
Alexa terbelalak membulatkan matanya.
Sementara Regan yang berdiri di ambang pintu pun menjatuhkan tas kerjanya karena terkejut .
" Aditya " ucap Alexa yang sangat syok.
Aditya tersenyum dan merentangkan tangannya.
"Alexa, aku sudah datang kemarilah ,apa kamu tidak merindukanku?" ucap Aditya dengan senyum manisnya.
Tanpa berpikir panjang Alexa langsung berhambur ke pelukan Aditya.
Regan menatap dengan tatapan kosong ,hatinya hancur untuk ke dua kali.
Seperti balok es yang menghantam , dinding pertahanannya hancur berkeping-keping.
" hiks hiks hiks... Adit, kenapa kamu pergi meninggalkan aku, kamu pembohong kamu bilang tidak akan pernah meninggalkan aku..hiks hiks hiks..." ucap Alexa di sela sela Isak tangisnya.
Aditya mengusap air mata yang menetes di pipi Alexa " maafkan aku Alexa, aku tidak bermaksud meninggalkanmu, aku pergi untuk melanjutkan kuliah, kak Regan yang membawaku " ucap Aditya.
Sekejap Alexa menunduk dan teringat akan Regan yang selama ini ada di sisinya.
Aditya meraih dagu Alexa dan hendak menciumnya untuk melepaskan rasa rindunya selama ini.
Namun Alexa mengelak dan menolak untuk dicium oleh Aditya.
Alexa menunduk dan melangkah mundur.
Aditya pun terdiam dan menatap heran kepada Alexa.
" kenapa Alexa " tanya Aditya.
" tidak , tidak Aditya, maafkan aku" jawab Alexa kemudian berlari ke taman belakang.
Alexa menangis tersedu-sedu di sisi dinding pembatas .
Sedangkan Regan yang tak kuasa menahan gemuruh dalam hatinya pun ternyata juga berada di sana namun di sisi dinding sebelahnya.
Alexa merasa dilema dalam hatinya , rasa berdebar yang dulu dirasakan waktu bersama Aditya sekarang sudah hilang.
Sementara Regan merasa terjebak dengan perasaannya sendiri, yang awalnya hanyalah sebuah rencana untuk memikat Alexa nyatanya hatinya yang hancur melihat Alexa bertemu kembali dengan Aditya orang yang sangat dicintainya.
Mereka sama sama menangis meratapi kepedihan .
__ADS_1
Regan luruh dan duduk bersandar di dinding , begitu juga dengan Alexa yang bersandar pula di dinding , mereka sama sama meratapi hati mereka di dinding yang sama tapi di sisi yang berbeda.
Setelah beberapa saat mereka di sana, mereka pun sama sama memutuskan untuk pergi .. Regan mengendarai mobilnya memecah keramain jalanan kota.
Sedangkan Alexa menuju kamar Regan yang selama ini dia tempati.
Alexa membaringkan tubuhnya di ranjang king size milik Regan.
Selama beberapa hari Alexa tinggal di rumah Regan, memang Regan yang mengalah dan tidur di sofa di ruang tengah, sedangkan Alexa dibiarkannya menempati kamar pribadinya.
Aditya duduk bersama Oma di ruang tengah.
" Aditya, kamu ke mana saja sudah satu bulan kamu meninggalkan Oma tanpa memberitahu keadaanmu " tanya oma.
" aku melanjutkan kuliah Oma , kak Regan membawaku di Scotlandia, selama kurang lebih 3 tahun Aditya akan berada di sana Oma , Oma jaga diri baik baik ya.." ucap Aditya.
" o iya Oma, ternyata Oma memang benar, gadis yang oma ceritakan sangatlah baik, dia cantik dan menyenangkan" imbuh Aditya sambil menyeruput segelas teh yang berada di tangannya.
Oma tersenyum dan mengelus rambut Aditya.
" sayang, sekarang kamu sudah dewasa , kamu harus belajar yang rajin ya, kamu adalah harapan papa dan mama untuk meneruskan memimpin perusahaan mereka" ucap oma.
" Aditya akan membuat mereka bangga Oma, seperti kakak.." jawab Aditya sambil menunduk.
