
Seminggu sudah Regan dan Alexa sama sama tersakiti.
Regan yang selalu uring uringan saat bekerja membuat semua pekerjaannya belakangan ini berantakan.
Begitu juga dengan Alexa yang stres berat dan tak pernah mau menangani kasus apapun .
Bruks ( Regan membanting beberapa arsip di atas meja kerjanya)
Hendra tersentak dan bergidik ngeri melihat kemarahan bosnya itu.
" kamu hendel semua pekerjaan ndra , aku pusing aku akan beristirahat dan kembali ke Jakarta besok pagi " ucap Regan sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi dan mendongak ke atas untuk menetralisir pikirannya yang kacau balau.
" pak Regan yakin mau balik ke Jakarta besok pagi , yakin nanti tidak akan menyesal sudah melepaskan cintanya " tanya Hendra yang membuat Regan kembali menatapnya dengan tajam.
Hendra pun tertunduk dan kelicutan ditatap oleh singa buas yang sedang kelaparan.
" e ehm ehm Mak Mak maksudku besok pak Regan balik ke Jakarta hati hati di jalan urusan proyek dan perusahaan di sini bi bi biar sa sa saya saja yang tangani" ucap Hendra gugup.
" baiklah " jawab Regan datar.
Kemudian berdiri dan menatap ke arah jendela , Regan berpikir sejenak menunduk dan menarik panjang nafasnya kemudian menghembuskan dengan kasar.
" lebih baik tinggalkan ego dan gengsi daripada hati terus tersiksa dan tersakiti, kesempatan tidak datang dua kali , tapi penyesalan akan datang setelah semua terjadi " kata kata bijak Hendra membuat Regan menoleh lagi ke arahnya .
" sa sa saya permisi "
Setelah selesai dengan kata katanya Hendra pun segera pergi meninggalkan ruangan bosnya yang sangat menyeramkan itu.
🥀🥀🥀
Sedangkan di tempat kerja Alexa.
Ardi dan Saskia tampak saling menatap dan merasa iba atas apa yang terjadi dengan Alexa.
Alexa atau Indira yang dulu selalu ceria , semangat kerja dan tak pernah gagal menangani kasus, kini berbalik 280 derajad , dia semakin hari semakin layu dan tak bergairah dalam pekerjaannya serta tak pernah mau menangani kasus apapun semua dilempar kepada Ardi ,Saskia dan yang lainnya.
Saskia mencoba masuk ke ruangan Alexa dan duduk di depan meja kerjanya.
" Indira, kamu baik baik saja " tanya Saskia.
Alexa tak menjawab dia hanya mengangguk .
" Ra, kamu pucat , kamu sudah sarapan, kamu jangan gitu dong ayolah Ra kembali semangat seperti dulu " ucap Saskia sambil menatap mata Alexa yang terlihat sembab.
kemudian Saskia berdiri berjalan dan menghampiri Alexa dan memeluk erat sahabatnya tersebut.
Alexa kembali menitikkan air mata sambil meringis kesakitan .
__ADS_1
" Saskia, ini ada Kasus lagi , kamu sama Ardi bekerja sama menanganinya ya dan satu lagi kamu latih terus kemampuan bela diri kamu kita ini bekerja melawan kejahatan dan selalu bersinggungan para penjahat , jadi kamu dan Ardi harus hati hati dan bekali diri dengan kemampuan bela diri apapun itu" ucap Alexa datar .
Saskia tak mengerti mengapa tiba tiba gadis ini bicara seolah-olah dia tidak akan lagi bekerja bersamanya .
" baiklah Indira, aku akan terus berlatih , tapi kenapa kamu bicara seperti itu, kita akan tetap bekerja bersama sama kan , kamu tetap atasanku dan pemilik kantor ini"
Saskia menatap wajah layu Alexa.
Dengan menahan sakit di perutnya, Alexa bangkit dan berdiri menatap ke arah luar melalui jendela yang berada di depannya.
" aku akan pantau kalian dari rumah, aku tidak akan akan istihat dulu Sas, aku tidak bisa bekerja dengan pikiran seperti ini , aku butuh refreshing dan ketenangan" jawab Alexa.
Saskia terdiam dan berjalan lagi mendekati Alexa yang berdiri di belakang jendela kantornya.
" baiklah Indira , kamu memang butuh istirahat, kamu tenangkan dirimu dan cobalah untuk tegar , ingatlah semua yang sudah kamu capai Ra, kamu sangat kami butuhkan"
Setelah menyelesaikan ucapnya Saskia berjalan keluar meninggalkan ruangan Alexa yang sunyi tanpa ada candaannya yang membuat Saskia dan Ardi lebih semangat seperti dulu lagi.
