Bad Girl Milik Tuan Muda

Bad Girl Milik Tuan Muda
Chapter 45


__ADS_3

Alexa meronta ronta tapi Cindy tetap memaksa meminumkan hingga Alexa tak berdaya.


Saat ini Alexa hanya bisa pasrah kalaupun racun yang Cindy telah berikan mungkin hari ini hari terakhirnya.


Mata Alexa seperti berkunang kunang , tubuhnya tiba tiba lemas tak berdaya, badannya terasa sangat panas dan gerah, meskipun bajunya sudah lepas dari tubuhnya dan hanya mengenakan tangtop seksi dan bra yang terlihat samar samar berwarna pink, keringatnya mengucur deras dan hasratnya tiba tiba sulit untuk dikendalikan.


Cindy melepaskan tali yang mengikat tubuh Alexa.


Alexa dan Riana tersenyum penuh kemenangan.


Sementara Alexa menggelinjang menahan hasratnya yang sangat luar biasa .


Keringat keluar hingga membasahi rambut dan seluruh tubuhnya.


" sialan, brengsek mereka memberiku obat perangsang, awas kalian " umpat Alexa yang masih terus berusaha menjaga kesadarannya.


" sayang , panggil anak buahmu untuk melayaninya " ucap Cindy kepada kekasihnya yang bernama Lim.


" aduh sayang , dia biar aku saja yang memuaskannya, lihatlah kasihan dia sudah tidak tahan " rengek Lim yang licik.


" tidak , enak aja " gertak Cindy.


Riana tiba tiba merasa iba melihat keadaan Alexa yang mengelijang seperti cacing kepanasan.


Riana mau menolong Alexa dan menutupi bagian atas tubuhnya yang nyaris terlihat.


" hei tua bangka, ngapain kamu bantu dia" gertak Cindy yang membuat Riana terdiam dan menatap Cindy.


"kok kamu begitu sih Cindy gak sopan banget, aku ini calon mertua kamu Lo" ucap Riana.


Cindy membuang mukanya " cih calon mertua siapa juga yang mau jadi mantu kamu, heh dengerin ya , sekarang kamu tanda tangani surat kuasa pengalihan ini atau kau kulempar ke jurang sekarang juga " ucap Cindy sambil menyodorkan beberapa berkas untuk ditandatangani Riana.


Riana yang bodoh takut untuk melawan dan hanya menuruti saja apa maunya .


" hahaaaaa bagus Riana sekarang semua aset Anggara sudah menjadi milikku dan kamu tidak aku butuhkan lagi ,pergi sana pergi !!!" teriak Cindy sambil mendorong tubuh Riana.


Au , Riana pun tersungkur di lantai.


" kamu memang kurang ajar Cindy, benar yang dikatakan Alexa kamu hanya memanfaatkan aku , brengsek kamu" umpat Riana.


Dan anak buah Lim pun sudah datang, mereka menelan salivanya melihat tubuh seksi Alexa.


" apa yang akan kalian lakukan, pergilah" ucap Alexa namun keempat pemuda itu tak bergeming malah menyunggingkan senyum dan hasrat yang terlihat sudah membara.


Alexa tetap meronta saat dua dari empat pemuda itu memegangi kedua tangan Alexa dan mencoba menciumnya dengan brutal.


" tidak , aku mohon , tuhan berikan pertolonganmu aku pasrahkan semua kepadamu." batin Alexa.


tiba tiba

__ADS_1


Bruks bruks


Regan dan Gavin tiba di saat yang tepat .


Mereka datang bersama polisi .


Regan memukul Lim membabi buta dan penuh kemarahan.


Sedangkan Gavin menghajar keempat pemuda itu.


" Regan kamu tolong Alexa, biar aku yang mengurus mereka " teriak Gavin.


Regan pun segera berlari ke arah Alexa yang sudah lemas dan sebagian dadanya terekspos jelas.


Regan segera membuka jaketnya dan menutupi tubuh Alexa.


Namun tiba tiba saja Alexa kembali menggeliat dan memeluk erat tubuh Regan.


Jantung Regan berdesir dan darah panas seakan mengalir mengikuti irama jantungnya.


" Alexa apa yang terjadi " tanya Regan.


" entahlah Regan, aku ingin sekali kamu menyentuhku hasratku sulit sekali dikendalikan " ucap Alexa.


Gavin tersenyum dan mengetipkan satu matanya " sudah sana bawa dia ke hotel masa gitu saja gak tau sih " ucap Gavin.


