Bad Girl Milik Tuan Muda

Bad Girl Milik Tuan Muda
Chapter 37 bc


__ADS_3

Aditya dan Bima melangkah meninggalkan rumah mewah tersebut.


Mereka berdua terus berjalan sampai menemukan sebuah taxi yang bisa mengantarkan mereka ke bandara.


Selama perjalanan ke bandara Bima tampak terdiam merenung dan memikirkan sesuatu.


" Pi , mikirin mami ya , sudahlah Pi biarkan saja apa maunya , yang pasti sekarang kita sudah tahu bahwa semua itu hanyalah rencana mami untuk menjerat kak Regan ke penjara" ucap Aditya.


Bima menatap wajah putra bungsunya itu dengan nanar yang berkaca kaca.


" maafkan papi ya Adit, papi tidak bisa menjadi ayah yang baik buat kamu dan Regan" ucap Bima.


Aditya tertegun dan menggenggam hangat tangan papinya " papi adalah papi terhebat , Adit tahu Pi selama ini papi sibuk kerja untuk kami " ucap Aditya.


" o iya Pi, bagaimana mengenai Regina" tanya Aditya.


Jleg ...


Bima tersentak dan menunduk seakan menyesali dengan semua yang telah terjadi .


" Aditya, Regina bukanlah selingkuhan papi melainkan istri diam diam papi ceritanya panjang " dan Bima pun mulai menceritakan awal pertemuan hingga lahirnya Regan di muka bumi.


**flashback on**


Kisah berawal 25 tahun yang lalu.


Saat itu ada sepasang kekasih di sebuah kampus ternama di kota Jakarta.


" hai sayang , lagi ngapain di sini " tanya seorang gadis cantik bernama Riana.


" oh , ini lagi buat agenda kerja kita untuk KKN besok " jawab Bima ( pemuda tampan yang paling berpengaruh di kampus)


karena mereka sudah memasuki semester akhir jadi mereka harus bersiap siap untuk KKN selama beberapa bulan di desa C.


Dan saat yang dinanti pun tiba Bima dan Riana beserta ke 7 temannya harus bersiap siap bertolak ke desa C.


Dan tanpa di duga Riana harus menghentikan perjalanannya .


" sayang , maafkan aku ya sepertinya aku tidak bisa ikut kalian, mama dan papaku memberitahuku pamanku sedang sakit dan memintaku ikut ke kampungnya, mungkin aku akan lanjutkan KKN di sana saja , gak apa apa kan ?" ucap Riana sambil menggenggam tangan Bima.


Bima mengangguk dan tersenyum dan segera menghentikan mobilnya untuk menurunkan Riana karena mamanya sudah menunggunya di pinggir jalan.


Bima dan teman temannya pun melanjutkan perjalanan ke desa C tanpa Riana.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sekitar 2 jam mereka pun tiba di desa yang asri dan sejuk yang berada di lereng gunung .


Desa C bukanlah desa terpencil karena berada di antara desa desa yang juga terlihat maju dan modern hanya letaknya saja yang jauh dari kota .


Sesampainya di desa C mereka disambut ramah oleh warga dan kepala desa.


Hari pertama melakukan KKN kelompok Bima mendapatkan apresiasi yang baik dari warga sekitar.


Saat itu salah satu teman Bima memintanya membenahi kran di dalam kamar mandinya, karena saat itu yang ada melintas hanyalah Bima jadi dengan terpaksa dia meminta Bima untuk membantunya.


" Bim, tolong dong benerin kran air di dalam " ucap temannya.

__ADS_1


" lah kok gue " jawab Bima.


" emang siapa lagi dari tadi yang lewat depan sini cuma elu" jawab gadis cantik anak jurusan sosiologi itu .


Dan setelah semua beres Bima pun buru buru keluar dari kamar gadis itu agar tidak menimbulkan fitnah.


Saat hendak melangkah dari pintu kamarnya terdengar suara Regiana menjerit histeris, yang ternyata dia terjatuh kepleset di kamar mandi.


Dengan refleks Bima pun berlari dan segera menggendong Regina untuk di bawa ke depan dan memanggil teman temannya.


Mereka pun datang dan meminta Bima segera mengantarnya ke rumah sakit.


Singkat cerita Regina sudah mulai membaik tapi masih belum bisa berjalan tanpa tongkat , meskipun demikian dia tetap melanjutkan KKN sampai selesai.


Karena Bima yang sering membantu Regina akhirnya mereka pun semakin dekat.


Memang benar pertemanan atau persahabatan dua orang cewek dan cowok pasti tidak akan murni benar benar persahabatan entah yang ceweknya suka atau cowoknya yang ngarep.


Dan begitu juga persahabatan yang terjalin antara Bima dan Regina , diam diam Regina mengagumi sosok perhatian dan romantis seperti Bima, sedangkan Bima sendiri sangat mengagumi kepribadian Regina yang lebih kalem dan pandai bergaul .


" Bim, tinggal seminggu lagi KKN kita usai dan kita akan mengajukan scripsi dan setelah itu kita akan lulus , kamu akan melanjutkan atau meneruskan perusahaan keluarga mu" tanya Regina.


Bima tersenyum dan menggenggam tangan Regina " aku akan meneruskan perusahaan papa aku tapi mungkin yang di Australia" jawab Bima.


" ehm..jauh ya " gumam Regina.


