Bad Girl Milik Tuan Muda

Bad Girl Milik Tuan Muda
Chapter 25


__ADS_3

Regan dan Alexa sampai di depan pintu rumah, mereka tampak bahagia dan saling berpegangan tangan.


Ternyata di ruang tamu ada Gavin dan Serli serta oma.


Tentu saja Regan dan Alexa bingung ada apa sebenarnya.


Oma tersenyum melihat mereka berdua sudah akur ,saling bergenggaman tangan lagi.


Begitu juga Gavin dan Serli juga bahagia melihat mereka berdua .


" Alexa, sini sayang duduk di samping oma" pinta oma sambil menepuk sofa di sampingnya.


Alexa memandang Regan kemudian berjalan melangkah menuju sofa dan ikut duduk di samping oma.


" Kamu juga duduk sini Regan " ucap Oma.


Regan pun melangkah ke sofa dan ikut duduk di samping Alexa sambil merentangkan tangannya di sandaran sofa .


"Serli mau keluar dari pekerjaan di rumah ini" ucap oma yang membuat Regan dan Alexa saling menatap.


" memangnya kenapa Serli, ada masalah, ada yang membayarmu lebih tinggi di tempat lain" tanya Regan.


" ish ..apaan sih Lo gan , gue yang akan membayarnya mahal.." jawab Gavin.


" berapa " tanya Regan bercanda pura pura gak tahu, padahal Regan sudah tahu semua maksutnya.


" ish.. kalian ngomongin apaan sih" tanya Alexa sambil mencubit perut Regan.


" au , sakit sayang"


" selalu membuatku penasaran "


gumam Alexa sambil memonyongkan bibirnya yang menggoda.


" aku dan Gavin akan segera menikah Lex, dan setelah itu aku akan tinggal di rumahnya Gavin " ucap Serli dengan menunduk dan sedikit malu.


" hahhhh, secepat itu Serli, memang kamu sudah tahu siapa sebenarnya Gavin " tanya Alexa yang membuat Gavin melotot, sedangkan Regan membungkam mulut Alexa dengan tangannya yang kekar.


" ehm....apaan sih gan" ketus Alexa dengan cemberut .


Oma hanya menggelengkan kepalanya dan memegangi jidatnya.


"awas ya kamu Alexa" gumam Gavin.


Serli menatap Gavin dengan tatapan tajam meminta penjelasan.


" sayang sayang, jangan dengarkan Alexa dia suka ngawur ngomongnya.." ucap Gavin sambil mengelus pucuk rambut Serli, tapi Serli tetap marah dengan muka ditekuk.


Regan dan Gavin menatap Alexa dengan tajam.


Alexa pun heran dan masih tidak merasa bersalah.


" kenapa kalian menatapku seperti itu, aku salah ya " tanya Alexa yang tidak merasa berdosa.


Regan dan Gavin tetap menekannya.


Oma beranjak ke kamarnya untuk menenangkan diri.


" lama lama tensiku naik lihat ulah kalian " gumam Oma sambil berjalan melangkah menuju kamarnya.


Regan meraih tengkuk kepala Alexa dan mendaratkan ciumannya di bibir Alexa.


Gavin seketika menutup mata Serli agar tidak melihatnya.


Regan terus memagutnya sampai nafas mereka tersengal sengal .


setelah dirasa cukup Regan pun melepaskannya dan mencubit hidung Alexa.

__ADS_1


" sudah sadar apa belum " tanya Regan.


Alexa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.." memangnya aku pingsan kenapa kamu menanyakan aku sadar atau tidak" tanya Alexa bingung.


Regan mengusap kasar mukanya dan memegangi jidatnya.


" duhhhh... Memang benar ya cinta membuat orang menjadi bodoh, kesel gua lama lama " ketus Gavin.


" eh ,udah Vin, ngapain sih marah marah sama Alexa, sekarang aku yang mau dengar penjelasan darimu , apa maksud Alexa, sepertinya ada sesuatu yang masih belum aku ketahui" ucap Serli sinis.


