Bad Girl Milik Tuan Muda

Bad Girl Milik Tuan Muda
Chapter 24


__ADS_3

Pagi menjelang siang.


Sudah seminggu Regan tidak pulang ke rumah, Alexa semakin khawatir dan merindukannya.


Alexa duduk di kursi taman rumah Regan sambil terus menatap ke arah pintu gerbang, dia berharap tiba tiba Regan datang dengan senyumannya yang mengembang.


Tak lama kemudian terdengar suara mobil berhenti di depan gerbang.


Alexa dengan hati berbunga-bunga langsung beranjak dan berlari melihatnya.


Namun langkahnya tiba tiba terhenti karena yang datang ternyata adalah Gavin.


Alexa mendengus dan berbalik untuk kembali duduk di kursi yang tadi.


Sebenarnya Gavin datang untuk menemui Serli namun karena ketemu sama Alexa jadi adalah kesempatan buat Gavin bercerita banyak tentang Regan dan kegelisahannya.


" ngapain kamu di sini?" tanya Gavin yang ikut duduk di sebelahnya Alexa.


" kamu bisa lihat kan aku lagi ngapain, pakai nanya lagi" jawabnya ketus.


Gavin mengehela nafas panjang


" memang susah bicara sama orang yang sedang patah hati, di sana dan di sini gak jauh beda..apa sih mau kalian " ucap Gavin yang gak sabar dengan sikap Alexa.


" aku tau Regan berada di tempatmu , katakan gak usah pulang , aku yang akan pergi dari sini aku akan kembali ke kota orang tuaku dan melupakan semuanya" ucap Alexa ketus.


Gavin mengusap kasar mukanya , sungguh gak paham dengan cara berpikir dua orang yang saling mencintai ini.


" memangnya kamu dan Aditya, bukannya kalian balikan lagi " tanya Gavin.


" hahhhhh... balikan, kamu kira aku cewek apaan , dia sudah ninggalin aku ..lagi pula perasaanku kepadanya juga sudah terkubur dalam dalam , mungkin hari ini dia balik ke Scotlandia " ucap Alexa.


" jadi kamu sudah mengakui nih perasaanmu kepada Regan, udah jujur saja Lex, gak usah malu malu" goda Gavin sambil menyodok bahu Alexa.


" apaan sih" jawab Alexa sambil senyum senyum sendiri.


" o iya sekarang jam berapa Lex, lebih baik Lo buruan ke bandara , hari ini jam 13.00 Regan akan terbang ke Swiss, dan akan lama di sana entah balik lagi atau nggak" ucap Gavin.


Alexa terbelalak dan mencengkram lengan Gavin " beneran!!!"


Alexa segera menyambar jaket, helm dan kunci motor milik pak satpam untuk dibawanya menuju bandara.


Gavin hanya tersenyum melihat tingkah lucu Alexa.


Dan tiba tiba Gavin dikejutkan oleh seseorang yang merangkulnya dari arah belakang.


" hai sayang , sedang apa di sini " tanya Serli.


Gavin tersenyum dan meraih tubuh Serli untuk duduk di sampingnya.


" sayang, sini duduk dulu... Serli , apa kamu mau menjadi istriku, ibu dari anak anakku" tanya Gavin tiba tiba.


Serli terkejut dan menatap mata Gavin tak percaya..


" kamu serius" tanya Serli.


Gavin meraih dagu Serli dan mengecup bibir merah Serli, sejenak mereka saling berpagutan.

__ADS_1


Gavin menempelkan keningnya di kening Serli.


" kamu mau kan sayang, aku serius ingin berumah tangga denganmu, aku sudah lelah kita begini terus , aku ingin rumahku segera ramai dengan anak anak kita" ucap Gavin lirih.


Serli pun mengangguk dengan penuh kebahagiaan.


Kemudian berhambur ke pelukan sang kekasih.


🌺🌺🌺


Kembali ke Alexa yang melajukan motornya dengan kecepatan tinggi ( jangan diragukan lagi soal kemampuan Alexa yang juga seorang mantan pembalap, ya meskipun hanya mantan pembalap liar)


Cekikkkk..


Sesampainya di bandara.


Alexa segera memarkirkan motornya dan berlari menuju pintu keberangkatan.


Dengan panik dia mencari cari keberadaan Regan.


" Regan, kamu kemana , plisss Regan jangan tinggalkan aku ..." gumam Alexa sambil terus berlari ke sana kemari.


Alexa memegangi perutnya yang sedikit sakit karena makannya yang kurang teratur dalam seminggu belakangan ini.


Dengan ngos ngosan Alexa terus berlari , sampai dia dihentikan penjaga karena melewati batas penumpang dan pengantar.


" non, tunjukan tiketmu" ucap penjaga itu.


" pak, pak kumohon pak, aku sedang mencari seseorang '' ucap Alexa memelas.