" Alexa sadarlah " ucap Regan.


Akhirnya Cindy , Riana dan komplotannya berhasil ditangkap , mereka segera digiring ke penjara.


Dan saat Riana berjalan di depan Regan dan Alexa yang masih berpelukan karena Alexa yang masih dalam pengaruh obat laknat.


" Regan, maafkan mami , kamu mau kan memaafkan mami sayang " ucap Riana sambil tertunduk dan berjalan mengikuti pak polisi.


Regan hanya terdiam melihat maminya dibawa polisi karena dia harus bertanggung jawab atas apa yang sudah dia perbuat.


Sementara Gavin segera meminta Regan membawanya pulang atau sesuatu yang lebih buruk akan terjadi .


Dan setelah perjalanan selama kurang lebih satu jam mereka pun sampai di hotel tempat Regan menginap selama ini.


Regan merangkul Alexa dengan mesra diikuti oleh Gavin dan Hendra.


Saat Regan sudah membawa Alexa masuk ke kamarnya, Gavin dan Hendra hanya terdiam di depan pintu dan saling memandang.


Regan menoleh ke arah keduanya " hei, kenapa kalian tidak masuk malah bengong lagi di sana "


Gavin dan Hendra hanya saling pandang


" pak Gavin, anda yakin mau ikut masuk " tanya Hendra.

__ADS_1


" enggak ndra , kita ngopi di luar saja yuk " jawab Gavin.


" oke "


Akhirnya Gavin dan Hendra memutuskan untuk pergi dari sana .


Regan pun heran , kok malah mereka pergi.


" oke mereka memang aneh" gumamnya.


Alexa kembali berulah dia meronta dan melepaskan jaket Regan sehingga terpampang jelas setengah dada putih yang menggoda milik Alexa.


Regan melotot dan menelan salivanya, namun Regan tetap sadar mereka belum boleh melakukan yang lebih dan segera mendorong Alexa ke kamar mandi.


Alexa dan Regan sama sama basah di bawah guyuran air shower.


Alexa tetap mendekap tubuh Regan, Regan pun membalas dengan pelukan hangat.


Alexa tampak mulai kedinginan.


"aduh bagaimana ini , dia masih belum sadar sepenuhnya, mungkin kalau tidur besok pagi dia akan merasa segar dan akan bebas dari efek obat biadab itu.


Regan pun dengan posisi masih memeluk Alexa segera meraih handuk baju yang tergantung di pintu kamar mandi, dan dengan hati yang berdebar dan memejamkan matanya dia melepaskan tangtop dan bra milik Alexa dan segera menggantinya dengan baju handuk yang kering dan hangat.


" huh huh huhhhh , sabar Regan, tenang kendalikan dirimu " gumam Regan untuk dirinya sendiri.


namanya cowok normal pasti lah berhasrat melihat tubuh polos seorang wanita.


Setelah Regan dengan susah payah berhasil mengganti baju Alexa , diapun segera meneguk segelas air putih untuk menetralisir perasaannya.


Kemudian Regan merebahkan tubuh Alexa di atas ranjang, dia tutupi tubuh kekasihnya itu dengan selimut tebal agar bisa lebih hangat dan tidak sakit.


Regan menyibakkan rambut yang menutupi wajah cantik Alexa dan tersenyum bahagia


" sayang , beristirahatlah aku tidak akan meninggalkanmu lagi aku akan selalu menjagamu sayang" ucap Regan kemudian mengecup hangat pucuk kening Alexa dan mencium bibirnya singkat .


Alexa dibaringkan di ranjang king size dengan baju handuk dan selimut tebal yang hangat .


Terlihat Alexa yang tertidur sangatlah lelap.


Sementara Regan juga merebahkan tubuhnya di sofa untuk mengistirahatkan tubuhnya .


Terlihat mereka sangatlah kelelahan baik Gavin dan hendra tak mau mengganggu mereka berdua .


" lu , check-in di mana dra, di hotel ini juga " tanya Gavin yang di jawab sebuah anggukan oleh Hendra.


" karena rumah dinas kami belum selesai dibangun pak jadi baik saya dan pak Regan selama beberapa hari di sini di hotel ini" jawab Hendra.


" oke kita masuk yuk, setelah lama gak berkelahi sekali berkelahi tadi badanku capek pegel semua, lu duluan deh gue check in dulu" ucap Gavin sambil berjalan ke tempat receptionis untuk check-in.

__ADS_1


__ADS_2