Bad Girl Milik Tuan Muda

Bad Girl Milik Tuan Muda
Chapter 42


__ADS_3

Alexa tak bisa lagi berbuat apa apa dan menyadari kesalahannya.


Dia bangkit dan kembali mengendarai motornya menuju rumah , hari ini pikirannya kacau dan memutuskan untuk tidak masuk kerja.


Brem brem brem suara motornya masuk garasi dan Alexa segera berlari ke kamarnya.


Di kamar inilah dia luapkan segala luka hatinya.


hiks hiks hiks ....


" kenapa Regan, kau tak mengerti perasaanku , kau hancurkan hatiku hiks hiks hiks ...ach....."


Bruaks .....


teriak Alexa sambil membuang semua buku dan mengobrak abrik semua yang ada di kamarnya.


Kemudian Alexa luruh dan duduk di sudut kamarnya sambil menunduk berderai air mata.


Rangga dan Ratih yang mendengar keributan pun langsung berlari masuk ke kamar putrinya .


Ratih memeluk putrinya dengan hangat.


" apa yang terjadi sayang , kenapa putri ibu jadi emosian seperti ini " ucap Ratih sambil sesekali mencium pucuk kepala Alexa.


Hiks hiks hiks


Alexa tetap tak bisa mengontrol perasaannya .


" Bu, dulu saat aku meninggalkan Regan aku tidak sesedih ini tapi kenapa sekarang dia memutuskan hubungannya aku hancur bu, aku gak terima dia meninggalkan aku " jawab Alexa di sela sela isakan tangisnya.


Ratih dan Rangga saling berpandangan kemudian Rangga mendekat dan mengambil alih untuk memeluk putri kesayangannya.


" sayang , ayah tahu kamu sedih ,kecewa tapi kamu adalah wanita kuat dan hebat , kalau Regan memutuskan hubungan itu karena emosi sesaat , ayah tahu ikatan batin di antara kalian " bisik Rangga .


" tapi yah , Alexa sangat mencintainya , Alexa tak bisa yah hiks hiks hiks "


Alexa menangis di dalam dekapan ayahnya.


" tapi nak ,kita hanya manusia biasa jika takdir tuhan sudah berkata apa yang bisa kita lakukan, ayah hanya bisa berdoa semoga tuhan memberikan yang terbaik untuk kalian berdua.


Pada saat itu Aditya masih berada di sana dan sedang bersama dengan Kinara.


Aditya merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan Kinara karena maminya juga terlibat dengan kejahatan ini.


" Kinara"


Panggil Aditya


" hmmmm"


" ayo kita jalan ke luar , aku akan temani kamu menghirup udara segar " ajak Aditya sambil menarik tangan lembut Kinara.

__ADS_1


Kinara menatap Aditya sambil menitikkan air matanya.


Aditya berhenti dan menoleh ke arah gadis cantik yang terluka itu.


" hei , kamu kenapa Kinara, sudah dong nangisnya ntar habis Lo air matanya " ucap Aditya seraya menyeka air mata yang membasahi pipi mulusnya.


Kinara mununduk dan Aditya dengan senyuman manisnya mencoba mengangkat dagu gadis itu dia tatap mata sembab yang entah seperti apa luka yang telah dia rasakan, sebesar apa sayatan yang telah maminya berikan.


Aditya dan Kinara saling menatap.


Aditya mendekatkan keningnya dengan kening Kinara.


Tiba tiba saja Aditya mencium lembut bibir merah muda Kinara .


Kinara melotot tak percaya dan mencoba meronta .


Aditya melepaskan pagutannya dan berbisik " aku Aditya Kinara , aku tidak akan menyakitimu , aku akan menjagamu dan tak akan aku biarkan para penjahat itu menyentuhmu "


Aditya takut traumanya kembali lagi.


Tapi dengan sikap lembut Aditya, Kinara mulai tenang dan membalas setiap pagutan dari Aditya.


Mereka berpagutan cukup lama baik Aditya maupun Kinara sama sama memejamkan mata mereka untuk bisa menikmatinya.


Tapi tiba tiba mereka dikejutkan oleh suara gemuruh dan teriakan dari kamar Alexa.


Seketika mereka saling melepaskan dan menoleh ke arah kamar Alexa, mereka saling menatap.


" ada apa dengan Alexa" gumam Aditya kemudian menggenggam tangan Kinara dan membawanya melihat ke kamar Alexa.


Rangga dan Ratih pun hanya terdiam melihat tingkah laku Alexa.