" kalau begitu silahkan anda keluar dari sini,anda tidak bisa masuk, silahkan, atau kami paksa anda keluar dari sini" gertak penjaga itu sambil menyeret lengan Alexa.


Terlihat dari belakang sosok mirip Regan.


"Regan..!!!" teriak Alexa namun tetap tak ada jawaban bahkan menoleh pun tidak.


Alexa semakin hancur , dia luruh dengan derai air mata.


" hiks hiks hiks...maafkan aku Regan, Regan...!!! Aku mencintaimu, bagaimana kamu bisa meninggalkan aku di sini sendiri Regan, Regan kembalilah..hiks hiks ...siapa yang akan memijit punggungku nanti, Regan..." ucap Alexa di sela sela isakan tangisnya.


Setelah 10 menit berlalu , akhirnya pesawat yang membawa Regan pun telah lepas landas.


Alexa hanya menatapnya sampai pesawat itu tak terlihat.


Alexa duduk di kursi tunggu sambil terus meremas perutnya .


Dengan wajah pucat dia sandarkan tubuhnya di sandaran kursi tersebut.


" aduhhh sakit " gumam Alexa sambil terus mendekap perutnya sendiri.


Alexa meringis kesakitan dan membungkukkan tubuhnya agar bisa menahan rasa sakitnya.


Tiba tiba Alexa merasa ada yang memijit punggungnya dari belakang.


Sontak membuat Alexa terkejut dan menoleh ke belakang.


Tampak sosok tampan dengan senyum manis berada tepat di hadapannya.

__ADS_1


" sudah ayo balikan tubuhmu biar aku pijit punggungmu" ucapnya dingin.


Alexa menurut saja.


Setelah beberapa menit Alexa merasa sudah lebih baik.


Alexa membalikkan tubuhnya sehingga berhadapan langsung dengan pemuda itu.


" kenapa kamu mengejarku sampai ke mari " tanya Regan dengan senyumnya yang mengembang .


" aku aku aku mencintaimu Regan, kamu jangan meninggalkan aku " jawab Alexa kemudian langsung menghambur ke pelukan Regan.


Regan membalas dekapan Alexa dengan hangat.


" aku juga mencintaimu Alexa" ucap Regan sambil terus menghujaninya dengan kecupan di pucuk rambut gadisnya itu.


" Alexa, sudah seminggu lebih kamu belum selesai datang bulan kenapa perutmu masih sakit, apa ada masalah, besok kita cek ke dokter ?" tanya Regan tanpa rasa malu .


" memang sudah seperti ini Gan, bisa hampir dua minggu dokter bilang tergantung pikiran , kalau pikiranku bagus gak selama ini rasa sakitnya tapi itu normal kok" jawab Alexa.


Regan tersenyum lega mendengar jawaban Alexa yang tak perlu di khawatirkan.


Alexa pun enggan bangun dari pelukan Regan yang sangat nyaman.


" kamu tau Regan, ehm maksutku kak Regan..ini adalah tempat ternyaman yang aku rasakan selama ini" ucap Alexa sambil tersenyum dan mendongak ke atas untuk memandang mata Regan.


" o iya , masasih , kamu pinter gombal ya ternyata.." ucap Regan sambil mencubit hidup mancung Alexa.


Begitulah mereka saling bercumbu untuk melepaskan kerinduannya selama seminggu gak bertemu dan gak berantem.


" Regan "


" tadi kak "


" ihhh batal gak jadi "


" ehm.." jawab Regan.


" tadi sebenarnya kamu tau aku ke sini atau gimana sih kok tiba tiba kamu muncul , aku pikir tadi kamu benar benar sudah terbang ke Swiss.


" Gavin menghubungiku dia bilang kamu mengejarku ke bandara ya mana bisa aku meninggalkan gadisku di sini sendirian" ucap Regan kemudian mencium bibir Alexa singkat.


" ihhh... berarti dari tadi kamu melihatku, kenapa juga gak langsung menemuiku , tau gak tadi aku di seret sama security karena menerobos masuk, terus aku teriak teriak seperti orang gila .." ketus Alexa dengan raut muka kesal .


Regan hanya tersenyum sambil mencium pipi mulus Alexa.


" dengan begitu aku jadi tau isi hatimu , aku dengar tadi kamu menangis sambil mengatakan, Regan jangan pergi meninggalkan aku sendiri di sini, siapa yang akan memijit punggungku nanti , aku mencintaimu...o...jadi kehadiranku cuma untuk jadi tukang pijit doang "


ucap Regan menunjukkan raut muka kesal.


Alexa tersenyum manja di dalam pelukan Regan.


" nanti kalau sudah halal bisa pijit plus plus kok" jawab Alexa dengan senyum manjanya.


" jadi kamu mau menjadi istriku" tanya Regan.


Alexa tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1



__ADS_2