Bad Girl Milik Tuan Muda

Bad Girl Milik Tuan Muda
Chapter 32


__ADS_3

# 5 tahun telah berlalu#


Regan duduk di belakang meja kerjanya, dia nampak serius dengan laptopnya.


Tok tok tok


" masuk"


Ceklekkk


"ada apa Cin" tanya Regan yang masih tetap serius dengan laptopnya.


" pak , maaf ada sedikit masalah di lapangan" ucap Cintia menunduk dan tak berani menatap karena pasti Regan marah besar mendengar semua keterangan dari sekertarisnya itu.


Regan menghentikan jemarinya dan menatap Cintia dengan tajam dan sorot mata menakutkan.


" apa kamu bilang, ada masalah , apa maksutnya?" tanya Regan masih dengan tatapannya yang seperti singa sedang kelaparan.


" i i itu pak , tadi saya mendapatkan beberapa pengaduan dari kepala proyek kalau sebagian warga tidak mau menjual tanahnya kepada kita dan sebagian lagi mau menjual tapi harganya tidak masuk akal" jawab Cintia.


braksssss


Regan menggebrak meja kerjanya membuat jantung Cintia seperti mau loncat dari tempatnya.


" panggil Hendra kemari !" gertak Regan dengan kemarahannya.


" ba ba baik pak " jawab Cintia buru buru keluar dari ruangan bosnya yang super galak dan dingin seperti es balok.


Tak lama kemudian Hendra pun datang


" iya pak , anda memanggil saya " tanya Hendra


" sekarang juga kita ke proyek 3 , kamu hubungi Gavin sekarang untuk menghendel proyek kita yang ada di kota B , kalau Gavin menolak putus kerjasama kita dengan perusahaannya" ucap Regan dengan keseriusannya .


"baik pak " jawab Hendra kemudian menghubungi Gavin, dan terang saja Gavin tidak berani menolak . Semenjak kepergian Alexa dari hidup Regan sifatnya berubah menjadi lebih dingin dan kejam dari sebelumnya, Gavin yang hendak meminang Serli saja mengurungkan niatnya mencari waktu yang pas , karena tuan muda tidak akan memberikan kesempatan ke dua apabila ditolak permintaannya.

__ADS_1


Greng....( mobil yang dikendarai Regan dan Hendra pun meluncur menuju bandara untuk terbang langsung ke kota Surabaya)


🌺🌺🌺


Sedangkan di kota Surabaya yang asri dan hijau nampak seorang gadis cantik berparas lembut dengan mata sayu dan senyum yang memikat, sedang duduk di depan laptopnya di sebuah cafe ternama.


" Indira" sapa seorang gadis berambut cokelat yang berpenampilan tomboi .


" eh , kamu Saskia" jawab Indira.


" o iya Ra, kamu sudah tahu apa belum kalau pemukiman padat penduduk di daerah sebelah akan ada penggusuran, tapi warga menolak dan melakukan aksi demo dan membawanya ke jalur hukum" ucap Saskia.


" terus " tanya Indira dengan tetap konsentrasi sama laptopnya.


" ya kasihan aja Ra, para penduduk yang tidak tahu apa apa, tiba tiba rumah mereka mau digusur " Jawab Saskia sambil duduk dengan lemas di samping Indira yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.


Indira rupanya sudah selesai dengan pekerjaannya dan menutup laptopnya kemudian menyeruput jus jeruk di depannya.


" memangnya tidak ada konsekuensinya dari pemerintah atau apa gitu, ya kasihan juga sih mereka tidak punya tempat tinggal, biasanya kan pemerintah sudah menyiapkan alternatif lain, seperti rusun atau apa gitu" ucap Indira dengan serius.


" itu bukan pemerintah kok Ra, tapi perusahaan swasta , kabarnya sih perusahaan besar dari Jakarta entah perusahaan apa lupa aku Ra namanya , CEO nya super dingin dan kejam , namanya Antonio dia adalah seorang pembisnis ulung yang sangat cerdas dan selalu berhasil dalam setiap projek " ucap Saskia.


" siapa tadi Antonio, kok aku baru dengar ya , kita belum pernah ya berurusan dengan perusahaannya " gumam Indira.


" ye , ya jangan dong Ra, kalau bisa kita hindari saja klien seperti mereka, pasti kejam dan bermain di belakang ih ngeri aku" ucap Saskia.


