengan sopir pribadinya.
__ADS_1
" kita mau langsung pulang tuan " tanya sopir pribadinya.
" tidak, kita ke gudang A " jawab Antonio datar.
Sang sopir pun segera melajukan mobilnya ke arah gudang A yang tidak terlalu jauh dari kantor pusat.
Begitu sampai di depan gudang , ada beberapa orang yang menyambut kedatangan bos ganteng yang dingin dan kejam tersebut.
Terlihat tawanannya seorang pria paruh baya yang duduk di kursi dengan tubuh terikat tali serta wajah lebam seperti habis dihajar.
" angkat wajahmu tuan Fernando" ucap Antonio dengan berkacak pinggang di depannya.
" cih , berani beraninya kamu merusak semua rencana perusahaan dan membawa pergi semua uangku , sekarang katakan siapa saja rekanmu , karena melawan seorang Antonio tidak mungkin kamu bekerja sendiri" ucap Antonio sambil mencengkeram dagu laki laki itu yang bernama Fernando yang merupakan kepala bagian keuangan .
Fernando tetap saja bungkam .
" oke , kalian perlihatkan padanya apa yang bisa aku lakukan " Antonio mengambil sebuah ponsel milik asistennya yang memuat video tentang seorang gadis yang sedang kuliah di sebuah kampus ternama di kota Surabaya.
Antonio memperlihatkannya kepada Fernando dan tersenyum miring, Fernando terbelalak dan sangat ketakutan hingga tubuhnya gemetar mengingat dia adalah putri satu satunya yang menjadi kebanggaannya.
" dia putrimu bukan , o cantik dan cerdas tapi sayang karena kebusukan ayahnya dia yang akan menanggung semua dosanya " bisik Antonio yang membuat Fernando terkejut dan matanya berkaca kaca.
" tuan, aku mohon jangan sakiti putriku , dia tidak bersalah tuan, iya aku memang bekerja sama dengan seseorang tapi aku sendiri tidak tahu sebenarnya siapa dia , dia hanya pernah sekali memberikan alamat rumahnya kepadaku untuk menemuinya tapi dia bohong dan tidak pernah datang menemuiku hanya memberikan rencana jahat ini tuan untuk menghancurkan bisnis tuan muda Antonio " jawab Fernando dengan gugup dan suara berat.
" kamu pikir aku percaya dengan ceritamu !" teriak Antonio dengan geram.
Fernando pun bergidik ngeri dengan kemarahan Antonio.
" ta tapi saya tidak bohong tuan , dia juga mengancamku untuk melukai putriku jika aku menolaknya " suara serak Fernando .
Antonio pun terdiam dan mengambil tulisan dari tangan asistennya yang merupakan alamat dari rumah yang dimaksud Fernando.
Dan betapa terkejutnya karena alamat rumah tersebut adalah alamat rumah mamanya yang belum lama ini dia beli karena mama dan papanya yang sering bertengkar jadi mamanya memutuskan untuk pindah rumah.
Jleg ( Antonio luruh dan sangat terluka melihat kenyataan bahwa mamanya sendiri yang berencana menghancurkannya )
Dan Antonio mencoba menghubungi mamanya tapi nomornya sudah tidak aktif.
" sial , oke lepaskan dia dan pecat dari perusahaan " perintah Antonio dengan muka geram yang menyeramkan.
Asistennya pun segera melepaskan tali yang mengikat tubuh Fernando dan membawanya ke depan gudang .
Dengan sempoyongan Fernando pun segera meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Sementara Antonio masih terus berpikir tentang mamanya yang sama sekali tidak disangkanya tega berbuat begitu rendah.
" kalian selidiki masalah ini, dan siapa saja yang bersama mamaku , apapun yang kalian tahu segera laporkan kepadaku" ucap Antonio yang dijawab anggukan oleh para anak buahnya.