" kenapa takut kangen ya " balas Bima.


Regina hanya tersenyum dan menggeleng manja.


Bima menatap mata Regina " memangnya kamu mau menikah sama aku " tanya Bima.


Regina terkejut dan hanya diam tak percaya.


" hahaaaaaaaa, gila bercanda kali Gina hahaaaaa" ucap Bima dengan tertawa lepas.


Seketika Regina tertunduk dengan berlinang air mata " kamu keterlaluan Bima, hal sebesar itu kamu buat candaan , oke kamu menganggapku bodoh, o tidak tidak aku yang bodoh , aku terlalu mengharapkanmu" ucap Regina.


Bima menatap Regina dan memeluknya hangat " Regina, maafkan aku " bisik Bima.


Dan waktu pun berlalu dengan cepat seminggu sudah 3 bulan mereka melakukan kegiatan KKN di desa C .


Hari ini saatnya mereka kembali ke kota .


" guys , gawat Regina, Regina" ucap Aira yang terlihat panik dengan tersengal sengal mengatur nafasnya.


Bima pun kaget dan menatap Aira tajam " apa yang terjadi dengan Regina" tanya Bima.


" dia panas , badannya menggigil , tubuhnya lemas sepertinya dia tidak bisa pulang hari ini bersama kita " ucap Aira.


" bukannya semalam dia baik baik saja ya , oke kalau begitu kalian berangkat saja lebih dulu biar nanti aku pulang bersama Regina" ucap Bima kemudian berlari ke tempat Regina.


Dan benar saja tubuh Regina dingin ,menggigil dan bergetar.


" Regina kamu kenapa? " tanya Bima kemudian tanpa menunggu jawaban dari Aira Bima langsung menggendongnya dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


Setelah mendapatkan perawatan dari rumah sakit beberapa hari , Regina pun lebih baik dan bisa pulang .


Ternyata dia memiliki asma akut .


Dan tanpa berpikir panjang Bima pun mengantarkan Regina ke rumahnya yang berada di kota Malang.


Perjalanan mereka cukup jauh memakan waktu kurang lebih 5 sampai 6 jam.


Dan setibanya mereka di kota kelahiran Regina, orang tua Regina yang ramah sudah menyambut mereka .


Singkat cerita mereka meminta untuk segera menikah , tentu saja Regina dan Bima melotot tajam dan syok dengan permintaan kedua orang tua Regina.


Karena Bima dan Regina yang saling mencintai akhirnya mereka setuju untuk menikah tapi sepakat untuk sementarael menyembunyikan identitas mereka dari teman temannya sampai mereka mendapatkan gelar sarjana.


Setelah menikah mereka pun kembali ke kota , Bima membawa Regina ke rumah orang tuanya pak Anggara sangat senang mendapatkan menantu cantik dan santun seperti Regina, mereka menerimanya dengan baik.


Akhirnya Riana mengetahui kalau selama di desa C Bima dan Regina berselingkuh dan sudah berhubungan badan .


Riana sangat murka dan mengancam Regina serta memfitnahnya dan menuduhnya wanita murahan dan wanita perebut pacar orang.


" Bima, aku gak kuat terus menerus seperti ini , Riana sangat murka kepadaku , aku mohon Bima selesaikan hubunganmu dengannya dan katakan padanya kalau kita sudah menikah " ucap Regina sambil mengelus perutnya yang sudah membesar .


Bima hanya tertunduk , bagaimana dia bisa menjelaskan kepada Riana apa yang sebenarnya terjadi , sejujurnya Bima mengakui kesalahannya telah menikah diam diam padahal saat itu dia memiliki seorang kekasih.


" tuhan , apa yang harus kulakukan" keluh Bima.


Karena sudah tidak kuat menghadapi tekanan demi tekanan akhirnya Regina memutuskan pergi dari rumah Anggara.


Regina pergi meninggalkan sepucuk surat yang isinya dia minta maaf dan meminta Bima untuk kembali kepada Riana, dia sudah berdosa telah merebut cintanya.


Dalam kondisinya yang sudah hamil tua , Regina pergi dari rumah Anggara dan berjalan di tengah hujan.


cekikkkk bruaks.


Tubuh Regina tergolek berlumuran darah.


Regina di tabrak sebuah mobil dan langsung dilarikan ke rumah sakit.


Bima yang mendengar kabar itu pun dengan paniknya langsung meluncur ke RS.


Regina sedang ditangani di ruang operasi untuk menyelamatkan ibunya karena hanya satu pilihan dan dengan terpaksa mereka harus menyelamatkan nyawa ibunya.


Bima dan keluarganya pun senang mendengar suara tangisan bayi dari dalam ruang operasi , mereka berpikir anak dan ibunya selamat , tapi ternyata justru nyawa Regina yang tak terselamatkan.


Sebelum dilakukan tindakan Regina berpesan kepada dokter untuk menyelamatkan bayinya.


** flashback off**


Begitulah Bima menceritakan dengan berlinang air mata , mengenang istri pertamanya yang sangat baik dan santun .


Aditya memegangi pundak papinya untuk menguatkan.


" Pi , sudahlah Pi mami Regina sudah tenang di alam nya , sekarang kita harus secepatnya menyelamatkan kak Regan " ucap Aditya sambil tersenyum tipis .


Bima pun mengangguk dan menggenggam tangan putra keduanya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2