" hest , jangan begitu sas kita bekerja di dunia hukum ya harus totalitas dong , kita jangan pernah takut , kita hanya membela yang benar , makanya setiap kali menerima kasus aku selalu lihat dulu dari segi kebenaran dan logika , aku tidak akan pernah mengambil kasus yang salah dan merugikan banyak orang" ucap Indira sambil menepuk pundak sahabat sekaligus asistennya itu.


" tapi Ra, seperti di film dan drakor kalau berurusan dengan hukum, terus kasus, dan mafia , ih....serem , Ra, bagaimana kalau"


" eh,sudah jangan pikirkan itu sas, kita hanya manusia biasa hidup mati kita ada di tangan Tuhan, kita hanya bisa menjaganya, sebisa mungkin kita harus waspada , dunia kita menang keras dan selalu berhubungan dengan kejahatan atau kriminal" jawab Indira mencoba menenangkan Saskia.


" ta tapi , Indira, makanya jangan ambil kasus yang seram seram ya , apalagi dengan mafia, sungguh aku takut berurusan dengan mereka" ucap Saskia.


Indira tersenyum dan meminum jusnya sampai habis .

__ADS_1


" memangnya kamu yakin Antonio seorang mafia " tanya Indira dengan senyum miringnya.


" eh, kok kamu jadi penasaran gitu sih sama Antonio, awas naksir lo nanti " goda Saskia.


Indira tersenyum " ya kalau bisa kenapa enggak..hahaaaaa" jawab Indira dengan candaannya.


" akhirnya setelah 3 tahun aku bersamamu hari ini , detik ini aku bisa melihatmu tertawa lepas tanpa beban " ucap Saskia sambil tersenyum senang melihat sahabatnya yang tersenyum bahagia.


" Baik lah Saskia, sekarang kembali ke para warga yang mau demo itu terus bagaimana" tanya Indira menatap Saskia serius.


" ya , mereka sebenarnya butuh pengacara, karena gak mungkin pihak perusahaan akan diam dan tak memilih jalur hukum , tapi ya kamu tahu sendiri kan Ra, pengacara itu bayarnya mahal , sebenarnya kasihan juga ?" ucap Saskia menunduk.


" bagaimana kronologinya sas, tentang surat menyurat tanah , dan bagaimana kompensasi dari perusahaan yang hendak menggusurnya" tanya Indira .


Kemudian Saskia menceritakan semuanya, mulai dari kompensasi, alternatif, surat surat tanah dan atitude serta etika dari pihak perusahaan.


Indira mengeryitkan keningnya sambil mengepalkan tangannya.


" wah, mereka sungguh kejam ..oke sas , sepertinya saat ini kita akan berurusan dengan perusahaan itu dan CEO nya yang bernama siapa tadi "


" Antonio, dia masih muda kok Ra, ya sama kita tuaan dia sedikit , tapi aku dengar dia masih bujang ganteng lagi " ucap Saskia sedikit menggoda atasannya itu karena selama 3 tahun menjadi asistennya tidak pernah terlihat dia jalan sama cowok.


" ih ..apaan sih , memang iya aku harus menggodanya , no Saskia , tidak ada kamus seperti itu dalam hidup Indira, kita harus berjuang dengan jalan yang lurus , kita yakin Tuhan bersama kita " ucap Indira.


Saskia hanya tersenyum.


" memang luar biasa prinsip Indira, dia memiliki keyakinan yang sangat kuat " batin Saskia.


" sekarang kamu siapkan berkas berkasnya , dan segera kita menuju lokasi " ucap Indira sambil menyodorkan laptopnya kepada Saskia.


" tapi Indira, terus darimana mereka akan membayar advokat handal seperti kita , ehm maksutku kamu " tanya Saskia karena selama ini memang sudah dikenal bahwa Indira adalah seorang pengacara hebat dan tarifnya pun tidak main main.


Indira tersenyum hangat " sas, kali ini kita akan memperjuangkan hak hak para warga , kita tidak akan mengambil sepeserpun dari mereka, kita akan dampingi mereka sampai finis , jangan kawatir masalah rejeki sudah diatur sama yang di atas " jawab Indira yang membuat Saskia semakin mengagumi sosok cantik yang sangat bertalenta dan baik hati.


...****************...

__ADS_1


Nah, siapakah sebenarnya sosok pengacara cantik yang hebat tersebut..


Temukan jawabannya di eps berikutnya..


__ADS_2