Gavin mulai kelicutan dan gak tau harus ngomong apa.


" aku aku aku " ucap Gavin gugup.


Alexa mengeryitkan keningnya .


" dia itu " ucap Alexa


cup...


Regan langsung menyambar bibir Alexa untuk membungkamnya .


Alexa melotot dan mencoba untuk melepaskan tapi kekuatan Regan gak sebanding.


Gavin yang melihat adegan itu menjadi gak konsentrasi , darahnya ikut berdesir , dan tiba tiba saja ngomong jujur ke Serli kalau dia sudah pernah tidur dengan banyak wanita.


Jleg......


Hati Serli seperti dihantam es balok besar yang meremukkan semua tulang tulangnya.


Begitu juga Regan dan Alexa yang langsung menghentikan ciumannya dan saling menatap kemudian sama sama menatap ke arah Gavin yang sudah keceplosan.


" Vin" panggil Regan.


Gavin terdiam, sementara Serli sudah menangis sesenggukan.


" enggak Gan, sebelum hubungan kami melangkah lebih jauh sebaiknya dia tau yang sesungguhnya, aku memang playboy dan sudah pernah tidur dengan banyak wanita , berapa kali sampai aku lupa, aku memang pendosa" ucap Gavin sambil menunduk dan menyeka air matanya yang tiba tiba saja melesat jatuh membuat hilang wibawanya sebagai CEO ganteng yang digandrungi banyak wanita.


Serli hanya diam menunduk dengan deraian air mata.


Alexa mendekati Serli dan memeluknya hangat untuk menenangkannya.


" Ser, besarkan hatimu...aku tahu kamu terluka, tapi itu masa lalu, dan kamulah masa depannya.." ucap Alexa.


" tapi aku butuh waktu Lex, untuk berpikir , apakah bisa dilanjutkan atau kah berakhir sampai di sini" ucap Serli.


Deg....


Jantung Gavin seperti berhenti berjalan mendengar kata kata pedas Serli.


Regan memegangi pundak Gavin untuk memberikan kekuatan padanya.


" Ser, jangan kamu mengambil keputusan di saat kamu sedang marah , atau kamu akan menyesalinya , lebih baik biarkan semua tenang , ayo aku temani kamu ke kamar untuk menenangkan pikiran.. setelah semua tenang baru bisa kamu mengambil sebuah keputusan." ucap Alexa yang saat ini menjadi lebih bijak dan dewasa..sambil memandangi Regan untuk memberikan kode.


Regan pun mengangguk .


"kamu sudah benar Vin, Serli harus tau sekarang sebelum kalian memutuskan hidup bersama , karena disaat kalian sudah berumah tangga ada banyak hati yang menjadi tanggung jawab kalian, diantaranya keluarga besar kalian..." ucap Regan.


Gavin menarik panjang nafasnya untuk menetralisir hatinya .


" iya Gan, apapun keputusan Serli aku akan menerimanya...tapi apa bila hal terburuk yang aku terima dia tak mau hidup bersama denganku , mungkin selamanya aku sendiri karena rasa cintaku sudah habis untuknya ..aku gak tahu bisa atau tidak jatuh cinta lagi" ucap Gavin sambil menunduk.


" kamu jangan begitu Vin, jodoh ada di tangan Tuhan, bagaimana kalau memang kalian tidak berjodoh , lebih baik kamu serahkan saja semua pada yang di atas..ayo aku temani kamu berproses, kita sama sama berhijrah menjadi lebih baik.." ucap Regan untuk memberi semangat kepada sahabatnya itu..


Gavin pun mengangguk dengan sedikit senyum hambar.


keadaan pun sedikit mencair dan Gavin memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


Regan mengantarkannya sampai pintu sedangkan Gavin melangkah dengan lemas dan hati yang berkecamuk.