Kinara berkaca kaca kaca melihat keadaan Alexa, dia melepaskan genggaman Aditya dan berjalan mendekati Alexa yang sudah lusuh berantakan.


Kinara ikut menangis dan memeluk erat tubuh Alexa.


" apa yang terjadi om Rangga " tanya Aditya kepada Rangga .


Rangga tak menjawab dan menatap Ratih


" Alexa dan Regan putus Regan sangat kecewa dengan Alexa dan meninggalkannya" jawab Ratih lemas.


Jleg


Seketika Aditya juga kaget dan mengepalkan tangannya.


" baiklah sepertinya aku harus bicara dengan kak Regan" gumam Aditya kemudian pergi dari rumah Alexa dan melajukan motornya menuju hotel tempat Regan menginap.


Tak berapa lama karena kecepatan berkendara yang cukup tinggi Aditya sudah sampai di hotel.


Dengan muka geram dan bersungut sungut dia langsung menuju kamar Regan.

__ADS_1


Tok tok tok


Ceklekkk


Regan membuka pintu dan


Buk buks buks


Tanpa aba aba Aditya memukul dan meninju muka kakaknya hingga mulut dan hidung Regan mengeluarkan darah segar.


Regan yang tersungkur di lantai pun menatap Aditya tak mengerti .


Aditya bersungut sungut dan geram melihat kakaknya.


" sekali lagi kak Regan membuat Alexa menangis aku akan melupakan kau adalah kakakku " ancam Aditya.


Regan mendengus kesal " apa sih maksut mu !!!"


"kakak sadar gak sih dengan memutuskan hubungan dengan Alexa dia depresi dan kehilangan akal sehatnya, kakak mau dia menjadi gila !!!" jawab Aditya dengan nada suara tinggi sambil melotot .


Regan membuang muka sambil menyeka darah segar yang mengalir di sudut bibirnya.


" O itu, memangnya apa yang dia rasakan sekarang itu tidak jauh lebih sakit dari apa yang dia lakukan padaku, pikir pakai otak Dit, dia sudah menuduhku berbuat keji bahkan dia menyangkal semua penjelasanku, apa kamu kira itu tidak sakit " jawab Regan membela diri.


" o jadi nilai cinta kakak kepada Alexa tidak melebihi harga diri kakak, kak dengar ya cinta dan harga diri itu sesuatu yang bisa beriringan saling menguatkan dan bisa saling menjauhkan , kalau kakak lebih memilih harga diri kakak , oke silahkan kak Regan nikmati Kesendirian kakak karena kak Regan telah membuat Alexa gila" ketus Aditya.


" dan satu lagi , jika suatu hari nanti Alexa benar benar pergi dari hidup kakak, baru kakak akan sadar betapa berharganya Alexa bagi kak Regan "


Ucap Aditya dengan mendongak dan menetralisir hatinya.


" tapi dia pernah pergi meninggalkanku demi harga dirinya karena sebuah penghinaan, dan aku sudah terlanjur terbiasa dengan rasa sakit " jawab Regan sambil menunduk.


" terserah kakak, aku harap kakak tidak akan menyesal dengan keputusan kakak, karena tuhan sudah memberikan kesempatan sekali lagi tapi kakak telah menyia nyiakannya "


Aditya pun melangkah meninggalkan ruangan itu setelah bicara panjang lebar kepada kakaknya.


Regan terduduk lemas dan tiba tiba menitikkan air matanya.


Sungguh dia sendiri tak mengerti dengan hatinya, ingin menghukum Alexa karena kebodohannya yang tak lagi mempercayainya tapi di satu sisi tak sanggup jika kehilangan Alexa untuk kedua kalinya.


Dengan perasaan campur aduk tak karuan dan darah yang masih mengalir di sudut bibir dan hidungnya , Regan melangkah ke kamar mandi dan menyalakan shower.


Tanpa membuka baju dan duduk di bawah guyuran shower Regan sangat hancur bahkan sesekali berteriak untuk meluapkan penat hatinya.


Regan menangis begitu teringat senyum dan tawa Alexa tapi seketika sedih mengingat penyangkalan Alexa.


Regan dan Alexa sama sama sedang patah hati .


Tak hanya Regan yang betah duduk di bawah guyuran shower , Alexa pun sama saja dia duduk dengan hancur di bawah guyuran shower.


Keduanya sama sama sedang hancur , saling mencintai tapi saling menyakiti, saling merindukan tapi sama sama dipendam.

__ADS_1


* aduhhh ikut pusing *


...****************...


__ADS_2