Bad Girl Milik Tuan Muda

Bad Girl Milik Tuan Muda
Chapter 19


__ADS_3

Regan berjalan dengan cool memasuki pintu kantornya.


Tapi semua orang memperhatikan seseorang yang berada di belakangnya.


Alexa dengan percaya diri berjalan sambil melihat ke kanan dan ke kiri .


" kenapa semua orang memperhatikan aku , sialan, apa ada yang salah dengan penampilanku, perasaan biasa aja" gumam Alexa.


"pagi pak Regan" sapa para pegawainya.


Regan hanya tersenyum.


Saat tiba di pintu lift Regan menoleh tapi betapa terkejutnya saat melihat ke belakang ternyata Alexa sudah tak ada.


" duh , gadis ini buatku susah saja , seharusnya aku sekap saja tadi di kamar" gumamnya sambil berjalan ke arah samping untuk mencari Alexa.


Akhirnya Regan menemukan Alexa yang berada di samping jendela balkon sedang menatap ke arah gedung kampus ternama yang berada di samping kantor milik Regan.


Alexa menatap ke arah luar dengan terdiam dan berkaca kaca.


Regan mendekati dan bersandar sambil bersedekap melipat lengannya di samping Alexa.


" apa yang kamu pikirkan, kamu menyesal berada di sini" tanya Regan datar.


" iya, tentu saja aku menyesal sudah mengenalmu" jawab Alexa ketus.


" sudah, simpan saja air matamu , untuk nanti , nanti akan ada saat di mana air matamu akan tumpah tanpa bisa di tahan lagi" ucap Regan dengan tatapan dingin.


" kau , kenapa jahat sekali Regan, tolong lepaskan aku, ijinkan aku kembali pada orang tuaku , aku merindukan mereka, aku ingin kuliah lagi dan mencapai mimpiku..hiks hiks hiks..." ucap Alexa mulai menitikkan air mata.


" hahhhh...jangan mimpi , sampai kapanpun aku tak akan melepaskanmu, kakakmu sudah menghancurkan hidupku, sekarang aku akan menghancurkan hidupmu " ketus Regan sambil melangkah meninggalkan Alexa yang sendirian di balkon .


Regan segera pergi karena tak tega melihat Alexa menangis dan takut akan meluluhkan hatinya.


Tiba tiba Regan menghentikan langkahnya dan kembali memikirkan Alexa yang sedang hancur dengan pikirannya yang sudah tak karuan.


" duhhh sialan, kalau aku tinggalkan dia sendiri bisa bisa dia lompat dari sana, wah celaka" gumam Regan kemudian bergegas berjalan kembali ke arah Alexa yang sudah terduduk lemas di bawah jendela.


Regan merasa lega masih menemukan Alexa di sana, kemudian dia mendekat dan melihat keadaan Alexa yang lemas dengan mata dan pandangan kosong .


" ayo ikut aku "


Alexa tak menjawab dan tetap diam.


" kamu mau tetap di sini atau ikut aku ke atas setelah itu kita belanja dan aku antar kamu pulang ke rumahku" ucap Regan.


" apa masih penting menghawatirkan aku, bukankan kau ingin menghancurkan hidupku , kenapa tak kau lempar saja aku dari sini , tuan muda Regan " ucap Alexa dengan tatapan tajam.


Regan terdiam dan mengacak kasar rambutnya kemudian berjongkok menatap wajah cantik Alexa.


Saat ini belum saatnya sayang, dan akan lebih baik kalau kamu tidak banyak bicara, atau aku akan membungkam mulutmu.


" kamu sungguh jahat, kejam, kamu gak punya hati"


Cup


Belum selesai Alexa mengatakan umpatannya kepada Regan, tapi Regan langsung membungkam bibir tipis Alexa dengan bibirnya.


Alexa hanya bisa pasrah dia sudah terbiasa dengan serangan tiba tiba yang sering Regan lakukan.


Kali ini Alexa tak tinggal diam dengan emosi dia pun membalas dengan brutal dan kasar.


Dengan nafas yang memburu Alexa melepaskan ciumannya dan menempelkan keningnya pada kening Regan..


" ini kan yang kamu mau, lakukan saja apa yang mau kamu lakukan, toh aku hanya boneka bagimu , semakin cepat kau selesaikan misimu semakin cepat terbebas darimu " bisik Alexa .

__ADS_1


" kamu tak akan pernah bisa terbebas dariku, sebentar lagi aku akan menikahimu dan mengikatmu selamanya." jawab Regan kemudian kembali menyambar bibir manis Alexa .


Alexa hanya bisa pasrah dengan perlakuan Regan yang tak henti hentinya menyiksa batinnya.


Air matanya mengalir di sudut matanya membuat Alexa semakin luruh dan lemas.


Regan merasa tubuh Alexa tiba tiba lemas.


Dia segera melepaskan pagutannya dan menepuk nepuk pipi Alexa.


" Alexa, lex, Alexa, bangun Alexa...maafkan aku , aku salah Lexa, ayolah jangan membuatku panik" ucap Regan yang mulai khawatir.


Tak pikir panjang, Regan segera mengangkat tubuh Alexa dan dibawanya ke dalam lift menuju ruangannya.


Semua pegawainya pun memandangi penasaran.


"Siapa gadis yang dibawa bos , baru kali ini ya kita melihat bos yang super duper dingin itu membawa seorang cewek ke dalam kantornya( ruangannya)"


Bisik bisik para pegawainya.


Regan tak perduli, dia hanya khawatir dengan keadaan Alexa.


Sesampainya di dalam ruangan, Regan segera membaringkan tubuh Alexa di atas sofa.


