
Regan terus menatap mata sembab Alexa.
" kamu dari mana saja, kenapa bisa bertemu dengan omaku !" tanya Regan sambil tetap memegang tangan lembut Alexa.
Alexa menghentakkan tangannya sehingga lepas dari genggaman Regan.
" bukan urusanmu" ketus Alexa.
" selamanya kau adalah urusanku " jawab Regan semakin mendekatkan wajahnya.
" hhh... kenapa, aku sudah tak menginginkan Aditya, dia juga gak jauh beda darimu yang pecundang dan tak mau memperjuangkan cintanya " ketus Alexa sambil melotot hendak menantang kemarahan Regan.
" kau ! " gertak Regan mengangkat tangannya hendak menampar Alexa.
" kenapa berhenti , ayo pukul !, sudah kuduga kau sangat membenciku tapi tak bisa melukaiku , dasar aneh " ucap Alexa kemudian berjalan meninggalkan Regan yang berdiri mematung menahan gemuruh dalam dirinya.
" hahhhh...gadis itu selalu membuatku emosi, tapi kenapa aku tidak bisa menyakitinya, jangankan sampai melukai melihatnya menangis saja aku tak tega... perasaan apa ini " gumam Regan.
Alexa berjalan masih dengan pakaian lusuh kemarin dan hendak ke kamar tapi tak tau di mana kamarnya.
Tanpa sadar dia masuk ke kamar Regan dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah itu Regan masuk dan melepaskan kaosnya yang sudah penuh dengan keringat.
Dia duduk di kursi sambil melihat lihat ponselnya.
Ceklekkk tiba tiba Alexa keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar ,putih cantik alami dan rambut basah , Regan pun terkejut kenapa dia bisa ada di sini.
" hahhhh...kamu ! , ngapain kamu di sini " tanya Alexa sambil menyembunyikan sesuatu di belakang tubuhnya.
Regan berdiri dengan bertelanjang dada, serta peluh yang membasahinya membuat kesan seksi pada dirinya.
Alexa pun tanpa sadar terkagum kagum melihatnya sambil menelan salivanya.
" seharusnya aku yang tanya ngapain kamu di sini" ketus Regan.
" hahhh..ini kamar ini , hahhh...
Sialan ini memang kamarnya Regan " batin Alexa.
Regan mengernyitkan keningnya dan mulai sadar kalau ada sesuatu di balik daster yang Alexa pakai terdapat gundukan yang tak terbungkus bra, terlihat jelas dua ****** Alexa tercetak pada dasternya.
__ADS_1
Regan jadi panas dingin dan mulai penasaran.
" ka ka kamu gak pakai bra ya?" tanya Regan.
Alexa melotot tajam dan langsung menutupi dadanya dengan menyilangkan kedua lengannya.
Regan tetap menatapnya" jangan jangan kamu juga gak pakai ****** ***** " ucap Regan yang kembali membuat Alexa geram dengan pipi merah merona.
" ka ka kamu dasar ,...!!!" teriak Alexa.
Regan tersenyum menahan tawanya dan berjalan ke arah lemari untuk mengambil kaos dan boxer , kemudian memberikannya kepada Alexa.
" pakai ini, setelah itu kamu ikut aku ke kantor dan kita belanja pakaian untukmu" ucap Regan datar.
Alexa pun menyambar pakaian yang diberikan oleh Regan kemudian berlari ke kamar mandi untuk memakainya.
setelah memakainya Alexa keluar dan tetap membuat Regan terpana.
" ish.. perasaan dada kamu gak besar besar amat tapi kenapa dari tadi tetap tercetak jelas" gumam Regan kemudian memberikan jaketnya kepada Alexa agar tidak ada orang yang melihatnya terutama si Gavin palyboi itu.
" hahhh.. kenapa pakai jaket ? " tanya Alexa polos.
Tatapan mereka saling beradu.
" kamu selalu banyak protes , atau kamu memang sengaja ingin menggodaku agar aku berbuat lebih" bisik Regan.
Dan Regan yang tak tahan melihat bibir ranum Alexa langsung mendaratkan ciumannya dengan mesra membuat Alexa melotot dan memberontak untuk melepaskan dirinya tapi tenaga Regan sungguh kuat .