Alexa menunduk dan menyeka airmata yang menetes di sudut mata sayunya.
" aduhhh , kenapa perutku tiba tiba sakit sekali sepertinya aku mau datang bulan lagi padahal baru 15 hari " gumamnya kemudian berjalan menuju kamar mandi .
Tak lama kemudian Alexa keluar dari kamar mandi dengan memegangi perutnya dan mengambil segelas air putih kemudian meneguknya agar sakitnya bisa sedikit berkurang.
Tapi nyatanya tidak , Alexa yang sangat kesakitan itu merebahkan dirinya di sofa dan sesekali meremas perutnya.
Tapi nyatanya tidak bisa Alexa sudah lemas tak bertenaga dia remas dan berbaring di sofa dengan wajah dia ditenggelamkan di bantal sofa sambil menangis menahan rasa sakitnya.
Karena rasa sakitnya yang sangat menyiksanya sampai dia tak menyadari ada tangan kekar yang mengusap punggungnya kemudian memijitnya dengan lembut.
Alexa sama sekali tak menyadari kedatangan seseorang karena sudah tak tahan dengan rasa sakitnya.
Dia nikmati saja setiap pijitan yang membuatnya lebih rileks dan berangsur angsur meredakan rasa sakitnya.
Dengan lembut tangan itu tetap mengusap dan memijit tanpa menyentuh area terlarang.
Alexa melotot ketika menyadari seseorang telah menyentuh punggungnya dan memijitnya dengan lembut.
Kemudian Alexa menoleh dan betapa terkejutnya dengan siapa yang ada di belakangnya..
" Regan " ucap Alexa dengan buliran airmatanya.
Regan mengangguk dan memeluk gadis itu .
" maafkan aku Alexa, maafkan aku sayang aku terlalu egois dan tak bisa berpikir jernih" bisik Regan.
Alexa tak bisa menjawab apa apa karena sangat bahagia .
__ADS_1
Alexa dan Regan meregangkan dekapannya dan mereka saling menatap menyusuri setiap detail perasaannya.
" sayang , maafkan aku " ucap Regan.
Alexa mengangguk dan mengelus kedua pipi kekasihnya dengan menangkup di antara kedua telapak tangannya .
" aku sangat merindukanmu Regan, jangan kamu pergi dariku aku tak sanggup bila kamu pergi meninggalkanku" ucap Alexa.
Regan yang tampan hanya tersenyum dan mendekatkan wajahnya dengan bibir merah muda milik Alexa.
Kemudian menciumnya dengan lembut .
Alexa dan Regan saling berpagutan sampai hampir kehabisan nafas .
Regan melepaskan sejenak untuk mengambil nafas dan kembali menyambar bibir manis milik kekasihnya itu.
Alexa pun membalasnya dengan lembut dan melingkarkan kedua tangannya di leher Regan, Regan pun semakin menekan tengkuk kepala Alexa untuk memperdalam ciumannya.
Sepertinya kerinduan yang mendalam telah mengalahkan pikiran mereka, Regan semakin berani dan tak hanya mencium bibir merah Alexa namun beralih ke bagian leher dan mencoba membuka kancing baju Alexa.
Alexa tak menolaknya dan Regan pun menjatuhkan tubuh keduanya ke sofa .
Bruks....
Alexa meringis kesakitan karena kepalanya kejedot meja dan didapatinya dia sudah tersungkur di lantai.
Ternyata Alexa hanya bermimpi Regan mendatanginya.
" au ...." Alexa merintih kesakitan dan mencoba mengingat kembali apakah semua itu mimpi atau nyata.
Dan ternyata semua itu hanyalah mimpi, Alexa berdiri dan melihat ke bagian baju dan lehernya yang masih mulus dan kancing bajunya juga utuh tidak terbuka.
Alexa mendengus , kemudian duduk di belakang meja kerjanya dan merapikan rambut serta bajunya.
" Regan, apa kamu sama sekali tak merindukanku " gumam Alexa.
Alexa merasa sakit perutnya sedikit reda, hanya dengan memikirkan Regan saja.
Tapi tak lupa dia selalu membawa obat pereda dan segera meminumnya .
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu.
Tok tok tok
"masuk" ucap Alexa.
Ceklekkk
__ADS_1
Alexa terlihat syok dan tak percaya dengan kedatangan seseorang.