Dengan telaten Regan membaluri leher dan telapak kaki Alexa dengan minyak kayu putih agar dia segera sadar.


Dan tak lama kemudian Alexa benar benar sadar.


Alexa membuka matanya perlahan.


" aku , aku , aku di mana "


" kamu sudah sadar, syukurlah kamu tidak mati " ketus Regan yang juga merasa lega.


" ish...kamu , sebenarnya aku berharap setelah aku membuka mata tak lagi melihatmu di hadapanku " jawab Alexa tak mau kalah.


" kamu!!!"


" kenapa? , kalau hanya untuk ditindas kenapa kamu menolongku " gertak Alexa.


Regan beranjak dan menelpon sekertarisnya, dan tak lama kemudian Silvia pun masuk ke dalam ruangan itu.


" Vi, kamu sekarang pergi ke butik Amara bersama Hendra, belikan beberapa baju yang cocok buat dia , sekaligus daleman.. tanyakan ukuran padanya" ucap Regan serius tapi Silvia tersenyum menahan tawa.


" kenapa kamu tertawa Via, mau saya pecat sebagai sekertarisku.." gertak Regan tak main main.


" baik baik pak, segera saya lakukan " jawab Silvia kemudian berjalan mendekati Alexa dan mereka pun bicara dengan pelan .


Sesekali Alexa melirik Regan dengan tatapan sinis.


Setelah beberapa jam Silvia belum juga datang , Alexa yang menunggu pun merebahkan tubuhnya di sofa.


Alexa mulai terlelap dua terlihat begitu lelah, entah karena apa yang pasti perlakuan Regan membuatnya lelah hati fisik dan pikiran.


Tok tok tok...


Masuk.


" ini pak baju buat nona Alexa" ucap Silvia.


" iya Vi, taruh saja di sana, biarkan dia istirahat dia terlihat sangat lelah , kamu kembalilah bekerja, terimakasih ya ...dan o iya kalau ada yang tanya atau gosip di antara para pegawai katakan dia calon istriku" ucap Regan datar.


" baik pak" jawab Silvia.


Regan kembali fokus dengan laptopnya namun sesekali melirik ke arah Alexa yang masih terlelap.

__ADS_1


Tak berapa lama Alexa pun membuka mata , dia mengeryipkan matanya perlahan.


" aduhhhh...perutku sakit " gumam Alexa kemudian meraih beberapa belanjaan yang dia inginkan yang sudah dibelikan oleh Silvia .


Alexa segera menuju kamar mandi dengan sambil meringis memegangi perutnya.


Setelah beberapa saat Alexa pun keluar dengan baju baru yang sangat pas dan cocok untuk Alexa yaitu celana warna hitam dan dres warna navi serta daleman yang sangat pas dengan ukurannya " Silvia memang hebat" gumam Alexa.


Regan menatapnya terpana dan dengan gugup menjatuhkan pena yang dipegangnya.


" kenapa" ketus Alexa.


" ah ah a...ti ti tidak apa apa " jawab Regan.


" wah ternyata gadis ini cantik juga " batin Regan.


" au... aduh...sakit..." Alexa kembali Meringis kesakitan memegangi perutnya.


Regan yang melihatnya pun segera beranjak dari meja kerjanya mendekati Alexa dan membantunya berjalan dan duduk di sofa.


" kamu kenapa sih" tanya Regan.


" bukan urusanmu ,aduhhhh, hiks hiks hiks...." jawab Alexa sambil menangis menahan rasa sakitnya.


Regan mengeryitkan keningnya.


" hhh...dah sana berbaring biar aku pijitin punggungmu" ucap Regan kemudian mendorong tubuh Alexa yang membuatnya jatuh tengkurap di sofa.


" aduh, bisa gak sih gak usah kasar " gumam Alexa.


Regan tak bergeming dan mulai mengusap punggung Alexa.


" katanya mau mijitin, malah mengusap doang, awas ya cari kesempatan " ketus Alexa yang membuat Regan menahan emosinya dan memijit dengan kasar dan keras.


"aduhhh, aduh...sakit tau , au... sakit.... hentikan brengsek, sakit... Regan... hentikan...au..." teriak Alexa.


" udah diam , kamu rasakan saja nanti juga enakan " ucap Regan yang memang sengaja mengerjai Alexa yang dengan keras memijit punggungnya .


" au...au...achhh...sakit Regan, Regan...cukup Regan ... hentikan..awas kamu..!"


Dan suara Alexa yang nyaring dari luar ruangan pun membuat para pegawainya penasaran.


Mereka beramai ramai menguping di balik pintu .


Dan bruaks... pintunya tiba tiba terbuka karena tidak dikunci..dan para pegawai yang menguping pun tersungkur .


Regan dan Alexa menoleh bersamaan.


" kalian ngapain! " gertak Regan membuat para pegawainya panik dan berlarian ke tempatnya masing masing.


Alexa pun bangkit dan merapikan bajunya,begitu juga dengan Regan. Mereka duduk dan saling menatap.


" kamu tau apa yang mereka pikirkan? " tanya Regan.


Alexa menggeleng.


"mereka pikir kita melakukan hal yang tidak senonoh" jawab Regan.


" maksutmu"


" maksud ku seperti ini ,mau coba " ucap Regan sambil meremas dada Alexa.


Alexa melotot tajam dan segera mendorong tubuh Regan kemudian beranjak menjauh darinya.


"hahaaaaaa" Regan tertawa lepas melihat Alexa berlari ketakutan.

__ADS_1


" brengsek kamu" umpat Alexa.


...****************...


__ADS_2