Alexa tak bisa berkutik dan enggan membalas ciumannya , Regan semakin gemas dan menggigit bibir bawah Alexa sehingga Alexa membuka mulutnya dan Regan dengan luluasa mengobrak abrik seluruh rongga mulut Alexa.
Setelah puas Regan pun tersadar apa yang baru saja dia lakukan.
Dengan tersengal sengal keduanya saling mengatur nafasnya dan saling menempelkan keningnya.
" kenapa kamu melakukan ini Regan, bukannya kamu membenciku " tanya Alexa dengan nafas yang tak beraturan.
" ini adalah hukuman bagimu karena kau selalu membantahku , sekarang kamu pakai jaketku agar dadamu tidak tercetak aku gak mau ada orang lain yang melihatnya, sekarang pergilah atau aku tak lagi bisa mengendalikan diriku" bisik Regan dengan nafas yang memburu .
Alexa segera menarik tubuhnya dari Kungkungan Regan dan melangkah meraih jaket milik Regan yang tergeletak di atas ranjang kemudian berlari keluar dari kamar itu.
Regan masih dalam posisi menghadap dinding sambil terus menetralisir perasaan dan juga nafsunya karena membayangkan betapa indahnya tubuh Alexa.
__ADS_1
" hahhhh...gila gila , apa aku sudah gila " gumam Regan kemudian berjalan menuju kamar mandi.
Alexa keluar dari kamar Regan dengan memakai kaos dan celana Regan serta jaket .
Sari dan Serli pun terkejut melihatnya " itu beneran Maya, aduh ngapain , hahhh jangan jangan semalam...hahhh...tuan muda Regan sudah ..hahhhh...ih ...kok Maya beruntung banget sih..." gerutu Sari.
Serli melotot mendengar temannya yang bicara sendiri " eh ..kamu apaan sih, dia itu sebenarnya adalah Alexa bukan Maya, kekasihnya tuan Regan" ucap Serli menjelaskan padahal dia sendiri tidak tahu siapa sebenarnya Alexa yang dia tahu dari Gavin Maya adalah Alexa itu saja dan antara Regan, Alexa dan Gavin memang sudah saling kenal.
Sementara di luar ( tepatnya di meja makan) Gavin, dan oma sedang bercengkrama sambil nunggu Regan keluar dari kamarnya.
"hai Alexa, ayo sini kita makan" teriak Gavin ketika melihat Alexa berjalan dari arah kamar Regan.
Alexa pun duduk di samping Oma.
" hai Oma" sapa Alexa.
" hai sayang, aduh seger banget , ngomong ngomong kamu tadi mandi di kamar siapa, terus kok baju kamu itu kaos seperti gak asing" tanya oma yang membuat Alexa kelicutan dengan pipi merah merona.
Gavin hanya tersenyum menahan tawa.
" Alexa semalam kamu diapakan sama Regan, tuh bibir kamu sampai bengkak , memang kurang ajar tu si Regan, sukanya main kasar" bisik Gavin yang membuat Alexa melotot dan hendak menampar Gavin tapi ingat ada Oma di sampingnya.
"awas kamu Gavin, kamu sama Regan sama sama brengsek" gumam Alexa dengan tatapan tajam kepada Gavin.
Dan tak lama kemudian Regan pun muncul dengan setelan jas kerjanya.
Regan mengambil posisi duduk tepat didepan Alexa , agar dia bisa puas melihat wajah cantik Alexa.
" hai boy , wah dah keramas aja pagi pagi " goda Gavin sambil tersenyum menahan tawa yang membuat Oma bingung.
'' kalian ini bercanda terus ayo buruan makan" gertak Oma.
Dan mereka pun menyelesaikan sarapan pagi dengan sunyi hanya dentingan sendok dan piring yang saling beradu.
" Alexa akan ikut aku ke kantor hari ini setelah itu kita akan belanja semua kebutuhannya " ucap Regan membuka percakapan.
Oma hanya tersenyum dan mengangguk begitu juga Gavin.
Dan setelah selesai makan, Regan pun segera berangkat kerja bersama dengan Alexa yang ikut ke kantornya, sedangkan Gavin pulang ke rumahnya dan oma lebih suka menonton drama China bersama para asistennya.
...****************...
__ADS_1