Di saat Regan akan menutup pintunya tiba tiba Aditya muncul dengan senyum manisnya.


" kakak " ucap Aditya kemudian memeluk kakaknya .


Regan pun heran tapi dia tetap membalas hangat pelukan adiknya itu.


" Adit " panggil Regan yang merasakan pundaknya basah oleh air mata Aditya.


" kakak, jaga Alexa kak, jaga baik baik dirinya...jangan biarkan setitik pun air mata menetes dari sudut matanya, atau Adit akan membuat perhitungan pada kak Regan" ucap Aditya.


Regan melepaskan pelukannya dan menatap Aditya yang sudah lusuh dengan mata sembab.


" maafkan kakak Adit, Kakak gak bermaksud " ucap Regan yang langsung dipotong oleh Aditya.


" tidak kak, kak Regan tidak salah , ini semua adalah takdir , Alexa memang diciptakan untuk kakak...kakak orang yang pantas untuk Alexa " ucap Aditya dengan menunduk penuh kesedihan.


Regan semakin terluka mendengar kepasrahan adiknya itu.


" sungguh aku memang kakak yang kejam, tega teganya menikung adiknya sendiri " batin Regan.


"nanti kalau kakak menikah, kabari aku , kalau aku ada waktu aku akan pulang memberikan restuku pada kakak" ucap Aditya yang berkaca kaca.


"sekali lagi maafkan kakak Dit" pinta Regan.


Aditya tersenyum dan kembali memeluk kakaknya.


" kak, malam ini aku akan kembali ke Scotlandia aku masih ada tugas di sana , jaga Oma dan Alexa kak , Adit sayang kakak " ucap Aditya yang semakin membuat hati Regan seperti tersayat sayat pedang.


Dengan menghembuskan nafas panjangnya Regan pun tersenyum dan mengusap kepala Aditya adik kesayangannya.


'' baiklah Adit , aku pasti akan menjaga mereka, belajarlah yang rajin dan gapai cita citamu " ucap Regan.


Aditya mengangguk kemudian melangkah masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap .


Regan hanya menatap punggung adiknya itu dengan penuh rasa bersalah.


" seandainya dulu aku tidak merencanakan semua ini mungkin kamu dan Alexa masih tetap bersama Dit, maafkan kakak" batin Regan.


Tiba tiba ada tangan lembut yang menggenggam tangan Regan.


Regan pun menoleh dan menatap wajah sendu yang sangat digilainya.


" kamu tidak salah Regan, semua adalah takdir bahkan dendammu kepada kak Reno pun sudah sebagian dari rencana Tuhan untuk mempertemukan kita.." ucap Alexa.


Regan terdiam dan terus menatap mata indah di depannya itu.


Regan mengangguk dan memeluk hangat tubuh Alexa.


Alexa pun membalasnya dengan penuh rasa cinta...


" i love you Regan" bisik Alexa lirih.


Regan melepaskan dekapannya dan menyambar bibir merah Alexa, mereka berpagutan cukup lama, sampai tak menyadari Aditya yang melihatnya di samping pintu kamarnya.


Aditya pun kembali menitikkan air matanya..


" berbahagialah kamu Alexa, dan semua kenangan indah kita akan selalu tersimpan di dalam memori hatiku " gumam Aditya.


Oma menyentuh pundak Aditya dengan lembut dan tersenyum kemudian memeluknya.." menangis lah Dit, bila memang kamu ingin menangis , setelah kamu menangis kamu akan merasa lega..sungguh Oma bangga kepadamu , ternyata kamu sudah dewasa , Oma sayang kamu cucuku " ucap Oma kemudian mencium kening Adityawarman dengan lembut.


" ayo Oma bantu Adit bersiap siap , dua jam lagi Adit mau terbang ke Scotlandia, nanti Oma nyusul Adit ya" ucap Aditya dengan manja kepada omanya.


Oma pun tersenyum dan ikut masuk ke kamar Aditya untuk membantunya bersiap siap.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2