" Aditya, jawab jujur pertanyaan oma, ada hubungan apa antara kamu dan Alexa, aku melihatmu memeluk Alexa tadi siang , sungguh Oma tidak mengerti apa apa, ada apa sebenarnya di rumah ini.." tanya oma penasaran.
Aditya tersenyum dan membuang pandangannya ke arah jendela.
" aku dan Alexa sudah berteman lama oma, dia sahabatku waktu di kampus , aku dan dia termasuk mahasiswa paling bandel di kampus, kami selalu buat masalah" ucap Aditya sambil mengingat kembali kumpulan kenangan saat saat bersama Alexa dan teman temannya.
Nenek mendengarkan dengan seksama, dan sesekali berpikir terus apa hubungannya dengan Regan, Oma semakin pusing.
" terus , Regan, aku merasa Alexa dan Regan juga sudah kenal lama.." tanya oma lagi.
" o..kak Regan, aku gak begitu tahu kalau kak Regan ternyata juga kenal sama Alexa, yang pasti aku dan Alexa saling mencintai Oma" ucap Aditya.
Jedarrrr... seperti petir yang tiba tiba menyambar..
Oma sangat terkejut dengan pernyataan Aditya.
Oma pun merasa di lema, di satu sisi dia ingin menjodohkan Alexa dengan Regan tapi di sisi lain Aditya juga mencintai Alexa.
Oma hanya terdiam dan tak tahu harus berbuat apa.
__ADS_1
" biarkan tuhan yang menentukan" batin oma.
Aditya pun pamit ke kamarnya untuk beristirahat setelah perjalanan dari luar negeri.
Oma hanya terdiam memikirkan apa yang harus dia lakukan, yang pasti dia tak ingin menyakiti hati kedua cucunya itu.
Sementara di kamar Regan, nampak Alexa masih terjaga dengan segala dilemanya..
Dia mencoba membuang pikiran tentang Regan dan kembali untuk mencintai Aditya tapi tetap saja Regan yang muncul dalam pikirannya .
Alexa belum bisa memejamkan matanya, bayangan akan kenakalan Regan dan ciuman yang sering Regan pagutkan pun seakan akan sudah tertanam di dalam hatinya.
Dan saat melirik jam dinding sudah menunjukkan pukul 12 malam , tapi belum ada tanda tanda Regan pulang.. dilihatnya juga di luar (di ruang tengah) mungkin saja Regan datang dan langsung tidur di sana, namun juga tidak ada.
Pikiran Alexa semakin kacau dan mengkhawatirkan Regan.
Dia ambil ponsel dan mencoba menghubungi Regan, namun tidak diangkat sampai ada sepuluh panggilan lebih tapi tetap saja tak diangkat.
Alexa semakin khawatir
" aduh Regan, kamu di mana sih Gan" ucap Alexa.
Kemudian Alexa mencoba menghubungi Gavin, tapi Gavin juga tidak bersamanya.
" ish... Regan Regan bikin panik orang saja sih" gumam Gavin yang juga mulai gelisah memikirkan sahabatnya itu.
tiba tiba ada panggilan masuk dari Rico.
" hallo iya ada apa co"
( bang, ini aku berada di bar dan bos Regan juga di sini , tapi dia mabuk berat aku khawatir dia tidak bisa bawa mobilnya dengan baik)
" oke oke kamu jaga di situ ya , kamu kasih tau aku alamat barnya sebentar lagi aku jemput dia "
Dan tak butuh waktu lama , Gavin sudah bisa menemukan Regan kemudian membawanya pulang ke rumahnya.
Sampai di kamar tamu, dia rebahkan tubuh sahabatnya itu di kasur.
" aduh bikin susah aja Gan, ngapain sih pake mabuk segala " gumam Gavin sambil membuka sepatu Regan dan melonggarkan bajunya yang masih lengkap dengan jas dan dasi.
Tak lupa Gavin mengirim pesan kepada Alexa untuk tidak lagi khawatir karena Regan sudah bersamanya dan nginep di rumahnya .
Alexa yang menerima pesan dari Gavin pun mulai merasa lega dan merebahkan tubuhnya untuk mengistirahatkan pikiran serta hatinya yang sangat khawatir dengan Regan.
__ADS_1
...****************...